Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KONSENTRASI RHIZOBAKTERI BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG (Zea mays L.) HIBRIDA DAN KOMPOSIT Pradana, Muhammad Yusril Heri; Maryani, Yekti; Pamungkas, Djoko Heru
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 4 No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung merupakan komoditas pangan yang mengandung karbohidrat, untuk dijadikan sebagai bahan pangan yang dikonsumsi maupun sebagai pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi rhizobakteri bambu terhadap pertumbuhan dan hasil jagung hibrida dan komposit. Penelitian ini dilaksanakan di dusun sengir, kelurahan sumberharjo, kecamatan prambanan, kabupaten sleman, yogyakarta pada bulan november 2019 sampai februari 2020. Rancangan penelitian menggunakan split plot dengan 2 faktor yaitu konsentrasi rhizobakteri dengan 3 taraf yaitu konsentrasi 0%, 10%, 20% dan varietas jagung dengan 2 taraf yaitu varietas bisi 2 dan bisma, masing-masing perlakuan diulangan 3 kali dan setiap percobaan terdiri dari 3 sampel. Data dianalisis dengan menggunakan sidik ragam pada taraf 5%, dan dilakukan analisis lanjutan dengan menggunakan uji jarak berganda duncan (DMRT) pada taraf α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi rhizobakteri dan varietas tidak berpengaruh terhadap semua variabel. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman,jumlah daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, diameter tongkol, panjang tongkol, bobot segar pipilan biji, bobot kering pipilan biji dan bobot kering pipilan biji per hektar, dan juga perlakuan konsentrasi dan varietas tidak menunjukkan beda nyata terhadap semua variabel pengamatan.
PENGARUH JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays var. saccharate Srurt) Djawas, Sabria H; Maryani, Yekti; Pamungkas, Djoko Heru
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 4 No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilakukan di jalan Imogiri timur, Glagah Kidul, Tamanan, Kecamatan Banguntapan, bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.Sifat agroklimat lahan penelitian merupakan dataran rendah dengan ketinggian 78 mdpl, jenis tanah Regosol dengan suhu 24 – 37 ˚C dengan curah hujan 1089 mm /tahun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – April 2020. Penilitian ini akan dilakukan dengan percobaan Rancangan split plot yang terdiri dari 2 faktor. Faktor utama adalah jarak tanam (J) teridiri dari 3 aras yaitu: 75 x 20 cm (J1), 75 x 25 cm (J2), 75 x 30 cm (J3). Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang kambing (P) terdiri dari 3 aras yaitu: pupuk kandang kambing 5 ton ha-1 (P1) setara dengan 3 kg per petak, pupuk kandang kambing 10 ton ha-1 (P2) setara dengan 6 kg per petak, pupuk kandang kambing 15 ton ha-1 (P3) setara dengan 9 kg per petak. Variabel yang akan diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar brangkasan, bobot kering brangkasan, diameter tongkol, panjang tongkol, bobot tongkol per tongkol, bobot tongkol per petak, bobot tongkol layak jual per petak. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam pada jenjang 5 % da untuk mengetahui beda antara perlakuan diuji dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada jenjang 5 %.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BERBAHAN BAKU VINASSE DAN JUMLAH BUAH TERHADAP HASIL TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) DENGAN SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT Hakim, Heri Rahman; Sunaryo, Yacobus; Pamungkas, Djoko Heru
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 4 No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar vinasse dengan jumlah buah per tanaman terhadap hasil tanaman melon dengan sistem hidroponik tetes di polybag. Penelitian ini telah dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Sarajanawiyata Tamansiswa D.I Yogyakarta pada tanggal 15 Januari - 11 April 2020. Ketinggian tempat sekitar 100 mdpl, suhu rata-rata 25,6oC. Percobaan dengan faktorial 3 x 2 yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Faktor pertama yaitu jenis formula larutan nutrisi yang terdiri dari 3 tingkat : P0 (kontrol), P1 (vinasse+azolla+gliriside), P2 (vinasse+feses kambing). Faktor kedua adalah jumlah buah per tanaman yang terdiri dari 2 level : B1 (1 buah per tanaman) dan B2 (2 buah per tanaman). Diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, diameter buah pertama, bobot buah pertama, dan bobot buah total. Data dianalisis dengan menggunakan sidik ragam pada taraf 5% kemudian dilakukan analisis lanjut menggunakan uji Least Square Mean (LSMEANS) atau Least Significant Differences (LSD) pada taraf α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara kombinasi perlakuan jenis formula nutrisi dengan jumlah buah per tanaman terhadap tinggi tanaman dan lebar daun, sementara pada variabel yang lain yaitu jumlah daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, diameter buah pertama, bobot buah pertama, dan bobot buah total tidak menunjukkan adanya interaksi. Perlakuan faktor jenis larutan nutrisi (P0, P1, P2) menunjukkan pengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, diameter buah pertama, bobot buah pertama, dan bobot buah total. Perlakuan faktor jumlah buah per tanaman (B1 dan B2) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua variabel kecuali pada variabel bobot segar tanaman
