Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Newman's Error Analysis: The Students' Errors in Solving Word Problems of Proportion Indriana, Indriana; Pathuddin, Pathuddin; Lefrida, Rita; Alfisyahra, Alfisyahra
Edumatika Vol 7 No 1 (2024): May 2024, Edumatika : Jurnal Riset Pendidikan Matematika
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ejrpm.v7i1.3642

Abstract

Students' errors in solving mathematical problems need to be analyzed in depth so that teachers can choose the right way to anticipate the repetition of the same errors. This study aims to reveal the types of errors made by students in solving word problems on the topic of proportion. This study is a descriptive study with a qualitative approach. The subjects involved were two seventh grade students, male and female. The results of this study indicate that based on Newman's error analysis, male subjects mainly made reading errors, errors in understanding the problem, transformation errors, and writing the final answer that did not include a conclusion. While female subjects made errors in understanding the problem, choosing the operation used, and writing the conclusion sentence in the final answers. The results of this study can help students understand the errors made so that the errors are not repeated and can be input for teachers in improving the learning process.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MASYARAKAT PESISIR TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI Indriana, Indriana; Bagu, Agustin; Maasi, Jenneke Widya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25070

Abstract

Pemberdayaan Kelompok Tani Masyarakat Pesisir Terhadap Tingkat Kesejahteraan Petani Padi Sawah (Studi kasus pada Di Kecamatan Suwawa Selatan Kabupaten Bone Bolango. Dengan metode penelitian pendekatan kuantitatif dengan sumber datanya adalah data primer kuantitatif dengan Populasi yang ada berjumlah 100 orang terdiri dari 5 kelompok dimana dalam 1 kelompok mempunyai 20 orang anggota kelompok. Pemberdayaan Kelompok Tani Masyarakat Pesisir Terhadap Tingkat Kesejahteraan Petani Padi Sawah (Studi kasus pada Di Kecamatan Suwawa Selatan Kabupaten Bone Bolango 1, Nilai skor pada indikator peranan kelompok tani sebagai unit belajar adalah 99,72% yang bersumber dari jumlah skor 359 dibagi dengan jumlah skor maksimal pada indikator unit belajar sebesar 360. Besarnya nilai skor pada indikator pemberdayaan kelompok tani sebagai unit kerja Sama adalah 98, 67% artinya bahwa pemberdayaan kelompok tani tergolong “Sangat Kuat”. Terakhir Nilai skor pada indikator peranan kelompok tani sebagai unit produksi adalah 99,67% yang bersumber dari jumlah total skor 299 dibagi dengan jumlah skor maksimal pada indikator unit produksi sebesar 300 yang artinya bahwa pemberdayaan kelompok tani tergolong “Sangat Kuat”. Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa Pemberdayaan Kelompok Tani Masyarakat Pesisir Terhadap Tingkat Kesejahteraan Petani Padi Sawah (studi kasus pada Di Kecamatan Suwawa Selatan Kabupaten Bone Bolango tersebut adalah sebesar 99,38% dan nilai tersebut dikonsultasikan dengan tabel interpretasi skor maka peranan kelompok tani tergolong “Sangat Kuat”.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS EKONOMI KREATIF DI GORONTALO Indriana, Indriana; Maasi, Jenneke Widya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33584

Abstract

Pengelolaan sampah menjadi salah satu isu krusial di berbagai daerah, termasuk di Gorontalo. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa melalui pengelolaan sampah yang berorientasi pada ekonomi kreatif. Metode yang digunakan meliputi edukasi, pelatihan, dan pendampingan masyarakat dalam mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah, peningkatan pendapatan dari hasil penjualan produk, serta kesadaran lingkungan yang lebih baik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan di daerah lain.
PEMANFAATAN CABE RAWIT DALAM PEMBUATAN SAMBAL SAGELA ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI Indriana, Indriana; Insani, Nur; Suruna, Frengki Eka Putra; Upu, Anisa; Rivai, Putri Verina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.34818

Abstract

Pemanfaatan cabai rawit dalam pembuatan sambal sagela organik bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian serta pendapatan petani. Cabai rawit merupakan salah satu komoditas pertanian yang melimpah, namun sering mengalami fluktuasi harga yang tidak stabil. Melalui pengolahan menjadi sambal sagela organik, cabai rawit dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi, yang memiliki daya tahan lama dan pasar yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melibatkan petani cabai rawit di Gorontalo sebagai subjek utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan sambal sagela organik memberikan peningkatan pendapatan sebesar 20-30% dibandingkan dengan penjualan cabai rawit segar. Selain itu, proses pengolahan organik yang ramah lingkungan juga memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesehatan konsumen. Oleh karena itu, pengembangan produk turunan berbasis cabai rawit, seperti sambal sagela organik, merupakan solusi inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat perekonomian lokal.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN TONGKOL JAGUNG UNTUK ENERGI TERBARUKAN Humena, Steven; Indriana, Indriana; Pade, Satria Wati; Tooy, Dedie; Elly, Femi H; Leke, Jein R
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37339

