Claim Missing Document
Check
Articles

Increasing the Knowledge of Women Farmer Through Household Counseling on Food Safety in Sumberejo Village, Magelang Regency Herawati, Maria Marina; Handoko, Yoga Aji; Sutrisno, Alfred Jansen; Maria, Maria; Simamora, Liska; Yuliawati, Yuliawati; Nuswantara, Bayu; Simanjuntak, Bistok Hasiholan
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 2 (2024): June
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i2.655

Abstract

Food safety is the condition and effort needed to prevent food from three possible contaminations, namely: biological, chemical and other contamination that can disturb, harm and endanger human health. Sumberejo Village is a Partner of Faculty of Agriculture and Business, Universitas Kristen Satya Wacana. Sumberejo Village has potential resources in the form of vegetables. It is supported by climate and temperature conditions that are suitable for vegetable production. One of the superior commodities produced in Sumberejo Village is beetroot fruit. Processing agricultural products into processed food products is an effort to increase economic value when prices fall or during harvest time. Processing beet tubers into processed products such as cookies, beetroot tea bags, cakes are one way to reduce losses due to falling prices and increase the selling value of beet tubers. Knowledge and safe food processing practices are very necessary in food processing activities. Through food safety education activities, it is hoped that the women farming community in Sumberejo village will be able to process beet tubers in accordance with the concept of food safety. The aim of this Community Service activity is to provide knowledge and understanding of female farmers in Sumberejo Village regarding food safety and efforts to prevent contamination during food processing and producing food that is safe for consumption by the community. Based on the results of implementing safety education activities in Sumberejo Village, it can be concluded that there has been an increase in knowledge about food safety. It can be seen in the results of the questionnaire that knowledge about food safety is important because it concerns health
Physical, Chemical, and Organoleptic Characterization of Beetroot Leather (Beta vulgaris L.) with Additional CMC and Carrageenan Pandeirot, Bellarose Novelia Kristina; Handoko, Yoga Aji
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 11 No. 4 (2022): Desember 2022
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v11i4.549-560

Abstract

The beetroot leather with CMC (Carboxyl Methyl Cellulose) or carrageenan as a binder resulted in beetroot leather with a dense clay texture and a good level of plasticity. Based on the benefits and content of beetroot and the addition of CMC and carrageenan, this research tries to characterize beetroot leather's physicochemical and organoleptic characteristics from various concentrations and types of thickening agents. This study was arranged in RBD (Randomized Block Design) with 6 treatments and 4 repetitions. CMC was expressed as factor X and carrageenan as factor Y with each concentration level (0.1%; 0.3%; 0.5%). Beetroot leather was tested physically, chemically, shelf life, and organoleptically. Physical tests include color and texture tests. Chemical tests include moisture, ash, antioxidant capacity, and total sugar. The data from observing physical and chemical properties were processed using the ANOVA (Analysis of Variance) method, further tested using DMRT (α=5%) and organoleptic using the Likert scale. The best treatment was found in X1Y1 (CMC 0.1%), which has good physicochemical content with a hardness level of 173.13g, deformation 2.07mm, dark purplish gray color, moisture content 15.72%, ash content 5.23%, total sugar 67.82%, and antioxidants 42.06%. Beetroot leather is easy to consume and has the best hardness level with a moisture content that is not too high, so it is not easily damaged. The organoleptic test showed that the respondents could not distinguish the five treatments and expressed their liking for all beetroot leather products.Keywords:  Beetroot leather, CMC, Carrageenan, Characterization, Organoleptic
THE FORMULATION OF “ZILLICUM TEA” FROM GINGER (Zingiber officinale var. amarum), STAR ANISE (Illicium verum), AND LEMONGRASS (Cymbopogon citratus) TOWARD ANTIOXIDANT ACTIVITIES AND HEDONIC ACCEPTABILITY Manao, Nancy Felicia; Handoko, Yoga Aji
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 12 No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v12i1.2504

Abstract

Zillicum tea is an innovations herbal tea product formulated from combination of three plants: ginger, lemongrass, and star anise. These three plants were selected for their functional value, particularly their antioxidant compounds. The purpose of this research was to determine the effect of antioxidant activity and hedonic acceptability properties of the three combinations of Zillicum tea formulation, and to identify the best of formulation based on these parameters. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments(the combination of ginger, star anise, and lemongrass), specifically F1, F2, F3, F4 with five replications. Antioxidant activity and organoleptic properties are the primary parameters, while moisture content and total plate count test are supporting parameters. The result F4 formulations exhibited antioxidant activity of 54.41% inhibition (p < 0.05), which was significantly higher than that of F1 (33.20%), F2 (39.86%), and F3 (43.00%). Furthermore, the organoleptic taste score of F4 (5.28 ± 1.27) was also significantly greater comparased to the other formulations.
Batik Warna Alam untuk Konservasi Lingkungan: Edukasi Siswa Sekolah Dasar di Desa Wisata MENARI, Kabupaten Semarang Handayani, Widhi; Handoko, Yoga Aji
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.739