PENGARUH KOMBINASI PUPUK DAN JUMLAH TUNAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI (Oryza sativa L) BERAS MERAH VARIETAS PAMELEN DENGAN SISTEM SALIBU Aprilian, Irwan; Maryani, Yekti; Pamungkas, Djoko Heru
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 5 No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk dan jumlah tunas terhadap pertumbuhan dan hasil padi beras merah varietas pamelen dengan sistem salibu. Penelitian ini dilakukan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (PAS) “Lestari Makmur”, Jalan Wates Km. 12 Dusun Semampir, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul Yogyakarta selama kurang lebih 90 hari. Dengan ketinggian tempat 88 mdpl, jenis tanah regosol, dengan pH tanah 5,5-7, suhu rata-rata yaitu 26-32oC, dan curah hujan yaitu 1.654 mm/tahun. Penelitian dilakukan dengan percobaan faktorial 3 x 3 dengan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) meliputi 2 faktor yaitu jumlah tunas/anakan per rumpun yang terdiri dari 3 level yaitu : jumlah tunas 8 (A1), jumlah tunas 10 (A2), jumlah tunas 12 (A3) sebagai main plot. Faktor kedua adalah kombinasi pupuk yang terdiri dari 3 level meliputi: NPK phonska + SP-36 (P1), NPK phonska + pupuk kandang kambing (P2), NPK phonska + POC (P3) sebagai sub plot. Analisis data dengan menggunakan sidik ragam dengan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) Duncan Multiple Range Test pada taraf α = 5%. Hasil analisis sidik ragam menunjukan bahwa tidak adanya interaksi antara perlakuan jumlah tunas dan macam pupuk terhadap variabel pengamatan pertumbuhan dan hasil padi merah varietas pamelen tanam salibu. Perlakuan jumlah tunas tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan dan hasil padi pamelen salibu. Perlakuan kombinasi pupuk tidak berpengaruh terhadap Pertumbuhan dan hasil padi pamelen salibu.
PENGARUH PUPUK ORGANIK KOTORAN SAPI DAN PUPUK MAJEMUK TERHADAP PERTUMBUHAN dan HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS MELATI Afifi, Marina; Pamungkas, Djoko Heru; Maryani, Yekti
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 5 No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi antara dosis pupuk NPK dengan pupuk organik kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan selama ( 3 bulan) dari tanggal 1 Juli 2020 sampai 27 September 2020 bertempat di Pusat Penelitian Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) “Lestari Makmur”, Jalan Wates Km. 10, Agromulyo, Sedayu, Karanglo, Agromulyo, Kec. Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketinggian tempat 88 mdpl; jenis tanah regosol; pH tanah 5,5-6,7; rata-rata hujan per tahun 1,654 mm/tahun. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Faktorial tiga ulangan. Faktor pertama, dosis pupuk NPK Phonska terdiri atas 400 kg.ha-1, 500 kg.ha-1 dan 600 kg.ha-1. Faktor kedua, dosis pupuk organik kotoran sapi terdiri atas 4 t.ha-1, 5 t.ha-1 dan 6 t.ha-1. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang malai, jumlah malai, berat segar brangkasan, berat kering brangkasan, berat segar gabah perpetak, berat kering gabah perpetak, bobot 100 gabah, dan persentase gabah isi. Analisis data menggunakan sidik ragam pada taraf 5%, dilakukan analisis lanjutan dengan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf α = 5%. Perlakuan dosis pupuk organik kandang sapi dengan dosis pupuk majemuk NPK Phonska menunjukan tidak ada interaksi pada semua variabel kecuali berat segar gabah per hektar dan berat kering gabah per hektar. Perlakuan dosis pupuk organik kandang sapi dosis 6 ton ha-1 memberikan pertumbuhan padi melati tertinggi. Perlakuan dosis pupuk majemuk NPK Phonska menunjukkan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan padi melati. Kombinasi perlakuan dosis pupuk organik kandang sapi dosis 6 ton ha-1 dengan dosis pupuk majemuk NPK Phonska 600 kg ha-1 memberikan hasil padi melati lebih tinggi daripada kombinasi perlakuan lain, kecuali kombinasi perlakuan dosis pupuk organik kandang sapi dosis 6 ton ha-1 dengan dosis pupuk majemuk NPK Phonska 500 kg ha-1.
