Sugiyarta Stanislaus, Sugiyarta
Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang, Semarang, Jawa Tengah

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Intuisi

PERILAKU PRO-SOSIAL DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT (Studi pada Mahasiswa Psikologi UNNES) Kurniawan, Mohamad Fajar; Stanislaus, Sugiyarta
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. enelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku pro-sosial antara mahasiswa psikologi UNNES yang memiliki tipe kepribadian introvert dengan mahasiswa psikologi UNNES yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa psikologi UNNES yang sedang aktif kuliah, sejumlah 651. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 210 mahasiswa dengan menggunakan teknik Stratified Proporsional Random Sampling, dengan mengambil sampel sebanyak 30 % setiap angkatan, tetapi yang berhasil dianalisis sebanyak 112 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan tryout terpakai. Skala pro- sosial yang terdiri dari 40 aitem (29 aitem valid dan 11 aitem tidak valid), dengan koefisien validitas antara 0,361-0,587. Skala tipe kepribadian yang terdiri dari 14 aitem berpasangan (14 aitem berpasangan valid) dengan koefisien validitas antara 0,358-0,697. Koefisien reliabilitas skala pro-sosial adalah 0,806 dan koefisien reliabilitasskala tipe kepribadian 0,821. Metode analisis dalam penelitian ini adalah Comparatif Wilcoxon-Mann Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan perilaku pro-sosial yang dilakukan mahasiswa psikologi UNNES yang memiliki tipe kepribadian introvert dengan mahasiswa psikologi UNNES yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert. (nilai z = 0,008 dengan p<0,05). Peneliti menyimpulkan ada perbedaan perilaku pro-sosial antara mahasiswa psikologi UNNES yang memiliki tipe kepribadian introvert dengan mahasiswa psikologi UNNES yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert.Abstract. This study aims to different pro-social behavior between students of psychology UNNES, they have a introvert personality and ekstrovert personality. The study populations was students of psychology UNNES, they are aktiv students totaling are 651. The number of sample in this study were 210 students adolescent using stratified proporsional random sampling, by take over about 30% every grade, but the successful analysis 112 students. This study uses applied-tryout. Pro-social behavior scale consists of 40 (29 aitem valid and invalid 11aitem) with validity coefficient between 0,361-0,587. While the personality-type scale consists of 14 double (14 aitem double valid) with validity coefficient between 0,358-0,697. Coefficient of reliability scale pro-social is 0,806, coefficient reliability personality-type is 0,821. Method of data analysis in this research is the Wilcoxon Mann Whitney Test Analysis. The result showed there is are different pro-social behavior between stundents they have a introvert personality-type of psychology UNNES and students have a ekstrovert personality-type of psychology UNNES. (z = 0,008 with p<0,05). The research concluded there is are different pro-social behavior between stundents they have a introvert personality-type of psychology UNNES and students have a ekstrovert personality-type of psychology UNNES.
Penyesuaian Perkawinan Istri Terhadap Suami yang Baru Menjalani Commuter Marriage Setelah Menikah 10 Tahun Lutfiyah, Miftakhul Anis; Stanislaus, Sugiyarta
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tuntutan ekonomi dan tanggung jawab pada pekerjaan, serta keinginan untuk mengembangkan karier sering kali menjadi alasan mengapa commuter marriage dilakukan. Keadaan ini terjadi dikarenakan kurang terpenuhinya ekonomi keluarga, sehingga membuat suami dan istri harus berpisah sementara untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Bagi pasangan yang melakukan commuter marriage setelah usia pernikahan berjalan 10 tahun penyesuaian perkawinan istri terhadap suami yang baru melakukan commuter marriage akan terasa berbeda dengan pasangan yang dari awal sudah melakukan commuter marriage. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penyesuaian perkawinan istri terhadap suami yang baru melakukan commuter marriage setelah 10 tahun menikah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus dimana istri menjadi subjek utama penelitian. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi saat wawancara berlangsung. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 istri yang baru melakukan commuter marriage setelah usia pernikahan 10 tahun. Berdasarkan penelitian, hasil yang didapatkan adalah penyesuaian perkawinan ketiga subjek berjalan baik, karena dari 3 peran utama yang dilakukan selama suami berada di luar kota mampu di lakukan oleh ketiga subjek. Pada peran publik 2 dari 3 subjek mampu melakukan perannya, pada peran sosial ketiga subjek mampu melakukan perannya dengan bantuan dari orang lain, sedangkan pada peran domestik, 2 dari 3 subjek mampu mengelola perannya dengan baik. Abstract. Economic demands and responsibilities on the job, as well as the desire to develop a career is often the reason why a commuter marriage do. This situation occurs because of lack of fulfillment of their family, thus making the husband and wife have to split up temporarily to meet the economic needs of their families. For couples who do commuter marriage after 10 years of marriage goes marital adjustment wives against husbands who are making commuter marriage will feel different with a couple of earlyve done commuter marriage. This study has the aim to determine the marital adjustment of wives against husbands who are making commuter marriage after 10 years of marriage. This study is a qualitative research with case studies approach which Sithri be the main subject of research. This study using interviews and observations during the interview. Subjects in this study were 3 new wife did commuter marriage after 10 years of marriage. Based on research, the results obtained are perkawina adjustment of three subjects running well, because of the three main roles performed during the husband is out of town were able to be undertaken by the three subjects. In public role 2 of 3 subjects were able to perform its role, the social role of the third subject is able to perform its role with the help of another person, while in the domestic role, two of the three subjects were able to manage his part well.
KEEFEKTIFAN PERMAINAN KOOPERATIF DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK PRA SEKOLAH DI TK KEMALA BHAYANGKARI 81 MAGELANG Maresha, Oktafi Dessy; Stanislaus, Sugiyarta
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i1.13329

