Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Penentuan Komoditas Unggulan Sub Sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura di Setiap Kecamatan Kabupaten Tasikmalaya Yayu Setiani; Unang Unang; Betty Rofatin
Jurnal Agristan Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v3i2.3693

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi komoditas tanaman pangan dan hortikultura basis, komoditas prioritas pengembangan dan komoditas yang dapat diunggulkan di 39 wilayah masing-masing Kecamatan Kabupaten Tasikmalaya,. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan menganalisis nilai LQ dan analisis Shift Share. Hasil penelitian berdasarkan 5 komoditas dengan sebaran terbanyak di setiap kecamatan, menunjukkan bahwa komoditas tanaman pangan dan hortikultura yang menjadi basis di wilayah Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya adalah padi (tersebar di 22 kecamatan), pisang (tersebar di 15 kecamatan), belimbing, durian, dan kangkung (tersebar di 14 kecamatan). Komoditas tanaman pangan dan hortikultura yang menjadi prioritas pengembangan utama yaitu padi (tersebar di 22 kecamatan), belimbing, durian, kangkung dan kacang panjang (tersebar di 14 kecamatan yang berbeda). Kemudian untuk komoditas tanaman pangan dan hortikultura yang menjadi unggulan yaitu padi (tersebar di 13 kecamatan), jagung, kedelai dan jambu biji (tersebar di 8 kecamatan), dan nangka (tersebar di 7 kecamatan).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TUKAR PETANI SUBSEKTOR HORTIKULTURA DI INDONESIA TAHUN 2014-2018 Shelly Oktaviani; Betty Rofatin; Hendar Nuryaman
Jurnal Agristan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.929 KB) | DOI: 10.37058/ja.v3i1.3075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar petani subsektor hortikultura di Indonesia tahun 2014-2018. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan data yang digunakan berupa data sekunder. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2020 sampai dengan April 2021. Analisis deskriptif digunakan untuk melihat perkembangan nilai tukar petani dan analisis data panel untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar petani subsektor hortikultura di Indonesia tahun 2014-2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan nilai tukar petani subsektor hortikultura di Indonesia tahun 2014- 2018 cenderung fluktuatif bahkan mengalami penurunan. Faktor produktivitas cabai, produktivitas jeruk, harga produsen cabai, harga produsen bawang merah dan indeks harga konsumen berpengaruh siginifikan terhadap nilai tukar petani subsektor hortikultura di Indonesia tahun 2014-2018. Sedangkan factor produktivitas bawang merah dan harga produsen jeruk tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar petani subsektor hortikultura di Indonesia tahun 2014-2018.
Semi-organic Rice Farming as a Transition Period to Organic Rice Farming D. Yadi Heryadi; Betty Rofatin; Zulfikar Noormansyah
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v9i1.277

Abstract

Organic rice farming aims to achieve sustainable agriculture. It considers social, economic and environmental aspects. However, in practice, farmers experience various technical and economic constraints upon converting non-organic agriculture practice to organic rice farming. The alternative method is to implement semi-organic farming as a transitional period. The purpose of this study is to review technical / production and economic aspects of non-organic, semi-organic, and organic farming. It is conducted to determine whether semi-organic farming could be utilized as a transition period to organic rice farming. The study used a survey method on 75 farmers working in non-organic, semi organic, and organic farm in Priangan Timur, West Java Province, Indonesia. Article’s result exhibited that, in terms of technical cultivation / production, the majority of semi-organic farmers had carried out the stages of organic cultivation. It generated higher productivity compared to non-organic farming. However, productivity remained below organic farming. In terms of economical aspect, income per hectare and R / C value are higher than non-organic farming. However, it is below organic farming. Semi-organic farming could be used as a transition to organic farming.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI Yadi heryadi; Betty Rofatin
Journal of Empowerment Community Vol. 2 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v2i2.354

Abstract

The problem of poverty alleviation of the population is remains a big homework for the Tasikmalaya District Government with 189,350 poor population in 2017 or around 10.84% of the total population of 1,806,775 people. Poverty requires real empowerment. In rural areas empowerment can be done at the Farmers Women's Group (KWT) which is a forum for women to take part in advancing the agricultural sector. KWT Sri Rahayu is a group that has long been a producer of salak fruit processing, but its business has not developed well because of various things including monotonous products, packaging and brands that are still simple so that marketing access is limited. Methods for agreed upon solutions include counseling, product diversification, packaging / brand handling training and assistance so that the products become a product that can be proud of and can increase the income and welfare of farmers' households in the region. The results of activities have been able to increase competitiveness, value added products and alternative processed Salak products and improvement of community values. The conclusion is that the problems faced by KWT Sri Rahayu can be overcome well, although not yet optimal.  
Kajian Daya Saing Ekspor Produk Tuna Olahan Indonesia di Pasar Eropa Ridan Rahmansyah; Candra Nuraini; Betty Rofatin; Abdul Mutolib
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2021): JSHP (Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v5i2.1154

