Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN PETANI KOPI MELALUI PENGUATAN KAPASITAS DALAM PENGOLAHAN HASIL KOPI DI DESA GENTENG, KECAMATAN SUKASARI, KAB. SUMEDANG APSARI, NURLIANA CIPTA; GUTAMA, ARIE SURYA; NURWATI, NUNUNG; WIBOWO, HERY; RESNAWATY, RISNA; DARWIS, RUDI SAPRUDIN; SANTOSO, MEILANNY BUDIARTI; HUMAEDI, SAHADI
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.565 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14346

Abstract

Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, merupakan daerah pegunungan dan perbukitan, termasuk dalam kategori dataran tinggi dengan ketinggian tempat 800-1200 mdpl. Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, merupakan daerah pegunungan dan perbukitan, termasuk dalam kategori dataran tinggi dengan ketinggian tempat 800-1200 mdpl. Salah satu potensi yang dimiliki oleh Desa Genteng adalah pada sektor perkebunan yaitu kebun kopi, yang telah menjadi menjadi roda perekonomian dalam menopang kehidupan bermasyarakat. Berdasarkan hasil assessment lapangan mengenai kondisi masyarakat akan ketersediaan kegiatan pelestarian lingkungan hidup, maka dapat ditinjau bahwa masyarakat belum memiliki kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup atas dasar hasil dari kegiatan perekonomian masyarakat sehingga memungkinkan terjadinya kesinambungan antara kegiatan perekonomian masyarakat dengan pelestarian lingkungan hidup.Dalam hal ini, maka potensi untuk pengendalian stabilitas lingkungan hidup dapat ditelaah dari keadaan mayoritas mata pencaharian warga yang didominasi oleh Petani Kopi. Mitra tidak mampu memasarkan secara maksimal hasil kopi, salah satu kendala yang dirasakan oleh mitra adalah kemasan produk yang kurang memadai. Selain itu mitra juga berikeinginan untuk dapat mengolah biji kopi menjadi kopi yang siap saji dengan kualitas yang bagus. Maka dapat ditinjau bahwa perlu diadakannya program Pengabdian Kepada Masyarakat melalui kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Petani Kopi Melalui Penguatan Kapasitas Dalam Pengolahan Hasil Kopi di Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang.
ANALISIS EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM COMMUNITY DEVELOPMENT SEBAGAI BENTUK CORPORATE SOCIAL RENSPOSIBILITY OLEH PT. CHEVRON DI KABUPATEN GARUT Rivani, Rivani; Resnawaty, Risna
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.253 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i1.14221

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan utama untuk mengetahui sejauh mana efektivitas pelaksanaan program community development sebagai bentuk corporate social responsibility oleh PT. Chevron di Kabupaten Garut.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey dengan jenis penelitian deskriptif analisis. Populasi penelitian ini adalah seluruh KK yang ada di Desa Padaawas, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, yang berjumlah 1133 orang KK. Sedangkan ukuran sampel berjumlah 43 orang KK, dengan teknik pengambilan sampel dengan cara proportionate random sampling. Pengumpulan data meliputi studi pustaka dan penelitian lapangan dengan cara observasi, wawancara, dan pengisian kuesioner. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan dukungan tabel frekuensi dan garis interval untuk intepretasi kategori.Hasil dari perhitungan akumulasi jumlah skor dan garis interval didapat bahwa efektivitas pelaksanaan program community development oleh PT.Chevron berada pada kategori “tidak baik” dengan jumlah skor 1301. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program ini belum efektif. Hal-hal yang masih kurang optimal dalam pelaksanaan program ini adalah fasilitasi kerja sama akses pada bidang ekonomi maupun sosial. Sedangkan Hal yang sudah efektif adalah pembangunan struktur infrastruktur berupa jalan, renovasi gedung, fasilitas air bersih, dsb.
Community Driven Development Dalam Implementasi Corporate Social Responsibility oleh PT. Pertamina Subang Resnawaty, Risna; DARWIS, Rudi Saprudin
Share : Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.277 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i1.16426

