Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penyegaran Kader Pendukung Asi Puskesmas Kedungwuni II, Kabupaten Pekalongan Isyti’aroh, I; Rofiqoh, Siti; Widyastuti, Windha; Wirotomo, Tri Sakti; Fijianto, Dwi; Aktifah, Nurul; Pratiwi, Yuni Sandra
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kapasitas kader pendukung ASI dalam mengedukasi masyarakat tentang ASI dan menyusui perlu dilakukan secara kontinu sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan kapasitas kader dalam mengedukasi dan mendampingi ibu menyusui untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Metoda pengabdian masyarakat berupa penyegaran kader dengan materi penyegaran mengenai anatomi dan fisiologi payudara, laktogenesis, pijat payudara untuk meningkatkan produksi ASI, manfaat ASI dan menyusui serta manajemen laktasi paska pandemik, manajemen laktasi pada ibu bekerja dan masalah psikologi pada iu menyusui dan cara mengatasinya. Penyegaran kader diikuti oleh 30 peserta dari Puskesmas Kedungwuni II Pekalongan. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan menganalisis hasil pretest dan posttest kuesioner pengetahuan tentang ASI dan menyusui yang disusun oleh tim pengabdian masyarakat. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan ada peningkatkan rata-rata pengetahuan. Rata-rata pengetahuan sebelum penyegaran kader 29,5 standar deviasi 8,1 (rentang nilai 10-100) sedangkan rata-rata pengetahuan setelah penyegaran kader sebeesar 75,3 standar deviasi 15,3. Simpulan penyegaran kader pendukung ASI dapat meningkatkan pengetahuan tentang ASI dan menyusui. Saran bagi instuti penyelenggara pendidikan di bidang ksehatan agar berperan aktif meningkatkan kapasitas kader dalam mengedukasi masyarakat tentang ASI dan menyusui.
Edukasi dan Deteksi Dini Kejadian Diabetes Neuropati pada Penderita Diabetes Mellitus sebagai Upaya Pencegahan Diabetes Neuropati Aktifah, Nurul; Faradisi, Firman; Fajriyah, Nuniek Nizmah; Noviawati, Sabila; Astuti, Rahayu Diah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang prevalensi kejadianya terus meningkat setiap tahunya. Diabetes Melitus tergolong penyakit degenerative yang tidak menular, namun dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti komplikasi kronik mikrovaskular atau lebih dikenal dngan Diabetic (DN). DN dapat menyebabkan kerusakan saraf yang menyebabkan timbulnya gejala mati rasa yang pada akhirnya dapat menyebabkan konsekuensi serius diantaranya ulserasi kaki, ganggren bahkan amputasi. Tindakan yang terbukti dapat mengurangi morbiditas akibat neuropati perifer adalah dengan pelaksanaan deteksi dini dan edukasi pada penderita DM. Tujuan kegiatan ini untuk melakukan deteksi dini DN dan meningkatkan pengetahuan peserta prolanis dan posbindu lansia tentang DN dan komplikasinya dengan harapan penderita DM dapat mengetahui upaya pencegahan dan tindakan secara tepat sehingga angka morbiditas dan mortalitas dapat dicegah. Metode pelaksanaan dengan melakukan screening tanda gejala DN dan edukasi DN. Total partisipan berjumlah 27 orang, dan kegiatan ini dilaksanakan selama 4 bulan. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat initim melakukan deteksi dini dan memberikan edukasi DN. Hasil pemeriksaan DNS menunjukkan bahwa 97 (72,4%) penderita DM peserta prolanis dan posbindu lansia mengalami gejala positif DNS. Hasil screening didapatkan mayoritas penderita memiliki scor 3 yaitu sejumlah 41 (42,27%). Gejala yang paling sering dialami adalah kesemutan, tungkai atau kaki merasakan nyeri, ditusuk – tusuk, merasa hilang rasa atau kurang. Kesimpulan yang didapat yaitu Sebagian besar pasien DM mengalami gejala positif DNS sehingga perlu dilakukan Tindakan pencegahan keparahan.