Abstract

Export competitiveness is a successful benchmark of country’s commodity in Internasional market. Tuna is one of Indonesia’s best export commodities. This study aims to determine the level of Indonesian tuna processed export products competitiveness and the influencing factors in European Union market.  The study use case study method and the data used are time series secondary data from 2003-2018. The study use Revealed Comparative Advantage (RCA) and panel data regression as analytical tools.  According to the RCA analysis, Indonesian tuna processed export products competitiveness is higher than one, in the other word, Indonesian tuna processed export products competitiveness is higher than world average competitiveness in European Union market. The results of the regression analysis shows the exchange rate and export volume have a significant effect and the European Union import tariffs and export prices have not significant effect on the Indonesian tuna processed export products competitiveness in European Union market.Keywords: export competitiveness, processed tuna, RCA, import dutyABSTRAKDaya saing ekspor menjadi tolak ukur keberhasilan suatu komoditas bagi negara untuk dapat bersaing di pasar Internasional. Tuna merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat daya saing ekspor produk tuna olahan Indonesia di pasar Uni Eropa serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, sedangkan data yang digunakannya adalah data sekunder deret waktu (time series) dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2018. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Revealed Comparative Advantage (RCA) dan regresi data panel.  Berdasarkan hasil penelitian, analisis RCA menunjukkan daya saing ekspor produk tuna olahan Indonesia di pasar Uni Eropa memiliki tingkat daya saing di atas rata-rata dunia di pasar Uni Eropa selama tahun 2003-2018. Hal ini terbukti dari hasil analisis RCA yang setiap tahunnya lebih besar dari satu. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa nilai tukar dan volume ekspor mempunyai pengaruh yang signifikan sedangkan tarif bea masuk Uni Eropa dan harga ekspor mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap daya saing ekspor produk tuna olahan Indonesia di pasar Uni Eropa.Kata kunci:  daya saing ekspor, tuna olahan, RCA, ekspor, bea masuk
PEMASYARAKATAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK KETAHANAN PANGAN DAN PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT D. Yadi Heryadi; Betty Rofatin; Yogi Nirwanto; Intan Nurcahya
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6: Nopember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i6.3872

Abstract

Jumlah penduduk miskin di Kota Tasikmalaya naik dari 86,13 ribu jiwa pada tahun 2020 menjadi 89,46 ribu jiwa pada 2021. Kemiskinan memerlukan tindakan pemberdayaan, proses pemberdayaan menjadi bagian pentitng dalam pembangunan alternatif dan dituangkan dalam aksi nyata bertujuan meningkatkan derajat hidup dan kesejahteraan masyarakat di berbagai segi kehidupan. Kegiatan pemberdayaan pangan lokal dalam konteks Diversifikasi Pangan untuk Ketahanan pangan dapat dilakukan pada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang dibentuk, tumbuh, dan berkembang atas prakarsanya dalam melaksanakan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sosial keluarga maupun di kelembagaan masyarakat diantaranya PKK. Implementasi diversifikasi pangan olahan masih banyak terkendala, sehingga diperlukan upaya alternatif diantaranya dengan memberdayakan ibu-ibu PKK dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Kaireina sebagai mitra dalam Pengabdian bagi Masyarakat Ketahanan Pangan (PbM-KP) UNSIL di Perum Pondok Tandala Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Saat ini Mitra sudah melaksanakan usahanya dalam pengolahan dan pembuatan makanan ringan/cemilan termasuk yang berbasis bahan baku sumberdaya lokal. Namun perkembangan mitra sebagai pengolah produk olahan berbasis non beras belum seperti yang diharapkan. Diantaranya masih terbatasnya tenaga terampil dalam proses pengolahan bahan baku, terbatasnya jenis bahan baku yang diolah serta keterbatasan akses pemasaran. Demikian juga kapasitas PKK sebagai pionir penggunaan bahan baku pangan lokal masih terbatas, sehingga implementasi pola diversifikasi pangan lokal masih rendah. Solusi dan metode yang disepakati yaitu Penyuluhan, Pelatihan dan Pendampingan, dilakukan sejak September 2022 sampai Desember 2022. Kegiatan telah memberikan peningkatan dampak sosial ekonomi melalui peningkatan indikator psychological assets, informational assets, organizational assets, material assets dan human assets. Target luaran yang dicapai adalah 1. Publikasi Ilmiah pada Jurnal ber ISSN, 2) Publikasi pada media massa cetak,Instagram 3) Diversifikasi produk.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU ANIS, IBU BALITA DAN IBU HAMIL UNTUK MENGATASI RISIKO STUNTING PADA ANAK MELALUI PENGENALAN APLIKASI FeMNHY Betty Rofatin; Kurniawan Kurniawan; Tine Badriatin; Wilman San Marino; Metty Nurherliyany
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16096

