Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

KARAKTERISASI PLASTIK BIODEGRADABLE DARI PATI SAGU DENGAN PENAMBAHAN FILLER KALSIUM SILIKAT DAN KAOLIN Salsabil, Safyra Qathrunnada; Masrullita, Masrullita; Suryati, Suryati; Kamar, Iqbal; Meriatna, Meriatna; Maulinda, Leni; Safriwardy, Ferri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.14965

Abstract

Bioplastik adalah jenis plastik yang terbuat dari bahan-bahan alam yang fungsinya sama seperti plastik konvensional, tetapi dapat terurai secara alami dan lebih cepat dengan bantuan mikroorganisme. Karena memiliki sifat yang dapat terurai dengan cepat dialam, bioplastik termasuk bahan plastik yang ramah terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan bahan baku pati sagu dengan penambahan sorbitol 30% sebagai plasticizer dan filler kalsium silikat dan kaolin dengan variasi konsentrasi 3%, 6%, 9%, 12% dari berat pati. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dari bioplastik dengan penambahan filler kalsium silikat dan kaolin serta kualitas bioplastik manakah yang terbaik antara penambahan kedua filler tersebut. Penambahan filler pada bioplastik berguna untuk menyempurnakan sifat mekanik yaitu meningkatkan kuat tarik dan menurunkan sifat penyerapan bioplastik terhadap air. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental, bioplastik dari pati sagu dengan penambahan sorbitol serta  filler kalsium silikat dan kaolin diharapkan menjadi suatu material yang dapat diperbaharui sehingga dapat mengurangi dan mencegah kerusakan lingkungan. Pada penelitian ini diperoleh hasil biodegradasi terbaik yaitu pada variasi bioplastik dengan  filler kaolin dengan konsentrasi 3% dan 6%, kemudian uji swelling terbaik diperoleh pada  variasi bioplastik dengan filler kaolin 12% dimana nilai swellingnya sebesar 11,10 % , dan hasil uji kuat tarik terbaik diperoleh pada variasi bioplastik dengan filler kalsium silikat 6% dimana nilai kuat tarik diperoleh sebesar 1.49 MPa. 
PEMBUATAN BIODIESEL DARI LIMBAH MINYAK JELANTAH MELALUI PROSES TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS BERBASIS BY PRODUCT BIOMASS PYROLYSIS DARI TYPHA LATIFOLIA (TANAMAN EKOR KUCING) Akbar, Alpadilah; Maulinda, Leni; Hasfita, Fikri; Sylvia, Novi; -, Jalalludin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.21485

