Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

The Development of the Constituent Social Class as Political Participation in Banda Aceh and Meulaboh Rena Juliana; Reni Juliani; Nurkhalis Nurkhalis
Jurnal Community Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jcpds.v7i1.3625

Abstract

Indonesia adheres to a democratic system of government. Each citizen, on the basis of the choice of ordinary people, chooses free political participation and then changes their direction as a sympathizer. Today, the excitement of political participation in Indonesian society to spread on Aceh has been somewhat hurt because some people have changed the political climate to be bad. This is reflected in the previous political participation side by side to deliver rhetoric to reap the voice of the people, but it has become a competition for each other. The purpose of this study is to find out what types of political participation occurred in constituents in Banda Aceh and West Aceh and who are the actors or groups that weaken or strengthen political participation in the constituents. The research method used is a qualitative approach with informants consisting of key informants, subject informants and non-subject informants. The results showed that the types of political participation in the constituents of Banda Aceh and West Aceh were very different and that sympathizers and political actors continued to strengthen and weaken the constituents. It is expected that this research will be a comparative study of the dynamics of policy in the Aceh region.
STIGMATISASI MAHASISWA TENTANG MARAKNYA MAHASISWA BERCADAR DI KAMPUS (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar Meulaboh Kabupaten Aceh Barat) Reni Juliani
Jurnal Community Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.548 KB) | DOI: 10.35308/jcpds.v4i1.192

Abstract

AbstractResearch on Student Stigma About the rise of students veiling on campus (case study at the Faculty of Social Sciences and Political Science at Teuku Umar University in West Aceh District).The purpose of this study is to familiarize students with stigmatization about the rise of students hiding at Teuku Umar Meulaboh University in the West Aceh district.The nature of this research is descriptive qualitative research, where this research aims to give a true picture, and statement on stigmatization of students Faculty of Social Sciences and Political Science at the University of Teuku Umar on rampant students who veiled on their campus.Data collection in this research is done through observation, interview and documentation.The results show that the stigma of the Faculty of Social Sciences and Political Science at the University of Teuku Umar against the veiled students is very positive that the veil has nothing to do with radicalism and terrorism and they accept the presence of students veiling their campus to have.This is because the location of Teuku Umar University in Aceh, which is the area of Islamic sharia and the majority of people accept Islam.Another reason is that there is no specific regulation at Teuku Umar University on how students should apply. The students have to dress politely and neatly.Mutual respect and respect are also the main factors in the non-discrimination of university students.But some students who have veiled at the University of Teuku Umar follow the latest trends. Keywords: Stigma, Students, Veil
Penerapan General English dan English For Specific Purposes di Perguruan Tinggi Khususnya pada Pendidikan Vokasi Rena Juliana; Reni Juliani
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 1, No 2 (2020): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v1i2.26

Abstract

Abstract The increasing role of English in this era of globalization seems to force us to recognize that English has a great impact on all aspects of life, so learning the English language is a must. Previously, studying English at Indonesian universities was limited to General English or English General Purposes, which became general subjects. However, over time, learning English has been developed specifically for English for Specific Purposes. This study is intended to show how the use of English learning at universities, especially in vocational education, works. In this study, the literature study was chosen as the research method. The literature study shows that the use of General English and English for Specific Purposes in higher education is very different. Where there is no special learning material for teaching General English. The learning material usually contains general knowledge of English. Unlike English for Specific Purposes, where teaching English for Specific Purposes requires special materials that are tailored to the needs of students depending on the subject. Keywords: Use, General English, English for Specific Purposes, University, Vocational Education. __________________________ Abstrak Meningkatnya peran bahasa Inggris di era globalisasi ini seolah memaksa kita untuk mengakui bahwa bahasa Inggris mempunyai pengaruh besar di segala aspek kehidupan sehingga mempelajari bahasa Inggris merupakan hal yang wajib. Sebelumnya di Indonesia, pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi hanya sebatas General English atau English for General Purposes yang menjadi mata kuliah umum, namun seiring berjalannya waktu pembelajaran bahasa Inggris dikembangkan lagi secara khusus dalam mata kuliah English for Specific Purposes. Studi ini memiliki tujuan untuk melihat bagaimana penerapan kedua pembelajaran bahasa Inggris tersebut di perguruan tinggi khususnya pada pendidikan vokasi. Studi pustaka dipilih sebagai metode penelitian dalam studi ini. Dari studi kepustakaan tersebut diperoleh hasil bahwa penerapan General English dan English for Specific Purposes di perguruan tinggi sangatlah berbeda antara keduanya. Dimana tidak ada materi pembelajaran khusus terhadap pengajaran General English. Materi pembelajaran biasanya berisikan pengetahuan umum tentang bahasa Inggris. Beda halnya dengan English for Specific Purposes, dimana dalam pengajaran English for Specific Purpose, dibutuhkan materi khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan dari mahasiswa sesuai dengan bidang yang mereka ambil. Kata Kunci: Penerapan, General English, English for Specific Purposes, Perguruan Tinggi, Pendidikan Vokasi. __________________________
Difusi Inovasi dalam Penggunaan Batee Ranup pada Tradisi Meu-uroh di Aceh Barat Reni Juliani; Rahma Hidayati; Nidar Nidar
PETANDA: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora Vol 1, No 1 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.699 KB) | DOI: 10.32509/jhm.v1i1.659

