Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Strategi Kepala Desa Menanggulangi Kemiskinan di Desa Along Kabupaten Simeulue Ika Dinata, Satra; Al-Fairusy, Muhajir; Pally Taran, Jovial
AL-UKHWAH - JURNAL PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM Vol. 2 No. 1 (2023): Al-Ukhwah: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/jau.v2i1.2092

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah yang masih menjadi garapan pemerintah di Indonesia. Sudah berbagai kebijakan dan program yang dilakukan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan, seperti BLT, charity dan lain sebagainya. Tetapi permasalahan tentang kemiskinan belum terselesaikan. Dengan adanya dana desa kemudian desa bisa lebih melakukan pembangunan dan pemberdayaan masyarakatnya agar bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan pendapatan asli desa. Strategi yang dilakukan Pemerintah Desa Along adalah menjalankan proses dengan sistematis, dan lebih mementingkan keinginan dan kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pemberdayaan masyarakat melalui dana desa sebagai upaya mengatasi kemiskinan di Desa Along Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi di lapangan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Along melalui pemberdayaan masyarakat dengan adanya dana desa mampu mengatasi kemiskinan yang ada di Desa Along melalui Pelayanan Pendidikan, Bantuan Langsung Tunai(BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), BUMdes, dan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni. Dibuktikan dengan perubahan status Desa Along dari sebelum adanya dana desa adalah desa tertinggal, kemudian setelah adanya dana desa menjadi desa berkembang dan optimis untuk menjadi desa mandiri.
JEJAK PERDAGANGAN REMPAH DI PESISIR ACEH BESAR Taran, Jovial Pally; Sanusi Ismail; Hamdina Wahyuni
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 14, No. 1, ( Juni 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v14i1.1811

Abstract

Jejak jalur rempah di pesisir Aceh Besar menggambarkan hubungan perdagangan antara masyarakat pesisir Aceh dengan bangsa-bangsa asing tempo dulu. Jejak ini dapat dibuktikan dengan adanya bekas dermaga/pelabuhan kuno, perkebunan rempah dan penamaan atau toponimi gampong. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jejak jalur rempah di pesisir Aceh Besar terutama pada beberapa titik bekas pelabuhan kuno yaitu Ujong Pancu, Kuala Gigieng dan Krueng Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penulisan metode sejarah kritis secara deskriptif analitis. Dari hasil temuan menunjukkan bekas-bekas pelabuhan kuno terutama yang terdapat pada kawasan Kuala Gigieng, bekas perkebunan lada, cengkeh dan kemiri pada kawasan Ujong Pancu, Kuala Gigieng dan Krueng Raya. Serta juga terdapat beberapa gampong pada kawasan tersebut berhubungan dengan penamaan rempah yang pernah atau tumbuh pada beberapa gampong di ketiga kawasan tersebut.
The Sunni-Shia Conflict in the History of Islam: An Analytical Descriptive Study Manan, Abdul; Taran, Jovial Pally
Palita: Journal of Social Religion Research Vol. 5 No. 2 (2020): Palita: Journal of Social Religion Research
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pal.v5i2.1327