Abstract

Biodiesel dapat diperoleh dari transesterifikasi minyak nabati atau limbah minyak jelantah dan merupakan alternatif bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Krisis energi di seluruh dunia dan efek negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan bahan bakar fosil telah mendorong pengembangan biodiesel sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan biodiesel dari minyak jelantah dengan menggunakan katalis berbasis biochar yang berasal dari pyrolysis dari typha latifolia. Pemurnian minyak jelantah dengan karbon aktif, pembuatan katalis biochar melalui pyrolysis dan kalsinasi, dan reaksi transesterifikasi. Ada perbedaan rasio mol minyak jelantah dan metanol yang berbeda (1:6, 1:8, 1:10, 1:12, dan 1:14), serta perbedaan massa katalis yang berbeda (4%, 6%, 8%, 10%, dan 12%). Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah pemanfaatan tanaman typha latifolia (ekor kucing) sebagai katalis heterogen dari hasil produk samping pyrolysis secara sistematis dalam variasi rasio molar minyak dan metanol serta jumlah katalis, yang dikombinasikan dengan analisis mendalam struktur permukaan katalis menggunakan XRD, SEM-EDX, dan BET. Hal ini berbeda dari penelitian sebelumnya yang umumnya hanya fokus pada konversi biodiesel tanpa kajian karakterisasi katalis secara terperinci. Parameter produksi, densitas, viskositas, dan kadar asam lemak bebas (FFA) serta komposisi kimia digunakan untuk menganalisis karakteristik biodiesel. Ini dilakukan dengan menggunakan alat Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FT-IR). Selain itu, karakterisasi katalis dilakukan dengan menggunakan Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-ray (SEM-EDX), X-Ray Diffraction (XRD), dan Brunauer-Emmett-Teller (BET). Dalam penelitian yang dilakukan dengan menggunakan katalis char typha latifolia untuk transesterifikasi minyak jelantah, biodiesel yang paling efektif dihasilkan dengan rasio mol minyak dan metanol 1:6 dengan 4% katalis hasil yang didapatkan yield 80,73%, densitas 0,89 gr/ml, viskositas 4,43 mm2/s, dan bilangan asam 0,39 mg-KOH/gr. Biodiesel yang dihasilkan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil analisis komposisi menggunakan GC-MS menunjukkan bahwa ada senyawa metil ester dengan total 36,25%. Ini menunjukkan bahwa ada pembentukan biodiesel.
Ekstraksi Minyak Atsiri dari Kulit Durian (Durio Zibethinus) Dengan Menggunakan Pelarut Etil Asetat Ginting, Syarbaini; Maulinda, Leni; Hasfita, Fikri; Ginting, Zainuddin; Kurniawan, Eddy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan limbah kulit durian ( Durio zibethinus ) yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal mendorong dilakukannya penelitian untuk mengekstraksi kandungan minyak atsiri sebagai bahan baku potensial dalam industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu distilasi dan rasio bahan terhadap pelarutan terhadap karakteristik minyak atsiri yang dihasilkan. Ekstraksi dilakukan dengan metode refluks memakai pelarut etil asetat pada suhu tetap 80°C, dengan variasi waktu distilasi 5, 10, 15, 20, dan 25 menit, serta rasio bahan terhadap pelarut 1:8, 1:9, 1:10, 1:11, dan 1:12. Parameter yang dijelaskan meliputi rendemen ( rendemen ), densitas, viskositas, serta identifikasi senyawa kimia menggunakan Fourier Transform Inframerah (FTIR) dan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada waktu distilasi 25 menit dan rasio bahan terhadap pelarut 1:12 , menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 8,90% , densitas sebesar 1,03 g/ml , dan viskositas sebesar 4,42 mPa·s. Analisis FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi O–H, C–H, dan C=O yang merupakan karakteristik senyawa minyak atsiri. Sementara itu, GC-MS mendeteksi senyawa dominan seperti B e Benzene, 1,2,4-trimethyl- , 9-Octadecenoic acid (Z)-, methyl ester , dan Hexadecanoic acid, methyl ester yang merupakan turunan senyawa aromatik dan asam lemak ester yang umum ditemukan dalam minyak atsiri dengan potensi aktivitas biologis seperti antibakteri dan antioksidan. Berdasarkan hasil tersebut, kulit durian memiliki potensi sebagai bahan baku alternatif dalam produksi minyak atsiri untuk aplikasi industri ramah lingkungan.
Produksi Bioetanol dari Limbah Kertas HVS (Houtvrij Schrijf papier) melalui Proses Hidrolisis Asam Klorida (HCl) Adit, Aditya Maulana; Meriatna; Maulinda, Leni; Faisal; Muhammad; Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.26102

Abstract

Produksi kertas di Indonesia berdasarkan Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) mencapai 12,98 juta ton/tahun.Kertas yang telah digunakan dan dibuang dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan. Kandungan selulosa pada kertas sangat tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol. Limbah kertas HVS merupakan salah satu jenis limbah padat yang mengandung selulosa tinggi dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan hidrolisis asam HCl terhadap bahan baku serta waktu fermentasi terhadap kadar, densitas, dan viskositas bioetanol yang dihasilkan. Proses hidrolisis dilakukan menggunakan larutan HCl dengan perbandingan 1:2, 1:3, 1:4 dan 1:5 antara asam dan kertas HVS, kemudian difermentasi menggunakan mikroorganisme Saccharomyces cerevisiae selama 3, 5, dan 7 hari. Setelah fermentasi selesai, hasil cairan dianalisis meliputi kadar bioetanol tertinggi pada perbandingan 1:5 pada waktu fermentasi selama 5 hari dengan nilai 7,22% menggunakan piknometer, densitas (0,7881g/mL), dan viskositas (1,135mPa·s) menggunakan viskosimeter Ostwald..