Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Literature Review: The Effect of Particulate Matter Pollutants on Diabetes Mellitus Rasyid, Muhammad; Pagoray, Henny; Duma, Krispinus; Sukmana, Mayusef
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 8, No 2 (2025): JKPBK Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v8i2.22763

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus(DM) merupakan penyakit sistemik yang disebabkan oleh peningkatan kadar glukosa dalam darah. Prevalensi DM di dunia. Diprediksi meningkat setiap tahun mencapai 693 juta pada tahun 2045. Particulate Matter 2.5(PM2.5) diduga berkontribusi terjadinya peningkatan angka kejadian DM. Tujuan penelitian ini adalah melakukan literatur review artikel pengaruh partikulat matter  terhadap DM. Metode penelitian adalah literatur review. Kriteria inklusi : artikel 5 tahun terakhir, terindeks scopus Q1 sampai dengan Q4. Mesin pencarian, PRISMA dan ekstrak data menggunakan aplikasi Watase Uake. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan PM2.5 dan DR dengan  konsumsi alcohol nilai  1,29 (1,01, 1,66). kejadian DR untuk setiap peningkatan 10-μg/m3 pada partikulat dengan diameter ≤2,5 dan 2,5–10-μm masing-masing adalah 1,29 (1,11–1,50) dan 1,37 (1,17–1,61).  Terdapat hubungan PM2.5 dengan  kejadian diabetes nefropati dan konsumsi alkohol. Paparan jangka panjang sangat penting berhubungan erat dengan tingkat hsCRP. Hubungan yang lebih kuat Peningkatan adiponektin diamati di antara peserta non-obesitas. Peningkatan 10 μg/m³ paparan PM2.5, kemungkinan terkena retinopati diabetik meningkat sebesar 41%. Kesimpulan: pada pasien DM, semakin tinggi paparan partikulat, semakin tinggi pula risiko DR. Sangat penting untuk mengurangi paparan  PM2.5. Kata kunci : Partikulat Mater, DM, retinopathy, biomarker
PENAMBAHAN BETAINE PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN, SINTASAN, DAN PEMANFAATAN PAKAN PADA BENIH IKAN KAPIAT (Barbonymus schwanenfeldii) Ihtifazhuddin, Muhammad Ikhwan; Rahmadani, Amanda; Isriansyah, Isriansyah; Pagoray, Henny
Chanos Chanos Vol 23, No 2 (2025): CHANOS CHANOS
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/chanos.v23i2.17190

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk mengevaluasi dampak suplementasi betaine pada pakan buatan terhadap performa biologis benih ikan kapiat (Barbonymus schwanenfeldii), meliputi tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan, serta efisiensi pakan, sekaligus menentukan dosis yang paling efektif. Riset berlangsung selama 30 hari di Laboratorium Kolam Percobaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat variasi perlakuan dan tiga ulangan. Variasi dosis betaine yang diuji meliputi 0%, 1%, 2%, dan 3% dari total berat pakan. Temuan riset memperlihatkan bahwa suplementasi betaine dalam berbagai konsentrasi tidak memberikan dampak signifikan secara statistik (P>0.05) terhadap parameter kelangsungan hidup maupun pertumbuhan ikan. Meski demikian, perlakuan dengan dosis betaine 2% mencatatkan tren positif tertinggi pada aspek panjang total, berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan efisiensi pakan. Tingkat kelangsungan hidup mencapai 100% pada seluruh perlakuan, mengindikasikan bahwa betaine aman dan tidak berdampak negatif pada viabilitas ikan kapiat mutlak, laju pertumbuhan harian, dan efesiensi pakan tertinggi. Tingkat sintasan benih ikan kapiat mencapai 100% pada seluruh perlakuan, yang mengindikasikan bahwa penambahan betaine ke dalam ransum ternyata tidak menghasilkan perbedaan nyata pada angka kelangsungan hidup subjek penelitian.This research aimed to evaluate the impact of betaine supplementation in artificial feed on the biological performance of tinfoil barb (Barbonymus schwanenfeldii) fingerlings, specifically focusing on survival rate, growth rate, and feed efficiency, while also determining the most effective dosage. The research was conducted for 30 days at the Experimental Pond Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Mulawarman University, utilizing a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and three replications. The tested betaine dosages included 0%, 1%, 2%, and 3% of the total feed weight. The findings indicated that betaine supplementation at various concentrations did not have a statistically significant effect (P>0.05) on the survival or growth parameters of the fish. However, the treatment with a 2% betaine dosage recorded the highest positive trend in terms of total length, absolute weight, daily growth rate, and feed efficiency. The survival rate reached 100% across all treatments, suggesting that the addition of betaine to the diet did not result in a significant difference in the survival rate of the research subjects.
Substitusi Tepung Ikan Dengan Tepung Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) Terhadap Retensi Protein, dan Retensi Lemak, Pada Ikan Mas (Cyprinus carpio) Nurhidayati, Melsa; Nikhlani, Andi; Pagoray, Henny
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v11i1.305

Abstract

This study aims to analyze protein retention and fat retention in common carp (Cyprinus carpio) fed formulated feed with substitutions of fishmeal and earthworm meal (L. rubellus), as well as to determine the best substitution ratio between fishmeal and earthworm meal (L. rubellus) in formulated feed for protein retention and fat retention in common carp (Cyprinus carpio). The study used a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments and three replications. The treatments in this study were differences in the doses of fishmeal and earthworm meal given to the carp at different doses, namely PA (100% fishmeal and 0% earthworm meal), PB (75% fishmeal and 25% earthworm meal), PC (50% fishmeal and 50% earthworm meal), and PD (25% fishmeal and 75% earthworm meal). The main parameters observed included protein retention, fat retention, and absolute biomass weight growth, while supporting parameters such as water quality were measured periodically. The results showed that substituting fishmeal with earthworm meal had a significant effect (P