Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Pelatih Kesehatan dan Gizi Santri Akan Gizi Remaja : Suatu Upaya Dini Mencegah Masalah Gizi Kurang Umijati, Sri; Fatmaningrum, Widati; Umiastuti, Pirlina; Jayanata, Muhammad Gita; Imanina, Shabrina Nur; Swanjo, Julian Benedict
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i6.2816

Abstract

Angka kejadian santri kurus dan obesitas di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithroh Surabaya, Indonesia, masih tinggi (35,6% dan 11,36%). Faktor penyebabnya adalah perilaku dan gaya hidup gizi yang rendah. Pelatih gizi yang dibentuk pada tahun 2020 diharapkan mampu mengatasi masalah ini. Kemampuan pelatih perlu ditingkatkan. Peningkatan kemampuan pelatih dilakukan terhadap 18 santri dalam kurun waktu satu bulan. Materi yang diberikan adalah kesehatan dan gizi remaja, anemia, 1000 Hari Pertama Kehidupan dan penilaian gizi IMT menurut usia. Peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik pelatih terhadap materi tersebut dinilai melalui tes sebelum dan sesudah pelatihan. Penilaian kemampuan sebagai pelatih dilakukan berdasarkan penampilan, teknik komunikasi, penguasaan materi dan inovasi dalam menyampaikan materi. Selanjutnya, dilakukan penilaian kemampuan pelatih di hadapan 64 santri lainnya. Dukungan keberlanjutan pelatihan oleh para pemangku kepentingan sangat dibutuhkan dan dapat diperoleh dengan menyelenggarakan seminar. Peningkatan kemampuan pelatih terjadi pada seluruh materi pada aspek pengetahuan (p<0,05) demikian pula kemampuan psikomotorik terkait kesehatan remaja (p=0,008). Pada sikap dan aspek praktik belum terjadi perubahan secara bermakna walaupun secara deskriptif menunjukkan peningkatan. Sebanyak 88,9% santri dapat berperan sebagai pelatih dengan baik dan mampu membuktikan kemampuannya dengan meningkatkan pengetahuan santri tentang Kesehatan dan gizi remaja, serta anemia dan 1000 HPK (p<0,05). Pelatih mampu meningkatkan perilaku gizi remaja sehingga diharapkan dapat mencegah masalah gizi.
Kekerasan terhadap Anak sebagai Mediator antara Stres Pengasuhan pada Ibu di Masa Pandemi COVID-19 dan Depresi Anak Hosea, Laurensia Aniella; Widyorini, Endang; Sumijati, Sri
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 27 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/10.20885/psikologika.vol27.iss1.art4

Abstract

Semua orang dapat mengalami depresi, termasuk juga pada anak-anak. Pandemi COVID-19 mengharuskan ibu memberikan waktu pengasuhan yang lebih banyak kepada anak di samping penurunan kondisi finansial yang dapat menyebabkan adanya stres pengasuhan pada ibu. Stres pengasuhan pada ibu dapat menyebabkan kerentanan pada ibu dalam melakukan tindakan kekerasan kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kekerasan pada anak menjadi mediator hubungan antara stres pengasuhan yang dimiliki oleh ibu dimasa pandemi COVID-19 dengan depresi pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan melibatkan 96 responden dengan cara convenience sampling. Berdasarkan hasil analisis jalur ditemukan bahwa stres pengasuhan pada ibu di masa pandemi Covid-19 tidak berkontribusi secara signifikan pada terjadinya kekerasan terhadap anak (â = .179, p = .082). Hasil ini menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak tidak menjadi mediator hubungan antara stres pengasuhan pada ibu di masa pandemi COVID-19 dengan depresi yang terjadi pada anak. Namun demikian, depresi pada anak terjadi dengan adanya kontribusi stres pengasuhan pada ibu di masa pandemi COVID-19 (â = .325, p = .000) serta kekerasan terhadap anak (â = .532, p = .000). 
Effectiveness Of Forward Chaining in Enhancing Sanitary Pad Usage for Adolescents With Intellectual Disabilities Wulandari, Stefany Widya Ayu; Suparmi, Suparmi; Sumijati, Sri
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 3 (2023): Volume 11, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i3.11384

Abstract

This research aims to test the effectiveness of the forward chaining method in improving the ability to use sanitary pads independently for adolescents with moderate-level Intellectual Disabilities (ID). The study utilized an experimental interrupted time series design and observed three female adolescents aged 10-15 years with ID who faced limitations in using sanitary pads. The behavior modification program focused on forward chaining as the teaching technique. Data were collected through purposive sampling and analyzed using quantitative and qualitative methods. The results showed that the forward chaining method was effective in enhancing the adolescents' ability to use sanitary pads independently. The Independent t-Test indicated a significant difference in the mean scores before (M=2.17, SD 0.35) and after the intervention (M=3.33, SD 0.31), t(22)=2.51, p=0.02 (<0.05), d=1.17. This experiment confirmed the successful enhancement of proper sanitary pad application for adolescents diagnosed with ID. Teaching self-care skills, like using sanitary pads, is crucial for maintaining genital hygiene during menstruation for individuals with ID at the moderate level, even though it may require substantial time and effort.Remaja perempuan dengan gangguan Intellectual Disabilities (ID) pada level sedang mampu dilatih untuk menguasai keterampilan bina diri, termasuk kemampuan memakai pembalut sendiri, meskipun memerlukan waktu yang lama. Keterampilan ini sangat penting diajarkan agar mereka dapat menjaga kebersihan organ genital secara mandiri, terutama selama menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode forward chaining dalam meningkatkan kemampuan memakai pembalut secara mandiri pada remaja dengan gangguan Intellectual Disabilities (ID). Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan interrupted time series design. Subjek penelitian terdiri dari tiga remaja perempuan berusia 10-15 tahun dengan gangguan ID level moderate (sedang) yang memiliki keterbatasan dalam menggunakan pembalut sendiri. Pengambilan subjek dilakukan melalui teknik purposive sampling, dan data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode forward chaining terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan memakai pembalut secara mandiri pada remaja dengan diagnosa ID. Uji Independent t-Test menunjukkan adanya perbedaan signifikan rerata kemampuan memakai pembalut antara sebelum (M=2,17, SD 0,35) dan setelah penerapan forward chaining (M=3,33, SD 0,31), t(22)=2,51, p=0,02 (<0,05), d=1,17. Partisipan berhasil menguasai seluruh rangkaian perilaku memakai pembalut sendiri dengan benar (9 chain of behaviors) secara mandiri dari yang sebelumnya belum dapat menguasai rangkaian perilaku secara mandiri. Dengan demikian, eksperimen ini membuktikan bahwa teknik forward chaining dapat meningkatkan keterampilan memakai pembalut dengan benar pada remaja dengan diagnosa ID.