Abstract

Abstrak: Angka stunting di Kota Tasikmalaya masih diatas rata-rata nasional, salah satu yang menjadi sorotan yaitu di wilayah kerja puskesmas Bungursari. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat pada skema kesehatan (PbM-PPKM) untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dan ibu hamil yang beresiko mengalami stunting dengan pengenalan aplikasi Fe-MNHY. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan praktik penggunaan aplikasi Fe-MNHY. Kegiatan ini melibatkan mitra Posyandu Anis yang terletak di Kampung Gunung Tujuh, Kelurahan Sukarindik Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya dengan jumlah kader sebanyak 30 orang. Evaluasi Kegiatan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 pertanyaan, dengan hasil kegiatan menunjukan ketrampilan kader menggunakan aplikasi Fe-MNHY dengan kriteria cukup sebesar 63.33% dan kriteria baik sebesar 26.67%. Kader diharapkan berperan aktif dalam kegiatan promotif dan preventif serta mampu menjadi pendorong, motivator dan penyuluh masyarakat terutama dalam mengatasi masalah stunting salah satunya dengan penggunaan aplikasi Fe-MNHY.Abstract: Stunting numbers in the city of Tasikmalaya are still above the national average, one of which is highlighted in the Bungursari puskesmas work area. The purpose and specific objectives of public service activities on the health scheme (PbM-PPKM) are to promote public health affected by stunting or pregnant mothers at risk to prevent and overcome stunting. The method used is socialization and practice using the Fe-MNHY applications. This activity involves a partner, Posyandu Anis, located in Kampung Gunung Tu Seven, Kelurahan Sukarindik Bungursari Prefecture, City of Tasikmalaya, with several cadres of 30 people. Activity evaluation used a pre-test and post-test, which consisted of 10 questions, with the activity results showing cadres' skills using the Fe-MNHY application with sufficient criteria of 63.33% and good criteria of 26.67%. Kader is expected to play an active role in promotional and preventive activities as well as being able to be a driver, motivator, and mediator of society, especially in addressing stunting problems with the use of Fe-MNHY applications.
PEMBERDAYAAN PKK MELALUI DIVERSIFIKASI PENGOLAHAN LIDAH BUAYA UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELUARGA D Yadi Heryadi; Betty Rofatin; Intan Nurcahya; Yogi Nirwanto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.16481

Abstract

Salah satu permasalahan utama di Kota Tasikmalaya pada akhir 2021 adalah meningkatnya jumlah penduduk miskin. Kemiskinan membutuhkan tindakan pemberdayaan untuk meningkatkan derajat hidup dan kesejahteraannya. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat dengan skema Program Kemitraan Masyarakat (PbM-PKM) ini adalah membina dan mengembangkan potensi PKK dalam mengolah komoditas berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat, diiinisiasi oleh LPPM Universitas Siliwangi dan dilaksanakan pada PKK di Perum Pondok Tandala Kawalu Kota Tasikmalaya mulai Juni - Desember 2023.  Saat ini PKK mitra sedang merintis berbagai usaha di bidang kuliner diantaranya  dalam bentuk jajanan pasar, juga sedang mengembangkan produk alternatif berbasis bahan baku lokal yang melimpah di lokasi pengabdian yakni Lidah Buaya (Aloe vera sp). Sayangnya sampai saat ini pemanfaatan lidah buaya masih untuk hiasan/ornament dan tidak pernah dimanfaatkan untuk dijadikan makanan olahan yang memiliki nilai tambah ekonomi.  Hal ini disebabkan  masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan pengolahan Lidah Buaya. Solusi dan metode yang disepakati diantaranya melalui penyuluhan tentang manfaat tanaman Lidah Buaya dan pelatihan diversifikasi pengolahan produk dan pendampingan. Secara umum hasil penyuluhan dan pelatihan dapat direspons dengan baik dan mendapatkan apresiasi dari para peserta dan menyatakan bahwa ilmu dan keterampilan yang diperoleh akan diimplementasikan dalam skala keluarga dan kelompok. Juga telah memberikan dampak sosial ekonomi berupa psychological assets, informational assets, organizational assets, material assets, financial assets, dan human assets.
DISEMINASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMBENIHAN BANDENG PADA “HATCHERY MANGKRAK KORBAN TSUNAMI” SEBAGAI SOLUSI KETAHANAN PANGAN DI MASA PANDEMI COVID-19 D Yadi Heryadi; Betty Rofatin; Tenten Tejaningsih
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3: September 2022
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v2i3.1990