Pengaruh Kombinasi Core Stability Exercise dan Cone Drill Exercise terhadap Peningkatan Agility Pemain Sepak Bola Khanifa, Amaliatul; Aktifah, Nurul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Agility merupakan komponen yang berperan pada pemain sepak bola untuk mempertahankan posisi agar tidak mudah jatuh dan mencegah cedera pada saat melakukan pertahanan dan perlawanan. Hasil pengukuran terhadap 10 pemain bola didapatkan 5 diantaranya memiliki kemampuan agility dibawah kategori sedang. Faktor yang mempengaruhi agility adalah kekuatan otot, keseimbangan, fleksibilitas dan koordinasi neuromuscular. Core stability exercise dan cone drill exercise merupakan kombinasi latihan yang dapat meningkatkan komponen kekuatan otot, keseimbangan, fleksibilitas dan koordinasi neuromuscular sehingga dapat berpengaruh pada peningkatan agility. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi core stability exercise dan cone drill exercise terhadap peningkatan agility pemain sepak bola. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pre experimental design dengan tipe one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sejumlah 23 responden. Program latihan dalam penelitian ini adalah core stability exercise dan cone drill exercise yang diberikan sebanyak 3 kali seminggu selama 4 minggu. Analisa penelitian menggunakan uji paired t-test. Hasil Penelitian: Nilai mean agility sebelum diberikan latihan 17,99 detik dan sesudah diberikan latihan 16,52 detik. Hasil uji paired sample t-test didapatkan nilai sig.(2-tailed) 0,001 (<0,05) yang menunjukkan ada pengaruh kombinasi core stability exercise dan cone drill exercise terhadap peningkatan agility pemain sepak bola. Simpulan: Program latihan kombinasi core stability exercise dan cone drill exercise berpengaruh terhadap peningkatan agility pemain sepak bola. Saran: Fisioterapi dapat memberikan program latihan kombinasi core stability exercise dan cone drill exercise untuk meningkatkan agility pemain sepak bola.
Penerapan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Stimulasi Persepsi Terhadap Kemampuan Mengontrol Halusinasi Farah, Alya; Aktifah, Nurul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halusinasi merupakan gejala gangguan jiwa dimana seseorang mengalami gangguan persepsi akibat stimulus yang tidak nyata. Halusinasi jika tidak ditangani dapat menyebabkan penderita kehilangan kontrol,panik dan perilakunya dapat dikendalikan oleh halusinasinya. Metode yang digunakan untuk menurunkan tanda dan gejala halusinasi salah satunya adalah terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui penerapan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi terhadap kemampuan mengontrol halusinasi. Desain pada karya tulis ilmiah ini berupa studi kasus dengan subyek studi dua pasien yang mengalami halusinasi, dapat berkomunikasi dengan baik, kooperatif dan bersedia menjadi responden. Studi kasus ini dilakukan selama 5 hari berturut-turut dengan waktu 20-40 menit. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi tanda dan gejala halusinasi dan SOP terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi. Hasil studi kasus menunjukkan pada responden 1 tanda dan gejala sebelum diberikan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi sebanyak 13 tanda gejala dan pada responden 2 sebanyak 12 tanda gejala, setelah diberikan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi pada responden 1 menjadi 8 tanda gejala dan responden 2 menjadi 6 tanda gejala. Kesimpulan penerapan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi dapat meningkatkan kemampuan mengontrol halusinasi. Saran bagi tenaga kesehatan dapat menjadikan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi sebagai salah satu intervensi terapi modalitas dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap pasien halusinasi.