Abstract

AbstractThis study was aimed at discussing the background of Sunni-Shia conflict in the epoch of Ottoman and Safavid Empires critically, elucidating the role of Sunni to Ottoman and depicting the role of Shia to Safavid. In this sense, this study employed a library research method through the stages of heuristics, criticism or verification, interpretation, and historiography. This research method collects historical sources in accordance with the title of the study, which is then carried out the stages of criticism of verification of the sources, and developed through the stages of interpretation or analysis, and concluded through writing history. The findings revealed that the conflict between Sunni and Shia, indeed, had ensued over a long enough period, therefore, since the era of the Rashidun Caliphate. Besides, the conflict occurring in the era of Ottoman and Safavid denoted the follow-up action of the previous ones, mainly caused by the diverse attitudes in selecting leaders, followed by the various understandings on dalil (proofs) derived from Quran and Sunnah. The difference in attitude in choosing leaders is quite big, based on tribal conflicts that have lasted quite long in the Arabian Peninsula. The conflict between Ottoman and Safavid was exacerbated by the coercion of a particular madhhab (school of thought) and the act of power seizing among them. Generally, Ottoman determined the madhhab of Hanafi as its official one. Yet, when dispute and injustice occurred, Ottoman did not halt its adherents from asking for fatwa (edict) from their own as long as they were still in the scope of Sunni madhhabs. Safavid Empire had gradually thrived applying Shia as its madhhab. The intention of Shia to seize power sparked off attempts for combat and intimidation on the ulama (Islamic scholars) and the Sunni inhabitants for them to convert their creed into Shia. To do so, there were educational institutions founded that worked to make the Shia thought spread systematically and effectively in the Safavid Empire.AbstrakPenelitian ini membahas secara kritis latar belakang konflik Sunni dan Syiah pada zaman Kerajaan Usmaniyah dan Safawiyah. Studi ini juga, menjelaskan peran Sunni terhadap Kerajaan Usmaniyah dan peran Syiah terhadap Kerajaan Safawiyah. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan melalui tahapan heuristik, kritik atau verifikasi, interpretasi, dan historiografi, penelitian ini mengumpulkan sumber-sumber historis sesuai dengan judul penelitian, yang kemudian dilakukan tahapan kritik verifikasi sumber, dan dikembangkan melalui tahapan interpretasi atau analisis, dan disimpulkan melalui penulisan sejarah. Temuan mengungkapkan bahwa konflik antara Sunni dan Syiah memang telah terjadi selama periode yang cukup lama, yakni sejak era Kekhalifahan Rasyidin. Selain itu, konflik yang terjadi di era Kerajaan Usmaniyah dan Safawiyah merupakan aksi lanjutan dari sikap memilih pemimpin yang berdasarkan dari berbagai pemahaman tentang dalil Al-qur’an dan Sunnah Rasulullah. Perbedaan sikap dalam memilih pemimpin telah berlangsung cukup lama di Semenanjung Arab dan berdasarkan kesukuan. Konflik antara kedua kerajaan tersebut diperparah dengan paksaan mazhab tertentu dan tindakan kekerasan antar kerajaan. Secara umum, Kerajaan Usmaniyah menetapkan mazhab Hanafi sebagai yang mazhab resmi. Namun, ketika perselisihan dan ketidakadilan terjadi, Kerajaan Usmaniyah tidak menghentikan pengikutnya untuk meminta fatwa dari kerajaannya selama masih dalam lingkup mazhab Sunni. Kerjaan Safawiyah secara bertahap berkembang menerapkan Syiah sebagai mazhabnya. Niat Syiah untuk merebut kekuasaan memicu peperangan dan pengintimidasian ulama agar pengikut Sunni mengubah keyakinannya. Sebuah lembaga pendidikan didirikan utnuk membuat pemikiran Syiah menyebar secara sistematis dan efektif pada Kerajaan Safawiyah.
Dinamika Peran Ulama Aceh Barat Dalam Penerapan Syariat Islam Waly, Farkhati; Paisal, Jon; Taran, Jovial Pally; Ramli, Ramli
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2025): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v2i2.223

Abstract

Penerapan Syariat Islam di Aceh Barat melibatkan peran ulama yang berfungsi sebagai pengawas dan pemberi pertimbangan dalam kebijakan pemerintahan dan sosial, meskipun tanpa kedudukan eksekutif. Ulama, melalui Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), berperan penting dalam mengarahkan pelaksanaan syariat yang diatur dalam berbagai Qanun. Meskipun ada tantangan dalam koordinasi antar lembaga dan resistensi masyarakat, perencanaan matang dan sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat diperlukan untuk memastikan penerapan syariat Islam berjalan efektif, terstruktur, dan menciptakan kehidupan yang harmonis.
Otimalisasi Pengabdian Masyarakat Melalui Program KPM di Gampong Blang Puuk Kulu Kecamatan Seunagan Kebupaten Nagan Raya Efendi, Sumardi; Kasih, Dar; Taran, Jovial Pally; Ziadi, Fajri; Noviana, Susi; Aunina, Yusra; Mustaqin, Hidayatul; Meliawati; Arita, Peni; Junaida, Rida; Sari, Septina Purnama
BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begawe.v1i2.20

