Claim Missing Document
Check
Articles

Corrigendum: Antifungal evaluation of turmeric rhizome extract against Colletotrichum capsici, the causal agent of anthracnose on red-chili peppers (Capsicum annuum L.) Akin, Hasriadi Mat; Anggraini, Desma; Wibowo, Lestari; Prasetyo, Joko; Suharjo, Radix
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika Vol. 24 No. 2 (2024): SEPTEMBER, JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA: JOURNAL OF TROPICAL PLAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jhptt.224295-295

Abstract

A corrigendum on Antifungal evaluation of turmeric rhizome extract against Colletotrichum capsici, the causal agent of anthracnose on red-chili peppers (Capsicum annuum L.) by Akin, HM, Aggraini D, Wibowo L, Prasetyo J & Suharjo R. 2024. J. Trop Plant Pests Dis. 24(1): 75–81. https://doi.org/10.23960/jhptt.12475-81 In the original article, on page 77, the formula for disease intensity has an incomplete legend.  The authors apologize for this mistake and clarify that it does not affect the scientific conclusions of the article. The original version has been corrected Read original article > 
Pengendalian Hama Tikus Pada Tanaman Padi Di Desa Pujo Rahayu Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran Sa'diyah, Nyimas; Wibowo, Lestari; Prasetyo, Joko; Pramono, Sudi
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.8642

Abstract

Tikus merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman padi.  Hama tikus dapat menyebabkan penurunan hasil hingga 37%. Hal ini merupakan masalah yang serius bagi petani.  Upaya yang perlu diperhatikan dalam  pengendalian hama tikus, adalah bioekologi tikus. Pengendalian dilakukan secara terpadu dengan menerapkan beberapa teknik pengendalian yang efektif, dan harus terkoordinir dengan baik.  Pengendalian ini merupakan teknik pengendalian hama tikus secara terpadu dan  ramah lingkungan.  Cara yang dilakukan pada pengenadilan hama tikus ini dengan teknik trap barrier system (TBS) dan linear trap barrier system (LTBS). Pengendalian hama tikus dengan teknik TBS dan LTBS belum dikenal dan belum pernah diterapkan di desa Pujorahayu.  Penyampaian materi dan demonstrasi tentang pengendalian hama tikus dengan teknik TBS dan LTBS merupakan hal yang baru, sehingga petani sangat tertarik untuk mencoba teknik ini pada musim tanam yang akan datang.
KEEFEKTIFAN SERBUK DAUN SERAI (Cymbopogon citratus) DAN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) TERHADAP MORTALITAS Callosobruchus chinensis L. PADA KACANG HIJAU Pramono, Sudi; Wibowo, Lestari; Solikhin, Solikhin; Jesica, Dispy
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i4.10039

Abstract

Kumbang kacang hijau (Callosobrucuhus chinensis L.) adalah hama penting pada biji kacang hijau yang berada di penyimpanan. Hama ini dapat menimbulkan penurunan secara kualitas dan kuantitas. Hama tersebut perlu dilakukan pengendalian agar tidak menimbulkan kerugian. Salah satu cara pengendaliannya yaitu menggunakan pestisida nabati, di antaranya serbuk daun serai (C. citratus), dan serbuk daun pandan (P.amaryllifolius). Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh daun serai (Cymbopogon citratus) dan pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) terhadap mortalotas hama C. chinensis  pada kacang hijau. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 8 perlakuan antaranya kontrol, serbuk daun serai 3, 6 , dan 9 g, serbuk daun pandan wangi 3 , 6 , dan 9 g/standing pouch. Data dianalisis sidik ragam pada taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan analisis uji lanjutan DMRT. Serbuk daun serai pada dosis 9 g paling efektif menyebabkan mortalitas kumbang kacang hijau sebesar 38% dan menurunkan susut bobot terendah kacang hijau sebesar 0.50%.
SERANGAN HAMA KUTU DAUN PADA BERBAGAI GENOTIPE TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor [L.] Moench) YANG DITANAM SECARA MONOKULTUR DAN TUMPANGSARI DENGAN TANAMAN UBIKAYU Alayubie, M. Eldhino Mardhitiar; Susilo, F X; Hadi, M Syamsoel; Wibowo, Lestari
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i3.5365

