Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PERBEDAAN STATUS GIZI dAN PRESTASI BELAJAR SISWA SD YANG MENDAPAT PROGAS DAN YANG TIDAK MENDAPAT PROGAS DI KABUPATEN KUPANG – PROVINSI NTT Regina Maria Boro; Tobianus Hasan; Lydia Fanny
Media Gizi Pangan Vol 30, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.626 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v30i1.3215

Abstract

Laporan Riskesdas 2013 menunjukkan masih tingginya persentase anak usia 5-12 tahun yang kurus, pendek (stunting) gemuk dan anemia yaitu masing-masing 11,2%, 30,7%,18,8% dan 26,4%, meskipun persentase anak sekolah dasar yang pendek di Indonesia menurun dari 35,8% (Riskesdas 2010) menjadi 30,7 % (Riskesdas 2013), namun persentase tersebut masih tergolong sangat tinggi dan merupakan masalah gizi masyarakat. Salah satu bentuk dukungan terhadap program Indonesia sehat adalah program PROGAS (Program Gizi Anak Sekolah). Anak sekolah yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah siswa sekolah dasar (SD). Pemberian pendidikan gizi anak sekolah bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi dan menumbuhkan budi pekerti anak agar memiliki kualitas fisik yang kuat, perilaku dan budaya yang bersih dan sehat demi terbentuknya karakter yang tangguh dan berdaya saing. Penelitian ini bertujuan menganalisis status gizi dan prestasi belajar siswa SD yang mendapat program PROGAS dan tidak mendapat program PROGAS di Kabupaten Kupang tahun 2017. Penelitian ini bersifat kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional/ potong lintang yang dilaksanakan di Kabupaten Kupang pada dua kelompok sekolah yaitu kelompok sekolah yang menjalankan program PROGAS dan kelompok sekolah yang tidak menjalankan program PROGAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji T menunjukan ada perbedaan rata-rata status gizi (IMT/U) pada siswa yang mendapat PROGAS dan yang tidak mendapat PROGAS dengan nilai signikansi uji T adalah 0.001 (<0.05). Rata-rata status gizi siswa SD yang mendapat PROGAS lebih tinggi (15,0324/normal) dari rata-rata status gizi siswa yang tidak mendapat PROGAS yaitu 14,659/normal (cenderung kurus). Hasil uji T menunjukan ada perbedaan rata-rata nilai raport pada siswa yang mendapat PROGAS dan yang tidak mendapat PROGAS dengan nilai signikansi uji T adalah 0.015 (<0.05). Rata-rata nilai raport siswa SD yang mendapat PROGAS lebih tinggi (76.37) disbanding rata-rata nilai raport siswa SD yang tidak mendapat PROGAS yaitu 74.60. Berdasarkan hasil analisis regresi diketahui nilai signifikansi untuk variable status gizi adalah 0.026 (<0.05) artinya status gizi IMT/U berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar (rata-rata nilai raport siswa). Selanjutnya, disarankan melakukan analisis faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar siswa seperti ratio guru murid, kelengkapan sarana dan prasana pendukung pembelajaran dan dukungan orang tua, serta usaha perbaikan gizi anak sekolah melalui berbagai bentuk kegiatan.
PENGARUH RIWAYAT ASI, MP-ASI, TERHADAP STATUS GIZI BALITA (TB/U) PASCA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NAIONI KOTA KUPANG Yohanes Don Bosko Demu; Agustina Setia; Regina Maria Boro; Tobianus Hasan
Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. 2 No. 2 (2021): Kupang Journal of Food and Nutrition Research
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data distribusi melaporkan bahwa 1 dari tiga anak di negara sedang berkembang mengalami stunting dan 70 % berada pada benua Asia. Pemberian MP-ASI disaat usia dibawah 6 bulan akan mempengaruhi usus dari pencernaan bayi dan akan bisa menimbulkan bayi diare. Dalam pemberian MP ASI, yang perlu diperhatikan adalah usia pemberian MP ASI, frekuensi dalam pemberian MP ASI, porsi dalam pemberian MP ASI, jenis MP ASI, dan cara pemberian MP ASI pada tahap awal. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh riwayat ASI, MP ASI, terhadap status gizi balita (TB/U) Pasca Pandemi Covid-19 Di Wilayah Kerja Puskesmas Naioni Kota Kupang. Penelitian ini adalah desain Cros sectional Study. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang mempunyai anak balita yang berjumlah 40 orang dan dijadikan sebagai sampel. Analisis data dengan menggunakan analisis regresi logistik. Hasil uji statistic menunjukkan bahwa menunjukkan hasil nilai t hitung lebih kecil dari t tabel (0.019 <2.032244) dan nilai probabilitas lebih besar dari tingkat signifikannya (0.890 > 0.05). Berdasarkan hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa H1 yang menyatakan usia MP ASI berpengaruh terhadap status gizi balita berdasarkan indicator TB/U ditolak. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa usia MP ASI tidak berpengaruh terhadap status gizi balita berdasarkan indikator TB/U.Berdasarkan hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa H2 yang menyatakan berat badan lahir berpengaruh terhadap status gizi balita berdasarkan indicator TB/U ditolak. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa berat badan lahir tidak berpengaruh terhadap status gizi balita berdasarkan indikator TB/U.