Abstract

Program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Gampong Blang Puuk Kulu, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya adalah inisiatif yang bertujuan untuk memaksimalkan kontribusi pendidikan tinggi dalam memberikan manfaat kepada masyarakat setempat. Program ini melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dalam upaya untuk memberikan solusi yang berkelanjutan terhadap masalah yang dihadapi oleh komunitas di wilayah tersebut. Dalam konteks ini, KPM berfungsi sebagai wadah untuk menggabungkan teori akademis dengan praktik lapangan yang nyata, memungkinkan mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan mereka dalam situasi yang sebenarnya. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan mencakup pendampingan Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan komunitas secara aktif dalam merumuskan masalah, merencanakan tindakan, dan mengambil keputusan. Hasil dari program ini mencakup peningkatan kualitas hidup masyarakat, pembangunan infrastruktur, penguatan pendidikan, pengembangan ekonomi lokal, dan peningkatan kesejahteraan komunitas. Program KPM ini adalah contoh nyata bagaimana institusi pendidikan tinggi dapat berperan aktif dalam pengabdian kepada masyarakat, dengan tujuan mempromosikan pembangunan yang berkelanjutan dan mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat di Gampong Blang Puuk Kulu dan sekitarnya. Melalui kolaborasi dan partisipasi aktif, program ini membantu menciptakan perubahan positif dalam masyarakat yang diabdi dan memberikan manfaat yang nyata bagi semua pihak yang terlibat.
The Sunni-Shia Conflict in the History of Islam: An Analytical Descriptive Study Manan, Abdul; Taran, Jovial Pally
Palita: Journal of Social Religion Research Vol. 5 No. 2 (2020): Palita: Journal of Social Religion Research
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pal.v5i2.1327