Abstract

AbstrakRendahnya keterampilan sosial anak mengakibatkan buruknya prestasi akademik, timbulnya masalah emosi, dan meningkatnya risiko kenakalan remaja. Salah satu kegiatan yang dekat dengan anak dan dapat meningkatkan keterampilan sosial ialah permainan kooperatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empirik pemberian permainan kooperatif dalam meningkatkan keterampilan sosial anak Pra sekolah di TK Kemala Bhayangkari 81 Magelang. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas A TK Kemala Bhayangkari 81 Magelang, berusia 4-5 tahun. Variable independent dalam penelitian ini adalah permainan kooperatif, dan variable dependentnya ialah keterampilan sosial anak pra sekolah. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah observasi dan alat pengumpulan datanya ialah rating scale keterampilan sosial. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistic non parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil dari penelitian ini ialah permainan kooperatif efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial anak pra sekolah di TK Kemala Bhayangkari 81 Magelang.AbstractThe low social skills lead to poor academic achievement of children, the incidence of emotional problem, and increased risk of delinquency adolescent. One of the activities close to the child and can enhance social skills is a cooperative game. The purpose of this study was to empirically test the provision of cooperative games to improve social skill of pre-school children in kindergarten of Kemala Bhayangkari 81 Magelang. This study is a quasi experiment. Subjects in this study were students of class A in this school, and the age is above 4 and 5 years old. Independent variable in this study is the cooperative games, and the dependent variable is pre- schoolerssocial skill. Observation is used to collect, dan the data collection tool is the social skills rating scale. The method of data analysis in this study is statistical non parametric Wilcoxon Signed Ranks non-Test. The result of this study is cooperative games is effective to improving social skill of children in pre-school in Kindergarten og Kemala Bhayangkari 81 Magelang.
Penyesuaian Perkawinan Istri Terhadap Suami yang Baru Menjalani Commuter Marriage Setelah Menikah 10 Tahun Lutfiyah, Miftakhul Anis; Stanislaus, Sugiyarta
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i1.9576

