Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Proteksi Diri Dalam Berinteraksi (Prodiksi) Pada Siswa Smpn 11 Semarang Tiatira Evangelista; Pradipta Christy Pratiwi; Anggita Fathidia Ivana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.756

Abstract

Remaja merupakan fase transisi dari kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa ini, individu mengalami berbagai perubahan, baik perubahan fisik, kognitif, dan psikososial. Salah satu tugas perkembangan psikososial pada masa remaja adalah melewati masa identity vs role confusion. Identitas diri penting untuk dimiliki seseorang agar dapat mempresentasikan peran dan kebiasaannya yang unik, serta mengetahui bahwa setiap individu memiliki prinsip dan nilai yang berbeda. Pemahaman tentang peran, kebiasaan, prinsip, dan nilai ini akan berpengaruh pada dinamika kepribadian remaja hingga sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, perlu adanya psikoedukasi agar siswa mengetahui pentingnya identitas diri, mengetahui cara menemukan identitas diri, mengetahui konsep role confusion dalam psikososial, dan menghormati nilai serta prinsip yang berbeda. Berangkat dari permasalahan “mudah terbawa arus pergaulan”, kegiatan dilakukan di SMP Negeri 11 Semarang, partisipan dalam kegiatan ini berjumlah 32 siswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah psikoedukasi. Psikoedukasi telah dilaksanakan pada 21 November 2019. Kegiatan yang dilakukan meliputi pre-test dalam bentuk permainan, pemberian materi mengenai identitas diri, dan post-test untuk mengetahui pemahaman siswa. Hasil kegiatan psikoedukasi ini siswa mengetahui definisi identitas diri, siswa menyadari pentingnya identitas diri, memahami konsep role confusion. Saran kegiatan ini agar dilakukan secara berkelompok, yaitu membentuk support group, penanganan personal melalui konseling, dan melaksanakan follow up.
Mental Health Corner: Membangun Kesadaran Masyarakat terhadap Pentingnya Kesejahteraan Psikologis bagi Penyintas Intimate Partner Violence di Masa Pandemi Covid-19 Pradipta Christy Pratiwi; Fatma Kusuma Mahanani; Tri Esti Budiningsih; Devi Ajeng Efrilianda; Dyah Ayu Rahmawati; Chamila Ahda Soraya Rahma; Ambarita Mumpuni; Erika Noor Dianti; Tiatira Evangelista; Anggita Fathidhia Ivana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1789.564 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1284

Abstract

Terjadinya peningkatan kasus kekerasan interpersonal selama masa pandemi covid-19 patut menjadi perhatian masyarakat. Pelaku kekerasan ini biasanya orang terdekat dan menyebabkan berbagai dampak psikologis kepada penyitasnya. Variasi dampak yang dapat dialami penyintas misalnya kecemasan, self-esteem yang rendah, PTSD hingga bunuh diri. Penanganan psikologis selama ini telah dilakukan untuk meringankan dampak dari penyintas, termasuk salah satunya penelitian yang telah terlaksana pada tahun 2020 oleh tim pengabdi. Sebagai kelanjutan dari roadmap penelitian tersebut, tim pengabdi bersinergi dengan Komunitas Batir yang selama ini melakukan penanganan pelecehan seksual di seputar Kota Semarang. Tim pengabdi dan Komunitas Batir berfokus pada tujuan untuk peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya psychological welfare pada penyintas kekerasan interpersonal (IPV). Metode yang digunakan yaitu psikoedukasi dan konseling. Sasaran program ini adalah para anggota Komunitas Batir, para penyintas kekerasan, dan masyarakat umum yang dirangkum dalam rangkaian 7 kegiatan onlineselama 6 bulan (Bulan Maret-Agustus 2021). Hasilnya, telah terlaksana kegiatan 1 dan 2 berupa pembekalan bagi anggota Batir yang akan memberikan penanganan pada penyintas telah terlaksana berupa pelatihan psychological first-aid (PFA). Kegiatan 3 dan 4 berupa IG live psikoedukasi pada masyarakat bersama BEMKM UNNES dan Komunitas Batir. Kegiatan 5 berupa pembuatan konten-konten psikoedukasi berbasis gambar pada akun IG @yuksehatmental. Kegiatan 6 kontes foto bertema HOPE yang diikuti oleh para penyintas IPV. Kegiatan 7 telah terlaksana webinar mengenai IPV bersama pembicara ahli bidang psikologi klinis dan penanganan kasus-kasus kekerasan interpersonal (IPV).
Penanganan Cabin Fever melalui Terapi Kelompok Kognitif Perilaku pada Dewasa Muda selama Pandemi Covid-19 Pradipta Christy Pratiwi; Fatma Kusuma Mahanani; Tri Esti Budiningsih
Jurnal Ilmu Perilaku Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Perilaku
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jip.6.1.39-58.2022