Pengaruh Lama Penyimpanan Benih Padi Merah (Oryza nivara L) Varietas Pamelen Dan Dosis Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Renikasari, Suci; Maryani, Yekti; Pamungkas, Djoko Heru
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 6 No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of storage time of red rice (Oryza nivara L.) pamelen variety and the dose of NPK Phonska fertilizer on growth and yield.This research was carried out in a self-help agricultural and rural research center (P4S) “Lestari Makmur”.Located on jalan Wates km 12,Semampir Hamlet,Argorejo village,Sedayu District regency,Yogyakarta. The agro-climatic nature of the research area is a low area with an altitude of 88 meters above sea level,the type of soil is regosol with a pH of 5,5-7 with an average temperature of 26-32 and a rainfall of 1.654 mm/year.Held in november 2021-march 2022.The experimental design used in this study was a 3x3 factorial design using a completely randomized block design (RAKL) and using a tile planting system with two treatment factors.The first factor is (A1) the duration of storage of rice seeds for 1 month, (A2) the duration of storage of rice seeds for 2 months, (A3) storage time of rice seeds for 3 months. The second factor is the application of NPK and Phonska fertilizer at a dose B1 (300) kg/ha,B2 (400) kg/ha and B3 (500) kg/ha. Obsevation variables included plant height, number of tillers,number of panicles, fresh weight of stover, dry weight of stover, percentage of empty seeds, percentage of pithy seeds,weight of 1000 grains,moisture content and weight of grain per hectare.Analysis of observations using variance at 5% level followed by the Duncan's Multiple Range Test (DMRT) distance test at a level of = 5%. Research result can be concluded that There was no interaction between the length of storage of rice seeds and the dosage of Phonska NPK fertilizer on the growth and yield variables of pamelen red rice plants. The treatment of long storage of rice seeds showed no significant difference to the growth and yield of pamelen red rice varieties. Phonska NPK fertilizer dose treatment showed no significant difference on the growth and yield of pamelen variety red rice plants.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) SEMBADA MERAH DENGAN PEMBERIAN MACAM PUPUK KANDANG DAN DOSIS PUPUK NPK Rijal, Rijaidinsyah; Zamroni; Pamungkas, Djoko Heru; Widata, Sri; Sumarwoto
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 8 No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jiagt.v8i1.15881

Abstract

This study aims to determine the effect of the type of manure and the dosage of Phonska NPK fertilizer which was tested on red sage plants. This research was conducted at "Lestari Makmur" which is located in the Sedayu sub-district, Bantul Yogyakarta which is the location of the Independent Rural Agricultural Research Center. This study used a Completely Randomized Block Design (RAKL), divided into two treatment factors. The first factor is the type of manure including chicken manure (K1), goat manure (K2), cow manure (K3). The second factor concerns Phonska NPK fertilizer which has a dose of 200 kg/ha (D1), 300 kg/ha (D2), and 400 kg/ha (D3). The treatment is divided into three blocks, each block has a different treatment; in the first block, chicken manure mixed with NPK doses of 200, 300, 400 kg/ha, in the second block, goat manure mixed with NPK doses of 200, 300, 400 kg/ha, in the third block, chicken manure mixed with doses NPK 200, 300, 400 kg/ha. The results of this study showed that the various types of manure with NPK doses showed different results. At Phonska NPK fertilizer with a dose of 200 showed higher cow manure than goat manure and chicken manure. Meanwhile, at a dose of 300 kg/ha, chicken manure gave higher yields than cow manure and goat manure. Meanwhile, at a dose of 400 kg/ha, chicken manure and cow manure gave a higher value than goat manure. The conclusion shows that cow manure, goat manure and chicken manure with different Phonska NPK fertilizer doses can provide good growth for the development of red sesame plants .Keywords: manure, NPK fertilizer, red sembada.
