Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Relationship between Lipid and Blood Glucose Levels with Stroke Risk in Dupak Surabaya Olivia Herliani; Chenny Andriani Wiyono; Noer Kumala Indahsari
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Vol 13, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jikw.v13i2.3750

Abstract

Background: Stroke is a syndrome characterized by rapidly developing symptoms and/or clinical signs in the form of focal or global brain functional disorders lasting more than 24 hours which are not caused by causes other than vascular. Stroke is the number one cause of disability and the main cause of death in Indonesia (19.42% of total deaths). Dyslipidemia and diabetes mellitus are two-fold risk factors for stroke.This research is to determine the relationship between lipids and blood glucose and a high risk of stroke. Methods: This research uses descriptive analytical methods with a cross sectional approach. The population is residents in Dupak Surabaya. The sampling method is random sampling technique. The total research sample was 53 participants. The statistical test used is Chi Square. Result: Statistical results show that there is no relationship between high cholesterol levels and the risk of stroke and there is a relationship between high triglyceride and blood sugar levels and the risk of stroke.Conclusion:This research concluded that there was a significant relationship between high levels of triglycerides and blood glucose and the risk of stroke and there was no significant relationship between high cholesterol levels and the risk of stroke. This lack of significant association could be due to the heterogeneous population and the presence of previous anti-cholesterol medication.
HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK PADA ANAK BAWAH LIMA TAHUN DI PUSKESMAS KALIRUNGKUT SURABAYA Wiyono, Chenny A; Herliani, Olivia; Suhartati, Suhartati; Indahsari, Noer Kumala; Masfufatun, Masfufatun
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO) angka kejadian stanting pada anak usia dibawah 5 tahun (balita) merupakan yang tertinggi di dunia selama 10 tahun terakhir (2010–2020) di wilayah Asia Tenggara. Persentase angka kejadian stunting di Indonesia juga masih tinggi yaitu 21,6% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stunting dengan perkembangan kemampuan motorik kasar dan halus pada anak balita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua anak balita di Puskesmas Kalirungkut Surabaya. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Jumlah sampel yang didapat dalam penelitian ini sebanyak 30 anak balita normal dan 30 anak balita stunting. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara stunting dengan perkembangan motorik kasar dan motorik halus. Tambahan hasil uji statistik juga mengindikasikan adanya hubungan antara stunting dengan perkembangan balita dengan nilai p = 0,001 (α < 0,05) dan ada hubungan antara stunting dengan perkembangan sosialisasi dan kemandirian dengan nilai p = 0,009 (α < 0,05), namun tidak terdapat hubungan antara stunting dengan perkembangan bicara dan bahasa dengan nilai p = 0,592 (α > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa keadaan stunting pada anak balita menghambat perkembangan motorik kasar dan halus. Adanya gangguan dalam perkembangan motorik balita akan mengurangi kemampuannya untuk mandiri dan beraktivitas, termasuk bermain, sehingga dapat pula menghambat perkembangan otak, tubuh, kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi. Intervensi sedini mungkin seperti perbaikan asupan gizi harian dan stimulasi motorik sangat penting untuk dilakukan. Intervensi dini ini diharapkan dapat mencegah kehilangan potensial dan memperbaiki tumbuh kembang anak. Kata kunci: balita, perkembangan motorik, stunting DOI : 10.35990/mk.v7n1.p12-23
Potensi Komposit Ekstrak Piper nigrum dan Cymbopogon citratus terhadap Aktivitas Enzim Lipoprotein Lipase Model Hiperkolesterolemia Indahsari, Noer Kumala; Putri, Ni Putu Kharisma Ardiana; Sutanur, Lutfiafirliana; Nursanti, Paramitha Dwi
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 8 No. 2 (2025): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/jikes.v8i2.796