Abstract

The Covid-19 pandemic is perceived as an unpleasant experience for many people. The various consequences of the Covid-19 pandemic have attracted the attention of various parties, one of which is mental health issues. The restrictions on social activities over a long period of time invoked among others the phenomenon of cabin fever. Cabin fever is a popular term that describes a person’s psychological responses such as demotivation or uncomfortable feelings. This study aims to examine the effectiveness of cognitive behavioral group therapy as an intervention effort for cabin fever in experimental quantitative research. Quantitative data was collected using the cabin fever phenomenon scale. Group therapy participants were 6 young adults aged 20-22 years. Friedman ANOVA test showed a significant difference between pre-test, post-test, and follow up. This showed that group therapy with a cognitive behavioral approach is effective reducing cabin fever symptoms in young adults.
The Tendency of Quiet Quitting Workers in Terms of Engagement and Well-Being at Work Pundani Eki Pratiwi; Sugiyarta Stanislaus; Pradipta Christy Pratiwi
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/philanthropy.v7i2.7905

Abstract

This study aims to look at the phenomenon of quite quiting that exists in workers after returning to work activities in the office. This phenomenon is viewed from the engagement and well being of workers in the workplace. Quite quiting itself is a phenomenon that describes the behavior of workers who choose to quit doing work that is not their main job at work, and become less psychologically invested in work. The approach in this study uses quantitative research methods. There were 377 research subjects spread across 21 provinces in Indonesia. The results of this study indicate that employee engagement and well being owned by workers are high. This study illustrates that workers are able to psychologically invest both cognitive, emotional and behavioral in the work they do. Even workers feel psychologically prosperous in carrying out work. Based on these results, it appears that the workers in this study show committed behavior in carrying out their jobs.Keywords: Engagement, Quiet Quiting, Well Being, Worker
Upaya peningkatan self-esteem pada dewasa muda penyitas kekerasan dalam pacaran dengan Cognitive Behavior Therapy Pradipta Christy Pratiwi
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu60

Abstract

Kekerasan dalam pacaran, sering dijumpai pada dewasa muda, dapat terjadi dalam bentuk kekerasan fisik, kekerasan psikologis, dan kekerasan seksual. Dampak signifikan dari kekerasan dalam pacaran adalah rendahnya self-esteempenyitas. Hal ini juga yang menyebabkan penyitas sulit keluar dari siklus kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan intervensi Cognitive Behavior Therapy(CBT) pada dewasa muda penyitas kekerasan dalam pacaran untuk meningkatkanself-esteem mereka. Desain penelitian ini adalah one-group pre-test-post-test design (kuasi eksperimen). Jumlah sampel ialah tiga orang, diperoleh dengan teknikpurposive sampling. Efektivitas terapi dilihat dari evaluasi kualitatif (penambahan skor RSES, observasi, dan wawancara). Alat ukur yang digunakan adalah Rosenberg Self-esteem Scale (RSES) untuk mengukur self-esteem dan Revised Conflict Tactics Scale (CTS2) untuk mengetahui karakteristik kekerasan yang dialami penyitas. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor pada RSES. Selain itu, evaluasi kualitatif juga menunjukkan peningkatan positif aspek kognitif, afektif, dan perilaku subjek penelitian. Oleh karena itu, CBT dapat dikatakan efektif meningkatkan self-esteempada penyitas kekerasan dalam pacaran.
Efikasi diri dalam pengasuhan ditinjau dari struktur keluarga Pratiwi, Pradipta Christy; Yustitia, Hani
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu691