Abstract

Sektor perikanan dan kelautan walaupun berperan penting dalam perolehan PDRB dan berkontribusi lebih dari 80 persen produksi ikan di Indonesia, namun sampai saat ini belum memberikan kesejahteraan bagi nelayan di Indonesia ditambah dengan kondisi Pandemik COVID19 telah memperburuk situasi sosial, ekonomi masyarakat termasuk Mitra Program Penerapan Teknologi Tepat Guna kepada Masyarakat (PPTTG) yaitu “Tirta Hurip” dan “Laut Kidul” Batu Hiu, Pangandaran. Permasalahan pokok yang dihadapi mitra adalah tidak adanya alternatif jenis pekerjaan dan hanya sebagai nelayan penangkapan ikan yang hasilnya tidak memuaskan. Untuk mengatasi masalah ini maka dilakukan diseminasi teknologi tepat guna pembenihan bandeng dengan memanfaatkan hatchery “mangkrak” korban Tsunami tahun 2006 yang merupakan investasi masyarakat yang semula untuk hatchery udang Vanamei menjadi hatchery untuk Bandeng. Kegiatan ini memanfaatkan Program PTTG yang digagas Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Deputi Bidang Penguatan Risbang Kemenristek. Metode yang dilakukan yaitu Penyuluhan, Pelatihan, Pendampingan dan Demonstrasi plot sebanyak 24 bak dengan luas sekitar 500 m2. Diseminasi teknologi tepat guna berlangsung lancar sehingga nelayan saat ini memiliki alternatif profesi sebagai pembenih bandeng dengan spesialisasi penyedia pakan alami dan pemelihara larva serta kelembagaan kelompok yang lebih baik serta telah memberikan peningkatan dampak sosial ekonomi melalui peningkatan indikator psychological assets, informational assets, organizational assets, material assets, financial assets, dan human assets. PPTTG ini harus dilanjutkan melalui sinergi dengan berbagai stakeholders yang ada di wilayah setempat untuk menjamin keberlanjutannya.
OPTIMASI AGROINDUSTRI LIDAH BUAYA Rofatin, Betty; Sumarsih, Enok
Jurnal Pertanian Vol. 11 No. 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v11i2.2221

Abstract

Pengolahan  lidah buaya menjadi berbagai macam produk makanan atau minuman akan dihadapkan pada aktifitas penggunaan modal. Untuk menghasilkan output yang maksimal, perusahaan pasti akan dihadapkan pada bahan baku yang dimilikinya serta bahan-bahan pendukung lainnya, tetapi untuk menghasilkan output yang maksimal, jumlah yang dibutuhkan akan melebihi yang disediakan.  Kondisi ini mengharuskan perusahaan untuk melakukan kombinasi yang tepat agar kebutuhan tidak melebihi dari jumlah yang disediakan.  Begitu juga dengan tenaga kerja yang merupakan bagian penting dalam proses produksi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi aktual agroindustri berbahan baku lidah buaya, kondisi optimal agroindustri berbahan baku lidah buaya , dan selisih penerimaan sebelum dan setelah dilakukan optimasi pada Agroindustri lidah buaya pada Agroindustri LIBUA di Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya.Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada Agroindustri LIBUA di Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Analisis yang digunakan adalah analisis Linear Programming.Hasil penelitian tentang kondisi aktual agroindustri berbahan baku lidah buaya, menunjukkan hasil produksi untuk nata de aloe 33.5 kilogram dan selai 7 kilogram, dengan harga nata de aloe Rp 100.000,- /kg dan selai Rp 75.000,-/kg, sehingga diperoleh penerimaan untuk nata de aloe sebesar Rp. 3.350.000,-dan selai Rp. 525.000,- dengan total penerimaan sebesar Rp. 3.875.000,-Berdasarkan kondisi optimal diperoleh hasil produksi untuk nata de aloe 40,72 kilogram dan tidak memproduksi selai dengan harga Rp. 100.000,0/kg, sehingga diperoleh penerimaan sebesar Rp. 4.072.000,-. Dengan demikian ada perbedaad penerimaan setelah optimasi yaitu sebesar Rp. 197.000,-