Abstract

Abstrak Hiperkolesterolemia adalah kondisi ketika kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal, yang dapat meningkatkan risiko penyakit dan kematian. Obat kimia sering digunakan untuk mengobati hiperkolesterolemia, tetapi bisa menimbulkan efek samping. Lada hitam (Piper nigrum) dan serai dapur (Cymbopogon citratus) mengandung senyawa antioksidan seperti piperin dan flavonoid, yang diduga dapat menurunkan kadar kolesterol melalui peningkatan aktivitas enzim lipoprotein lipase (LPL). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh komposit ekstrak lada hitam dan serai terhadap aktivitas enzim LPL pada model hiperkolesterolemia. Penelitian ini adalah eksperimen laboratorium menggunakan 24 tikus yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok kontrol negatif hanya diberi pakan standar, kontrol positif diberi pakan standar dan tinggi lemak, kelompok P1 diberi pakan standar, tinggi lemak, serta komposit ekstrak lada hitam (500 mg/kgBB) dan serai (200 mg/kgBB), dan kelompok P2 diberi pakan standar, tinggi lemak, serta ekstrak lada hitam (200 mg/kgBB) dan serai (500 mg/kgBB). Hasil penelitian menunjukkan komposit ekstrak lada hitam dan serai meningkatkan aktivitas enzim LPL (p-value = 0,004) dan menurunkan kadar kolesterol total (p-value = 0,000). Dengan demikian, kombinasi ekstrak lada hitam dan serai efektif dalam menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan aktivitas enzim LPL pada model hiperkolesterolemia.  Kata kunci: lada hitam, serai, komposit ekstrak, kolesterol total, hiperkolesterolemia   Abstract Hypercholesterolemia is a condition when cholesterol levels in the blood exceed normal limits increasing the risk of disease and death. Chemical drugs are often used to treat hypercholesterolemia, but they can cause side effects. Black pepper (Piper nigrum) and lemongrass (Cymbopogon citratus) contain antioxidant compounds such as piperine and flavonoids, which are thought to reduce cholesterol levels by increasing the activity of the enzyme lipoprotein lipase (LPL). This study determined the effect of a black pepper and lemongrass composite extracts on LPL enzyme activity in hypercholesterolemia models. This study was a laboratory experiment using 24 rats divided into 4 groups. The negative control group was only given standard feed, the positive control was given standard feed and high fat, group P1 was given standard feed, high fat, black pepper composite extract (500 mg/kgBB), and lemongrass (200 mg/kgBB), while group P2 was given standard feed, high fat, black pepper extract (200 mg/kgBB), and lemongrass (500 mg/kgBB). The results showed that black pepper and lemongrass composite extract increased LPL enzyme activity (p-value = 0.004) and decreased total cholesterol levels (p-value = 0.000). Therefore, this combination extract is effective in reducing cholesterol levels and increasing LPL enzyme activity in hypercholesterolemia models. Keywords: black pepper, lemongrass, composite extract, total cholesterol, hypercholesterolemia
Program Intervensi Kesehatan Pasien Diabetes Melitus dengan Edukasi Makanan Sehat Serta Pemeriksaan Kadar Glukosa dan HbA1c Indahsari, Noer Kumala; Yaniari, Roethmia; Masfufatun, Masfufatun; Herliani, Olivia; Tjandra, Lusiani; Purbowati, Rini