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI PROTEIN DAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DENGAN STATUS GIZI BALITA 24-59 BULAN DI DAERAH PANTAI DAN PEGUNUNGAN KOTA KUPANG Regina Maria Boro; Albert Bau Mali; Yohanes Don Bosko Demu; Tobianus Hasan; Santa Da Costa
Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. 2 No. 2 (2021): Kupang Journal of Food and Nutrition Research
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah gizi di Indonesia adalah gizi kurang yang disebabkan rendahnya asupan energi dan protein dalam makanan sehari hari sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi (AKG). Gangguan gizi pada awal kehidupan akan memengaruhi kualitas kehidupan selanjutnya. Asupan energi dan protein daerah pesisir pantai dan daerah pegunungan cenderung mengalami perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan energi protein dan riwayat penyakit infeksi dengan status gizi balita 24-59 bulan di Kota Kupang (pesisir pantai dan non pesisir pantai). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain observasional crossectional. Penelitian ini dilakukan di pesisir pantai dan pegunungan Kota Kupang pada kurun waktu 6 (enam) bulan. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 375 balita yang terdiri dari 200 balita di daerah pantai dan 175 daerah pegunungan. Hasil uji chi square diketahui terdapat hubungan signifikan antara asupan energi dengan status gizi menurut indikator BB/U sedangkan asupan energi dengan status gizi (TB/U, BB/TB dan IMT/U) tidak signifikan. Hasil uji chi square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan protein dengan status gizi balita indikator BB/U, TB/U dan IMT/U. Hanya pada indikator BB/TB menunjukkan adanya hubungan siginifikan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa riwayat penyakit infeksi memiliki hubungan yang tidak signifikan dengan status gizi (BB/U, BB/TB dan IMT/U), namun riwayat penyakit infeksi memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi tinggi badan menurut umur (TB/U).
Pengaruh Karakteristik Keluarga, Pengetahuan Gizi dan Kebiasaan Sarapan Pagi terhadap Status Gizi Siswa SD Negeri Fatukanutu Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Regina Maria Boro; Tobianus Hasan
Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. 3 No. 1 (2022): Kupang Journal of Food and Nutrition Research
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya kesehatan adalah perbaikan gizi terutama di usia sekolah, khususnya pada usia 7-12 tahun. Salah satu upaya kesehatan adalah perbaikan gizi terutama di usia sekolah khususnya pada usia 7-12 tahun. Konsumsi makanan berpengaruh terhadap status gizi seseorang. Status gizi baik atau status gizi optimal terjadi bila tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi yang digunakan secara efisien, sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak,. Berdasarkan data Riskesdas 2013, status gizi anak 5-12 tahun NTT  menurut  indicator TB/U yang masuk kategori pendek 25,8 % dan sangat pendek 18,1 %. Sedang menurut  indikator IMT/U sangat kurus 7,8% dan kurus 11,8%. NTT merupakan propinsi yang tertinggi angka stuntingnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik sosial ekonomi, pengetahuan gizi  dan kebiasaan  makan pagi dengan status gizi pada anak Sekolah Dasar Negeri di Desa Fatukanutu Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang. Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara proporsional random sampling. Untuk analisis data dilakukan uji statistik menggunakan uji chi-square. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan gizi ibu dan kebiasaan sarapan pagi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap status gizi (IMT/U) pada siswa SD. Pengetahuan gizi ibu memiliki nilai P sebesar 0.009 dan nilai OR sebesar 7.7. Demikian halnya dengan kebiasaan sarapan pagi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap status gizi dan kebiasaan sarapan pagi merupakan faktor risiko kurus pada siswa SD. Siswa SD yang jarang sarapan pagi akan mengalami kurus 3,4 kali lebih besar dibanding siswa yang biasa sarapan pagi. Untuk variabel lain seperti pendidikan ibu memiliki pengaruh yang tidak signifikan namun sebagai faktor risiko sedangkan variabel pendidikan ayah memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap status gizi dan bukan sebagai faktor risiko kurus. Pekerjaan ayah dan pekerjaan ibu memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap ststaus gizi siswa SD dan bukan merupakan faktor risiko kurus pada siswa SD. Berdasarkan hasil analisis bivariat maka variabel kandidat uji multivariat adalah pengetahuan gizi ibu dan kebiasaan sarapan pagi, karena kedua variabel ini memiliki nilai signifikansi <0,05. Hasil analisis multivariat dapat diketahui dengan melihat nilai OR yang paling tinggi. Dengan demikian variabel yang paling berpengaruh terhadap status gizi (IMT/U) adalah pengetahuan gizi ibu.
Pengaruh Tepung Komposit Ubi Jalar Kuning, Kacang Turi dan Kulit Buah Naga Merah Terhadap Kandungan Gizi dan Daya Terima Flake Anak Agung Ayu Mirah Adi; Juni Gressilda L. Sine; Meirina S.. Loaloka; Regina Maria Boro
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 12: November 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v1i12.1051