Abstract

Abstrak. Tuntutan ekonomi dan tanggung jawab pada pekerjaan, serta keinginan untuk mengembangkan karier sering kali menjadi alasan mengapa commuter marriage dilakukan. Keadaan ini terjadi dikarenakan kurang terpenuhinya ekonomi keluarga, sehingga membuat suami dan istri harus berpisah sementara untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Bagi pasangan yang melakukan commuter marriage setelah usia pernikahan berjalan 10 tahun penyesuaian perkawinan istri terhadap suami yang baru melakukan commuter marriage akan terasa berbeda dengan pasangan yang dari awal sudah melakukan commuter marriage. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penyesuaian perkawinan istri terhadap suami yang baru melakukan commuter marriage setelah 10 tahun menikah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus dimana istri menjadi subjek utama penelitian. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi saat wawancara berlangsung. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 istri yang baru melakukan commuter marriage setelah usia pernikahan 10 tahun. Berdasarkan penelitian, hasil yang didapatkan adalah penyesuaian perkawinan ketiga subjek berjalan baik, karena dari 3 peran utama yang dilakukan selama suami berada di luar kota mampu di lakukan oleh ketiga subjek. Pada peran publik 2 dari 3 subjek mampu melakukan perannya, pada peran sosial ketiga subjek mampu melakukan perannya dengan bantuan dari orang lain, sedangkan pada peran domestik, 2 dari 3 subjek mampu mengelola perannya dengan baik. Abstract. Economic demands and responsibilities on the job, as well as the desire to develop a career is often the reason why a commuter marriage do. This situation occurs because of lack of fulfillment of their family, thus making the husband and wife have to split up temporarily to meet the economic needs of their families. For couples who do commuter marriage after 10 years of marriage goes marital adjustment wives against husbands who are making commuter marriage will feel different with a couple of early've done commuter marriage. This study has the aim to determine the marital adjustment of wives against husbands who are making commuter marriage after 10 years of marriage. This study is a qualitative research with case studies approach which Sithri be the main subject of research. This study using interviews and observations during the interview. Subjects in this study were 3 new wife did commuter marriage after 10 years of marriage. Based on research, the results obtained are perkawina adjustment of three subjects running well, because of the three main roles performed during the husband is out of town were able to be undertaken by the three subjects. In public role 2 of 3 subjects were able to perform its role, the social role of the third subject is able to perform its role with the help of another person, while in the domestic role, two of the three subjects were able to manage his part well.
INTENSI PEKERJA RUMAH TANGGA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL UNTUK MELAPOR Putriningsih, Nediyan; Stanislaus, Sugiyarta
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 3 (2012): November 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i3.13344

