Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Penjadwalan Proyek Menggunakan CPM dan PERT Pada Proyek Pembangunan Gedung KONI Jakarta Pusat Farhan, Muhammad Farhan Fauzi; Yonas Prima Arga Rumbyarso; Bermando Mangatur Siagian
Jurnal Teknik dan Teknologi Indonesia Vol. 2 No. 3 (2024): September : Jurnal Teknik dan Teknologi Indonesia (JTTI)
Publisher : Arsil Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62287/jtti.v2i3.79

Abstract

Pelaksanaan suatu proyek memerlukan perencanaan, penjadwalan, dan pengelolaan yang tepat, termasuk sumber daya, ketersediaan bahan, peralatan, kondisi alam, kondisi cuaca dan faktor lain yang mempengaruhi kemajuan proyek. Perencanaan proyek menggambarkan keterkaitan antar kegiatan dan keseluruhan proyek, serta membantu menentukan prioritas hubungan antar kegiatan. Banyak metode yang dapat digunakan untuk menganalisa jadwal proyek. Studi ini memanfaatkan metode CPM dan PERT yang sedikit berbeda dari metode perencanaan yang diterapkan pada pembangunan Gedung KONI Jakarta Pusat. Penelitian ini, menggunakan bantuan perangkat lunak Microsoft Project dalam perhitungan metode CPM dan PERT. Berdasarkan hasil analisa, didapatkan 10 item pekerjaan yang berada dalam jalur kritis. Pekerjaan tersebut yaitu: Pekerjaan Persiapan, Pekerjaan Struktur Bawah, Pekerjaan Struktur Atas, Pekerjaan Arsitektur, Pekerjaan Landscape, Pekerjaan Plumbing, Pekerjaan Tata Udara AC, Pengadaan dan Pemasangan Lift, Pengadaan dan Pemasangan Gondola, Pekerjaan Elektrikal dengan kurun waktu diselesaikannya proyek selama 262 hari untuk metode CPM dan 263 hari dengan peluang diselesaikannya proyek sebesar 46,41 % untuk metode PERT.
Modeling Studi Of Flexural Pavement on Soft Soil Using Plaxis 2d Software Rumbyarso, Yonas Prima Arga; Pratikso, P; Arief, Rifqi Brilyant
JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering) Vol 8, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jacee.8.1.47-54

Abstract

Road construction on soft soils presents significant technical challenges due to the natural properties of the soil such as low bearing capacity, high compressibility and limited shear strength. This study aims to analyze the response of soft clay soil to vertical loads under varying water infiltration conditions using numerical modeling with PLAXIS 2D software. Modeling was performed at a laboratory scale of 1:20 with a soft soil thickness of 57 cm and a 3 cm thick flexible pavement layer. Simulations were conducted under three water addition scenarios: 19%, 36%, and 53%, each with a waiting period of 3 days before a load of 20.4 kg was applied. The simulation results showed that increasing the water content significantly affected the soil deformation (displacement), with vertical settlement values of 0.06128 mm, 0.1342 mm, and 1.039 mm for the 19%, 36%, and 53% scenarios, respectively. Meanwhile, the effective stress values also experienced a limited increase, namely 10.17 kN/m², 11.39 kN/m², and 11.41 kN/m². This finding indicates that although the effective stress increases numerically, saturated conditions due to high infiltration can actually decrease the overall stability of the soil.
PERSPEKTIF HUKUM TERHADAP KEPAILITAN PERSEROAN TERBATAS DAN PERSEKUTUAN FIRMA Rumbyarso, Yonas Prima Arga; Budiman, Anwar; Setyowati, Retno Kus
YUSTISI Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v12i2.19109

