Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Calvaria Medical Journal

Pengaruh Ekstrak Etanol Lada Hitam (Piper nigrum L) dan Serai (Cymbopogon citratus) terhadap Kadar Trigliserida pada Rattus Novergicus yang Hiperkolesterolamia Silitonga, Evanri Matthew; Noer Kumala Indahsari; Herliani, Olivia
Calvaria Medical Journal Vol 2 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v2i2.134

Abstract

Pendahuluan: Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko penyebab terjadinya penyakit jantung koroner. Sebagian besar kolesterol dalam tubuh dibentuk melalui dua jalur utama, yaitu jalur eksogen yang berasal dari makanan dan jalur endogen yang disintesis di dalam tubuh. Lada hitam (Piper Nigrum L) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan lipid. Kedua tumbuhan ini mengandung senyawa-senyawa aktif seperti polifenol dan flavonoid yang memiliki potensi dalam menurunkan kadar trigliserida. Cymbopogon citratus adalah tanaman tahunan aromatik yang penting secara ekonomi dari keluarga Poaceae. Tujuan Penelitian: Mengetahui Pengaruh Ekstrak Etanol Lada Hitam (Piper nigrum L) dan Serai (Cymbopogon citratus) Terhadap Kadar Trigliserida Pada Rattus Novergicus Yang Hiperkolesterolamia. Metode: Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitiannya adalah post-test only controlled group design. Pada penelitian ini terbagi menjadi 6 kelompok, yaitu 3 kelompok kontrol berupa kelompok kontrol negatif (K-), kelompok kontrol positif (K+) dan kelompok perlakuan sebanyak 4 kelompok (P1, P2, P3, dan P4). Hasil:  Hasil didapatkan rata-rata pengaruh ekstrak yang terbentuk pada kontrol negatif memiliki rata-rata sebesar 36,51, kontrol positif memiliki rata-rata sebesar 108.80, lada hitam 200mg memiliki rata-rata sebesar 66,02, lada hitam 500mg memiliki rata-rata sebesar 36,72, serai 200mg sebesar 50,26, dan serai 500mg sebesar 47,71. Kesimpulan: Ekstrak lada hitam yang dapat menurunkan kadar trigliserida lebih baik adalah lada hitam dengan kadar 200mg sedangkan untuk ekstrak serai yang dapat menurunkan kadar trigliserida lebih baik adalah serai dengan kadar 200 mg.
Pengaruh Ekstrak Etanol Bawang Putih (Allium sativum) Dan BuahPare (Momordica Charantia) Terhadap Kadar Glukosa Darah PadaTikus Putih Yang Hiperglikemik Ghazi D, Sulthan; Sari, Noer Kumala Indah; Noviana, Ayu Cahyani; Noer Kumala Indahsari
Calvaria Medical Journal Vol 3 No 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/9qrq6v46

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolic kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Penggunaan bahan alam seperti bawang putih dan buah pare menjadi alternatif pengobatan karena kandungan senyawa aktif yang bersifat antidiabetik. Tujuan: Meneliti pengaruh pemberian ekstrak etanol bawang putih dan buah pare terhadap kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi hiperglikemik. Metode: Penelitian eksperimental dengan 7 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (K− ), kontrol positif (K+), obat glibenklamid (P0), ekstrak bawang putih dosis 100 mg/kgBB (P1) dan 150 mg/kgBB (P2), serta ekstrak buah pare dosis 100 mg/kgBB (P3) dan 150 mg/kgBB (P4). Kadar glukosa darah diukur setelah pemberian perlakuan selama 14 hari. Hasil: Rata-rata kadar glukosa tertinggi terdapat pada K+ (448,2 mg/dL) dan terendah pada P4 (103,4 mg/dL). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,05). Kesimpulan: Ekstrak bawang putih dan buah pare efektif menurunkan kadar glukosa darah, terutama pada dosis 150 mg/kgBB buah pare yang menunjukkan penurunan paling signifikan.