Abstract

ABSTRAKImplementasi CSR oleh badan usaha milik negara sering dianggap sebagai program bantuan sukarela. Tapi tidak demikian dengan program CSR yang dilakukan oleh PT. Pertamina field Subang. Program CSR pada awalnya lebih didominasi oleh program insidental yang berangsur-angsur bergerak menuju pemberdayaan masyarakat. Program pengelolaan sampah menjadi salah satu andalan dalam pelaksanaan CSR di Dusun Dangdeur Kabupaten Subang yang berupaya untuk memberdayakan masyarakat.Community Driven Development (CDD) adalah sebuah konsep yang dapat menjelaskan upaya dan inisiatif masyarakat dalam melaksanakan pengembangan masyarakat. Program CDD sebagai implementasi CSR ini diinisiasi oleh perusahaan, kemudian perusahaan melibatkan dan melatih masyarakat agar bisa mengendalikan proses pengembangan masyarakat secara mandiri, melalui penggunaan aset sumber daya dan membuat keputusan pengambilan wewenang langsung dalam menentukan keberlangsungan program dan pencapaian tujuan bersama dalam masyarakat tersebut.Keywords: community development, community Driven Development, CSR.
PENGEMBANGAN KAPASITAS KELOMPOK KOPERASI CIPACING MANDIRI MELALUI PEMASARAN ONLINE DALAM MENGHADAPI PERDAGANGAN GLOBAL Resnawaty, Risna; Krisnani, Hetty; Mulyana, Nandang
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.25338

Abstract

Desa Cipacing merupakan salah satu desa di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Desa ini dikenal sebagai desa para pengrajin yang memiliki keterampilan dalam mengolah bahan baku kayu menjadi kerajinan yang telah dipasarkan di tingkat lokal, nasional bahkan internasional. Dengan berlangsungnya Asean-China Free Trade Area, beberapa pengrajin desa Cipacing mengalami kesulitan untuk terus bertahan sebagai pengrajin sebab daya saing yang cukup kuat datang dari kerajinan yang membanjiri pasar lokal yang berasal dari negeri Cina. Dalam konteks pengembangan masyarakat, terdapat salah satu pendekatan yang menekankan pada kekuatan yang dimiliki oleh sebuah komunitas. Komunitas pengrajin Desa Cipacing memiliki karakteristik yang unik, yaitu adanya kemitraan local antara Bandar pengrajin. Penguatan dan pengembangan institusi lokal yang ada di Desa Cipacing dapat diarahkan untuk didirikannya social enterprise berbasis komunitas yang akan memberikan dukungan pada aktifitas ekonomi maupun penyelesaian masalah social yang dihadapi masyarakat. Dengan demikian, langkah yang dapat ditempuh adalah memberikan pelatihan dan pendampingan pada lembaga local di masyarakat agar kapasitas pengrajin Desa Cipacing mampu bersaing dalam pasar global. 
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN BIDANG LINGKUNGAN Feronika, Ester Sarah; Silva, Khairani Rahma; Raharjo, Santoso Tri; Resnawaty, Risna
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.28557

