Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Oral health literacy improvement among adolescents and toddlers and early detection of toddler oral health as baseline data for empowerment: Study cross-sectional Suwargiani, Anne Agustina; Putri, Fidya Meditia; Hamdani, Ardena Maulidia; Yubiliana, Gilang; Setiawan, Asty Samiaty; Susilawati, Sri; Zubaedah, Cucu; Suryanti, Netty
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 10, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v10i1.68318

Abstract

ABSTRACTIntroduction: Community empowerment is essential in Indonesia due to the limited number of health professionals, their uneven distribution, and the low level of oral health literacy in the population. Empowerment efforts should reach all population groups and align with the Healthy Indonesia 2030 agenda, which emphasizes preventive and promotive services within a continuum of care framework. The aim of this study is to evaluate the improvement of oral health literacy through various empowerment strategies among adolescents, and to conduct early detection of oral health conditions in toddlers as baseline data for empowerment initiatives. Methods: This study used an experimental pretest and posttest design with four community empowerment approaches, including oral health literacy improvement through crossword puzzles and HELD-14 based playing cards, education on cariogenic foods for adolescents and toddlers, early detection of oral health conditions in toddlers, and a 21 day good oral health habit counseling program combined with dental screening for toddlers. Participants were selected using purposive sampling. Inclusion criteria were willingness to participate, ability to read and write, and absence of hearing or speech impairments. Exclusion criteria included absence during the intervention activities and incomplete questionnaire responses or dental examinations. Data were analyzed using the Shapiro Wilk and Kolmogorov Smirnov tests for normality, followed by independent t tests and Mann Whitney tests. Results: Empowerment interventions among adolescent communities using crossword puzzles, HELD-14 based playing cards, education on cariogenic foods, and the 21 day good habit counseling program demonstrated a significant improvement in oral health literacy. Early detection results showed a significant difference in oral health status among toddlers between males and females. Conclusion: Significant differences were observed between pretest and posttest results across the four community empowerment approaches.KEY WORDS:  empowerment, literacy, education, oral health status, continuum of carePeningkatan literasi kesehatan gigi melalui berbagai metode pemberdayaan pada komunitas remaja, balita dan deteksi dini kesehatan gigi anak balita sebagai data dasar pemberdayaan: Studi cross-sectionalABSTRAKPendahuluan: Upaya pemberdayaan masyarakat sangat perlu dilakukan, karena masih terbatasnya tenaga kesehatan di Indonesia dan persebarannya tidak merata serta literasi kesehatan gigi dan mulut di masyarakat masih kurang. Upaya pemberdayaan harus menjangkau segala lapisan masyarakat dan bergerak ke arah Indonesia sehat tahun 2030 yang lebih mengupayakan preventif promotif dalam melakukan pelayanan berbasis continuum of care. Tujuan penelitian menganalisis peningkatan literasi kesehatan gigi melalui berbagai metode pemberdayaan pada komunitas remaja, balita dan deteksi dini kesehatan gigi anak balita sebagai data dasar pemberdayaan. Metode: Pendekatan eksperimen jenis pretest posttest design dengan 4 metode pemberdayaan  peningkatan literasi teka-teki silang dan kartu bermain berbasis held 14 dan peningkatan literasi mengenai makanan kariogenik pada remaja dan anak balita dan dan deteksi dini kesehatan gigi pada anak balita, penyuluhan kebiasaan baik 21 hari dan deteksi dini kesehatan gigi anak balita. Jumlah sasaran diperoleh melalui purposive sampling dengan penentuan kriteria inklusi yaitu responden yang mengikuti pemberdayaan, dapat membaca dan menulis serta tidak ada gangguan pendengaran atau bicara. Kriteria ekslusi adalah responden yang tidak hadir pada saat kegiatan, tidak melakukan pengisian kuisioner/pemeriksaan dengan lengkap. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas shapiro Wilk dan Kolmogorov Smirnov serta uji beda t-test dan Mann-Whitney.  Hasil:  Pemberdayaan pada komunitas remaja dengan literasi teka-teki silang dan kartu bermain berbasis held 14, peningkatan literasi mengenai makanan kariogenik dan penyuluhan kebiasaan baik 21 hari menunjukkan peningkatan literasi yang signifikan. Hasil deteksi dini menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kesehatan gigi anak balita antara laki laki dan perempuan. Simpulan: Terdapat perbedaan antara hasil pretest dan postest pada ketiga metode pemberdayaan yaitu literasi remaja dan anak balita dan terdapat perbedaan status kesehatan gigi antara laki-laki dan perempuan.KATA KUNCI: pemberdayaan, literasi, edukasi, status Kesehatan gigi, continuum of care
Oral health care value in disadvantage areas of south lampung regency, lampung province: Study Observational Al Risky, Sava; Zubaedah, Cucu; Hamdani, Ardena Maulidia
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 10, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v10i1.69333