Abstract

Pemberian makanan tambahan (PMT) dapat mengurangi masalah gizi kurang pada ibu hamil. Produk MT yang selama ini diberikan adalah biscuit lapis dengan penambahan vitamin dan mineral (Kemenkes RI,2018). Produk MT tersebut berbahan dasar terigu, untuk mengurangi ketergantungan penggunaan terigu perlu adanya inovasi baru dalam pembuatan MT dengan menggunakan bahan pangan lokal. Salah satu inovasi dalam mengolah produk MT adalah flake. Pengembangan fake dengan menggunakan tepung komposit ubi jalar kuning, kacang turi dan kulit buah naga merah dapat meningkatkan kandungan gizi flake yang dihasilkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh tepung komposit ubi jalar kuning, kacang turi dan kulit buah naga merah terhadap kandungan gizi dan daya terima flake. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perbandingan tepung : ubi jalar kuning, , kacang turi dan kulit buah naga merah berturut-turut, P1 (80 :15:5) ,P2 (70:20:10), P3(60:25:15), P4(50:30:20) dengan 3 kali pengulangan. Hasil : ada pengaruh tepung komposit ubi jalar kuning, kacang turi dan kulit buah naga merah terhadap kandungan gizi flake (p=0.000) sedangkan terhadap daya terima flake tidak ada pengaruh (tekstur p=0,234, aroma p=0,555, warna p=0,956 dan rasa p=0,097). Hasil flake terbaik dari segi kandungan gizi dan daya terima panelis adalah flake dengan perbandingan tepung komposit (ubi jalar kuning, kacang turi dan kulit buah naga merah) = 60:25:15.
Pengaruh Intervensi Gizi terhadap Status Gizi, Durasi Tidur, Kadar HB dan Prestasi Belajar Siswa SDN Fatukanutu di Kabupaten Kupang Yohanes Don Bosko Demu; Regina Maria Boro; Thobianus Hasan
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7: Juni 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i7.1703