Abstract

Kepailitan merupakan suatu kondisi di mana debitor tidak dapat memenuhi kewajiban finansialnya, yang berujung pada proses hukum untuk penyelesaian utang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif hukum terhadap kepailitan pada dua jenis badan usaha, yakni Perseroan Terbatas (PT) dan Persekutuan Firma. Kedua badan usaha ini memiliki karakteristik hukum yang berbeda, yang mempengaruhi mekanisme penyelesaian kepailitan dan dampaknya terhadap kreditor serta pemegang saham atau anggota. Dalam konteks PT, terdapat pembatasan tanggung jawab pemegang saham terhadap utang perusahaan, sementara dalam Persekutuan Firma, anggota persekutuan memiliki tanggung jawab penuh terhadap kewajiban bisnis, baik secara pribadi maupun bersama. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan analisis terhadap undang-undang yang relevan, serta literatur yang berkaitan dengan kepailitan dan hukum perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan mendasar dalam pengaturan tanggung jawab hukum antara PT dan Firma, keduanya memiliki mekanisme yang bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi kreditor sekaligus memastikan kelangsungan usaha. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai perbedaan dan persamaan dalam pengaturan kepailitan kedua badan usaha ini sangat penting bagi pengusaha, praktisi hukum, serta pihak-pihak terkait dalam upaya mengelola risiko hukum yang mungkin timbul.
THE USE OF BLACK BAMBOO AS A SUBSTITUTE FOR COARSE AGGREGATE TO INCREASE CONCRETE COMPRESSIVE STRENGTH Dohar Sinabutar; Yonas Prima Arga Rumbyarso
INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTI SCIENCE Vol. 5 No. 02 (2025): INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTISCIENCE - MAY -AUGUST 2025
Publisher : CV KULTURA DIGITAL MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of waste as an alternative building material is an effective solution to environmental problems and is popular in developing countries. On the other hand, the concrete industry, a key component of construction, continues to innovate to improve quality and efficiency. The increasing demand for concrete has driven the development of mix designs that meet strict quality and compressive strength standards, while also considering environmental sustainability. Advancements in concrete technology are driving research initiatives to improve the quality and efficiency of its use, with innovations in material selection and implementation methodologies. This aims to meet increasing demands and address construction challenges. Modern concrete is required to perform optimally in shorter timeframes, necessitating effective additives for performance enhancement. Recent research has integrated bamboo waste from the craft industry as a concrete mixture component, accelerating project implementation and providing a sustainable solution for waste management. The author is interested in conducting an in-depth study on increasing the compressive strength of concrete by integrating bamboo waste. The concrete studied has a quality of f´c 25 MPa (K-300) and was tested at 7, 14, and 28 days to assess the effectiveness of bamboo as an additive. The test results are expected to provide significant data on the viability of bamboo waste as a partial substitute for coarse aggregate. The study title, “The Use of Bamboo Waste as a Partial Substitute for Coarse Aggregate to Enhance Concrete Compressive Strength,” reflects the research objectives and the utilization of sustainable materials in modern construction. Based on the results of the research conducted and the discussion in the previous chapter with variations of black bamboo waste at 0%, 10%, and 15%, the following conclusions can be drawn: the compressive strength test results for normal concrete at 28 days reached 452 kN (fʹc 26.1 MPa = 104%), while variation 1 with 10% black bamboo waste showed a decrease in compressive strength, reaching 305 kN (fʹc 17.60 MPa = 70%), and variation 2 with 15% black bamboo waste also showed a decrease, reaching 309 kN (fʹc 17.83 MPa = 71%).
Analisis Penggunaan Limbah Serbuk Granit Sebagai Pengganti Sebagian Agregat Halus Pada Kuat Tekan Beton Aditya Maulana; Achmad Pahrul Rodji; Yonas Prima Arga Rumbyarso
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 1 (2025): NJMS - Agustus 2025
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan salah satu material struktur yang banyak digunakan pada konstruksi bangunan, jembatan, jalan, dan sebagainya. Pengembangan material beton terus dilakukan, salah satunya melalui inovasi pemanfaatan limbah industri sebagai bahan substitusi agregat, dengan tujuan meningkatkan mutu beton sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai kuat tekan beton dengan memanfaatkan limbah serbuk granit sebagai substitusi sebagian agregat halus sebesar variasi 0%, 9%, dan 13% dengan mutu beton f’c 25 (Mpa) setara k 300. Umur pengujian dilakukan pada 7, 14, dan 28 hari. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode eksperimen di Laboratorium Beton PT. Pionirbeton Industri, Karawang Timur. Hasil pengujian kuat tekan rata-rata beton normal tanpa campuran limbah serbuk granit 0% menghasilkan kuat tekan beton sebesar 18,94 Mpa (7 hari), 23,16 Mpa (14 hari), 27,86 Mpa (28 hari). Beton dengan substitusi serbuk granit sebesar 9% menghasilkan kuat tekan beton sebesar 17,93 Mpa (7 hari) , 22,06 Mpa (14 hari), dan 22,23 Mpa (28 hari). Sedangkan pada variasi 13% diperoleh kuat tekan beton sebesar 17,05 Mpa (7 hari), 22,08 Mpa (14 hari), dan 22,69 Mpa (28 hari). Berdasarkan hasil tersebut, kuat tekan pada variasi 9% dan 13% menunjukkan penurunan kekuatan. Kesimpulan dengan penambahan limbah serbuk granit sebagai pengganti sebagian agregat halus mempengaruhi turunnya mutu beton yang direncanakan
UTILIZATION OF GYPSUM POWDER WASTE AS A SUBSTITUTE FOR PART OF CEMENT IN POROUS CONCRETE COMPRESSIVE STRENGTH AGA PRIATNA; YONAS PRIMA ARGA RUMBYARSO; GALI PRIBADI
INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTI SCIENCE Vol. 5 No. 03 (2025): INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTISCIENCE - EDITION SEPTEMBER - DECEMBER 2025
Publisher : CV KULTURA DIGITAL MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porous concrete is used in infrastructure projects that require water absorption, supporting green cities and sustainable development. Its composition differs from conventional concrete because it has minimal or no fine aggregates, thus forming pores. This study aims to compare the compressive strength of normal porous concrete with porous concrete in which some of the cement is replaced with gypsum board waste powder. Testing was conducted at 7, 14, and 28 days to determine the effect of waste on concrete strength development. Compressive strength testing of porous concrete with varying amounts of gypsum powder waste showed that at 0% composition, the results at 7 and 14 days met the SNI 1974: 2011 standard. However, at 5% and 10% composition, the results at 7 days only partially met the standard, while at 14 days they were below the minimum limit of 88%. This indicates a decrease in compressive strength performance as the percentage of gypsum waste increases.
Re-planning of Concrete Structures in the Ngoro Dormitory Project in Surabaya Rumbyarso, Yonas Prima Arga
Journal of Applied Science, Engineering, Technology, and Education Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.asci1592