Abstract

AbstractThis study was aimed at discussing the background of Sunni-Shia conflict in the epoch of Ottoman and Safavid Empires critically, elucidating the role of Sunni to Ottoman and depicting the role of Shia to Safavid. In this sense, this study employed a library research method through the stages of heuristics, criticism or verification, interpretation, and historiography. This research method collects historical sources in accordance with the title of the study, which is then carried out the stages of criticism of verification of the sources, and developed through the stages of interpretation or analysis, and concluded through writing history. The findings revealed that the conflict between Sunni and Shia, indeed, had ensued over a long enough period, therefore, since the era of the Rashidun Caliphate. Besides, the conflict occurring in the era of Ottoman and Safavid denoted the follow-up action of the previous ones, mainly caused by the diverse attitudes in selecting leaders, followed by the various understandings on dalil (proofs) derived from Quran and Sunnah. The difference in attitude in choosing leaders is quite big, based on tribal conflicts that have lasted quite long in the Arabian Peninsula. The conflict between Ottoman and Safavid was exacerbated by the coercion of a particular madhhab (school of thought) and the act of power seizing among them. Generally, Ottoman determined the madhhab of Hanafi as its official one. Yet, when dispute and injustice occurred, Ottoman did not halt its adherents from asking for fatwa (edict) from their own as long as they were still in the scope of Sunni madhhabs. Safavid Empire had gradually thrived applying Shia as its madhhab. The intention of Shia to seize power sparked off attempts for combat and intimidation on the ulama (Islamic scholars) and the Sunni inhabitants for them to convert their creed into Shia. To do so, there were educational institutions founded that worked to make the Shia thought spread systematically and effectively in the Safavid Empire.AbstrakPenelitian ini membahas secara kritis latar belakang konflik Sunni dan Syiah pada zaman Kerajaan Usmaniyah dan Safawiyah. Studi ini juga, menjelaskan peran Sunni terhadap Kerajaan Usmaniyah dan peran Syiah terhadap Kerajaan Safawiyah. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan melalui tahapan heuristik, kritik atau verifikasi, interpretasi, dan historiografi, penelitian ini mengumpulkan sumber-sumber historis sesuai dengan judul penelitian, yang kemudian dilakukan tahapan kritik verifikasi sumber, dan dikembangkan melalui tahapan interpretasi atau analisis, dan disimpulkan melalui penulisan sejarah. Temuan mengungkapkan bahwa konflik antara Sunni dan Syiah memang telah terjadi selama periode yang cukup lama, yakni sejak era Kekhalifahan Rasyidin. Selain itu, konflik yang terjadi di era Kerajaan Usmaniyah dan Safawiyah merupakan aksi lanjutan dari sikap memilih pemimpin yang berdasarkan dari berbagai pemahaman tentang dalil Al-qur’an dan Sunnah Rasulullah. Perbedaan sikap dalam memilih pemimpin telah berlangsung cukup lama di Semenanjung Arab dan berdasarkan kesukuan. Konflik antara kedua kerajaan tersebut diperparah dengan paksaan mazhab tertentu dan tindakan kekerasan antar kerajaan. Secara umum, Kerajaan Usmaniyah menetapkan mazhab Hanafi sebagai yang mazhab resmi. Namun, ketika perselisihan dan ketidakadilan terjadi, Kerajaan Usmaniyah tidak menghentikan pengikutnya untuk meminta fatwa dari kerajaannya selama masih dalam lingkup mazhab Sunni. Kerjaan Safawiyah secara bertahap berkembang menerapkan Syiah sebagai mazhabnya. Niat Syiah untuk merebut kekuasaan memicu peperangan dan pengintimidasian ulama agar pengikut Sunni mengubah keyakinannya. Sebuah lembaga pendidikan didirikan utnuk membuat pemikiran Syiah menyebar secara sistematis dan efektif pada Kerajaan Safawiyah.
Peran Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dalam Penegakan Syariat Islam di Kabupaten Aceh Barat Dwiana Adinda; Alfah Salam; Mulitalia; Darlin Rizki; Sahman Z; Jovial Pally Taran
At-Tafakur: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol. 1 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Az-Zain Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulama di Aceh memiliki peran historis sebagai penasihat agama bagi penguasa, namun dalam konteks pemerintahan saat ini, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana memastikan pengawasan syariat Islam tetap relevan dan efektif dalam sistem pemerintahan sekuler. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan, melalui wawancara dengan Ketua MPU Aceh Barat serta observasi langsung di kantor MPU. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada model Miles dan Huberman, yang mencakup tahap pengumpulan, reduksi dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MPU Aceh Barat memiliki tiga komisi utama, yaitu Komisi Fatwa, Komisi Ekonomi, dan Komisi Dakwah, yang berperan dalam menjaga serta membimbing umat sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Namun, dalam pelaksanaannya, MPU menghadapi kendala seperti pluralitas masyarakat, perbedaan interpretasi ajaran Islam, serta koordinasi dengan pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan strategi adaptasi agar peran ulama tetap kuat dan pengawasan syariat Islam dapat berjalan secara efektif dalam sistem pemerintahan saat ini.
Ekspedisi Sungai Singkil sebagai Model Pengabdian Masyarakat dalam Pelestarian Warisan Budaya Lokal Ramli, Ramli; Taran, Jovial Pally; Nasir, Ahmad
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (Desember 2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/meuseuraya.v4i2.6295

Abstract

Sungai Singkil merupakan ruang hidup sekaligus jalur peradaban yang membentuk identitas sosial, budaya, dan religius masyarakat Aceh Singkil dan Subulussalam sejak masa lampau. Namun, arus modernisasi, perubahan tata ruang, serta degradasi lingkungan berpotensi melemahkan kesadaran kolektif terhadap nilai historis dan kultural sungai tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui program Ekspedisi Sungai Singkil yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I pada 12–15 November 2025. Metode pengabdian dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan lintas disiplin, melibatkan akademisi, peneliti, jurnalis, budayawan, serta komunitas lokal. Bentuk kegiatan meliputi penelusuran jalur sungai dan pesisir, observasi langsung aktivitas budaya masyarakat, dokumentasi tradisi lisan dan kesenian lokal, diskusi publik, serta seminar kebudayaan. Ekspedisi ini juga mengunjungi situs-situs bersejarah penting seperti makam Hamzah Fansuri, kompleks makam Kerajaan Kuta Baharu, serta empat pulau terdepan Singkil Utara. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dan peserta terhadap Sungai Singkil sebagai ruang peradaban, sumber pengetahuan lokal, dan modal sosial bagi pemajuan kebudayaan. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan dokumentasi budaya dan rekomendasi awal bagi pengembangan pendidikan sejarah lokal dan pariwisata budaya berbasis sungai. Program pengabdian ini diharapkan berkontribusi pada upaya pelestarian warisan budaya, penguatan identitas kultural masyarakat Singkil, serta pembangunan kebudayaan yang berkelanjutan.
OPTIMALISASI PERAN DOSEN DAN MAHASISWA PROGRAM KPM DI GAMPONG KUTA ACEH KECAMATAN SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA Hendra SH; Sumardi Efendi; Jovial Pally Taran; Nur Okta Trisiyah; Aris Nandar; Desil Afriani; Nopi Gunawan; Weldas Devita Sari; Fitriani Fitriani; Raihani Wardah; Riza Asma
Surya Edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2024): Surya Edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/se.v1i1.7250