Abstract

Desa Posso memiliki potensi pertanian yang tinggi, khususnya dalam produksi jagung. Namun, hasil samping berupa tongkol jagung selama ini hanya dibuang atau dibakar tanpa dimanfaatkan lebih lanjut. Berdasarkan penelitian sebelumnya, tongkol jagung memiliki kandungan selulosa dan lignin yang tinggi, sehingga berpotensi untuk diolah menjadi bahan bakar biomassa (Susanto et al., 2022). Kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan tongkol jagung sebagai sumber energi menyebabkan potensi ini belum tergarap dengan baik. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut: 1) Meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Posso mengenai potensi tongkol jagung sebagai sumber energi terbarukan dan juga untuk menjadi pupuk dan makanan ternak. 2) Memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang teknik-teknik pengolahan tongkol jagung menjadi bahan bakar biomassa, pupuk dan makanan ternak. 3) Mendorong kemandirian energi di tingkat desa dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah. 4) Mengurangi limbah pertanian yang selama ini tidak terkelola dengan baik. Pelaksanaan kegiatan meliputi Sosialisasi Program kosabangsa kepada mitra, melaksanakan Pelatihan-pelatihan yaitu pembuatan briket dan pellet pakan ayam dari tongkol jagung. Melakiukan Kunjungan lapangan langsung pada Kelompok tani maju bersama dan kelompok tani suka damai. Hasil pelaksanaan kegiatan kosabangsa yaitu menghasilkan 500 kg pellet pakan ayam dengan harga jual sebesar Rp. 7.000 per kilogram dari 1 ton tongkol jagung dalam sekali diproduksi, dan mengahsilkan 800 kg briket dengan harga jual sebesar Rp 10.000 per kilogram dari 1 ton tongkol jagung dalam sekali produksi
Drone Multispektral Dalam Pemetaan Tutupan Lahan Kajai, Pasaman Barat, Sumatera Barat, Indonesia Indriana, Indriana; Nando, Jefri
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v12i1.29638

Abstract

Sumatra Island is the sixth-largest island in the world, with an area of 443,068.8 km2. West Sumatra often experiences earthquakes due to the subduction route, or the India-Australia and Eurasian tectonic plate route, the Mentawai Fault System on the western part of the West Sumatra Coast, and the Sumatran Fault Segment, as happened in West Pasaman Regency. The earthquake in West Sumatra was in Kenagarian Kajai, Talamau District, West Pasaman Regency. This research aim to obtain spatial information in the Kenagarian Kajai area, Talamau District, West Pasaman, which will later be implemented in the form of a map. This multispectral drone can produce images that can be processed digitally, so they can present images of objects that are simpler but informative in classifying them. By using drones, it is possible to obtain topographic measurement data with the same quality as terrestrial measurements but in a relatively shorter time.  Pulau Sumatera merupakan pulau terbesar keenam di dunia dengan luas mencapai 443.068,8 Km2. Sumatera Barat sering mengalami gempa bumi, akibat adanya jalur subduksi atau jalur lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia, Mentawai Fault System di bagian Barat Pantai Sumatera Barat, dan Segmen Sesar Sumatera, seperti yang terjadi di Kabupaten Pasaman Barat. Gempa bumi di Sumatera Barat yaitu Kenagarian Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat. Dalam penelitian ini, kami menggunakan wahana peminderaan jauh berupa drone multispektral untuk memetakan tutupan lahan dan bertujuan untuk mendapatkan informasi spasial di wilayah Kenagarian Kajai, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat yang nantinya akan diimplementasikan dalam suatu bentuk peta. Drone multispektral ini dapat menghasilkan citra yang dapat melakukan pemrosesan secara digital, sehingga dapat menyajikan gambar-gambar objek yang lebih sederhana namun informatif dalam  mengklasifikasikannya. Dengan menggunakan drone sangat dimungkinkan untuk mendapatkan data pengukuran topografi dengan kualitas yang sama dengan pengukuran secara terrestrial akan tetapi delam waktu yang relative lebih singkat. Kata Kunci: drone multispektral, pemetaan, tutupan lahan
KELAYAKAN USAHA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN KUE KHAS GORONTALO Indriana, Indriana; Hiola , Rosmina
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.33586

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui secara kelayakan industri kue khas Gorontalo di UKM Suka Maju layak untuk dikembangankan, (2) mengetahui strategi pengembangan yang diterapkan untuk pengembangan industri kue khas Gorontalo di UKM suka Maju. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Studi Kasus pada industri kecil di UKM Suka Maju Desa Toto Utara Kabupaten Bone Bolango. Analisis data yang digunakan adalah analisis R/C Rasio dan Analisis SWOT. Besarnya nilai kelayakan UKM Suka Maju di Desa Toto Utara Kabupaten Bone Bolango sebesar Rp. 1,69 diartikan bahwa nilai R/C Ratio lebih besar dari satu atau setiap Rp. 100 yang dikeluarkan oleh pemilik UKM Suka Maju dalam suatu kegiataan usaha diperoleh penerimaan sebesar Rp. 1,69 pada akhirnya kegiataan usaha layak dikembangkan. Sedangkan berdasarkan analisis SWOT yaitu: kekuataan adalah memiliki label halal dan merek dagang, ketersediaan bahan baku produksi. Kelemahanya adalah bentuk kemasan yang kurang menarik, jaringan pemasaran masih terbatas. Peluang yang dimiliki oleh UKM Suka Maju antara lain: memperluas pasar sasaran, menerapkan standar GMP (Good Manufacturing Practicies). Ancaman yang di miliki adalah biaya produksi meningkat, tingkat persaingan industri semakin ketat.