Abstract

Berbagai kerusakan lingkungan hidup yang berdampak negatif dalam kehidupan masyarakat menuntut diupayakannya pendidikan lingkungan hidup sejak dini. Salah satu bentuk pendidikan lingkungan hidup sejak dini adalah memperkenalkan batik warna alami melalui pelatihan membatik di Desa Wisata MENARI, Ngrawan, Kabupaten Semarang. Desa wisata ini merupakan salah satu kelompok binaan ASTRA yang mendedikasikan upaya pelestarian berbagai kesenian tradisional. Batik dipilih karena ia merupakan warisan budaya Indonesia, motifnya melibatkan keanekaragaman hayati, dan dapat memberikan pengetahuan tentang jenis-jenis kekayaan hayati yang potensial digunakan sebagai pewarna alami untuk batik. Oleh sebab itu, kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pelatihan membatik bagi siswa kelas SD. Pelatihan diikuti oleh 120 siswa kelas IV SDIT Permata Bunda dari Demak dengan metode eksperiensial yang dilakukan dalam dua tahap, yaitu (1) pemaparan materi; dan (2) praktik membatik dan pewarnaan dengan pewarna alami.  Para peserta mengikuti pelatihan dengan antusias, dan hasilnya berupa kain batik yang diwarnai dengan Secang dan Tingi dapat mereka bawa pulang.  Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebelumnya para peserta pelatihan ini sudah pernah belajar membatik dengan pewarnaan sintetis. Ada berbagai alasan mereka mengikuti pelatihan ini, dan yang paling banyak dikemukakan adalah bahwa (1) mereka ingin belajar membatik; (2) membatik adalah kegiatan yang menyenangkan; (3) mengikuti program sekolah.  Meski demikian, ada sedikit (3%) yang mengikuti pelatihan membatik untuk melestarikan budaya bangsa.  Hasil post-test menunjukkan bahwa 79% dari peserta sudah memahami proses membatik.  Pelatihan membatik ini diharapkan akan dapat menumbuhkan kecintaan siswa SD dalam melestarikan lingkungan hidup, yaitu keanekaragaman hayati, sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia.
MENUMBUHKAN SEKOLAH HIJAU: PELATIHAN URBAN FARMING DAN EDUKASI LINGKUNGAN UNTUK MENDUKUNG SEKOLAH ADIWIYATA Zendrato, Yuniel Melvanolo; Sheliena, Esther; Ningrum, Priskilah Febi Widya; Simanjuntak, Bistok Hasiholan; Handoko, Yoga Aji; Zai, Novice Enrich; Saputra, Delfio Arga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34706

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama dalam implementasi Program Adiwiyata di sekolah adalah terbatasnya kapasitas guru dalam mengintegrasikan praktik pertanian perkotaan (Urban farming) dan pengelolaan sampah organik ke dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan sekolah hijau melalui pelatihan urban farming dan edukasi lingkungan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan penyuluhan urban farming, pelatihan dan praktik langsung budidaya hortikultura pada polybag dan microgreen, serta pembuatan kompos dan eco-enzym untuk mendukung sekolah dalam program Adiwiyata. Sasaran Mitra kegiatan adalah 25 guru dari SDK 01 Salatiga dan SDK 04 Eben Haezer Salatiga dua sekolah mitra. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta kuesioner kepuasan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada berbagai indikator, antara lain keterampilan pembuatan microgreen (89,12%), keterampilan pembuatan eco-enzym (71,47%), serta pengetahuan model budidaya pertanian perkotaan di sekolah (70,59%). Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru rata-rata 58,60% dan menumbuhkan motivasi tinggi untuk menerapkan serta mengembangkan praktik ramah lingkungan di sekolah.Abstract: The main problem in implementing the Adiwiyata Program in schools is the limited capacity of teachers to integrate urban farming practices and organic waste management into their learning activities. This community service activity aimed to improve teachers' knowledge and skills in developing green schools through urban farming and environmental education. The methods used include socialization and counseling of urban farming, training, and direct practice in horticultural cultivation in polybags and microgreens, as well as compost and eco-enzyme production to support schools in the Adiwiyata program. The target of this program is to involve 25 teachers from partner schools.The activity partners were 25 teachers from SDK 01 Salatiga and SDK 04 Eben Haezer Salatiga. Evaluation was conducted through pre- and post-tests as well as participant satisfaction questionnaires. The results showed a significant increase in various indicators, including microgreen cultivation skills (89.12%), eco-enzyme production skills (71.47%), and knowledge of urban agricultural cultivation models in schools (70.59%). Overall, this activity succeeded in increasing teachers' knowledge and skills by an average of 58.60% and fostering high motivation to implement and develop environmentally friendly practices in schools.
Arahan Sistem Pertanian Ideal Berbasis Potensi Sumberdaya Lahan: Komponen Dasar Cukilan Smart Village Andree Wijaya Setiawan; Bistok Hasiholan Simanjuntak; Yoga Aji Handoko; Yohanes Hendro Agus; Lasmono Trisunaryanto; Maria Maria; Adi Nugroho; Johan Jimmy Carter Tambotoh
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 27, No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v27i2.4812