Abstract

Parents require parenting self-efficacy to optimally perform parental tasks and responsibilities. Family structure is a powerful predictor of self-efficacy in parenting. This study aims to compare parenting self-efficacy for mothers from nuclear families compared to those from extended families. The sample size was 149 early adult mothers obtained through accidental sampling, of which 88 participants were from nuclear families. Participants completed The Parenting Self-Efficacy Scale. The findings indicate that mothers from nuclear families had significantly stronger parenting self-efficacy than those from extended families. The result highlights that mothers in nuclear families can provide a more comfortable learning environment and therefore enforce consistent parenting standards than mothers in extended families.
Transformasi Peran Perempuan dalam Upaya Preventif Kesehatan Mental Keluarga: Studi di Desa Sambirejo: Transformation of Women’s Roles in Preventive Efforts to Improve Family Mental Health: A Study in Sambirejo Village Rahmawati, Dyah Ayu; Pertiwi, Talitha Lintang; Hanifah, Fikrotul; Pratiwi, Pradipta Christy; Purwanto, Edy; Muslikah, Muslikah; Wirawan, Bagus Edi; Jelita, Lisna; Prasetyo, Sodikhul Adi
DARMADIKSANI Vol 5 No 2 (2025): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i2.8086

Abstract

Perempuan memiliki peran sentral dalam menjaga ketahanan keluarga, termasuk aspek kesehatan mental yang kerap terabaikan di wilayah pedesaan. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan kegiatan pengabdian mengenai transformasi peran perempuan dalam upaya preventif kesehatan mental keluarga di desa Sambirejo. Metode pengabdian yang digunakan adalah melalui psikoedukasi. Teknik evaluasi kegiatan pengabdian yaitu menggunakan wawancara, observasi partisipatif, serta pre-test dan post-test. Partisipan kegiatan pengabdian ini berjumlah 35 orang yang terdiri dari ibu rumah tangga, tokoh masyarakat, kader kesehatan desa, dan guru di desa Sambirejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Kegiatan pengabdian mencakup edukasi kesehatan mental dan urgensinya untuk keluarga, strategi pengasuhan yang mendukung perkembangan anak, serta identifikasi tanda gangguan mental dan cara mengakses layanan kesehatan mental. Kegiatan pengabdian ini berhasil mengedukasi perempuan di desa Sambirejo dengan meningkatkan pengetahuan dasar mengenai kesehatan mental. Artikel ini menyimpulkan bahwa perempuan di desa Sambirejo berfungsi sebagai katalisator dalam upaya pencegahan gangguan kesehatan mental keluarga melalui transformasi peran yang lebih adaptif dan partisipatif. Temuan ini menegaskan perlunya dukungan kebijakan dan program pemberdayaan untuk memperkuat kapasitas perempuan sebagai pelopor kesehatan mental keluarga di pedesaan.
Assistance in the Implementation of Inclusive School Policy in Sekaran 02 State Elementary School Mahanani, Fatma Kusuma; Pratiwi, Pradipta Christy; Amawidyati, Sukma Adi Galuh; Rizki, Binta Mu'tiya; Budiningsih, Tri Esti; Zian, Toriqul; Simatupang, Rambo; Insyiroh, Nafia
Educational Psychology Journal Vol. 12 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/epj.v12i2.9688

Abstract

The implementation of inclusive school policies is increasingly being carried out by various schools, especially public schools which are designated as pilot inclusive schools by the government. However, not all schools are ready to face various needs in implementing inclusive schools. One of them is SD N Sekaran 02 which still needs assistants and training for various teacher competencies in teaching inclusive schools. The activities to be carried out are training in the initial identification of children with special needs and training in the preparation of individual learning designs for children with special needs. The subjects in this study were 9 elementary school teachers. The research design uses one group design with pretest and post-test. The instruments used in this study were the teacher efficacy scale and the RPI knowledge test. Data analysis used Wilcoxon signed rank test analysis with statistical software JASP version 14.0. The results of the analysis showed that the inclusion policy implementation assistance program was effective in increasing teacher knowledge (p<0.05) and teacher efficacy (p<0.05).
Sexual Anxiety and Marital Satisfaction in Young Adult Men Awaliyah, Ima Asri; Pratiwi, Pradipta Christy
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 3 (2024): Volume 12, Issue 3, September 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i3.14858