Abstract

Dengan pemberian makanan yang bergizi dan berimbang tentunya akan meningkatkan satus gizi maupun peningkatan kadar hemoglobin darah. Ini didukung dengan pola tidur yang teratur darih anak sekoah dasar. Tentunya membutuhkan kerjasama antara guru serta orang tua murid sehingga dapat menigkatkan prestasi belajar dari anak sekolah dasar. Mengetahui Pengaruh Intervensi Gizi Terhadap Status Gizi, Durasi Tidur, Kadar Hb Dan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Negri Fatukanutu Kabupaten Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 38 orang. Teknik pengambilan sampel adalah Total sampling. Teknik pengumpulan data untuk penelitian ini meliputi kuesioner durasi tidur, status gizi dinilai dengan pengukuran antropometri, kadar Hb diukur dengan pengambilan sampel darah, dan hasil pembelajaran diambil dari nilai awal sebelum intervensi dan nilai akhir sesudah intervensi. Teknik analisis data adalah uji-t. Penelitian menunjukkan bahwa edukasi gizi berupa penyuluhan dan pemberian makanan tambahan tidak berpengaruh nyata terhadap status gizi siswa. Hasil uji-t pengaruh edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan terhadap kadar HB dengan nilai P-value 0,000 (P-value<0,05). Berdasarkan hasil uji beda (T-test) diketahui bahwa P-value sebesar 0,009 (P-value 0,05), yang menunjukkan bahwa edukasi gizi berupa penyuluhan dan pemberian makanan tambahan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Dengan demikian disimpulkan bahwa anak sekolah memerlukan asupan yang cukup dan kerjasama yang baik dengan pihak sekolah dan orang tua untuk meningkatkan hasil akademiknya.
Pengaruh Pola Konsumsi Anak Sekolah Dasar Terhadap Status Gizi (IMT/U) di Desa Oeltua Kecamtan Taibenu Kabupaten Kupang Yohanes Don Bosko Demu; Santa Luciana Diaz Vera da Costa; Regina Maria Boro
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 11: Oktober 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i11.2402

Abstract

The role of parents is very important in preparing nutritious food so that it can improve the nutritional status and health of school children. This research aims to determine food consumption patterns on nutritional status (BMI/U) in elementary school children in Oeltua village, Taibenu subdistrict, Kupang regency. The research design used cross-sectional. The sample used in this research was 206 respondents selected using total sampling. Next, the data was analyzed using the T test. The results of the study showed that there was no influence of energy, fat, carbohydrate intake on the nutritional status (BMI/U) of students (sign=0.998, 0.715, 0.999), there was an influence of protein intake, diet on nutritional status (BMI/U) (Sign = 0.016, 0.018) elementary school children in Oeltua Village. It is recommended that parents play a more adequate role in providing food to their children so that they can improve their nutritional status. There needs to be cooperation between parents and teachers in providing education about the importance of consuming nutritious food.
GAMBARAN ASUPAN SERAT, NATRIUM DAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA STROKE HEMORAGIK DI RUANG RAWAT JALAN RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG Riantoby, Eulentriana Suban Raya; Boro, Regina Maria
Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. 6 No. 1 (2025): Kupang Journal of Food and Nutrition Research
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/kjfnr.v6i1.1950