Abstract

Perjalanan Corporate Social Responsibility (CSR) di dunia sejak tahun 1970-an telah mengalami banyak perkembangan, sebagaimana pula di Indonesia. CSR kini tidak lagi hanya sekedar etika bisnis semata, tetapi CSR telah payung dan berkembangan dengan berbagai pendekatan baik politik, ekonomi, maupun kepentingan sosial. Seringkali CSR hanya menjadi salah cara untuk memperkuat citra perusahaan, atau kepentingan politik sebuah brand tertentu. Salah satu isu yang ditangani kepedulian Progam CSR adalah mengatasi persoalan lingkungan, baik mengatasi kerusahan lingkungan maupun  pemeliharaan lingkungan; selain isu peningkatan sumber daya manusia di bidang pendidikan, peningkatan usaha ekonomi, dan dukungan kesehatan. Beragam cara implementasi CSR diterapkan dengan berbagai jenis inovasinya masing-masing demi manfaat bagi lingkungan sekitar. Umumnya, bentuk CSR dapat berupa penggalangan dana, pemberian bantuan fasilitas, atau sarana dan prasarana pendukung untuk kemajuan sebuah kawasan atau komunitas tertentu. Upaya CSR pelestarian lingkungan dilakukan khususnya pada industri ekstraktif,  yaitu perusahaan yang beroperasi dengan memanfaatkan sumber daya alam. Mereka berupaya meminimalisasi dampak kerusakan yang timbul pada kerusakan kelestarian lingkungan, yang mungkin dapat mengganggu kehidupan sosial masyarakat. Eksploitasi yang yang belerbihan akan merusak ekosistem, hingga akhirnya dapat mengancam kegiatan perekonomian masyarakat. Pemerintah di setiap negara mendorong pada setiap perusahaan/ industri ekstraktif untuk melakukan tanggung jawab sosialnya dalam bidang lingkungan, sehingga di masa depan akan semakin banyak perusahaan peduli terhadap lingkungan. Begitu pentingnya isu lingkungan, sebagian besar pemerintahan di berbagai negara mengeluarkan berbagai kebijakan khusus berkenaan implementasi CSR peduli lingkungan. The journey of Corporate Social Responsibility (CSR) in the world since the 1970s has experienced many developments, as well as in Indonesia. CSR is no longer just a mere business ethics, but CSR has been an umbrella and developed with variou s approaches both political, economic, and social interests. Often CSR is just a way to strengthen the company's image, or the political interests of a particular brand. One of the issues addressed by CSR Program concerns is overcoming environmental proble ms, both overcoming environmental problems and environmental preservation; in addition to the issue of increasing human resources in the field of education, increasing economic effort, and health support. Different ways of implementing CSR are implemented with different types of innovations each for the benefit of the surrounding environment. Generally, the form of CSR can be in the form of fundraising, providing assistance facilities, or supporting facilities and infrastructure for the progress of a partic ular region or community. Environmental conservation CSR efforts are carried out especially in extractive industries, namely companies that operate by utilizing natural resources. They try to minimize the impact of damage arising from damage to environment al sustainability, which may be able to disrupt people's social lives. Excessive exploitation will damage the ecosystem, which in turn can threaten the economic activities of the community. The government in each country encourages each extractive company / industry to carry out its social responsibilities in the environmental field, so that in the future more and more companies will care about the environment. Once the importance of environmental issues, most governments in various countries issued various specific policies regarding the implementation of CSR care for the environment 
PERAN INSTITUSI LOKAL DALAM KEGIATAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT: KASUS PUNGGAWA RATU PASUNDAN DALAM PROGRAM DESA WISATA DI DESA SUKARATU KECAMATAN GEKBRONG KABUPATEN CIANJUR Rudi Saprudin Darwis; Risna Resnawaty; Maulana Irfan; Apep Risman
Share : Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.773 KB) | DOI: 10.24198/share.v6i2.13213