Abstract

Marriage is a physical and mental relationship between a man and a woman as husband and wife in an effort to form a new harmonious life. Marriage will be successful when there is marital satisfaction. Marital satisfaction is influenced by anxiety factors in sexual intercourse, known as sexual anxiety. The purpose of this study was to determine the correlation between sexual anxiety and marital satisfaction in young adult men. The research method used is correlational quantitative research. The sampling technique used was purposive sampling consisting of 604 male participants in Indonesia aged 21 to 40 years and married. Measurements in this study used the Relationship Assessment Scale (RAS) to measure marital satisfaction consisting of 6 items with Cronbach's Alpha 0.789 and the Multidimensional Sexual Self-Concept Questionnaire (MSSCQ) to measure sexual anxiety consisting of 5 items with Cronbach's Alpha 0.958. Data analysis was conducted using Pearson Product Moment correlation technique. The results of the analysis showed a significant negative correlation (r = -0.160; p < 0.05) between sexual anxiety and marital satisfaction. The results also showed that the majority of participants' sexual anxiety was in the low category at 86.4% and the majority of participants' marital satisfaction was in the high category at 84.1%.Pernikahan adalah hubungan lahir batin antara laki-laki dan perempuan sebagai suami istri dalam upaya membentuk suatu kehidupan baru yang harmonis. Pernikahan akan berhasil ketika adanya kepuasan pernikahan. Marital satisfaction salah satunya dipengaruhi oleh faktor kecemasan dalam berhubungan seksual yang dikenal dengan sexual anxiety. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara sexual anxiety dengan marital satisfaction pada laki-laki dewasa muda. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif korelasional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yang terdiri dari 604 partisipan laki-laki di Indonesia berusia 21 sampai 40 tahun dan sudah menikah. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan Relationship Assessment Scale (RAS) untuk mengukur marital satisfaction yang terdiri dari 6 item dengan Cronbach’s Alpha 0.789 dan Multidimensional Sexual Self-Concept Questionnaire (MSSCQ) untuk mengukur sexual anxiety terdiri dari 5 item dengan Cronbach’s Alpha 0.958. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan (r = -0.160; p < 0.05) antara sexual anxiety dengan marital satisfaction. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sexual anxiety mayoritas partisipan berada di kategori rendah sebesar 86.4% dan marital satisfaction mayoritas partisipan berada di kategori tinggi sebesar 84.1%.
Moving Together to Make Lerep Village in Semarang Regency Safe from Sexual Violence Rofi Wahanisa; Rahmawati Prihastuty; Pradipta Christy Pratiwi; Dyah Ayu Rahmawati; Moh Iqbal Mabruri; Santi Rohmawati; Inge Widya Pangestika; Adiyatma, Septhian Eka
Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): (July-December, 2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jphi.v7i2.6905

Abstract

Sexual violence against children in Central Java shows the highest percentage among other types of violence at 46.6%, while sexual violence against women is at 14.7%. This high incidence of violence is an important concern, especially in Semarang Regency, which is ranked third in Central Java. Sexual violence is vulnerable in public places, such as tourist attractions. Although cases of sexual violence that occur in Lerep Tourism Village have not yet surfaced, preventive efforts to prevent sexual violence against women and children need to be intensified. The solution offered through this community service proposal is the implementation of psychoeducation for youth organizations in Lerep Village related to sexual violence. This program is in line with the 8th mission of Lerep Village in efforts to provide services, protection, and social empowerment for vulnerable groups, the poor, the elderly, orphans / orphans, people with disabilities and pregnant women. Therefore, psychoeducation on sexual violence and types of sexual violence, knowledge about healthy relationships and handling sexual violence both legally and psychologically was prepared. This psychoeducation also aims to equip teenagers in Lerep Village who are engaged as agents of change in an effort to prevent sexual violence and handle it if it occurs in the Lerep tourist village.