Efektivitas Dressing Madu Terhadap Waktu Penyembuhan Luka Pada Kelinci (Galur Wistar ) Faradisi, Firman; Aktifah, Nurul; Pambudi, Dwi Bagus
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka merupakakn kerusakan pada lapisan epidermis atau lebih dalam yang diakibatkan perubahan patofisiologi yang menjadi asal utama terjadi luka. Nutrisi merupakan salah satu factor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka. Karbohidrat merupakan nutrisi yang digunakan sel sebegai energy dalam proses penyembuhan luka. Alternatif dressing yang dapat digunakan adalah madu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi evektivitas dressing menggunakan madu. Uji t-dependent (paired sample t test) digunakan untuk mengetahui keefektivan dressing. Dressing madu diperoleh nilai t hitung sebesar 5.547 (p = 0,001 < 0,05). Artinya pemberian madu efektif dalam penyembuhan luka. Hasil ini menunjukan bahwa pemberian madu mempercepat penyembuhan luka.
Penerapan Terapi Musik Untuk Menurunkan Tingkat Halusinasi Pendengaran Putri, Izza Nubaela; Aktifah, Nurul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan salah satu jenis gejala pada pasien skizofrenia. Halusinasi pendengaran dapat mengakibatkan keadaan yang membahayakan bagi pasien karena dapat mempengaruhi pasien dalam melakukan tindakan yang mengancam diri sendiri ataupun orang lain. Metode yang digunakan untuk menurunkan tanda gejala halusinasi pendengaran salah satunya adalah terapi musik. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui penerapan terapi musik terhadap penurunan tanda dan gejala halusinasi pendengaran. Desain pada karya tulis ilmiah ini berupa studi kasus dengan subyek studi dua klien yang mengalami halusinasi pendengaran, klien yang bersedia menjadi responden, dan klien halusinasi pendengaran yang kooperatif. Pemberian terapi musik dilakukan selama 7 hari pada pagi dan sore selama 10 menit. Instrument yang digunakan adalah menggunakan lembar observasi tanda dan gejala halusinasi pendengaran. Hasil studi kasus didapat, pada responden 1 dan 2 sebelum dilakukan tindakan mengalami 11 tanda gejala halusinasi pendengaran dan setelah dilakukan tindakan menjadi 5 tanda gejala pada responden 1, dan responden 2 menjadi 6 tanda gejala halusinasi pendengaran. Kesimpulan penerapan terapi musik yaitu dapat menurunkan tingkat halusinasi pendengaran. Saran bagi tenaga kesehatan dapat menjadikan terapi musik sebagai salah satu terapi modalitas dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap pasien yang mengalami gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran.
Penerapan Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tanda dan Gejala Pasien Resiko Perilaku Kekerasan Rokhilah, Ribkhatur; Aktifah, Nurul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resiko perilaku kekerasan merupakan salah satu respon individu terhadap stressor yang beresiko membahayakan diri sendiri, orang lain maupun lingkungan. Metode yang digunakan untuk mengurangi tanda gejala resiko perilaku kekerasan salah satunya adalah terapi relaksasi otot progresif. Tujuan Karya Tulis Ilmiah ini untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap tanda gejala pasien resiko perilaku kekerasan. Desain Karya Tulis Ilmiah ini adalah studi kasus. Subjek studi kasus terdiri dari dua responden resiko perilaku kekerasan di RPSBM Kota Pekalongan yang mendapat pengobatan teratur dengan tingkat kronik dan bersedia menjadi responden. Studi kasus ini dilakukan sehari sekali dalam 7 hari selama 25 menit dengan instrumen penelitian adalah lembar observasi tanda gejala resiko perilaku kekerasan dan SOP terapi relaksasi otot progresif. Hasil sebelum dilakukan terapi relaksasi otot progresif pada responden 1 yaitu 8 tanda gejala dan responden 2 yaitu 6 tanda gejala, setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif pada responden 1 menjadi 2 tanda gejala dan responden 2 menjadi 1 tanda gejala. Simpulan studi kasus ini adalah terapi relaksasi otot progresif dapat mengurangi tanda gejala pasien resiko perilaku kekerasan yaitu rasa marah dan kesal, ingin menyakiti diri sendiri dan orang lain, serta perubahan fisik yaitu mata melotot, tangan mengepal, rahang mengeras, tubuh kaku, bicara kasar dan ketus. Saran bagi tenaga kesehatan dapat menjadikan terapi relaksasi otot progresif sebagai salah satu terapi untuk mengurangi tanda gejala pasien resiko perilaku kekerasan.