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh genotipe tanaman sorgum dan pola tanam sorgum (tumpangsari versus monokutur) terhadap tingkat serangan hama kutu daun pada tanaman sorgum.  Pada plot-plot percobaan dilakukan 1) penanaman tumpangsari tanaman sorgum-ubikayu, 2) penggunaan 15 genotipe sorgum, dan 3) pengamatan terhadap serangan hama kutu daun pada tanaman sorgum.  Penelitian dilakukan di Laboratorium Lapangan Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari Maret sampai Agustus 2017.  Perlakuan disusun dalam Rancangan Petak Terbagi (split plot design) dengan petak utama adalah pola tanam (tumpangsari dan monokultur) dan anak petak adalah 15 genotipe sorgum, dengan tiga ulangan (blok).  Data dianalisis ragam (taraf nyata 0,01 atau 0,05), dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf nyata 0,05.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe sorgum berpengaruh nyata terhadap serangan hama kutu daun.  Genotipe GH-13 rentan terhadap serangan kutu daun.Genotipe GH-3, GH-7, Super 2, P/F 5-193C, dan Talaga Bodas ketahanannya sedang cenderung rentan terhadap serangan kutu daun.  Genotipe yang tahan terhadap serangan kutu daun yaitu P/I WHP.  Genotipe GH-4, GH-5, GH-6, Samurai 1, Super 1, Numbu, Mandau, dan UPCA ketahanannya sedang cenderung tahan terhadap kutu daun.Selain itu terlihat bahwa pola tanam tumpangsari dan monokultur berpengaruh nyata terhadap serangan kutu daun yakni pola tanam tumpangsari dapat menurunkan serangan kutu daun pada tanaman sorgum.
SOSIALISASI PENGGUNAAN PERANGKAP BERFEROMON UNTUK MENGENDALIKAN SERANGAN HAMA INVASIF SPODOPTERA FRUGIPERDA DI LAMPUNG TIMUR Lestari, Puji; Wibowo, Lestari; Maryono, Tri; Suharjo, Radix; Fitriana, Yuyun
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September 2
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.9710

Abstract

Jagung adalah komoditas unggulan Kabupaten Lampung Timur. Invasi hama Spodoptera frugiperda menjadi masalah serius dalam budidaya jagung. Sejak awal masuknya hama S. frugiperda pengendalian yang dilakukan oleh petani di Kecamatan Batanghari Nuban adalah dengan mengunakan insektisida berbahan aktif emamectin benzoat. Namun penggunaan bahan aktif yang sama dalam waktu yang cukup lama dapat mempercepat terjadinya resistensi. Berdasarkan laporan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), beberapa desa di Kecamatan Batanghari Nuban telah mengalami resistensi emamectin benzoat. Berdasarkan hal tersebut dirasa sangat perlu dilakukan penyuluhan terkait pengendalian S. frugiperda yang efektif ramah lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan solusi dalam pengendalian hama invasif S. frugiperda yang telah mengalami resistensi terhadap bahan aktif emamectin benzoate dengan menggunakan perangkap berferomon. Perangkap berferomon ini dapat mengendalikan populasi S. frugiperda dengan cara yang ramah lingkungan sehingga mengurangi kerusakan pada tanaman jagung dan juga mengurangi dampak negatif penggunaan insektisida. Dengan demikian dapat mengurangi kerugian secara ekonomi dan mendukung sistem pertanian yang berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini petani dapat menggunakan feromon untuk memerangkap imago jantan S. frugiperda, sehingga dapat menurunkan populasi hama pada pertanaman jagung. Dengan menggunakan petangkap berferomon, petani dapat mengurangi biaya pengendalian dengan insektisida. Selain itu, dampak negatif dari insektisida juga dapat dikurangi.
SOSIALISASI PENERAPAN PHT DAN PENANAMAN REFUGIA DALAM BUDIDAYA TANAMAN PADI BERBASIS KONSERVASI Aeny, Titik Nur; Wibowo, Lestari; Yasin, Nur; Sudarsono, Hamim
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September 2
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.9601