Abstract

Abstrak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Unit analisisnya yaitu Intensi Pekerja Rumah Tangga Korban Pelecehan Seksual. Guna mendukung perolehan data yang mendalam digunakan pengambilan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan kepada dua orang narasumber utama, dan empat orang narasumber sekunder penelitian.Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa intensi pekerja rumah tangga korban pelecehan seksual untuk melapor ke kepolisian (studi kasus pada pekerja rumah tangga yang masih di bawah umur sesuai dengan undang-undang no. l3 tahun 2003) dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni: bentuk dan dampak dari pelecehan seksual, intensitas pelecehan seksual yang terjadi, ketaatan akan agama, pengetahuan akan etika seksual dalam budaya jawa, faktor kepribadian, serta pengetahuan akan fungsi kepolisian Republik Indonesia. Adapun saran dari penelitian ini ialah pemerintah harus mempertegas kembali tentang larangan untuk memperkerjakan anak dibawah umur serta memberikan sanksi yang jelas bagi pelanggarnya, diharapkan LSM yang terkait dengan Pekerja Rumah Tangga lebih giat untuk membantu memerangi adanya pekerja yang masih dibawah umur dengan terus mengupayakan undang-undang yang dapat menaungi mereka, serta perlunya penggalian data yang lebih mendalam bagi peneliti selanjutnya guna mendapatkan informasi mengenai penyebab intensi Pekerja Rumah Tangga korban pelecehan seksual untuk melapor ke kepolislan. Kata kunci: intensi, pelecehan seksual, pekerja rumah tangga Abstract. Acts of sexual harassment today, has shown how vulnerable the women in his life when the subject of sexual dissatisfaction men. One of the jobs that are vulnerable to sexual abuse is a Domestic Workers, especially for domestic workers who are minors. Employment as domestic workers who are in the domestic sphere, often requiring them to be in the house for 24 hours, so that domestic workers are "isolated" from society. Under these conditions, and with other supporting factors such as economic factors, educational factors, age factors, as well as an inability to resist the employer caused the Domestic Workers are vulnerable to acts of sexual abuse committed by the employer. Sexual harassment is certainly related to intentions to report offenders to the police. Hence, through this research the researchers wanted to know what are the factors that led to the Domestic Workers have the intention to report the perpetrators of sexual abuse to the police. This study uses a qualitative case study approach. The unit of analysis is intention Domestic Workers Sexual Abuse Victims. In order to support the acquisition of the data used in-depth data collection through interviews, observation, documentation, and field notes to the two main speakers, resource persons and four secondary research.  The results of this study indicate, that the intentions of domestic abuse victims to report to police (case study on domestic Workers who are minors in accordance With the law No. l3 of 2003) is influenced by several factors, namely: the shape and impact of sexual harassment, the intensity of sexual abuse that occurred, the observance of religion, knowledge of sexual ethics in Javanese culture, personality factors, and knowledge of police functions of the Republic of Indonesia. The suggestion from this study is that the government should reinforce the back of the prohibition to employ minors as well as providing clear sanctions for violations, is expected to NGOs associated with more aggressive domestic Workers to help fight the Workers who are still minors to continue to pursue legislation which can be overshadowed them, and the need for a more in- depth data mining for further research in order to obtain information about the cause of the intentions of Domestic Workers of sexual abuse victims to report to police. 
PENGARUH PENGETAHUAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN MEMBELI PADA MAHASISWA KONSUMEN ORIFLAME DI UNNES Pratiwi, Pundani Eki; Stanislaus, Sugiyarta
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 2 (2012): Juli 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i2.13337

