Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Antibacterial Effectiveness of Noni (Morinda citrifolia) Leaf Extract on Tiger Prawn Larvae Infected with Vibrio parahaemolyticus: english Ihsan, Burhanuddin; Prayitno, Slamet Budi; Desrina, Desrina; Ayuningrum, Diah
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 15 No. 1 (2026): JAFH Vol. 15 No. 1 February 2026
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v15i1.71862

Abstract

Disease attacks on tiger shrimp (Penaeus monodon) have developed in several pond areas, resulting in mass mortality and crop failure. One of them is vibriosis disease caused by the bacteria Vibrio parahaemolyticus. V. parahaemolyticus bacteria are one of the most virulent and prevalent pathogens against tiger shrimp cultivation and cause substantial economic losses to the aquaculture industry. This study aimed to analyze the antibacterial effectiveness of noni (Morinda citrifolia) leaf extract on shrimp larvae against V. parahaemolyticus in vivo. The research method was carried out experimentally with several stages: noni leaf extraction with maceration using 80% ethanol, phytochemical tests, and antibacterial tests through maintenance with extract immersion (control without extract, extract immersion for 1 hour, 2 hours, 4 hours, 8 hours, 16 hours, and 24 hours), bacterial enumeration, and water quality measurement. The results showed that tiger prawn larvae infected with V. parahaemolyticus bacteria experienced clinical symptoms with reddish color, passive swimming patterns, sideways movements, and very active reflex movements. The antibacterial effectiveness of noni leaf extract on tiger prawn larvae significantly affected V. parahaemolyticus bacteria. The content of compounds in noni leaf extract suppresses the mortality rate of tiger prawn larvae due to V. parahaemolyticus bacterial infection. The best dose was found in the extract soaking for 1, 2, 4, and 8 hours, with tiger prawn larval mortality up to 0% during maintenance.
Students' Mental Load Viewed from Self-Compassion Ayuningrum, Diah; Naini, Rohmatus; Muarifah, Alif; Nugraha, Ariadi
International Journal of Applied Guidance and Counseling Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/ijagc.v7i1.4989

Abstract

This study aims to examine the role of self-compassion in mental load among high school students. The study employed a quantitative correlational design and involved 262 students from three high schools in Yogyakarta. Data were collected using the Mental Load Scale and the Self-Compassion Scale. Based on the results of this study, both instruments showed adequate validity and reliability as indicated by AVE, Cronbach’s Alpha, and Composite Reliability values. Analysis was conducted using Partial Least Squares (PLS) based Structural Equation Modeling with SmartPLS 4.0. The validity results showed that all aspects had an Average Variance Extracted (AVE) > 0.50, while internal reliability for all aspects was good with Cronbach’s Alpha and Composite Reliability >0.70. The results showed that total self-compassion had a significant role in total mental load (β = 0.133, p < 0.05) and mental load aspects (β = 0.025, p < 0.05). However, total self-compassion also played an indirect role in mental effort aspects through total mental load as a mediator (T-statistic > 1.96, p < 0.05). The R-square values indicate strong predictive ability in most aspects, including the mental load aspect (0.942) and the mental effort aspect (0.936). These findings indicate that students with higher levels of self-compassion tend to cope more adaptively with academic and emotional pressures. Therefore, school-based guidance and counseling services can be utilized to help students manage mental load by strengthening self-compassion through individual or group counseling.
Variasi Konsentrasi Nutrien dan Dampaknya terhadap Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Teluk Semarang Jati, Oktavianto Eko; Afiati, Norma; Purnomo, Pujiono Wahyu; Ayuningrum, Diah; Dewi, Desca Estiyani
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v9i1.104265

Abstract

Phytoplankton are important microorganisms in water ecosystems. They help in the nutrient cycle. Nutrients in water affect how many and what types of phytoplankton are present. This also impacts the fertility of coastal waters like Semarang Bay, which are influenced by human activities. This study looks at the link between water nutrients, phytoplankton, and water fertility. The study used a descriptive, quantitative method on November 10, 2024, at 6 chosen locations. Measurements taken on-site included DO, temperature, salinity, pH, and transparency. Lab tests looked at phytoplankton types, chlorophyll-a, silica, nitrate, nitrite, orthophosphate, and TSS using SNI and APHA methods. The main phytoplankton types were Diatoms, Dinoflagellates, and Cyanobacteria (26 types), with Chaetoceros being the most common (1,598 cells/L). Bacteriastrum and Chaetoceros were seen most often. Environmental data showed temperatures from 29.2–33.3°C, pH 8.6–8.8, DO 5.3–7.3 mg/L, salinity 32–33‰, and water clarity 0.55–5.97 m; chlorophyll-a 1.55–8.85 µg/L. TSS levels were 18.58–38.94 mg/L, nitrate 1.3–1.9 mg/L, nitrite 0.01–0.02 mg/L, and phosphate 0.8 mg/L, with the highest silica at Station 4. PCA analysis showed a productivity pattern (PC1) that was positively associated with chlorophyll-a, phytoplankton numbers, silica, and dominance, but negatively associated with TSS, nitrate–nitrite, and transparency. This means silica helps diatom growth, while high TSS can reduce productivity by blocking light, even though it might bring nutrients.
Struktur Komunitas Tunikata (Kelas Ascidiacea) di Perairan Pulau Menjangan Besar dan Pulau Geleang, Karimunjawa Prasetyo, Agung; Ayuningrum, Diah; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 13, No 1 (2026): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v13i1.55983

