Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Implementasi Aplikasi Amaliyah.my.id Pada Masjid Jami’ Al-Hidayah Dalam Pengelolaan Laporan Keuangan Sesuai Dengan SAK EP Dan ISAK 335 Nurul Nadila Sari; Petrolis Nusa Perdana; Putri Haryani
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 8 (2026): IJEMA - Agustus 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan aplikasi Amaliyah.my.id dalam pengelolaan keuangan Masjid Jami’ Al-Hidayah sesuai dengan SAK Entitas Privat (SAK EP) dan ISAK 335, serta menyusun modul panduan penggunaan aplikasi sebagai pedoman bagi pengurus masjid. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kondisi pengelolaan keuangan masjid yang masih dilakukan secara sederhana melalui pencatatan kas masuk dan kas keluar, sehingga belum mampu menghasilkan laporan keuangan yang lengkap, transparan, dan akuntabel sesuai standar akuntansi yang berlaku. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta implementasi langsung aplikasi Amaliyah.my.id menggunakan data keuangan Masjid Jami’ Al-Hidayah periode Januari sampai dengan Mei 2026. Informan penelitian terdiri atas Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan Bendahara. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi aplikasi Amaliyah.my.id berhasil mendukung proses pengelolaan keuangan masjid secara lebih sistematis melalui penyusunan chart of accounts, penginputan saldo awal, pencatatan transaksi penerimaan dan pengeluaran, serta menghasilkan laporan keuangan berupa Buku Besar, Laporan Perubahan Dana, Laporan Posisi Keuangan, Laporan Arus Kas, dan laporan pendukung lainnya. Selain itu, penelitian ini menghasilkan modul panduan penggunaan aplikasi Amaliyah.my.id yang dapat digunakan sebagai pedoman operasional bagi bendahara dan pengurus DKM dalam mengoperasikan aplikasi secara mandiri. Implementasi aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kualitas penyajian laporan keuangan masjid sesuai dengan ketentuan SAK EP dan ISAK 335
Analisis Sistem Pengendalian Internal Pada Aset Non Operasional Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng Yohanes; Etty Gurendrawati; Petrolis Nusa Perdana
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 8 (2026): IJEMA - Agustus 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sebagai instansi pemerintah yang mengelola aset daerah dalam jumlah besar dituntut untuk menerapkan pengendalian internal yang memadai, termasuk terhadap aset non operasional yang tetap merupakan bagian dari kekayaan daerah meskipun tidak digunakan secara langsung dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dalam pengelolaan aset non-operasional di RSUD Cengkareng berdasarkan lima unsur SPIP sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SPIP pada pengelolaan aset non operasional di RSUD Cengkareng secara umum telah terlaksana dengan baik. Kelima unsur SPIP telah diterapkan melalui pengendalian, pencatatan, pengamanan, rekonsiliasi, komunikasi, dan pemantauan aset. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang bersifat perbaikan berkelanjutan, yaitu ketidaksesuaian data historis dengan kondisi fisik aset, integrasi sistem informasi yang belum menyeluruh, mekanisme serah terima pengurus barang yang belum optimal, serta proses penyelesaian aset bermasalah yang membutuhkan waktu. Strategi perbaikan yang dapat dilakukan meliputi pemutakhiran data aset, penguatan integrasi sistem informasi, penyempurnaan mekanisme serah terima pengurus barang, penguatan pemantauan aset bermasalah, dan pengembangan indikator kinerja pengelolaan aset non operasional. Strategi tersebut perlu dilaksanakan secara bertahap melalui koordinasi antara pengelola aset, bagian akuntansi dan keuangan, unit pengguna, SPI, serta pihak pemerintah daerah terkait.
Analisis Efektivitas Penerapan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) dalam Mendukung Kualitas Laporan Keuangan Desa Studi Kasus pada Desa Cijujung Kabupaten Bogor Tasya Maharani Syafitri; Etty Gurendrawati; Petrolis Nusa Perdana
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 9 (2026): IJEMA - September 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan keuangan desa dengan menggunakan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) di Desa Cijujung Kabupaten Bogor yang terdiri dari tahap perencanaan hingga pertanggungjawaban, seperti yang tercantum dalam Permendagri nomor 20 tahun 2018. Selain itu penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan indikator efektivitas penerapan Siskeudes dalam pengelolaan laporan keuangan yang terdiri dari indikator produktivitas, kualitas, efisiensi, fleksibilitas, kepuasan, keunggulan, dan perkembangan. Dan juga untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat penggunaan siskeudes dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan dokumentasi. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dari hasil wawancara dan data sekunder bersumber dari pendokumentasian pada siskeudes. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Desa Cijujung Kabupaten Bogor telah mengelola laporan keuangan desa menggunakan Siskeudes dan sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan desa yang dimulai dari tahap perencanaan hingga pertanggungjawaban seperti yang tercantum dalam Permendagri nomor 20 tahun 2018. Dan sesuai dengan penerapan atau prinsip dari indikator efektivitas yang terdiri dari produktivitas, kualitas, efisiensi, fleksibilitas, kepuasan, keunggulan, dan perkembangan. Serta faktor pendukung dalam penelitian ini adalah adanya single entry input yang memudahkan aparat desa dalam menyusun laporan keuangan, sementara faktor penghambat dalam penelitian ini adalah siskeudes yang mengalami upgrade sehingga membuat pekerjaan menjadi tertunda
Analisis Penerapan SAK-EMKM Dengan Mengimplementasikan Aplikasi Kledo Sebagai Upaya Peningkatan Akuntabilitas Dan Transparansi Keuangan UMKM (Studi Kasus: UMKM Rakik Kacang Ayah Asli Di Desa Panyalaian) Petrolis Nusa Perdana; Sonya Khairunnisa; Ellis Annisa
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 9 (2026): IJEMA - September 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis kondisi pencatatan dan pengelolaan keuangan sebelum implementasi, mengimplementasikan aplikasi Kledo yang terintegrasi dengan SAK EMKM, dan menganalisis kontribusinya terhadap akuntabilitas serta transparansi keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-implementatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan pemilik usaha, dan dokumentasi selama April-Juli 2026, kemudian dianalisis secara interaktif melalui pengumpulan, reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum implementasi, UMKM belum menyusun laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan. Setelah implementasi Kledo, ketiga komponen laporan tersebut dapat dihasilkan secara sistematis, transaksi lebih terstruktur dan dapat ditelusuri, serta pengelolaan persediaan dan aset tetap menjadi lebih tertata. Implementasi ini meningkatkan akuntabilitas dan transparansi karena informasi keuangan menjadi lebih lengkap, mudah dipahami, dapat diakses, dan mendukung pengambilan keputusan usaha