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Gaya hidup tidak sehat, khususnya pola makan tinggi gula, lemak, dan rendah serat, menjadi faktor risiko utama. Pengelolaan DM tidak hanya melalui pengobatan farmakologis, tetapi juga membutuhkan edukasi berkelanjutan terkait pola makan sehat dan pemantauan kadar glukosa darah serta HbA1c untuk menilai keberhasilan kontrol glikemik. Tujuan: Program intervensi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien DM terhadap pentingnya pengetahuan kesehatan serta mengevaluasi perubahan kadar glukosa darah dan HbA1c setelah diberikan edukasi kesehatan dan intervensi pemeriksaan laboratorium. Metode: Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan desain pre-test dan post-test one group design dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 35 partisipan yang terdiri guru dan karyawan di SMA X dilibatkan dalam program intervensi. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan gizi sehat berbasis pedoman Diet Diabetes Indonesia (PERSAGI), konseling individual, serta pemeriksaan kadar glukosa darah puasa dan HbA1c. Data dianalisis menggunakan uji Spearmans-test untuk melihat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta p-value=0,015(p < 0,05) dan hubungan signifikan antara kadar glukosa dan HbA1c dengan nilai p-value = 0,000 (p<0,05), namun tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kadar glukosa darah (p value = 0,1333) dan kadar HbA1c (p-value = 0,497)  Perubahan ini menunjukkan bahwa edukasi terarah dan pemantauan berpengaruh positif terhadap kontrol metabolik peserta. Kesimpulan:Program intervensi kesehatan berbasis edukasi makanan sehat  dan pemeriksaan glukosa serta HbA1c terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta dan memperbaiki kendali glikemik.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Nutrisi Diabetes dengan Kadar Glukosa Darah Guru-Karyawan TP Ta’miriyah Surabaya Indahsari, Noer Kumala; Sasmita D, Agatha; Okta O, Yasfina; Putri, Febri S.K; Arya N.R, Ganing; Bagasya I.K.A, Cheka; 'Aqiilah O, Firyal; Santika D, Windy; Aynul Z., Abdillah; Keysha C, Nashita
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada meningkatnya kasus diabetes melitus yang salah satunya dipengaruhi oleh pola makan dan rendahnya pemahaman terkait pemilihan nutrisi sehat. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan mengenai nutrisi diabetes dengan kadar glukosa darah pada guru dan karyawan TP Ta’miriyah Surabaya. Metode yang digunakan meliputi edukasi nutrisi diabetesi melalui penyuluhan interaktif, distribusi leaflet, serta pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu (GDS). Peserta kegiatan adalah seluruh guru dan karyawan TP Ta’miriyah Surabaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup hingga baik tentang makanan sehat, namun masih ditemukan responden dengan kadar glukosa darah di atas normal. Analisis sederhana menunjukkan adanya kecenderungan bahwa responden dengan pengetahuan makanan sehat yang lebih baik cenderung memiliki kadar glukosa dalam batas normal dibandingkan dengan yang berpengetahuan rendah. Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang nutrisi diabetes dengan kadar glukosa darah peserta dibuktika dengan uji Ci-Square dengan p-value = 0,000 (<0,05). Kesimpulan Kegiatan ini memberikan manfaat berupa peningkatan kesadaran peserta akan pentingnya pola nutrisi diabetes dalam mencegah diabetes serta menjadi dasar bagi institusi untuk melanjutkan program monitoring kesehatan secara rutin.
Pengaruh Ekstrak Etanol Bawang Putih (Allium sativum) Dan BuahPare (Momordica Charantia) Terhadap Kadar Glukosa Darah PadaTikus Putih Yang Hiperglikemik Ghazi D, Sulthan; Sari, Noer Kumala Indah; Noviana, Ayu Cahyani; Noer Kumala Indahsari
Calvaria Medical Journal Vol 3 No 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/9qrq6v46