Abstract

Abstrak. Konsumen melakukan pembelian dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang untuk membeli suatu produk, yaitu pengetahuan produk yang dimilikinya. Pengetahuan produk diperoleh melalui banyak cara. Informasi untuk mendapatkan pengetahuan produk diperoleh melalui media dan pengalaman pribadi. Mahasiswi konsumen Oriflame di UNNES kurang memperoleh infomasi yang memadai dan sesuai kebutuhan mereka, yang akan digunakan dalam mempertimbangkan pembelian produk Oriflame. Mahasiswi konsumen Oriflame di UNNES lebih mengutamakan kesenangan indera dan diskon harga dalam pertimbangan pengambilan keputusan membeli produk Oriflame. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh dari pengetahuan produk terhadap keputusan membeli pada mahasiswi konsumen Oriflame di UNNES.            Responden pada penelitian ini adalah mahasiswi UNNES yang telah menggunakan produk Oiflame minimal 3 bulan sebanyak 120 mahasiswi. Penentuan responden dilakukan dengan teknik cluster ransom sampling dan purposive sampling. Metode pengumpulan data ini adalah skala pengetahuan produk dan skala keputusan membeli. Skala pengetahuan produk mempunyai koefisien validitas item dari 0,224 sampai dengan 0,654 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,932. Uji korelasi menggunakan teknik regresi dikerjakan menggunakan bantuan program SPSS 17.0 for windows. Hasil korelasi pengetahuan produk dengan rasional dalam keputusan membeli menunjukkan nilai r = 0,557 dan R = 0,310, pengetahuan produk dengan emosional menunukan nilai r = 0,620 dan R = 0,384, sedangkan pengetahuan produk dan keterlibatan menunjukan nilai r = 0,404 dan R = 0,163, dengan masing-masing p = 0,00 (p,0,01).Hasil penelitian menunjukan pengetahuan produk berada pada kategori sedang. Keputusan membeli konsumen paling banyak dilakukan secara keterlibatan dan emosional. Terdapat korelasi yang positif antara pengetahuan produk dengan keputusan membeli secara rasional, emosional, dan keterlibatan. Pengetahuan produk berpengaruh paling besar terhadap keputusan membeli secara emosinal, daripada pengaruh pengetahuan produk terhadap keputusan membeli secara rasional dan keterlibatan.Kata kunci: pegetahuan produk; kepuasan membeli; oriflame Abstract. Consumer purchases are influenced by several factors. One of the factors that predispose a person to buy a product, the product knowledge they have. Product knowledge gained through many ways. Infomation to gain product knowledge gained through media and personal experience. Oriflame in UNNES student consumers lacks sufficient  infomation and appropriate to their needs, which will be considering the purchase of Oriflame products. Oriflame in UNNES student consumers prefer the pleasure of the senses and the discounted price in consideration of the product purchase decision-making discretion. This study aims to find out is there any influence of product knowledge on consumer buying decisions on a student in UNNES Oriflame.Respondents in this study were students who had used UNNES Oriflame products at least 3 months a total of 120 students. Determination of the respondents was done by using cluster random sampling and purposive sampling. This data collection method is the knowledge scale and the scale of the decision to buy the product. .Product knowledge scale items have validity coefficient of 0.224 to 0.654 and the reliability coefficient of 0.925. While the scale of the decision to buy an item has a validity coefficient from 0.213 to 0.750 and the reliability coefficient of 0.932. Correlation test using the regression technique is done using SPSS 17.0 for windows. Correlation knowledge results in products with a rational buying decision demonstrated the value of r = 0.557 and R = 0.310, product knowledge with emotional show the value of r = 0.620 and R = 0.384, while the involvement of product knowledge and demonstrate the value of r = 0.404 and R = 0.163, with each respective p = 0.00 (p<0.01).The results demonstrate knowledge of the products in the category of being. Consumer purchase decisions are the most widely performed and emotional involvement. There is a positive correlation between knowledge of the product purchase decisions in a rational, emotional, and involvement. Knowledge of the most influential product of the buying decisions emotionally, rather than the influence of product knowledge on purchase decisions in a rational and involvement.
Pengaruh Religiusitas Terhadap Resiliensi Pada Pasien Rehabilitasi Narkoba Yayasan Rumah Damai Semarang Suryaman, Muhammad Ari; Stanislaus, Sugiyarta; Mabruri, Moh Iqbal
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 6, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v6i2.13319

Abstract

Abstrak. Kemampuan resiliensi sangat dibutuhkan oleh pasien rehabilitasi narkoba agar mampu bangkit dari keterpurukan dan terbebas dari ketergantungan narkoba secara fisik maupun psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh religiusitas terhadap resiliensi pada pasien rehabilitasi narkoba Yayasan Rumah Damai Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Subjek pada penelitian ini berjumlah 33 yang merupakan pasien rehabilitasi narkoba Yayasan Rumah Damai Semarang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Uji pengaruh digunakan analisis regresi yang dikerjakan menggunakan bantuan program SPSS 17.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan variabel religiusitas dan resiliensi pada pasien rehabilitasi narkoba Yayasan Rumah Damai Semarang tergolong pada kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh religiusitas terhadap resiliensi pasien rehabilitasi narkoba dengan R Square sebesar 40,5%. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan antara religiusitas terhadap resiliensi pada pasien rehabilitasi narkoba Yayasan Rumah Damai Semarang.
EFEKTIVITAS MEMBACA AL-QUR’AN UNTUK MENURUNKAN STRES AKADEMIK PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KEBUMEN Nugraheni, Dian; Mabruri, Moh. Iqbal; Stanislaus, Sugiyarta
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 10, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v10i1.17386

