Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MINORITAS MUSLIM DI ASIA TENGGARA ABAD KE-20: ANALISIS KOMPARATIF SINGAPURA, FILIPINA, DAN THAILAND DALAM PERSPEKTIF STUDI PENDIDIKAN SEJARAH Nazaruddin; Dwi Fitri; Martunis; Novi Quintena Rahayu; Ade Irma Gemilau
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41300

Abstract

The 20th century was a crucial period in Southeast Asian history, marked by political transformation, colonialism, and the formation of nation-states that significantly impacted the position of Muslims as a minority group in Singapore, the Philippines, and Thailand. This study aims to comparatively analyze the historical, social, political, and educational dynamics of Muslim minorities in these three countries from the perspective of historical education studies. This study uses a qualitative method with a historical-comparative approach, utilizing secondary data in the form of history books, scientific journals, colonial archives, and relevant state policy documents. The research findings show that Islam in all three regions initially developed peacefully through trade, da'wah, and social relations, but experienced a shift in position due to colonialism and modern state policies. Singapore represents a model of state accommodation towards Muslim minorities through multicultural policies and the strengthening of religious institutions, the Philippines demonstrates historical marginalization that has triggered a prolonged conflict with the Moro community, while Thailand demonstrates identity pressure through national assimilation policies. The findings of this research confirm that the historical experiences of Muslim minorities are contextual and heavily influenced by state ideology and power relations. The implications of this research for history education are the importance of presenting minority narratives in an inclusive and comparative manner to foster multicultural awareness, tolerance, and critical thinking skills in students regarding the relationship between religion, state, and identity in Southeast Asia.
Strategi Komunikasi Interpersonal Keluarga Dalam Menghadapi Fenomena Fatherless (studi Pada Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh) Syahfitri, Syahfitri; Dwi Fitri; Bobby Rahman; Subhani, Subhani; Masriadi, Masriadi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13066

Abstract

Fenomena fatherless merupakan kondisi anak yang tumbuh tanpa kehadiran figur ayah, baik secara fisik maupun emosional. Ketidakhadiran tersebut berdampak signifikan terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik anak, terutama perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengetahui strategi komunikasi interpersonal dalam keluarga yang menghadapi kondisi fatherless, khususnya pada mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap delapan informan (empat mahasiswi dan empat anggota keluarga mereka). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan, empati, dukungan emosional, sikap positif, dan kesetaraan merupakan elemen utama dalam strategi komunikasi interpersonal yang efektif dalam keluarga fatherless. Strategi ini berperan penting dalam menjaga stabilitas emosi dan hubungan yang harmonis dalam keluarga, serta mampu meminimalkan dampak negatif dari ketidakhadiran ayah
Analisis Pesan Motivasi Dalam Film Kimetsu No Yaiba Mugen Ressha-Hen Karya Koyoharu Gotoge Pakpahan, Ikhsan Falah; Dwi Fitri; Cut Andyna; Bobby Rahman; Zahari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13177

Abstract

Film ini mengisahkan perjalanan Tanjiro, Nezuko dan sahabatnya, untuk menjalankan misi mereka untuk melawan dan membasni iblis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan motivasi dalam film Kimetsu No Yaiba Mugen Ressha-Hen menggunakan analisis isi Klaus Kripendorrf. Analisis dilakukaan untuk menafsirkan makna komunikasi, memahami makna pesan, dan memahami fenomenan sosial dengan menganalisis teks yang di analisis berupa berbagai elemen seperti kata, makna simbol, gambar, ide, tema, dan sebagainya. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Fokus penelitian ini adalah pada scene-scene yang mengandung pesan motivasi terkait dengan kebutuhan dasar manusia menurut teori Maslow, seperti keamanan, dukungan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 23 scene yang dianalisis, 16 di antaranya mengandung pesan motivasi yang dapat dikaitkan dengan teori Maslow berupa kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial, penghargaan, aktualisasi diri. Secara keseluruhan, film animasi Kimetsu No Yaiba Mugen Ressha-Hen berhasil menyampaikan pesan motivasi yang kuat melalui dialog antar karakter, mengilustrasikan bagaimana berbagai bentuk motivasi yang memenuhi kebutuhan dasar manusia menurut teori Maslow. Film animasi ini memberikan pelajaran moral dan motivasi yang signifikan, dan sebagai alat edukatif yang menghibur sekaligus memberikan nilai tambah bagi penonton.
Gaya Retorika Bang Ary Item Menjadi Master Of Ceremony (MC) Kondang di Kota Tebing Tinggi Nur Indah Fahrunnsiyah; Dwi Fitri; Cut Andyna; Anismar; Muchlis
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya retorika yang diterapkan Bang Ary Item dalam perannya sebagai Master of Ceremony (MC) di Kota Tebing Tinggi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi langsung dan wawancara dengan masyarakat yang pernah menggunakan jasanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bang Ary Item menerapkan tiga unsur retorika Aristoteles, yaitu ethos, pathos, dan logos. Unsur ethos tampak paling dominan, karena Bang Ary memiliki kredibilitas, kepribadian yang kuat, serta kemampuan menciptakan suasana akrab selama memandu acara. Unsur pathos terlihat dari kemampuannya membangun emosi dan keterlibatan audiens, sementara logos tercermin melalui penyampaian informasi yang logis dan faktual sehingga meningkatkan kepercayaan publik. Selain itu, Bang Ary juga memadukan gaya komunikasi verbal dan nonverbal. Secara verbal, ia berbicara dengan jelas, lugas, dan mudah dipahami oleh pendengar. Secara nonverbal, ia menggunakan bahasa tubuh seperti senyuman, tawa, dan gerakan tangan yang mendukung pesan verbalnya. Kombinasi gaya retorika dan komunikasi tersebut menjadikan Bang Ary Item sebagai MC yang profesional, karismatik, dan mampu menciptakan interaksi yang hangat dengan audiens