Abstract

Pengembangan masyarakat merupakan suatu aktivitas yang direncanakan guna meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui program-program yang mampu mengembangkan potensi yang dimiliki dan menggunakan institusi lokal sebagai wadah aktivitas kolektifnya. Penelitian ini ditujukan untuk menggambarkan peran institusi lokal dalam program Desa Wisata di Desa Sukaratu Kecamatan Gekbrong Kabupaten Bandung yang telah mampu menarik partisipasi aktif masyarakat untuk menjadi pelaku utama dalam pengelolaan kegiatan wisata. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi kasus. Adapun kasus yang dijadikan subyek studi adalah kasus Punggawa Ratu Pasundan (PRP) sebagai institusi lokal yang dibentuk dalam program desa wisata di Desa Sukaratu, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur. Gambaran mengenai peranan institusi lokal dalam pengembangan masyarakat akan dideskripsikan melalui empat peranan yang dilakukan PRP dalam aktivitas pengembangan desa wisata di Desa Sukaratu, yaitu fasilitatif, mediasi, penyampai informasi, dan pendayagunaan gotong royong. Hasil penelitian menunjukan peran fasilitatif dilaksakan oleh PRP dalam menjaring berbagai aspirasi masyarakat dan anggotanya. Peran mediasi dilakukan oleh PRP dalam ranah penyelesaian konflik-konflik yang terjadi didalam organisasi. Peran PRP sebagai penyampai informasi sering dilakukan dalam rapat mingguan guna terus menjaga konsisitensi organisasi dalam mengedukasi masyarakat. Peran terakhir adalah peran PRP dalam mendayagunakan gotong royong masyarakat, peran ini dilakukan dengan mewadahi kegiatan-kegiatan gotong royong masyarakat dan menyalurkannya melalui kegiatan-kegiatan pembangunan yang menyangkut kepentingan umum. Namun suksesi kepengurusan yang tertunda-tunda, hilangnya sosok tokoh masyarakat yang menjadi salah satu penggerak, dan kurangnya dukungan dari pemerintah setempat menyebabkan vakumnya kepengurusan PRP, sehingga kegiatannya agak tersendat. Atas dasar hasil studi ini maka direkomendasikan bahwa untuk merealisasikan suksesi organisasi oleh masyarakat secara independen dan mandiri agar kegiatan pegelolaan wisata Desa Sukaratu dapat berlanjut secara optimal.
PEMBERDAYAAN EKONOMI LOKAL MELALUI PELATIHAN PERENCANAAN BISNIS UNTUK WIRAUSAHA PEMULA Risna Resnawaty; Nurliana Cipta Apsari; Budhi Wibhawa; Sahadi Humaedi
Share : Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.495 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i1.13058

Abstract

Pembangunan masyarakat saat ini berlandaskan paradigma bottom up, sebuah pemahaman pembangunan yang tidak hanya berangkat dari bawah, namun paradigma ini juga memiliki arti bahwa masyarakatlah yang mengendalikan pembangunan. Dalam kegiatan PKM ini, tim berusaha mengajak masyarakat untuk dapat mengenali, memahami kondisi-kondisi aktual dalam masyarakat; dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan PKM yang diawali dengan proses assessment bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi ekonomi lokal yang ada di lingkungan masyarakat, sehingga dapat memanfaatkan potensi tersebut secara maksimal, selain itu dengan adanya PKM ini juga, kapasitas masyarakat dapat ditingkatkan terutama pengetahuan dan pemahaman mengenai wirausaha kepada masyarakat.Berdasarkan hasil pemetaan/assessment diketahui bahwa Desa Sukarasa tidak hanya memiliki potensi alam yang melimpah, namun didukung pula oleh sumber daya manusia yang terampil terutama dalam kerajinan tangan dan olahan makanan. Walaupun demikian kondisi kehidupan masyarakat, terutama pada aspek ekonomi belumlah memadai, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kondisi kualitas SDM yang masih rendah dan infrastruktur desa yang juga belum memadai. Sebagai contoh masyarakat pelaku industri kerajinan tangan dan olahan makanan belum mampu untuk menghasilkan produk yang ‘berbeda’ dan berkualitas bagus sehingga memiliki nilai jual tinggi. Dengan pertimbangan dari berbagai kondisi tersebut, maka kegiatan PKM ini diarahkan pada aspek ekonomi dengan menyelenggarakan pelatihan yang bertemakan “Pemberdayaan Ekonomi Lokal Melalui Pelatihan Perencanaan Bisnis Untuk Wirausaha Pemula”.Hasil dari kegiatan pelatihan tersebut, nampak bahwa warga lebih termotivasi untuk melakukan kegiatan wirausaha, sebab masyarakat sudah memahami mengenai strategi usaha terutama mengenai pemasaran, dan masyarakat berharap kegiatan serupa dapat dilakukan kembali di Desa Sukarasa.
PELAKSANAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT. INDONESIA POWER UPJP KAMOJANG Cita Insaniah Muhammad; Santoso Tri Raharjo; Risna Resnawaty
Share : Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.681 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i2.20080