Abstract

Salah satu permasalahan dalam budidaya tanaman adalah keberadaan OPT (organisme pengganggu tanaman), terutama dari kelompok hama dan patogen tanaman.  Permasalahan hama dan penyakit sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti  faktor tanaman, lingkungan, dan juga tindakan manusia dalam bentuk pengelolaan pertanian.  Pengelolaan agroekosistem yang baik merupakan langkah yang dapat mencegah dan mengendalikan hama dan penyakit tanaman.  Penerapan sistem pertanian berbasis konsevasi saat ini terus dikembangkan untuk menunjang sistem pertanian berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan tanaman refugia. Tujuan dari kegiatan ini adalah sosialisasi dan meningkatkan pengetahuan petani tentang budidaya tanaman padi berbasis konservasi dengan penerapan PHT dan penanaman refugia.  Sasaran utama dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Desa Sidosari Kecamatan Natar  Kabupaten Lampung Selatan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini  dilakukan dalam tiga tahapan yaitu (1) survei awal dan pengenalan petani sasaran serta analisis  kondisi lapangan, (2) penyampaian materi tentang budidaya tanaman padi berbasis konservasi dengan penerapan PHT dan penanaman tanaman refugia, dan (3) demonstrasi/praktik pembuatan pestisida nabati, cara aplikasi, dan pengamatan di lapang.  Dalam penyampaian materi digunakan metode ceramah yang dilanjutkan dengan diskusi, tapi sebelumnya dilakukan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman para peserta terhadap materi yang akan disampaikan. Setelah selesai penyampaian materi dilakukan ­post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan dan pemahaman petani meningkat dalam hal tinjauan komponen dalam agroekosistem padi sawah,  segitiga penyakit, bioekologi hama dan penyakit, serta teknik pengendalian hama dan penyakit yang ramah lingkungan berbasis konservasi dengan penerapan PHT dan penanaman refugia. Peserta juga mengetahui dan mampu membuat pestisida nabati. Peserta yang tergabung dalam KWT Mawar di Desa Sidosari ini  sangat antusias dalam menyimak dan mengikuti materi yang diberikan dan sangat berharap kegiatan dan pembinaan dapat terus berjalan.
Antifungal evaluation of turmeric rhizome extract against Colletotrichum capsici, the causal agent of anthracnose on red-chili peppers (Capsicum annuum L.) Akin, Hasriadi Mat; Anggraini, Desma; Wibowo, Lestari; Prasetyo, Joko; Suharjo, Radix
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika Vol. 24 No. 1 (2024): MARCH, JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA: JOURNAL OF TROPICAL PLANT PE
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jhptt.12475-81

Abstract

This study was conducted to evaluate the antifungal activity of the ethanolic extract of turmeric rhizome against Colletotrichum capsici Syd. and its efficacy in reducing anthracnose disease development on red chili peppers. The in vitro experiment aimed to determine the effect of the extract on inhibiting C. capsici growth in potato sucrose agar (PSA) medium incorporating the turmeric rhizome extract. The variables examined were mycelial growth, fungal sporulation, and spore germination. The in vivo experiment aimed to evaluate the effectiveness of the extract in reducing disease development on red chili peppers. The treatments were conducted using a completely randomized design with five concentration treatments and three replicates. The variables examined were radial mycelial growth zone diameter, fungal sporulation, spore germination, and disease intensity. Data were analyzed by analysis of variance, and the least significant difference was used for comparing means between treatments. The results of these experiments showed that ethanolic turmeric rhizome extract exhibited antifungal activity against C. capsici both in vitro and in vivo conditions. Turmeric rhizome extracts with concentrations of 1%, 2%, 3%, and 4% significantly inhibited mycelial growth, and even at a 4% concentration, C. capsici fungal colonies did not grow. Evaluation of the effect of the extract on fungal sporulation showed that inhibition occurred at a concentration of 3%, while inhibition of spore germination occurred at concentrations of 1%, 2%, and 3%. Application of turmeric extract at concentrations of 1%, 2%, 3%, and 4% effectively reduced the intensity of anthracnose on red chili. Read correction >
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN ECO ENZYME DI DESA HAJIMENA LAMPUNG SELATAN Dermiyati, Dermiyati; Wibowo, Lestari; Nurmauli, Niar; Ivayani, Ivayani
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10206