Abstract

The current trend of building construction is using steel frames and reinforced concrete frames. The construction design concept is based on strength limit analysis (ultimate strength) which has sufficient ductility to absorb earthquake energy according to applicable regulations. In addition to this, it is also necessary to consider the economic aspect. All of these structural considerations will influence planning alternatives, such as column layout, beam length, and span. Dormitori Ngoro Surabaya is one of the low-rise buildings that will be redesigned to comply with SNI 2847:2013. This research is expected to answer the need for earthquake-resistant building construction using the ETABS program and according to SNI 2847:2013 standards. In this study the method used with the concept of Flowcharts in order to facilitate the research stage. As for this study, it produced a maximum moment of 137.58 KNm with the use of beam dimensions of 40 x 75 cm, using 8D16 top main reinforcement and 3D16 bottom main reinforcement with stirrups D10-200 in the support area and D10-100 in the field area. Whereas the ratio of beam reinforcement based on manual calculations is 0.24% and the ETABS results are 0.22%.
Analisis Komparasi Daya Dukung Spun Pile dengan Manual, PDA Test dan Allpile: Comparative Analysis of Spun Pile Bearing Capacity with Manual, PDA Test and Allpile Arga Rumbyarso, Yonas Prima
Nusantara Journal of Science and Technology Vol 1 No 2 (2024): Published in November of 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In building planning it is very important to pay attention to the foundation structure such as the Patimban Access Toll Road project located in Patimbant, West Java. This study aims to compare the lateral, axial and settlement bearing capacity of spun pile foundations. This research methodology uses ETABS application to calculate the loading. To calculate the bearing capacity of the foundation using manual methods, namely the Mayerhof, Tomlinson, Reese & Wright method compared with Allpile software and PDA test results. In the analysis of the bearing capacity of the spun pile foundation with a diameter of 100 cm calculated manually, a single pile bearing capacity (Qu) of 9501.238 kN was obtained, a single pile allowable bearing capacity (Qall) of 3800.495 kN and a group pile allowable bearing capacity of 68549.05 kN. The lateral bearing capacity of the foundation using the Broms Method on a single free end pile is 23.181 kN while the pinned end pile is 45.216 kN. Analysis of the settlement that occurs due to axial load on the foundation manually obtained a total settlement value of 0.0232 m with the allowable settlement value limit of 0.1 m. The foundation settlement analysis using the PDA Test results obtained 0.02 m and the foundation settlement analysis using the Allpile program is 0.0687 m
Perlindungan Hak Cipta Karya Aristektur Yang Beredar Bebas Di Internet Rumbyarso, Yonas Prima Arga; Setyowati, Retno Kus
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17295