Abstract

Penelitian ini mendokumentasikan Optimalisasi Peran Dosen dan Mahasiswa dalam Program Kuliah Pengabdian Masyarakat (PKPM) di Gampong Kuta, Aceh, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya. Fokus utama penelitian adalah menggali bagaimana keterlibatan dosen dan mahasiswa mampu menciptakan perubahan positif dalam masyarakat setempat. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), identifikasi masalah bersama dilakukan, memungkinkan perencanaan dan implementasi program yang benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif dosen sebagai pembimbing dan mahasiswa sebagai pelaku utama dalam setiap tahap PKPM menghasilkan dampak positif yang signifikan. Relevansi program terbukti dari solusi konkret yang dihasilkan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam merumuskan dan melaksanakan kegiatan pengabdian. Proses pengembangan kapasitas lokal menjadi sorotan, dengan dosen dan mahasiswa berperan dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, menciptakan keberlanjutan dalam pemecahan masalah. Hasil keseluruhan penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana optimalisasi peran dosen dan mahasiswa dalam PKPM dapat menciptakan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dan masyarakat. Implikasinya mencakup formulasi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan dapat diadopsi di wilayah-wilayah dengan konteks serupa.
Implementasi Program Kelas Pengayaan Bahasa Arab untuk Meningkatkan Kemampuan Santri Tahfidz di SMA Ma’had Assyakhsiah Tahfiz Sains Penang, Malaysia Jovial Pally Taran; Rahmat Saputra; Wirda Rahmi; Yudia Anhar; Wahyudi Wahyudi; Zulpina Zulpina; Nida Yusra Nurzakiya; Putri Anisa; Maisarah Maisarah
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (Juni 2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/meuseuraya.v5i1.6362

Abstract

Program pengayaan bahasa Arab merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan kebahasaan santri tahfidz yang masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kosakata, kemampuan komunikasi yang rendah, serta perbedaan tingkat penguasaan bahasa di antara santri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab santri tahfidz melalui program kelas pengayaan yang dilaksanakan di SMA Ma’had Assyakhsiah Tahfiz Sains Penang, Malaysia. Metode pengabdian yang digunakan meliputi beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan santri, perencanaan program pembelajaran, pelaksanaan kelas pengayaan, serta evaluasi kegiatan. Program dilaksanakan selama satu bulan dengan melibatkan 20 santri sebagai peserta. Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pendekatan komunikatif dengan metode diskusi kelompok, latihan percakapan, permainan peran, serta penerapan sistem peer mentoring, di mana santri yang memiliki kemampuan lebih baik membantu teman yang masih mengalami kesulitan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program kelas pengayaan bahasa Arab mampu meningkatkan pemahaman santri terhadap kosakata dan struktur bahasa Arab, menumbuhkan motivasi belajar, serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif. Selain memberikan manfaat bagi santri, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan akademik ke dalam praktik pendampingan pendidikan di lingkungan pesantren. Dengan demikian, program kelas pengayaan bahasa Arab dapat menjadi salah satu model pendampingan pembelajaran yang efektif untuk mendukung peningkatan kompetensi bahasa Arab santri tahfidz.