RESPON MACAM VARIETAS PADI MERAH TERHADAP WAKTU PEMBERIAN NANOSILIKA Asrovi, Aziz; Pamungkas, Djoko Heru; Maryani, Yekti
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 10 No 1 (2026): Maret: Dalam Publikasi
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jiagt.v10i1.22081

Abstract

This study aimed to determine the interaction between different red rice varieties (Segreng, Sembada, Pamelen) and the application of NPK Phonska fertilizer combined with various nanosilica application timings on the growth and yield of red rice plants. The research was conducted from May to August 2022 at the Agricultural and Rural Training Center (ARTC) “Lestari Makmur” in Bantul, Yogyakarta. The experimental design used was a Completely Randomized Block Design (CRBD) with two factors: rice variety and nanosilica application timing, each consisting of three levels. This resulted in 9 treatment combinations, each replicated three times. The results showed significant interactions between rice variety and nanosilica application timing on several growth and yield variables, including plant height, fresh and dry biomass, number and length of panicles, and percentage of filled grains. The Pamelen variety with NPK Phonska and nanosilica applied at 25, 50, and 75 days after transplanting (DAT) produced the highest yield in terms of panicle number, panicle length, 1000-grain weight, and grain yield per hectare. Meanwhile, the Segreng variety showed the best response in vegetative growth. Gradual nanosilica application proved effective in enhancing nutrient absorption efficiency and improving red rice productivity. This study recommends the combination of the Pamelen variety and nanosilica application at 25, 50, and 75 DAT as the most optimal treatment for increasing red rice yield.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME (Glycine max) PADA BERBAGAI DOSIS PEMBERIAN NPK MULTIPADI DAN KASGOT Devi, Anastasia Jessika; Pamungkas, Djoko Heru; Darnawi
JURNAL ILMIAH AGROUST Vol 10 No 1 (2026): Maret: Dalam Publikasi
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jiagt.v10i1.22080

Abstract

This study aims to investigate the interaction between NPK Multi-rice and Kasgot doses, as well as to determine their optimal levels to enhance the growth, quality, and yield of Edamame soybeans.This research was conducted from October to December 2024 in Agromulyi Village, Sedayu Distric, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. The research location is in a lowland area with altitude of 80-105 meters above sea level (masl), average daily temperatures ranging from 21- 32°C, relative humidity 70-90%, and annual rainfall around 1,500-2,500 mm. This study was compiled in a Group Random Design with 3 replicates. This first factor is that the dose of Kasgot fertilizer consists of 3 levels, namely 0 ton/ha, 1,25 ton/ha and 2,5 ton/ha. The second factor is that the Multi-rice NPK consists of 3 levels, namely 300 kg/ha, 400 kg/ha and 500 kg/ha. The variables observed ware plant height, number of leaves, fresh weight of plants, dry weight of plants, number of pods, fresh weight of pods, number of seeds, weight of 100 seeds and yield of tons/hectare. Data analysis uses fingerprints at the 5% level, followed by DMRT at the 5% level. The results showed that the interaction between Kasgot and NPK Multipadi fertilizers had a significant effect on the number of leaves, number of pods, 100-seed weight, and pod yield per hectare. Individually, Kasgot fertilizer significantly affected nearly all growth and yield variables, with the best results observed at a dose of 2.5 tons/ha. NPK Multipadi fertilizer also had a significant effect on several variables, including plant height, number of leaves, number of pods, 100-seed weight, and pod yield per hectare. However, no significant effects either from interaction or individual treatments were found on plant height, fresh and dry plant weight, fresh pod weight, and number of seeds.