Abstract

In recent years, the concept of smart villages has gained increasing prominence as a means of encouraging sustainable development in rural areas. This is particularly relevant in the agricultural sector, where the potential of land resources is crucial. Cukilan Village, located in Suruh District, Semarang Regency, Central Java, is primarily an agricultural area, with over 80% of its land designated for agricultural purposes. The village government has expressed a desire to develop Cukilan as a smart village through an FGD process. Based on this background, a community service program was implemented with the aim of designing Cukilan Village as a smart village in stages, to enhance economic growth and prosperity by leveraging the potential of agricultural resources and human resources, as well as accelerating the village development process. The method for implementing this PKM (Community Service) program utilized the Assets-Based Community Development (ABCD) approach, which involved outreach, discussion, mapping of agroecological zones, as well as land suitability and evaluation. As a result of this initiative, the Cukilan Village government received guidance for an ideal agricultural system based on land resource potential, which serves as a basic component towards the realization of Cukilan Smart Village.
The Konservasi dan Promosi Keanekaragaman Flora Lokal Desa MENARI Kabupaten Semarang Berbasis Sistem Informasi Digital QR Code: Konservasi dan Promosi Keanekaragaman Flora Lokal Desa MENARI Kabupaten Semarang Berbasis Sistem Informasi Digital QR Code Yoga Aji Handoko; Widhi Handayani; Damara Dinda Nirmalasari Zebua; Syahrul Neeza Aryana Nugroho; Immanuel Tegar Riven; Yohanes Hasiholan Parhusip; Aditya Dwi Kurniawan; Charlotte Putri Bandono; Sepdi Syarofina; Zuyana Yemima Galingging; Caterine Caterine
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.971

Abstract

Desa MENARI yang terletak di bagian timur kaki Gunung Telomoyo merupakan brand desa wisata yang berasal dari akronim dari “Menebar Harmoni, Merajut Inspirasi, Menuai Memori”. Sejak berdirinya pada tahun 2007, desa wisata ini merupakan laboratorium sosial dengan program dan kegiatan yang unik berupa konservasi permainan tradisional, tarian tradisional, dan kesenian tradisional lainnya.  Mereka mengemas program dan kegiatan tersebut dalam bentuk paket wisata, termasuk di dalamnya paket wisata menikmati ekologi alam pedesaan hingga aktivitas pertanian masyarakat desa. Namun demikian, ketersediaan dan strategi penyampaian informasi dan pengetahuan mengenai tanaman budidaya maupun flora lokal pada saat kunjungan lapangan para wisatawan dirasakan belum memadai dan belum lengkap. Tujuan utama PKM ini adalah mewujudkan Desa Wisata MENARI yang berkelanjutan melalui konservasi dan promosi KEHATI berbasis sistem informasi digital QR Code melalui Papan Edukasi Flora Lokal. Metode yang digunakan meliputi: eksplorasi dan identifikasi flora lokal, focus group discussion melalui sosialisasi dan sarasehan, pelatihan, pendampingan promosi dan evaluasi kegiatan. Hasil yang dicapai dalam kegiatan PKM ini meliputi: produk papan edukasi yang berbasis QR-Code; peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap konservasi flora lokal; peningkatan manajemen promosi Desa Wisata MENARI yang berimplikasi pada peningkatan pendapatan masyarakat, seperti studi konservasi lingkungan desa yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan, Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon dan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro. Kegiatan tersebut secara langsung memberikan pendapatan Desa MENARI, meskipun nominal pendapatannya yang belum besar. Berdasarkan tujuan, metode atau pendekatan yang dilakukan dalam mencapai tujuan, serta hasil-hasil kegiatan, maka program konservasi dan promosi keanekaragaman hayati, khususnya flora lokal Desa Menari–Ngrawan dalam bentuk papan edukasi flora berbasis sistem informasi digital QR Code dapat dilanjutkan secara kontinyu.
Pengaruh Penambahan Pektin Kulit Markisa Kuning (Passiforaedulis flavicarpa) Terhadap Karakteristik Virgin Coconut Oil Benedictus Oka; Yoga Aji Handoko
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i1.6146