Abstract

ABSTRACT The concept of corporate social responsibility has been around for thousands of years. The concept of corporate social responsibility has increasingly developed at the beginning of the industrial revolution which began to focus on the problem of corporate responsibility. The implementation of CSR is considered as an effort to create good companies in the public eye. John Elkinkon through the concept of "3P" (profit, people and planet) as a way for companies to survive by making a positive contribution to society (people) and actively taking part in preserving the environment (planet). Budimantara also explained the type of CSR implementation, namely community relations, community services, and community empowering. This study uses the literature study method as an analytic tool. The data used are primary data from interviews and student data.  ABSTRAK Konsep corporate social responsibility sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Konsep corporate social responsibility  ini semakin berkembang pada awal masa revolusi industri yang mulai berfokus pada masalah tanggung jawab perusahaan. Pelaksanaan CSR dianggap sebagai upaya untuk menciptakan baik perusahaan dimata publik. John Elkinkon melalui konsep “3P” (profit, people, dan planet) sebagai cara bagi perusahaan ingin bertahan dengan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat (people) dan ikut aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan (planet). Budimantara juga menjelaskan tipe pelaksanaan CSR yaitu community relations, community services, dan community empowering. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur sebagai tools analysist. Data yang digunakan data primer dari wawancara dan data sekuder.
Pengetahuan Dan Kesadaran Masyarakat Terhadap Pemenuhan Hak Anak Dengan Disabilitas Di Kabupaten Bandung Barat Risna Resnawaty; Rudi Saprudi Darwis; Agus Wahyudi Riana
Share : Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.368 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i1.20213

Abstract

Artikel ini merupakan hasil riset mengenai tanggapan masyarakat terhadap keberadaan anak dengan disabilitas di lingkungan mereka. Setiap anak dengan kondisi apapun memiliki hak untuk mendapatkan kasih sayang, pendidikan, kesehatan ataupun layanan lainnya tanpa perbedaan dalam hidupnya. Akan tetapi kondisi fisik dan mental membuat anak-anak penyandang cacat berada dalam posisi yang cenderung mendapat perlakuan tidak nyaman seperti pengucilan, dan kekerasan fisik dari masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Orangtua yang memiliki anak penyandang cacat memainkan peran sangat kompleks, oleh karena itu orang tua yang memiliki anak penyandang cacat membutuhkan dukungan dari lingkungannya.Peneliti berasumsi bahwa pengetahuan dan kesadaran orang tua dalam memenuhi kebutuhan anak dengan disabilitas akan mendorong mereka untuk mencari informasi maupun layanan yang optimal bagi tumbuh kembang anak mereka. Sementara itu masyarakat di lingkungan terdekat memiliki kewajiban untuk turut menciptakan lingkungan yang nyaman bagi tumbuh kembang anak dengan disabilitas.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di kabupaten Bandung Barat. Fakta menyebutkan bahwa orang tua memiliki kesadaran dalam memberikan kasih sayang dan memenuhi kebutuhan anak. Namun tingkat ekonomi yang rendah menyebabkan orang tua tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai cara pengasuhan dan mengakses layanan yang terbaik bagi anak. Sementara itu masyarakat belum sepenuhnya sadar mengenai bentuk dukungan yang dapat diberikan bagi anak dengan disabilitas yang ada di lingkungan mereka.
PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL JATINANGOR MELALUI WISATA EDUKASI Nandang Mulyana; Hani Fauziyyah; Risna Resnawaty
Share : Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.367 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i1.13827