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolic kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Penggunaan bahan alam seperti bawang putih dan buah pare menjadi alternatif pengobatan karena kandungan senyawa aktif yang bersifat antidiabetik. Tujuan: Meneliti pengaruh pemberian ekstrak etanol bawang putih dan buah pare terhadap kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi hiperglikemik. Metode: Penelitian eksperimental dengan 7 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (K− ), kontrol positif (K+), obat glibenklamid (P0), ekstrak bawang putih dosis 100 mg/kgBB (P1) dan 150 mg/kgBB (P2), serta ekstrak buah pare dosis 100 mg/kgBB (P3) dan 150 mg/kgBB (P4). Kadar glukosa darah diukur setelah pemberian perlakuan selama 14 hari. Hasil: Rata-rata kadar glukosa tertinggi terdapat pada K+ (448,2 mg/dL) dan terendah pada P4 (103,4 mg/dL). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,05). Kesimpulan: Ekstrak bawang putih dan buah pare efektif menurunkan kadar glukosa darah, terutama pada dosis 150 mg/kgBB buah pare yang menunjukkan penurunan paling signifikan.
EDUKASI PADA IBU PKK MENGENAL, MENCEGAH DAN MENGOBATI INFEKSI CACING KREMI PADA ANAK DI PUTAT JAYA SURABAYA Tjandra, Lusiani; Ishartadiati, Kartika; Wulandari, Atik Sri; Purbowati , Rini; Masfufatun; Indahsari, Noer Kumala
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Cacingan adalah penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia karena menyebar di banyak daerah serta dapat menyebabkan penurunan kualitas kesehatan, gizi, kecerdasan, dan produktivitas. Cacingan adalah penyakit yang berkaitan dengan lingkungan, sehingga perhatian terhadap kebersihan lingkungan harus ditingkatkan. Sebenarnya, infeksi cacing di perut dapat berkurang atau bahkan dihilangkan jika diterapkan pola hidup bersih dan sehat, perlu strategi pemberdayaan masyarakat, dan kemitraan, yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tanda dan gejala cacingan serta cara penularan dan Pencegahannya serta meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat guna memelihara kesehatan. Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan tentang mengenai cara penularan, gejala. cara pencegahan dan pengobatan cacing kremi pada Ibu-ibu PKK di Kelurahan Putat Jaya Surabaya. Metode: edukasi dengan penyuluhan dan demontrasi diutamakan bagi para ibu ibu PKK melalui kader kesehatan yang aktif di masyarakat. Melalui metode ini diharapkan masyarakat, terutama para ibu ibu pkk, dapat lebih aktif dalam mencari informasi mengenai cara penularan, gejala. cara pencegahan dan pengobatan cacing kremi serta mengetahui efek samping dan aturan minum obat cacing. Hasil: didapatkan nilai rata-rata pretest 5.83 dan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 8.20, setelah data di uji T-Test didapatkan p hitung = 0.000, yang berarti ada perbedaan hasil test sebelum dan sesudah edukasi. Kesimpulan: sesudah edukasi terdapat peningkatkan pengetahuan yang signifikan tentang mengenai cara penularan, gejala, cara pencegahan dan pengobatan cacing kremi pada Ibu ibu PKK di Kelurahan Putat Jaya Surabaya.
DAYA HAMBAT MINYAK CENGKEH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Putro, Denny Haryono; Tjandra, Lusiani; Indahsari, Noer Kumala
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hasil uji aktivitas antibakteri dari penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa batang cengkeh dapat menghentikan pertumbuhan kuman MRSA. Hal ini disebabkan karena 90–95% batang cengkeh mengandung eugenol, zat kimia antibakteri. Bakteri patogen gram positif dan gram negatif, termasuk bakteri yang resistan terhadap antibiotik, dapat dihambat pertumbuhannya oleh kualitas antibakteri dari zat kimia eugenol yang ditemukan dalam batang cengkeh. Tujuan: untuk mengetahui daya hambat minyak cengkeh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan design post-test only control grup dan metode simple random sampling. Biakan murni bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus digunakan sebagai sampel dalam agar Mueller Hinton Agar. Data penelitiannya adalah data stasitik diameter Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan analisis data di gunakan adalah one-way ANOVA. Hasil: analisis menunjukkan bahwa minyak cengkeh mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, terbukti dengan nilai sig. < 0,05. Kesimpulan: efektivitas minyak cengkeh mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia, namun tidak sebaik Antibiotik Ampicillin dan Kloramfenikol.
Comparison Effect of Garlic and Bitter Melon Extracts on Kidney Histopathology in Hyperglycemic White Rats Hidayati, Rafidah Nur; Indahsari, Noer Kumala; Noviana, Ayu Cahyani
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jikw.v15i1.4943

Abstract

Background: Hyperglycemia in diabetes mellitus can cause kidney damage through oxidative stress and tubular cell degeneration. Garlic (Allium sativum) and bitter melon (Momordica charantia) are known to possess antihyperglycemic and antioxidant effects that may improve kidney tissue damage. Objective: To determine and compare the effects of garlic and bitter melon extracts on the kidney histopathology of hyperglycemic white rats (Rattus norvegicus). Methods: This laboratory experimental study employed a post-test only control group design using 24 rats divided into four groups: normal control, hyperglycemic control, garlic extract treatment, and bitter melon extract treatment. Kidney histopathological examination was conducted using Hematoxylin-Eosin staining. Results: Administration of garlic and bitter melon extracts showed improvement in kidney structure, indicated by decreased tubular cell degeneration and necrosis compared to the hyperglycemic control group. The improvement effect was more prominent in the garlic extract group. Conclusion: Both garlic and bitter melon extracts have protective effects against kidney damage induced by hyperglycemia, with the garlic extract showing the most significant improvement.