Abstract

Kendala yang ditemui dalam pembuatan VCO adalah biaya yang tinggi dan waktu yang lama dalam proses pembuatannya. Berdasarkan adanya kendala tersebut, maka diperlukan alternatif pengolahan VCO. Salah satu alternatif ekstraksi VCO adalah dengan penambahan pektin kulit markisa pada santan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi penambahan pektin pada santan terhadap karakteristik VCO dan menentukan konsentrasi pektin terbaik terhadap kualitasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan percobaan yang dilakukan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan lima kali perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah kontrol (santan tidak ditambahkan pektin), penambahan pektin kulit markisa kuning ke santan dengan takaran 1,5 %, 2,5%, 3,5%, dan 4,5% dari bobot santan. Parameter yang diukur antara lain yield pektin, kadar air, rendemen, asam lemak bebas, asam laurat, dan organoleptik. VCO terbaik terdapat pada perlakuan 1,5%, dimana kadar air yang terlarut dalam minyak 0%, rendemen minyak yang dihasilkan 29,8%, kandungan asam lemak bebas 0,098%, kandungan asam laurat 49,35%, dan karakteristik organoleptik berwarna bening dan rasa khas kelapa sesuai dengan standar yang ditetapkan pada SNI 01-7381:2008, juga terdapat aroma khas markisa.  
 Isolasi dan Purifikasi Bakteriofag Sebagai Agen Pengendalian Hayati Busuk Hitam pada Tanaman Brokoli (Brassica oleracea var. italica): Isolation and Purification of Bacteriophage as a Biological Control Agent for Black Rot in Broccoli Plants (Brassica oleracea var. italica) Fransiska Mallisa; Yoga Aji Handoko
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 2 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/6k7mkp84

Abstract

Penyakit busuk hitam (black rot) yang disebabkan oleh Xanthomonas campestris pv. campestris (Xcc) merupakan salah satu kendala utama dalam produksi brokoli. Keterbatasan efektivitas pestisida kimia serta risiko munculnya resistensi bakteri mendorong perlunya pengembangan agen pengendalian hayati, salah satunya bakteriofag. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan memurnikan bakteriofag yang memiliki kemampuan litik terhadap Xcc dari sampel tanah di lahan brokoli bergejala busuk hitam di Dusun Pasengan Ngisor, Desa Tejosari, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Proses isolasi dilakukan menggunakan metode plaque assay pada media nutrient agar. Tahap purifikasi dilakukan dengan infeksi ulang. Penelitian menunjukkan bahwa dari hasil isolasi ditemukan bakteriofag yang mampu melisiskan sel bakteri Xcc dan hasil purifikasi mengindikasikan kestabilan dan konsistensi aktivitas litik bakteriofag terhadap Xcc. Temuan ini menunjukkan bahwa bakteriofag Xcc berpotensi sebagai agen biokontrol penyakit busuk hitam. Black rot disease is caused by Xanthomonas campestris pv. campestris (Xcc) is one of the main obstacles in broccoli production. The limited effectiveness of chemical pesticides and the risk of bacterial resistance have prompted the need to develop biological control agents, one of which is bacteriophages. This study aims to isolate and purify bacteriophages that have lytic ability against Xcc from soil samples in broccoli fields with black rot symptoms in Pasengan Ngisor, Tejosari village, Ngablak Sub-district, Magelang District, Central Java. The isolation process was carried out using the plaque assay method on nutrient agar media. The purification stage was carried out by re-infection. The study showed that the isolation results found bacteriophages capable of lysing Xcc bacterial cells, and the purification results indicated the stability and consistency of the bacteriophage's lytic activity against Xcc. These findings indicate that Xcc bacteriophages have the potential to be used as a biocontrol agent for black rot disease.
Pemberdayaan Kelompok Tani untuk Penguatan Manajemen Lahan dan Agribisnis Hortikultura di Desa Jeruk Kabupaten Boyolali Bistok Hasiholan Simanjuntak; Yoga Aji Handoko; Donna Setiawati; Priskilah Febi Widya Ningrum; Esther Sheliena; Alfred Jansen Sutrisno; Damara Dinda Nirmalasari Zebua; Dina Rotua Valentina Banjarnahor; Suprihati
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2866