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan ibu-ibu Dasawisma/Majelis Taqlim (MT) Ulul Al-Baab Bataranila Desa Hajimena melalui penerapan teknologi pembuatan Eco Enzyme yang berkualitas dan memiliki manfaat bagi kesehatan dan lingkungan.  Kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman tentang manfaat ecoenzym dan keterampilan dalam membuat ecoenzym. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan, demonstrasi dan percontohan. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu Rumah Tangga yang tergabung dalam Dasawisma/ MT Ulul Al-Baab Dusun IV Bataranila di Desa Hajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Materi yang disampaikan merupakan teknologi tepat guna pembuatan Eco Enzyme sebagai alternatif pemecahan masalah sampah dan limbah rumah tangga yang dapat mencemari lingkungan. Melalui kegiatan ini diharapkan pemahaman dan keterampilan ibu-ibu Dasawisma/MT Ulul Al-Baab di Dusun IV Bataranila Desa Hajimena meningkat. Sumberdaya lokal berupa limbah/sampah organik dapat menjadi Eco Enzyme yang berkualitas yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah di pekarangan dan sebagai disinfektan untuk memperbaiki kualitas lingkungan. Sosialisasi, Pelatihan dan Pendampingan untuk Pembuatan ecoenzyme dilakukan di Masjid Ulul Al-Baab Bataranila. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya antusiasme dan partisipasi aktif para peserta dalam mengikuti Soasialisasi dan Pelatihan Pembuatan Ecoenzyme yang dilakukan secara berkelompok serta pendampingan selama tiga bulan hingga ecoenzyme nya jadi dan siap digunakan. Peningkatan pemahaman pengetahuan peserta terkait dengan pengertian, cara pembuatan, dan pemanfaatan ecoenzyme meningkat dari 21% hingga 65%. Luaran kegiatan ini adalah laporan pengabdian, video kegiatan berdurasi 5 menit, dan seminar hasil pengabdian kepada masyarakat atau artikel yang akan diterbitkan di Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Pengaruh aplikasi pasta buah aren (Arenga pinnata) terhadap mortalitas hama keong emas (Pomacea canaliculata L.) di rumah kaca Wibowo, Lestari; Pratiwi, Irene Indah; Efri, Efri; Solikhin, Solikhin
Jurnal Proteksi Agrikultura Vol. 2 No. 1 (2025): MAY, JURNAL PROTEKSI AGRIKULTURA
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpa.1222-26

Abstract

Many studies have shown that botanical pesticides are safe for controlling pest problems in the field. Arenga fruit paste has been suggested to contain secondary metabolites that can help manage golden apple snail infestation. The objective of this research was to determine the effect of arenga fruit paste application on the feeding activity and mortality of golden apple snails. This study used a completely randomized design with different treatment concentrations of arenga fruit paste, namely 0, 1, 2, 4, 6 g per L of living medium, with four replications. The results showed that the application of arenga fruit paste decreased feeding activity and increased mortality of golden apple snails. At the highest concentration, 6 g per L of live medium, food consumption was reduced to only 10%, resulting in the highest mortality rate of 80%.
Selection of four types arbuscular mycorrhizal fungi in oil palm seedling planted in histosol soil Maria Viva RINI; Radix SUHARJO; Lestari WIBOWO; David IRVANTO; Adhy ARIYANTO
Menara Perkebunan Vol. 89 No. 1 (2021): 89 (1), 2021
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v89i1.406