Abstract

Taman Nasional Karimunjawa terletak di Laut Jawa dan termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Jepara. Penelitian ini dilakukan di Pulau Menjangan Besar dan Pulau Geleang, yang memiliki potensi sumber daya perairan yang melimpah. Salah satu biota yang dikaji dalam penelitian ini adalah tunikata, khususnya kelas ascidiacea, yang termasuk dalam subfilum tunikata dan filum Chordata. Organisme ini lebih dikenal sebagai sea squirt dan memiliki peran ekologis penting dalam ekosistem laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas tunikata, mengidentifikasi faktor lingkungan yang mempengaruhi distribusinya, serta menentukan nilai tutupan tunikata di perairan Karimunjawa. Metode yang digunakan adalah Underwater Photo Transect (UPT) dan Underwater Visual Census (UVC) dengan perangkat lunak CPCe untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air di Pulau Menjangan Besar dan Pulau Geleang memenuhi sebagian besar parameter baku mutu air, dengan kecerahan > 5 m, pH 8,5–8,6, salinitas 34–35,7‰, suhu 27,8–28,5°C, dan DO > 5 mg/L. Namun, kadar nitrat (1,5–2,5 mg/L), nitrit (0,013–0,014 mg/L), dan fosfat (0,04 mg/L) melebihi nilai baku mutu. Tutupan tunikata tertinggi ditemukan di Pulau Menjangan Besar (Stasiun 1: 3,20%), sementara di Pulau Geleang lebih rendah (Stasiun 2: 0%; Stasiun 3: 0,13%). Indeks keanekaragaman berkisar 0,00–1,09, keseragaman 0,00–0,68, dan dominansi 0,38–1,00. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa aktivitas antropogenik, seperti budidaya keramba dan pariwisata, berkontribusi terhadap pencemaran nutrien yang berdampak pada rendahnya tutupan dan keanekaragaman tunikata. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan rutin dan pengelolaan aktivitas manusia untuk menjaga keberlanjutan ekosistem perairan Karimunjawa.
Hubungan Tekstur Sedimen dan Kandungan Bahan Organik di Perairan Pulau Gede dan Sekitarnya, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah Rifqi, Muhammad; Ayuningrum, Diah; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 13, No 1 (2026): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v13i1.52849

Abstract

Keindahan Pantai Pasir Putih Pulau Gede, Rembang, tidak hanya terletak pada warna pasir yang khas, tetapi juga pada kompleksitas proses biogeokimia yang terjadi di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tekstur sedimen, menganalisis kandungan bahan organik, serta hubungan keduanya. Sampel sedimen diambil dari 9 stasiun pada kedalaman 0-5 meter di sepanjang garis pantai di Pulau Gede dan sekitarnya pada Juli 2023. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Analisis tekstur sedimen dilakukan dengan metode pipet sedimen, sedangkan kandungan bahan organik diukur dengan metode loss on ignit. Hasil penelitian menunjukkan dominasi fraksi tanah liat di sebagian besar stasiun, terutama di daerah yang dekat dengan muara sungai. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara persentase fraksi tanah liat dan kandungan bahan organik (r = 0,85, p < 0,01). Analisis regresi menunjukkan bahwa jarak dari muara sungai merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap distribusi tekstur sedimen dan kandungan bahan organik. Sedimen yang lebih halus dan kaya akan bahan organik ditemukan di dekat muara sungai, menunjukkan pentingnya input bahan organik dari darat. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengelolaan lingkungan pesisir Pulau Gede, terutama dalam hal perlindungan habitat bentik dan pengendalian polusi. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengkaji dinamika sedimen musiman dan pengaruh perubahan iklim terhadap ekosistem pesisir.