Abstract

Salah satu tradisi yang masih terus dipraktekkan masyarakat Aceh adalah tradisi meu-uroh. Namun dalam pelaksanaannya tradisi ini telah mengalami inovasi. Dulu tradisi meu-uroh dilakukan dengan membawa batee ranup yang memiliki makna luhur sedangkan sekarang tradisi ini dilakukan dengan membawa undangan cetak sekapur sirih seperti terjadi di Desa Cot Lagan, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat, sehingga terjadi pergeseran budaya dalam tradisi meu-uroh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penyebab terjadinya pergeseran budaya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, pergeseran budaya penggunaan batee ranup dalam tradisi meu-uroh disebabkan kurangnya pemahaman dan kecintaan masyarakat tentang budaya tersebut sehingga sangat mudah menerima budaya baru yang masuk dan berkembang di tengah-tengah mereka. Pergeseran budaya ini juga terjadi karena perkembangan teknologi yang kian pesat sehingga membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat termasuk dalam segi budaya. Perkembangan teknologi ini berdampak, membawa sekapur sirih sebagai undangan lambat laun menggantikan posisi batee ranup dalam tradisi meu-uroh. Selain itu, penggunaan undangan sekapur sirih juga dirasa masyarakat lebih murah dan praktis jika dibandingkan dengan menggunakan batee ranup.
MASYARAKAT PESISIR: STUDI ETNOGRAFI KOMUNIKASI PADA KARAKTER KOMUNIKASI MASYARAKAT GAMPONG UJONG DRIEN, KECAMATAN MEUREUBO, KABUPATEN ACEH BARAT Maulidar Maulidar; Yuhdi Fahrimal; Asmaul Husna; Reni Juliani
SOURCE : Jurnal Ilmu Komunikasi Source : Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 8 Nomor 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/source.v8i2.6083

Abstract

PARTISPATORY DEVELOPMENT COMMUNICATION: OPTIMALISASI PERAN PEREMPUAN DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DPMGP4 KABUPATEN NAGAN RAYA Reni Juliani; Putri Maulina; Desi Maulida
JURNAL TRIAS POLITIKA Vol 7, No 1 (2023): April 2023, Jurnal Trias Politika
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jtp.v7i1.4899

