Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Infusa Akar Bajakah Kalalawit (Uncaria rhynchophylla) Terhadap Fungsi Ginjal Mencit (Mus musculus) Diabetik Muthaharoh, Raudatul; Sukarya, I Gede Andika; Azahra, Sresta; Raharjo, Eko Nugroho
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10740

Abstract

Diabetes mellitus merupakan keadaan terjadinya peningkatan kadar gula darah yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah, sehingga mengganggu proses filtrasi di glomerolus ditandai dengan peningkatan kadar kreatinin dan ureum. Banyak masyarakat yang menggunakan obat paten untuk mengatasi suatu penyakit, namun memberikan efek samping apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang, sehingga beralih ke pengobatan alternatif. Salah satunya menggunakan akar bajakah dengan kandungan alkaloid, flavonoid dan triterpenoid yang berpotensi sebagai antioksidan, dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa akar bajakah kalalawit (Uncaria rhynchophylla) terhadap fungsi ginjal pada mencit (Mus musculus) diabetes. Jenis penelitian True Eksperimen menggunakan metode The Pretest Posttest Only Control Group Design, 16 ekor mencit diabetes diberi infusa akar bajakah dua kali sehari selama 2 minggu secara oral. Data diuji dengan uji statistik Dependent T-test. Nilai rata-rata pada kelompok dengan pemberian infusa akar bajakah yaitu kreatinin sebelum 6,80 dan kreatinin setelah 3,56 sedangkan nilai rata-rata ureum sebelum yaitu 86,19 dan ureum setelah 57,56. Nilai uji statistik Dependent T-test pada kelompok mencit diabetes yang diberi infusa akar bajakah didapatkan nilai signifikansi kreatinin 0,000 dan ureum 0,018. Terdapat perbedaan signifikan antara pemberian infusa akar bajakah (Uncaria rhynchophylla) terhadap kadar kreatinin dan ureum pada mencit diabetes.
Efek Pemberian Infusa Daun Andong Merah (Cordyline fruticosa L. A. Cheval) Terhadap Kadar Glukosa Pada Mencit (Mus musculus) Diabetes Sukarya, I Gede Andika; Ana Priska Ismi Farida; Nursalinda Kusumawati; Supri Hartini
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v14i2.5275

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolisme akibat kekurangan hormon insulin, ditandai dengan kadar glukosa yang melebihi atau di bawah batas normal sehingga dapat menyebabkan hiperglikemia atau hipoglikemia. Upaya preventif sangat diperlukan untuk mengendalikan DM, salah satunya dengan pemanfaatan tanaman obat tradisional daun andong merah (Cordyline fruticosa L. A. Cheval). Daun andong merah diketahui mengandung senyawa aktif seperti saponin, tanin, dan flavonoid yang berpotensi menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa daun andong merah terhadap kadar glukosa pada mencit (Mus musculus) diabetes. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan metode ekperimental menggunakan 48 mencit jantan diabetes yang dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok mencit DM yang tidak diberi infusa, kelompok mencit DM yang diberi infusa, dan kelompok mencit DM yang diberi metformin. Infusa daun andong merah diberikan sebanyak 1 ml setiap pagi dan sore selama 14 hari. Kadar glukosa darah diukur menggunakan alat POCT. Hasil uji statistik menunjukkan terjadi penurunan dari 394,44 mg/dl menjadi 224,78 mg/dl dengan presentase penurunan sebesar 43,02 %. Dengan demikian, disimpulkan bahwa pemberian infusa daun andong merah memiliki pengaruh dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit DM.