Abstract

Arsitektur merupakan perwujudan hasil penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni secara utuh dalam bentuk ruang dan lingkungan binaan sebagai bagian dari budaya dan peradaban manusia, pemenuhan fungsi, prinsip bangunan dan prinsip estetika serta memasukkan faktor keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan. Sebagai arsitek profesional yang merancang rencana arsitektur dan sebagai penulis, pencipta suatu karya memiliki hak atas karyanya. Untuk mendefinisikannya, pemilik hak cipta adalah pencipta sendiri sebagai pemilik hak cipta atau orang yang menerima hak pencipta, dan dapat disimpulkan bahwa pencipta karya desain secara otomatis adalah pemilik hak cipta setelah penciptaan dengan prinsip deklaratif. Faktanya adalah pelanggaran gambar online semakin meluas, namun pelaku pelanggaran gambar online selalu terbebas dari tuntutan hukum karena tidak ada aturan khusus tentang pelanggaran gambar online seperti di Indonesia.
ANALISIS DAYA DUKUNG KAWASAN PENDIDIKAN STT WASTU KENCANA ( STUDI KASUS GEDUNG STT WASTUKENCANA ) Prima, Yonas
Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol 18 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Plano Krisna Vol.18 No.1 | Juni 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam membangun suatu bangunan sarana publik, bangunan harus baik dari segi struktur, agar bangunan tersebut bisa tetap berfungsi dengan baik selama umur layannya. perencanaan struktur bangunan dikerjakan secara menyeluruh. Sistem kerja Pondasi ini berkaitan dengan kapasitas daya dukung tanah serta kapasitas dukung di ujung tiang maupun lekatan tanah yang berada di sekitar tiang pancang. Perhitungan daya dukung pada struktur tiang pancang dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang disarankan para ahli, Selain perhitungan secara konvensional, penentuan kapasitas daya dukung juga dapat dilakukan dengan menggunakan suatu program bernama Plaxis. Berdasarkan Analisis yang dilakukan secara konvensional, didapat bahwa nilai kapasitas daya dukung tiang pancang tunggal pada titik S-3 berdasarkan data sondir sebesar 35,16 Ton, daya dukung tiang pancang tunggal pada titik BH-1 berdasarkan data boring log sebesar 20,36 Ton, nilai efisiensi kelompok tiang sebesar 0,7526. serta nilai daya dukung Tiang Pancang kelompok sebesar 264,64 Ton. Sedangkan Berdasarkan Analisis yang dilakukan secara permodelan menggunakan metode konvensional, didapat bahwa penurunan (settlement) tiang pancang kelompok sebesar 1,01 cm / 10,10 mm. sedangkan nilai penurunan (settlement) tiang pancang kelompok dengan menggunakan pemodelan aplikasi Plaxis sebesar 1,071 cm / 10,71 mm.