Abstract

Stroke disease became the second highest cause of death in the world in 2015 and the highest cause of death in Indonesia in 2014. The prevalence of stroke in people over 15 years of age in Indonesia based on the results of the 2018 Village Health Research (Riskesdas) was 10.9/mil, which means that out of 1000 residents, 10.9 residents experienced stroke, the province with the most residents experiencing stroke was East Kalimantan province with a total of 14.7/mil, while South Kalimantan province was ranked 6th with the number of stroke sufferers reaching 13.3/mil. Research Objectives: To identify fiber, sodium and blood pressure intake in hemorrhagic stroke patients at Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Regional Hospital. Research Methods : The type of research used was an observational study with a cross-sectional design. This descriptive study was based on the research objectives, namely to determine the description of fiber, sodium and blood pressure intake in hemorrhagic stroke patients in outpatient care at Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Regional Hospital. Dr. W. Z Johannes Kupang. Results : The results of the univariate study showed that the gender of hemorrhagic stroke patients was mostly female, 17 people (56.7%). The highest education was high school, 16 people (53.3%). The level of fiber intake of hemorrhagic stroke patients was in the severe deficit category, 12 people (40.0%). The level of sodium intake of hemorrhagic stroke patients was in the severe deficit category, 30 people (100%).
THE RELATIONSHIP OF FE ,ZINK (Zn), and VITAMIN A TO THE NEW STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOL’S NUTRIENT STATUS IN OUTSKIRTS OF KUPANG CITY, NTT PROVINCE AGUSTINA SETIA; REGINA MARIA BORO
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 13 No 2 (2015): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The lack of nutrient was happened because of the low of quality and quantity of nutrient supply, and because of infection also. Nutrient supply like vitamin A, Fe, and Zn are the components which influence someone’s nutrient status. The citizen of outskirts city usually identifies by poverty. Vitamin A has a role in the mobilization of Fe reserve in a human body to synthesize the hemoglobin. Fe and Zn which were given together can absorb well if Fe doses were not more than Zn. The research to new students of elementary school’s nutrient status in NTT Province in general, and in Kupang particularly was rare until now. To know the nutrient status of new students of elementary school basically is important to keep up with the development of students’ study process as long as their education period in elementary school. To know the relationship of Zn, Fe, and vitamin A supply to the new students of elementary school’s nutrient status in outskirts of Kupang city, East Nusa Tenggara Province. This is a quantity of research with observational design cross-sectional. The research will be done in Kupang City in 2 months. The populations of this research are 3993 students of class one at the elementary school (this population counted accordingto the number of class one data on 2013, in Kupang City. It means that all of the elementary students in Kupang City were not included in this account). The minimum sample which was needed in this research were 98 students. To anticipate the dropout students, then needed to add 10%, so the number of a sample which was needed in this research are 108 students. To take 108 students was used random sampling technique. The criteria of the sample are: the new elementary school students (not repeat students) on the time of measuring didn’t in sick condition and had not a physic difference (hadn’t hunchbacked).Fe supply has a relationship to nutrient status (IMT/U) with a p-value less than 0, 05 (p=0,019), Zn supply also point out the relationship to nutrient status (IMT/U) with p-value 0,038, and vitamin A has a relationship with new students of elementary school’s nutrient status with p-value 0, 005. There is a relationship between Fe supply with nutrient status (IMT/U), there is a relationship between Zn supply with nutrient status (IMT/U), there is a relationshipbetween vitamin A supply with nutrient status (IMT/U). to the next researcher, beside measuring Fe supply, pay attention also macronutrient. Education organizer (school) need to pay attention to student’s nutrient problem because the students who have a nutrient problem tend to have problems in their ability to accept subject matter in class.
THE RELATIONSHIP OF FE ,ZINK (Zn), and VITAMIN A TO THE NEW STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOL’S NUTRIENT STATUS IN OUTSKIRTS OF KUPANG CITY, EAST NUSA TENGGARA PROVINCE AGUSTINA SETIA; REGINA MARIA BORO
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 14 No 1 (2016): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The lack of nutrient was happened because of the low of quality and quantity of nutrient supply, and because of infection also. Nutrient supply like vitamin A, Fe, and Zn are the components which influence someone’s nutrient status. The citizen of outskirts city usually identify by poverty. Vitamin A has a role in the mobilization of Fe reserve in human body to synthesize the hemoglobin. Fe and Zn which were given together can absorb well if Fe doses was not more than Zn. The research to new students of elementary school’s nutrient status in NTT Province in general, and in Kupang particularly was rare until now. To know nutrient status of new students of elementary school basically is important to keep up with the development of students’ study process as long as their education period in elementary school. To know the relationship of Zn, Fe, and vitamin A supply to the new students of elementary school’s nutrient status in outskirts of Kupang city, NTT Province. This is a quantity of research with observational design cross-sectional. The research will be done in Kupang City in 2 months. The populations of this research are 3993 students of class one at the elementary school (this populations counted according to the number of class one data on 2013, in Kupang City. It means that all of the elementary students in Kupang City were not included in this account). Minimum sample which was needed in this research were 98 students. To anticipate the drop out students, then needed to add 10%, so the number of sample which was needed in this research are 108 students. To take 108 students was used random sampling technique. The criteria of the sample are: the new elementary school students (not repeat students) on the time of measuring didn’t in sick condition and had not physic difference (hadn’t hunchbacked). Fe supply has a relationship to nutrient status (IMT/U) with p-value less than 0, 05 (p=0,019), Zn supply also point out the relationship to nutrient status (IMT/U) with p-value 0,038, and vitamin A has a relationship to new students of elementary school’s nutrient status with p-value 0, 005. There is a relationship between Fe supply with nutrient status (IMT/U), there is a relationship between Zn supply with nutrient status (IMT/U), there is a relationship between vitamin A supply with nutrient status (IMT/U). to the next researcher, besides measuring Fe supply, pay attention also macronutrient. Education organizer (school) need to pay attention to student’s nutrient problem, because the students who have nutrient problem tend to have problems on their ability to accept subject matter in class.