Abstract

Arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) are beneficial microbes for plants, especially in the absorption of nutrients and water from the soil. Some factors that influence the effectiveness of this fungus are the suitability of the AMF species with their host plants and abiotic condition such as soil characteristics. Therefore, this study aims to determine the type of AMF that produced the best growth and nutrient uptake in oil palm seedlings planting in histosol soil. This study used a single factor treatment design consisting of 9 AMF treatments, namely control without AMF (T1), given Glomus sp. (T2), Gigaspora sp. (T3), Entrophospora sp. (T4), Acaulospora sp. (T5), a mixture of Glomus sp. and Gigaspora sp. (T6), a mixture of Glomus sp. and Entrophospora sp. (T7), a mixture of Gigaspora sp. and Entrophospora sp. (T8), and a mixture of Glomus sp., Gigaspora sp., Entrophospora sp., and Acaulospora sp. (T9). Each treatment was repeated five times. The experimental design used was a randomized block design. In the AMF treatment, 500 spores per seedling were given when the seedlings were transplanted from prenursery to the main nursery. The seedlings were kept in the prenursery for 3.5 months and in the main nursery for nine months. The results showed that the type of mycorrhizal that consistently produced better seedling growth and nutrients uptake compared to the control were Glomus sp. (T2) and a mixture of Gigaspora sp. and Entrophospora sp. (T8), which supported by data on plant height, number of leaves, shoot dry weight, and total nutrient uptake of N, P, K, Ca, Mg, and B.
Co-Authors Abdul Azis Adhy ARIYANTO Afandi Afandi Agus Hariri Agus M Hariri Agus Muhammad Hariri, Agus Muhammad Ahmad Aziz Alfi Husein Akbar Husni Harun, Muhammad Akhmad Jayadi Alayubie, M. Eldhino Mardhitiar Anak Agung Gede Sugianthara Anggraini, Desma Aptriani, Rizki Dad Resiworo Sembodo, Dad Resiworo David IRVANTO Dermiyati, Dermiyati Dini, Aci Prima Efri, Efri Eko Suroso Eva Rahmawati F.X. Susilo Fembriarti Erry Prasmatiwi Franciscus Xaverius Susilo, Franciscus Xaverius FX Susilo Hadi, M Syamsoel Hamim Sudarsono . Hariri, Agus M Hasriadi Mat Akin Helina, Selvi Hidayat Pujisiswanto I GEDE SWIBAWA, I GEDE Ibrahim, Fauzi Indriyati . Indriyati . Ivayani, Ivayani Izzaturrijal, Izzaturrijal Jamalam Lumbanraja Jesica, Dispy Joko Prasetyo K.E.S. Manik K.E.S. Manik, K.E.S. Lita Aprianda Sari Maria Viva Rini Maryana Maryana, Maryana Nanda Agustin, Silvia Ni Siluh Putu Nuryanti Nia Elhayati Niar Nurmauli, Niar Nur Yasin Nur Yasin Pratiwi, Irene Indah Puji Astuti PUJI LESTARI Purnomo . Purnomo Purnomo Putra, Dio Anugrah Radix Suharjo Ramadhan Oktaviansyah, Raffi Ramadiana, Sri Ramdani, Muhammad Rizki Rosma Hasibuan, Rosma Ruruh Anjar Rwandini, Ruruh Anjar Rusdi Evizal Sa'diyah, Nyimas Sandi Aji Sandi Aji, Sandi Septiana, Liska Mutiara Solikhin ., Solikhin Solikhin Solikhin Solikhin Solikhin Subasari, Angraini Sudi Pramono . Sugiatno . Suputa Suputa Susilo, F X Suskandini Ratih Dirmawati Tiara Maharani Titik Nur Aeny Tri Maryono Winda Rahmawati Yohanes Cahya Ginting, Yohanes Cahya Yuyun Fitriana