Abstract

ABSTRACTWomen have the ability to play a role as strategic actors in Indonesia's development, as well as women from Nagan Raya District. The purpose of this research is to dig deeper into optimizing the role of women in women's empowerment programs in partnership with the Office of Community Empowerment, Gampong, Population Control and Women's Empowerment (DPMGP4).A qualitative approach is the method of this research with informants coming from the person in charge of Sikula Geutanyoe program, which is a Student Organization Capacity Building Program for the State Administration Student Association (PPK ORMAWA HIMADISTRA) at Teuku Umar University in collaboration with DPMGP4. Data was collected by means of interviews, observation and documentation. Determination of informants with purposive sampling technique and totaling 5 people came from the person in charge of the Sikula Geutanyoe Program 3 informants and from DPMGP4 2 informants. The data that has been obtained is then analyzed through 3 stages, the first is selecting data, then presenting the data and the last step is making conclusions. The results of the research show that optimizing the role of women has been carried out through the "Sikula Geutanyoe" program. The results of this study are that optimizing the role of women has been carried out through the "Sikula Geutanyoe" program. The role of DPMGP4 of Nagan Raya Regency in empowering women is carried out through partnership programs and training provided to women by emphasizing understanding of 8 family functions, namely religious, socio-cultural, love, protection, reproductive, economic, socialization. and education, and environmental development. There is optimism from the women who are involved both in the training and in the management of the "Sikula Geutanyoe" Program to rise together and become one of the agents of development so that they can improve their standard of living for the better.ABSTRAKPerempuan mempunyai kemampuan memegang peranan sebagai aktor strategis pada pembangunan Indonesia ini, begitu juga dengan perempuan yang berasal dari Kabupaten Nagan Raya. Penelitian mempunyai tujuan menggali lebih dalam terkait optimalisasi peran perempuan dalam program pemberdayaan perempuan yang bermitra dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Gampong, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMGP4). Pendekatan kualitatif menjadi metode penelitian ini dengan informan yang berasal dari penanggungjawab program Sikula Geutanyoe yang merupakan Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara (PPK ORMAWA HIMADISTRA) Universitas Teuku Umar yang bekerjasama dengan DPMGP4. Data dikumpulkan dengan cara interview, pengamatan dan dokumentasi. Penentuan informan dengan teknik purposive sampling dan berjumlah 5 orang yang berasal dari penanggungjawab Program Sikula Geutanyoe 3 informan serta dari DPMGP4 2 informan. Data yang telah didapat lalu dianalisi melalui 3 tahapan, pertama penyeleksian data, lalu penyajian data dan Langkah terakhir dengan membuat kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengoptimalisasi peran perempuan telah dilakukan melalui program “Sikula Geutanyoe”. Peran DPMGP4 Kabupaten Nagan Raya dalam memberdayakan perempuan dilakukan dengan program kemitraan dan pelatihan yang diberikan kepada kaum perempuan dengan menekankan pemahaman pada 8 fungsi keluarga, yaitu keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, ekonomi, sosialisasi dan pendidikan, dan pembinaan lingkungan. Adanya optimisme dari para perempuan yang terlibat baik dalam pelatihan maupun dalam kepengurusan Program “Sikula Geutanyoe” untuk bangkit bersamasama dan menjadi salah satu agen pembangunan sehingga dapat meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik.
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dan Kearifan Lokal dalam Peningkatan Etika dan Budaya dalam Berpolitik Asmaul Husna; Eza Aulia; Yuhdi Fahrimal; Cut Asmaul Husna; Reni Juliani
Lok Seva: Journal of Contemporary Community Service Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/lok seva.v1i1.6553

Abstract

Pancasila sebagai sumber etika politik, oleh sebab itu masyarakat perlu mengetahui bagaimana implementasinya di dalam kehidupan mereka, terutama bagi masyarakat yang ingin terjun di dunia politik. Oleh sebab itu kegiatan pengabdian ini diselenggarakan guna membawa perubahan positif bagi para pesertanya yang merupakan masyarakat Simeulue, sekurang-kurangnya pemahaman mereka mengenai politik semakin meningkat. Pelaksanaannya kegiatan pengabdian ini terbagi dalam 2 sesi dengan metode ceramah dan dialog interaktif. Di mana setiap sesinya peserta akan diberikan pretest dan post test yang sebarkan melalui google form. Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilakukan membawa perubahan positif bagi para pesertanya, sekurang-kurangnya pemahaman mereka mengenai politik semakin meningkat dengan mengimplementasikan nila-nilai Pancasila di dalamnya. Dengan kata lain, yang tidak tahu menjadi tahu, yang sudah tahu menjadi lebih paham, dan yang lebih jauh adalah mereka akan menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-harinya.
Penerapan Komunikasi Partisipasi Pada Program Stunting MBKM Bina Desa di Desa Puuk Kaway XVI Putra, Ilhamna Mazal; Juliani, Reni
Lok Seva: Journal of Contemporary Community Service Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/lokseva.v2i2.8820

