Sugiyarta Stanislaus, Sugiyarta
Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang, Semarang, Jawa Tengah

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Intuisi

Sistem Kepercayaan (Belief) Masyarakat Pesisir Jepara pada Tradisi Sedekah Laut Fitriyani, Sofia Nurul; Stanislaus, Sugiyarta; Mabruri, Mohammad Iqbal
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i3.20673

Abstract

Masyarakat pesisir Jepara percaya jika tidak melakukan tradisi sedekah laut atau melakukan tradisi sedekah laut tetapi ada sesaji yang tidak komplit maka akan terjadi musibah dan hasil tangkapan laut tidak melimpah. Keyakinan masyarakat pesisir Jepara tersebut menjadi salah satu faktor terpenting bagi bertahannya tradisi sedekah laut. Tradisi sedekah laut membuat perasaan masyarakat Jepara nyaman dan merasa aman pada saat melaut. Hal ini membuat peneliti tertarik ingin mengetahui bagaimana sistem kepercayaan (belief) masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai nelayan mengenai tradisi yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika masyarakat pesisir di daerah Jepara terhadap tradisi sedekah laut dan untuk mengetahui gambaran sistem kepercayaan (belief) masyarakat pesisir di daerah Jepara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada 5 subjek masyarakat pesisir yang berprosesi sebagai nelayan yang tinggal di desa Jobokuto, kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara yang selanjutnya di transkrip. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa tema besar berkaitan dengan pelaksanaan tradisi sedekah laut yaitu alasan, dampak, tujuan, keyakinan, prosesi, hukum, pelaksanaan, pihak yang terlibat, dan emosi masyarakat pesisir Jepara.The Jepara coastal community believes that if they do not carry out the tradition of sea alms or carry out the culture of sea alms, but there are incomplete offerings, disaster will occur, and the sea catch will not be abundant. The belief of the Jepara coastal community is one of the most critical factors for the survival of the sea alms tradition. The tradition of sea alms makes the Jepara people feel comfortable and feel safe when going to sea. This makes the researcher interested to know how the belief system (belief) of coastal communities who work as fishermen about the traditions carried out. This study aims to determine the dynamics of the seaside village in the Jepara area ofthe sea alms tradition and to find a picture of the belief system (belief) of coastal communities in the Jepara area. This type of research is qualitative research. This research was conducted on five subjects of coastal communities who process as fishermen living in the village of Jobokuto, Jepara sub-district, Jepara Regency. Data collection uses interview techniques, which are then transcribed. The results showed that there were several significant themes related to the implementation of the sea alms tradition, namely reason, impact, goals, beliefs, procession, law, execution, parties involved, and emotions of the Jepara coastal community.
Perbedaan Resiliensi Pada Wanita Bercerai Ditinjau Dari Lamanya Menikah Saragih, Erianson; Stanislaus, Sugiyarta
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 7, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v7i2.48743

Abstract

Berumah tangga dan menjadi orang tua merupakan proses yang penuh tantangan dan dibutuhkan kesiapan besar. Tidak sedikit permasalahan bisa menerpa sebuah pernikahan. Ketidakmampuan pasangan dalam melalui permasalahan itulah yang sering menjadi pemicu perceraian dalam berumah tangga. Manusia pada dasarnya telah memiliki insting tersendiri dalam menghadapi dan menyelesaikan cobaan-cobaan dalam hidup, namun tingkatan kemampuan itu berbeda-beda. Hal itu lah yang disebut Resiliensi. Perceraian pada umumnya memberikan tekanan psikologis, namun kedewasaan dan pengalaman dalam menghadapi masalah hidup memberikan keunggulan dalam menghadapi situasi kehilangan pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat resiliensi wanita bercerai dengan masa menikah 10 tahun dan wanita bercerai dengan masa menikah ≥20 tahun. Populasi pada penelitian ini adalah wanita bercerai di Ungaran Barat yang berjumlah 154 orang.  Untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini digunakan teknik purposive sampling sebanyak 60 orang, masing-masing 30 dari wanita bercerai dengan masa menikah 10 tahun dengan wanita bercerai dengan masa menikah ≥20 tahun. Setelah dilakukan analisis statistik, hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan resiliensi wanita bercerai dengan masa menikah 10 tahun dan wanita bercerai dengan masa menikah ≥20 tahun. Dimana tingkat resiliensi wanita bercerai yang menikah ≥20 tahun lebih tinggi dibanding wanita bercerai yang menikah 10 tahun. Become a parent is a challenging process and it takes a great readiness. The inability of the pair in through the problems that are often the trigger for a divorce in a marriage. Humans are basically already have their own instincts in the face and finish trials in life, but the skill levels vary. It is what is called resilience. Divorce in general provide psychological pressure. They are more mature maturity and experience in dealing with life's problems gives them an advantage in a situation loss of a spouse. This research aims to determine whether there are differences in the level of resilience to duration married divorced women 10 years old and divorced with a period of married women ≥20 years. The population in this study were women divorced in West Ungaran totaling 154 people. For sampling used in this research using purposive sampling of 60 people, each of the 30 married women divorcing period 10 years with a divorced woman with a period of ≥20 years married. After statistical analysis, the results of this reseach showed a difference of resilience to future married divorced women 10 years old and divorced with a period of married women ≥20 years. Where in the level of resilience divorced women who married ≥20 years higher than divorced women who married 10 years.