Abstract

Jatinangor merupakan kawasan industri yang banyak terdapat perguruan tinggi. Jatinangor menjadi wilayah yang paling banyak didatangi oleh orang dari luar daerah baik itu untuk melanjutkan pendidikannya maupun untuk usaha. Hal ini dikarenakan di Jatinangor terdapat perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa yang besar. Kehadiran pendatang setiap tahun ini menjadi sebuah potensi untuk dimanfaatkan dari pengembangan masyarakat Jatinangor itu sendiri.Salah satu program yang memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh Jatinangor adalah wisata edukasi. Program ini berkaitan dengan tingginya masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang ada di Jatinangor. Wisata edukasi di Jatinangor tersebut juga diarahkan dengan melibatkan masyarakat sekitar kampus yang ada di Jatinangor. Selain itu, wisata edukasi ini juga sebagai salah satu bentuk pengamalan dari tri darma perguruan tinggi yaitu pengebdian kepada masyarakat.Keberhasilan pengembangan ekonomi masyarakt melalui wisata edukasi ini tentunya tidak terlepas dari keterlibatan semua pihak. Pihak perguruan tinggi yang mempunyai sarana dan informasi yang dapat disebarkan kepada masyarakat. Di sisi lain masyarakat juga akan terdongkrak ekonominya dengan terlibat dalam wisata edukasi. Sementara wisatawan akan terbantu dengan informasi yang diterimanya.
Co-Authors Ade Jafar Sidiq Agus Wahyudi Agus Wahyudi Riana Alika, Salsabila Tresna Anita Listyani Anita Listyani, Anita Apep Risman Apep Risman, Apep Aprilia, Nadya Putri Arie Surya Gutama Aufar, Alma Fildzah Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani, Budi Muhammad Cita Insaniah Muhammad Danis Dea Rizky Danis Dea Rizky, Danis Dea Deliarnoor, Nandang Alamsah Dessy Hasanah Dessy Hassanah Eka Maulia Agustine Eka Maulia Agustine, Eka Maulia ELIKA, ELMAGHFIRA PUTRI Fachria Octaviani Fakhriadi, Irham Ahmad Feronika, Ester Sarah Firmansyah, Tendry Gevia Nur Isna Deraputri Gevia Nur Isna Deraputri, Gevia Nur Isna Gina Bunga Nayenggita Hanan, Nabila Amirah Hani Fauziyyah Hani Fauziyyah, Hani Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani, Hetty Hikmah, Arropi In-In Hanidah Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Isnajati, Louisiani Mansoni Khoirunnisa, Regita Lenny Meilany Lenny Meilany, Lenny Lin Aqiela Martha Sintaully Agustine Martha Sintaully Agustine, Martha Sintaully Maulana Irfan Maulana Irfan, Maulana Meilanny Budiarti S. Meilanny Budiarti S., Meilanny Budiarti Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Muhammad Akbar Muhammad Fedryansyah Muhammad Fedryansyah, Muhammad Nandang Alamsah Deliarnoor Nandang Mulyana Nandang Mulyana, Nandang Nandang Muyana Nulhakim, Soni A. Nunung Nurwati Nunung Nurwati Nurdin, M. Fadhil Nurliana Cipta Apsari NURMIATI, Dwi Rahayu Pratama, Yudhistira Anugerah Pristhalia Vernanda Gunawan Putri, Risya Ananda Rahmadani Rahmadani Ricky Michael Rivani, Rivani - RR. Ella Evrita Hestiandari Rudi Saprudi Darwis Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Santoso Tri Raharjo Sarmedi, Sarmedi Sella Khoirunnisa Sella Khoirunnisa, Sella Setiadji, Hidayat Shafira Putri Ramadhani Sidiq, Ade Jafar Silva, Khairani Rahma SINTIA, ARUM Siti Zahara Nur Mega Siti Zahara Nur Mega, Siti Zahara Nur Soni Akhmad Nulhaqim Suleman, Syahputra Adisanjaya Sutrasno Syahputra Adisanjaya Suleman Tri Adi Nugroho, Prasetiyo Wandi Adiansah, Wandi Yasmin Anwar Putri Yasmin Anwar Putri, Yasmin Anwar Yudhistira Anugerah Pratama Yumna Nurtanty Tsamara