Abstract

Jeruk Village, Selo Subdistrict, Boyolali Regency, is a highland agricultural area facing challenges such as sloping land erosion, low conservation knowledge, limited climate adaptation, and weak bargaining power of farmers. The Community Empowerment Program by Students (PMM) through Community Service Program (KKN) was implemented to empower the Bangun Tani 2 and Tani Mulyo 2 Farmer Groups by involving 32 Agrotechnology and Agribusiness students from Satya Wacana Christian University in September–October 2025. Activities included socialization, environmentally friendly technology training, mentoring, soil block making, biopesticide and biofertilizer production, education on sloping land conservation using terraced models, as well as post-harvest training and digital marketing. The evaluation showed an increase in farmers' understanding and skills based on pre-test and post-test scores. This program enhances farmers' independence, reduces dependence on external inputs, promotes product value addition, and expands market access through digital platforms, thereby potentially becoming a sustainable empowerment model for highland regions.
Co-Authors Adi Nugroho Aditya Dwi Kurniawan Adminarwati Hulu Adminarwati Hulu Alfred Jansen Sutrisno Alvira Tuttan Dwi Maharani Andree Wijaya Setiawan Andrianto, Kurniawan Apria Ajeng Winanti Arita Putri Handayani Arita Putri Handayani Bayu Nuswantara Bellarose Novelia Kristina Pandeirot Bellarose Novelia Pandeirot Benedictus Oka Bistok Hasiholan Simanjuntak Brian Jordan Zendrato Briliani Ayu Arianita Caterine Caterine Charlotte Putri Bandono Chelsy Natalia Putirulan Christhoperus William Vincent Sucipto Christiani Yasmine Christina Ari Pramono Putri Damara Dinda Nirmalasari Zebua David Richard Hendarto Deshinta Tri Murty Archery Desy Mar’atul Fadlilah Dina Rotua Valentina Banjarnahor Donna Setiawati Dwi Septian, Bagas Eko Wahyu Widiyatmoko Eko Wahyu Widiyatmoko Elen, Sisilia Elisa Esterelita Elvi Fitriani Simarmata Erlitha Rahmawati Faisalma, Mohamad Wega Fransiska Mallisa Gabriella Desnata Yoan Anarki Gideon Febby Prima Andhika Gilang Andi Nugroho Haloho, Megawati Hendrik Johannes Nadapdap Hildegardis Vania Santika Hulu, Adminarwati Immanuel Tegar Riven Indrabayu Indriatmoko Indriatmoko Ivan Tjahja Pranata Jatiningrum, Setia Humani Jayanti, Malta Puspita Jennifer Larisa Liem Johan Jimmy Carter Tambotoh Krisdania Agaperesa Lasmono Trisunaryanto Liem, Jennifer Larisa Liska Simamora Lois Hintanara Shine Tanggara Manao, Nancy Felicia Maria Maria Maria Maria Maria Maria Maria Maria Marina Herawati Megawati Haloho Murtiwulandari Murtiwulandari Nokabun, Karolus Yubel Novani Wahyu Khristanti Novia Dewi Permatasari Nugraheni Widyawati Olsen O Pramana Panadi, Danendra Guido Pandeirot, Bellarose Novelia Kristina Paulya Eltje Leihitu Peli Rodo Pranata, Ivan Tjahja Pratiwi, Vera Handi Priskilah Febi Widya Ningrum Putra, Imanuel Trisya Rannes Ran Nes Rendha Kinasih Rony, Zahara Tussoleha Saputra, Delfio Arga Sepdi Syarofina Shinta Sugiarti Simanjuntak, istok Hasiholan Sisilia Elen Subagyo, Ni Jeni Fanira Sucipto, Christhoperus Vincent Sugiarti, Shinta Suprihati Suprihati Suprihati Surya Seno Pamungkas Syahrul Neeza Aryana Nugroho Teresha Elena Permata Theresa Dwi Kurnia Tinjung Mary Prihtanti Vania Putri Santoso Velian Sandy Wardana Wamilia Yulianingsih Wamilia Yulianingsih Widhi Handayani Widhi Handayani Yasmine, Christiani Yayi Suryo Prabandari Yetero Hendikus Hulu Yohanes Hasiholan Parhusip Yohanes Hendro Agus Yohanes Hendro Agus Yuli Kristiyanto Yulianingsih, Wamilia Yuliawati Yuliawati Yulius Adi Kristiawan Zai, Novice Enrich Zendrato, Yuniel Melvanolo Zuyana Yemima Galingging