Pengaruh Kombinasi Ischemic Compression Dan Stretching Pada Myofascial Pain Syndrome Otot Upper Trapezius Aktifah, Nurul; Sabita, Rifqi; Sunyiwara, Arum Sekar
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 2, No.1, Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v2i1.4974

Abstract

Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh kombinasi ischemic compression dan stretching pada myofascial pain syndrome otot upper trapezius. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi experiment dan metode two group pre test dan post test. Sampel penelitian ini sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok 1 (ischemic compression dan stretching) dan kelompok 2 (stretching). Penelitian dilakukan selama 4 minggu dengan dosis 2 kali dalam seminggu. Pengukuran nyeri menggunakan VAS. Teknik analisa data menggunakan uji wilcoxon dan uji mann whitney. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil statistik untuk uji beda diperoleh p value 0.000 artinya ada pengaruh dari ischemic compression dan strecthing pada myofascial pain syndrome otot upper trapezius. Sedangkan pada uji beda pengaruh di peroleh p value 0.01 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada beda pengaruh antara pemberian ischemic compression dan stretching pada myofascial pain syndrome otot upper trapezius. Kesimpulan Pemberian ischemic compression dan stretching terbukti dapat menurunkan nyeri sindroma miofasial upper trapezius. Ischemic compression yang diikuti dengan stretching lebih efektif dalam menurunankan nyeri sindroma miofasial upper trapezius dibandingkan pemberian stretching saja.
EFEKTIFITAS PENDAMPINGAN KELUARGA UNTUK MENURUNKAN ANGKA STUNTING Isyti'aroh, I; Aktifah, Nurul; Rofiqoh, Siti; Nurseptiani, Dzikra; Islamudin, Ma'ruf; Fadhilah, Nia Imatul
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 20, No 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v20i1.1348

Abstract

Stunting adalah keadaan tinggi badan anak lebih rendah jika dibandingkan dengan umur. Stunting mempunyai dampak negatif bagi tumbuh kembang anak sehingga perlu penanganan agar tumbuh kembang anak optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pendampingan keluarga dalam menurunkan angka stunting. Metoda penelitian ini menggunakan desain one group pretest and posttest design. Intervensi yang dilakukan adalah pendampingan keluarga dengan mengedukasi keluarga dan mendampingi penyelesaian masalah berdasarkan masalah yang ditemui. Teknik pengambilan sampel dengan cluster sampling pada 20% (3 desa) dari 11 desa yang ada di wilayah kerja puskesmas Buaran Pekalongan. Jumlah total responden sebanyak 27 keluarga. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi pengukuran tinggi badan disesuaikan umur dan angket data demografi keluarga. Hasil penelitian karakteristik demongrafi menunjukkan 52% ibu tingkat pendidikannya dasar dan ayah 56%. Pekerjaan ibu 67% ibu rumah tangga, pekerjaan ayah 74% buruh. Analisis kerutinan ke posyandu menunjukkan 81% rutin ke posyandu. Hasil analisis efektiitas intervensi terhadap penurunan status stunting menunjukkan perubahan stunting menjadi tidak stunting sebanyak 30% dan penurunan prosentasi dari sangat pendek menjadi pendek sebesar 16%.  p value didapatkan 0,003. Kesimpulan penelitian adalah pendampingan keluarga efektif menurunkan angka stunting. Disarankan agar penanganan stunting melalui pendekatan komprehensif  terutama pada keluarga berdasarkan masalah yang ditemui keluarga