Abstract

Implementation of the MBKM Bina Desa Stunting Program was carried out in Puuk Village, Kaway XVI, West Aceh. The service program carried out is the practice of making and supplementary feeding, and socialization of Healthy Lifestyle (PHS) both orally and in writing in the form of poster design. oral and written in the form of poster design. Activities This service was carried out on August 25, 2022, with a target audience of 21 people. in the community as many as 21 people. The service model carried out is door-to-door, which is based on the stages of planning, implementation, and evaluation. to evaluation. The result of this service is that the community gets direction related to the criteria for children and toddlers who experience symptoms of stunting. The community has active involvement in program implementation. This starts from community participation in assessments, and program alternatives to program implementation.  Therefore, the application of participatory communication participatory communication through the Stunting MKBM bina Puuk Village, Kaway XVI, West Aceh has been implemented with planning.
FUNGSIONALISASI BUDAYA LISAN NANDONG SMONG DI DESA SALUR KECAMATAN TEUPAH BARAT KABUPATEN SIMEULUE PROVINSI ACEH Rahmadansyah, Risski; Juliani, Reni
SOURCE : Jurnal Ilmu Komunikasi Source : Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 9 Nomor 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/source.v9i2.8613

Abstract

Nandong smongis an oral tradition in Simeulue Regency where in the past Nandong Smong was used as a means of saving from disasters, one of which was the tsunami disaster. The lyrics of nandong smong contain verses that have deep meaning for the community based on the experiences of the Simeulue people's ancestors. This experience can be passed on from one generation to the next. The purpose of this study is to reveal how nandong smong exists and becomes an art popular with the people of Simeulue, and how it is applied in everyday life. The theory used in this research is Malinowski's theory of functionalism. The approach used in this study is a qualitative approach. The studies found in this study, that this nandong smong was previously used as a means of rescue, poetry sung to relieve fatigue, and for lullaby. For nowadays nandon smong has become a form of local culture which is considered as art, education and a form of application of intracultural communication.
Penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dalam Menyajikan Gagasan Kreatif Berbentuk Teks Cerita Fantasi dan Pengaruhnya Terhadap Sikap Kreatif Peserta Didik Kelas VII H SMP Negeri 4 Pangalengan Juliani, Reni
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 3 No 2 (2022): Vol. 3. No. 2, November 2022
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/wistara.v3i2.3740

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Pangalengan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan peserta didik dalam menulis. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran menyajikan gagasan kreatif berbentuk teks cerita fantasi, mengetahui perbedaan tingkat kemampuan menulis teks cerita fantasi antara peserta didik yang memperoleh model pembelajaran berbasis masalah dengan peserta didik yang memperoleh model pembelajaran konvensional, mengetahui perbedaan kemampuan menyajikan gagasan kreatif dalam menulis teks cerita fantasi antara peserta didik yang memperoleh model pembelajaran berbasis masalah dengan peserta didik yang memperoleh model pembelajaran konvensional, dan mendeskripsikan pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap peningkatan sikap kreatif peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode campuran model sequential exploratory dengan tipe pretest-posttest control group design. Teknik pengumpuan data yang digunakan adalah tes, observasi, wawancara, dan angket skala sikap kreatif. Berdasarkan hasil analisis, wawancara, dan observasi, diperoleh simpulan bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis masalah sangat efektif digunakan dalam pembelajaran menyajikan gagasan kreatif berbentuk teks cerita fantasi. Hasil uji hipotesis Mann Whitney terhadap hasil pretest kemampuan menulis diperoleh nilai sig. (2- tailed) sebesar 0,044 < α dan hasil posttest dengan nilai sig. (2- tailed) sebesar 0,006 < α sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kemampuan menulis teks cerita fantasi antara peserta didik yang memperoleh model pembelajaran berbasis masalah dengan model pembelajaran konvensional. Begitu pula hasil uji hipotesis Mann Whitney terhadap hasil pretest kemampuan menyajikan gagasan kreatif diperoleh nilai sig. (2- tailed) sebesar 0,003 < α dan hasil posttest sebesar 0,000 < α sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan menyajikan gagasan kreatif dalam menulis teks cerita fantasi antara peserta didik yang memperoleh model pembelajaran berbasis masalah dengan model pembelajaran konvensional. Hasil angket skala sikap kreatif menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pretest dan posttest sebesar 10,4 dengan N-Gain sebesar 0,354 sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis masalah berpengaruh positif terhadap peningkatan sikap kreatif peserta didik