Abstract

ABSTRACTIntroduction: Dental and oral health is one of the parts that must be kept clean, because through these tissues various microorganisms can enter. Oral health care plays an important role in maintaining a person's well-being and quality of life. In some underdeveloped areas such as South Lampung Regency, Lampung Province, efforts to maintain oral health are still a serious problem for the region, so it is necessary to know the value of maintaining oral health in the community. Methods: This research is a descriptive study using a questionnaire survey method. The sampling technique of this study used a simple random sampling method, with a total of 97 adult respondents who had settled in South Lampung Regency, Lampung Province and were willing to be research subjects. This research instrument is a questionnaire with a total of 41 questions that have passed the validity and reliability tests.  Results: The value of oral health maintenance in the good category was 47.3%, the community was in the good category in the dimension of oral health maintenance actions as much as 50.5% and the statement of distance from oral health services which stated that it was close was 10.3%. The low dimensions of the oral health maintenance value variable are due to factors of education level and socio-economic conditions and which play a role in the community of disadvantaged areas of South Lampung Regency, Lampung Province regarding the importance of oral health maintenance, as well as the absence of affordable and easily accessible health facilities for the community. Conclusion: The value of maintaining oral health of the people of South Lampung Regency, Lampung Province obtained a value of 36.03%, and fell into the low category.KEYWORDS: Oral health, health knowledge, attitudes, practice, dental care, health services accessibility, public healthNilai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat daerah tertinggal kabupaten lampung selatan, provinsi lampung: Studi observasionalABSTRAKPendahuluan: Kesehatan Gigi dan mulut harus dipertahankan tingkat kebersihannya, karena melalui jaringan ini berbagai macam mikroorganisme dapat masuk ke dalam tubuh. Perawatan kebersihan gigi dan mulut berperan penting dalam menjaga kesejahteraan dan kualitas hidup seseorang. Beberapa wilayah tertinggal seperti Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, upaya dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat Kabupaten Lampung Selatan. Metode: penelitian deskriptif dengan metode survei kuisioner dan metode simple random sampling, dengan responden sejumlah 97 orang dewasa yang telah menetap di Kabupaten Lampung Selatan dan bersedia sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan total 41 butir pertanyaan yang telah melewati uji validitas dan reliabilitas.  Hasil: Nilai manfaat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut kategori rendah 47,03%, masyarakat dalam kategori rendah pada dimensi tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut 50,5% dan pernyataan jarak pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang menyatakan dekat 10,3%. Rendahnya dimensi pada variabel nilai pemeliharan kesehatan gigi dan mulut tersebut dikarenakan faktor tingkat pendidikan, kondisi sosial ekonomi, tidak adanya fasilitas kesehatan yang terjangkau dan mudah diakses bagi masyarakat. Simpulan: Nilai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung sebesar 36,03%, dan masuk kedalam kategori rendah.KATA KUNCI: Kesehatan gigi dan mulut, pengetahuan, sikap, dan praktik kesehatan, pelayanan perawatan gigi, aksesibilitas pelayanan kesehatan, kesehatan masyarakat