Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Semiotika Komunikasi Interpersonal dalam Film Pulang Lazuardi, Ashar Banyu; Hasbullah, Hasbullah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2023): Juni (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v1i4.195

Abstract

Karya film pendek yang baru dirilis pada tahun 2023 yang berjudul Pulang dipilih sebagai objek penelitian. Film Pulang dipublikasikan melalui laman akun youtube Kereta Api Kita, milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bertepatan saat beberapa hari sebelum arus mudik 2023 dimulai. Skema hubungan keluarga dan semiotika Charles S. Peirce digunakan peneliti untuk membedah scene film Pulang tersebut yang menampilkan hubungan komunikai interpersonal. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini dengan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini skema hubungan keluarga dibangun dalam film Pulang yang dapat dilihat dari interaksi komunikasi interpersonal di antara tokoh – tokoh pemeran film. Tokoh Naila pada akhir cerita pun memperjelas bahwa hubungan keluarga yang erat akan selalu mengikat seseorang untuk selalu dekat dengan orang yang menjadi orang tua dari seorang anak. Film Pulang juga merupakan upaya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mempromosikan perjalanan kereta api dalam rangka mudik atau pulang kampung pada momentum hari raya.
Representasi Sosial Dalam Film Dluwang Lazuardi, Ashar Banyu; Yasa, I Nyoman Miyarta; Nata, I Gede Anjas Kharisma; Biagi, I Wayan Kusuma Di
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): Juni (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v2i4.412

Abstract

Film dokumenter merupakan salah satu jenis genre atau ragam film. Sineas film dokumenter di Indonesia sendiri berkembang dengan pesat. Salah satunya Ravacana Films merupakan salah satu rumah produksi yang produktif dalam dunia film pendek. Pada artikel penelitian ini akan berfokus pada salah satu karya film dokumenter Ravacana Films yang berjudul Dluwang. Judul film Dluwang berbeda dengan karya Ravacana Films yang lain, film ini merupakan karya dokumenter yang merupakan representasi sosial yang nyata atau dengan kata lain tanpa rekayasa. Semiotika digunakan sebagai pisau bedah untuk melihat respresentasi sosial yang dimunculkan melalui simbol – simbol yang terdapat di dalam film Dluwang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini bahwa sosok Toni dalam film Dluwang merupakan representasi sosial dari masyrakat khususnya di Jogjakarta. Selain itu,, pekerjaan yang ditekuni oleh karakter Toni merupakan peran yang sangat penting terutama di bidang sejarah. Selain itu dalam film Dluwang, terdapat pula gambaran representasi sosial dari kurangnya kesadaran masyakarat umum tentang pentingnya peninggalan sejarah Indonesia.    
Studi Kasus Logo HUT 31 Kota Mataram sebagai Representasi Identitas Lokal I Gede Anjas Kharismana Nata; I Nyoman Miyarta Yasa; Ashar Banyu Lazuardi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan elemen visual dalam logo HUT 31 Kota Mataram, menganalisis representasi identitas lokal melalui simbol-simbol visual dalam logo tersebut. Mengkaji persepsi masyarakat terhadap logo HUT 31 Kota Mataram sebagai bentuk ekspresi identitas budaya dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Berdasarkan keseluruhan analisis, Logo HUT ke-31 Kota Mataram dapat dipahami sebagai teks budaya (cultural text) yang bekerja melalui sistem representasi visual dan ideologis.
Pelatihan Bahasa Visual dalam Media Sosial sebagai Branding Diri Anak-anak Panti Asuhan Dharma Laksana Qatrunnada, Qatrunnada; I Nyoman Miyarta Yasa; Ashar Banyu Lazuardi; Mohamad Yudisa Putrajip; I Gde Anjas kharisma Nata; I Wayan Kusuma Di Biagi
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6051

Abstract

This study investigates the effectiveness of visual language training in strengthening self-branding skills among children at the Dharma Laksana Orphanage through social media. The problem addressed in this research is the limited visual literacy and inconsistent digital identity often found in orphanage-based youth, which can hinder their ability to participate in today’s visually driven communication landscape. The training aimed to enhance their visual comprehension, content-production abilities, and confidence in developing a safe and consistent online identity. Using a participatory method, the program combined observation, content analysis, and pre–post assessments to evaluate changes in technical and psychosocial competencies. The results show substantial improvement in participants’ ability to interpret and create visual materials, articulate a personal aesthetic, and engage more confidently with digital platforms. Audience feedback also played a supportive role in reinforcing their emerging digital identities. Overall, the findings indicate that visual language training can serve as an effective empowerment strategy, helping orphanage youth build stronger self-presentation skills and participate more meaningfully in online spaces.
Penguatan Nilai Budaya Lokal melalui Edukasi Ritual Pakon bagi Generasi Muda di Desa Lenek Putrajip, Mohamad Yudisa; Ashar Banyu Lazuardi; Muhammad Nasir; Azril Irzam
Varied Knowledge Journal Vol. 3 No. 3 (2026): Varied Knowledge Journal, February 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/vkj.v3i3.174

Abstract

The Pakon ritual is one of the local cultural practices of the Sasak community in Lenek Village, carrying strong social, spiritual, and cultural values. In recent years, its continuity has faced growing challenges due to social change, modernization, and shifting perspectives among younger generations. This study aims to examine efforts to strengthen local cultural values through Pakon ritual-based education for youth. A qualitative approach was applied using descriptive methods, including observation, interviews, and documentation studies. The findings reveal that culture-based education through the Pakon ritual helps deepen young people’s understanding of their local identity, increases appreciation for cultural heritage, and fosters a collective awareness to preserve traditions. It also creates a space where traditional values can meet and adapt to the realities of modern life experienced by the younger generation.
Pemberdayaan Remaja Putri Lintas Agama ‎melalui Peningkatan ‎Kreativitas dan ‎Keterampilan Life-Skills Menuju ‎Transformasi Sosial ‎Ekonomi Mukminah, Mukminah; Hirlan, Hirlan; Lazuardi, Ashar Banyu
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Maret 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i2.180

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya akses keterampilan praktis bagi remaja putri di wilayah marginal serta adanya sekat primordialisme agama yang sering kali membatasi kolaborasi produktif. Fokus utama kegiatan ini adalah sosialisasi dan pendampingan intensif untuk meningkatkan kreativitas serta keterampilan life-skills remaja putri lintas agama sebagai upaya transformasi sosial-ekonomi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang diintegrasikan dengan Participatory Action Research (PAR), melibatkan 40 peserta dari latar belakang agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Tahapan pengabdian meliputi pemetaan aset (discovery), pembangunan visi (dream), perancangan aksi (design), hingga tahap keberlanjutan (destiny). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan teknis peserta, khususnya dalam literasi digital dan kriya ekonomi kreatif berbasis limbah. Secara sosiologis, program ini berhasil memicu perubahan perilaku berupa peningkatan kepercayaan diri dan munculnya pemimpin lokal muda. Selain itu, terbentuknya komunitas "Griya Kreatif Bhinneka" menjadi pranata sosial baru yang memperkuat kohesi sosial dan moderasi beragama melalui kolaborasi ekonomi produktif. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan ekonomi kreatif yang inklusif merupakan strategi efektif untuk meruntuhkan prasangka antarumat beragama sekaligus membangun kemandirian komunitas di tingkat akar rumput