Abstract

Abstrak. Stres adalah suatu keadaan atau kondisi tertekan baik secara fisik maupun psikologis padaseseorang yang disebabkan karena ketidakyakinan atau ketidakmampuan dalam mengatasiperistiwa-peristiwa yang dialaminya. Sedangkan stres yang terjadi di lingkungan sekolah ataupendidikan disebut stres akademik, yang mana ada ketidaksesuaian kondisi atau keadaannyaantara tuntutan lingkungan dengan sumber daya aktual yang dimiliki siswa sehingga merekasemakin terbebani oleh berbagai tekanan dan tuntutan. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui efektivitas membaca Al-Qur‟an untuk menurunkan stres akademik. Membaca Al-Qur‟an merupakan salah satu metode untuk menurunkan stres. Penelitian ini ingin mengetahuikefektifan membaca Al-Qur‟an dalam menurunkan stres akademik. Penelitian ini merupakanpenelitian eksperimen dengan desain yang digunakan yaitu Matched Statistic Group Design.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kebumen yang berjumlah 20 orang,yang dibagi menjadi 10 orang kelompok eksperimen dan 10 orang kelompok kontrol.Pengumpulan data dilakukan untuk mengungkap stres yang dialami pada subjek yaitu denganmenggunakan skala stres dari instrumen DASS milik Lovibond & Lovibond (1995) yang telahdiadaptasi. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji wilcoxon signd rank pada kelompokeksperimen sebesar z = -2,701 dengan taraf signifikansi sebesar p = 0,007. Sedangkan padakelompok kontrol, nilai z = -2,264 dengan nilai signifikansi sebesar p = 0,024. Maka dapatdikatakan bahwa hipotesis diterima karena nilai signifikansi kelompok eksperiemn p = 0,007lebih kecil dari pada α = 0,05. Dan dapat disimpulkan bahwa membaca Al-Qur‟an efektif untukmenurunkan stres akademik pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kebumen. Abstract. Stress is a state or condition depressed both physically and psychologically to a person caused by aninability or inability to overcome the events that happened. While the stress that occurs in the schoolor educational environment called academic stress, which there is a mismatch condition orcircumstance between the demands of the environment with the actual resources owned students sothey are burdened by various pressures and demands. The purpose of this research is to determine theeffectiveness of reading the Qur'an to reduce academic stress. Reading the Qur'an is one method toreduce stress. This research wanted to know the effectiveness of reading the Qur'an in reducingacademic stress. This research is an experimental research with the design used is Matched StatisticGroup Design. The subjects of this study were students of class XI SMA Negeri 1 Kebumen whichamounted to 20 students, divided into 10 experimental group and 10 control group. Data collectionwas conducted to reveal the stress experienced on the subject by using the stress scale of the Lovibond& Lovibond (1995) DASS instrument that has been adapted. The result of research shows that theresult of wilcoxon signd rank test in the experimental group is z = -2,701 with significance level of p= 0,007. While in the control group, the value of z = -2.264 with a significance value of p = 0.024.Then it can be said that the hypothesis is accepted because the significance value of the experimentalgroup p = 0.007 is smaller than α = 0.05. And it can be concluded that reading Qur'an is effective toreduce academic stress in students of class XI SMA Negeri 1 Kebumen.
Perilaku Prososial Masyarakat Arab yang Berelasi dengan Masyarakat Jawa Hilmy, Haidar Farras; Stanislaus, Sugiyarta; Mabruri, Moh. Iqbal
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i1.20119

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena Perkampungan Arab di wilayah Pemalang, Jawa Tengah. Seperti wilayah Jawa pada umumnya, penduduk pribumi Pemalang adalah etnis Jawa. Akan tetapi karena banyaknya etnis Arab yang bermukim di wilayah tersebut sehingga wilayah tersebut dinamakan “Kampung Arab”. Warga etnis Arab, dalam kesehariannya menunjukkan perilaku yang gemar menolong dengan siapapun, tidak terbatas hanya dengan sesame warga etnis Arab. Maka dari itu peneliti ingin meneliti bagaimana Perilaku Prososial Etnis Arab yang tinggal berdampingan dengan mayoritas Etnis Jawa di Pemalang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perilaku Prososial Masyarakat Arab di Pemalang yang berinteraksi dengan Masyarakat Jawa di Pemalang serta faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku prososial tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada 4 Subjek Masyarakat Keturunan Arab yang tinggal di desa X Pemalang. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara yang selanjutnya di transkrip. Berdasarkan hasil penelitian secara umum bahwa Masyarakat Keturunan Arab yang berelasi ditengah Masyarakat Jawa di Pemalang memiliki Perilaku Prososial yang baik. Dari cara Subjek membaur, membantu dan berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya juga tidak ada masalah.Kata Kunci : Perilaku Prososial, Etnis Arab Abstract. This research was motivated by the existence of the Arab Village phenomenon in the Pemalang area, Central Java. Like Java in general, the Pemalang indigenous population is Javanese. However, because of the large number of ethnic Arabs who settled in the area, the area was called "Kampung Arab". Ethnic Arabs, in their daily lives, show behavior that likes to help anyone, not only with fellow ethnic Arabs. Therefore the researcher wants to examine how the Ethnic Prosocial Behavior of Arabs who live side by side with the majority of Javanese ethnicity in Pemalang. This study aims to determine the Prosocial Behavior of Arab Communities in Pemalang who interact with the Javanese Society in Pemalang and the factors that influence the prosocial behavior. This type of research is qualitative research. This research was conducted on 4 subjects of Arab descent who lived in village X Pemalang. Data collection uses interview techniques which are then transcribed. Based on the results of research in general that the Arab descent community that is related in the middle of the Javanese Society in Pemalang has good Prosocial Behavior. From the way the subject blends, helps and interacts with the surrounding community there is also no problem.Keywords: Prosocial Behavior, Arabic
PERILAKU PRO-SOSIAL DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT (Studi pada Mahasiswa Psikologi UNNES) Kurniawan, Mohamad Fajar; Stanislaus, Sugiyarta
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v8i3.8664

Abstract

Abstrak. enelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku pro-sosial antara mahasiswa psikologi UNNES yang memiliki tipe kepribadian introvert dengan mahasiswa psikologi UNNES yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa psikologi UNNES yang sedang aktif kuliah, sejumlah 651. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 210 mahasiswa dengan menggunakan teknik Stratified Proporsional Random Sampling, dengan mengambil sampel sebanyak 30 % setiap angkatan, tetapi yang berhasil dianalisis sebanyak 112 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan tryout terpakai. Skala pro- sosial yang terdiri dari 40 aitem (29 aitem valid dan 11 aitem tidak valid), dengan koefisien validitas antara 0,361-0,587. Skala tipe kepribadian yang terdiri dari 14 aitem berpasangan (14 aitem berpasangan valid) dengan koefisien validitas antara 0,358-0,697. Koefisien reliabilitas skala pro-sosial adalah 0,806 dan koefisien reliabilitasskala tipe kepribadian 0,821. Metode analisis dalam penelitian ini adalah Comparatif Wilcoxon-Mann Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan perilaku pro-sosial yang dilakukan mahasiswa psikologi UNNES yang memiliki tipe kepribadian introvert dengan mahasiswa psikologi UNNES yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert. (nilai z = 0,008 dengan p<0,05). Peneliti menyimpulkan ada perbedaan perilaku pro-sosial antara mahasiswa psikologi UNNES yang memiliki tipe kepribadian introvert dengan mahasiswa psikologi UNNES yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert.Abstract. This study aims to different pro-social behavior between students of psychology UNNES, they have a introvert personality and ekstrovert personality. The study populations was students of psychology UNNES, they are aktiv students totaling are 651. The number of sample in this study were 210 students adolescent using stratified proporsional random sampling, by take over about 30% every grade, but the successful analysis 112 students. This study uses applied-tryout. Pro-social behavior scale consists of 40 (29 aitem valid and invalid 11aitem) with validity coefficient between 0,361-0,587. While the personality-type scale consists of 14 double (14 aitem double valid) with validity coefficient between 0,358-0,697. Coefficient of reliability scale pro-social is 0,806, coefficient reliability personality-type is 0,821. Method of data analysis in this research is the Wilcoxon Mann Whitney Test Analysis. The result showed there is are different pro-social behavior between stundents they have a introvert personality-type of psychology UNNES and students have a ekstrovert personality-type of psychology UNNES. (z = 0,008 with p<0,05). The research concluded there is are different pro-social behavior between stundents they have a introvert personality-type of psychology UNNES and students have a ekstrovert personality-type of psychology UNNES.