Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PSIKOEDUKASI PENINGKATAN PERAN BYSTANDER UNTUK MENGURANGI BULLYING DI PONDOK PESANTREN Farizan Adani, Erizza; Firdaus Nuryananda, Tirta; Nuril Mukminin, Muhammad; Nurma Halida, Arfin; Nurwidawati, Desi; Ratna Brillianti Kusnanda, Raniah; Ulimazeta , Adnin
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8166

Abstract

The issue of bullying at Al Fattah Global Islamic School (GIBS) Boarding School has become a major concern in efforts to create a safe and supportive learning environment. One of the issues identified is the low involvement of students as bystanders in preventing and stopping bullying. Students tend to be passive and lack the knowledge and courage to take action. The aim of this activity is to provide psychoeducation to students about bullying, its impacts, and concrete strategies for active and effective bystanders. The program was implemented through a series of stages, including the preparation of modules, coordination with partners, and the implementation of interactive training in the form of lectures, educational videos, and discussions. This activity involved students from grades 7 to 12 at GIBS. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding and awareness of the concept of bullying and the importance of the active role of bystanders. Participants' knowledge increased overall, particularly regarding the impact of bullying on victims and concrete steps that bystanders can take. In conclusion, psychoeducation has proven effective in enhancing the social empowerment of students to engage in bullying prevention and contributes to the creation of a pesantren culture that prioritizes empathy, solidarity, and psychosocial safety. ABSTRAK Permasalahan bullying di Pondok Pesantren Al Fattah Global Islamic School (GIBS) menjadi perhatian utama dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. Salah satu isu yang diidentifikasi adalah rendahnya keterlibatan santri sebagai bystander dalam mencegah dan menghentikan bullying. Santri cenderung pasif dan kurang pengetahuan serta keberanian untuk bertindak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan psikoedukasi kepada santri mengenai bullying, dampaknya, serta strategi konkret bagi bystander yang aktif dan efektif. Program ini diimplementasikan melalui serangkaian tahapan yang meliputi penyusunan modul, koordinasi dengan mitra, dan pelaksanaan pelatihan interaktif berupa ceramah, video edukasi, dan diskusi. Kegiatan ini melibatkan santri dari kelas 7 hingga 12 di GIBS. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesadaran peserta terhadap konsep bullying dan pentingnya peran aktif bystander. Pengetahuan peserta meningkat secara keseluruhan, terutama dalam hal dampak bullying terhadap korban dan langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh bystander. Kesimpulannya, psikoedukasi terbukti efektif dalam meningkatkan keberdayaan sosial santri untuk terlibat dalam pencegahan bullying, serta berkontribusi pada terciptanya budaya pesantren yang mengedepankan empati, solidaritas, dan keamanan psikososial.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Citra Tubuh Wanita Dewasa Awal yang Belum Menikah Graceiolla Alfarenza Budiman; Arfin Nurma Halida
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2, Nomor 2, Juli 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v2i2.1477

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya faktor apa saja yang dapat mempengaruhi citra tubuh wanita dewasa awal yang belum menikah. Metode pengumpulan data berasal dari wawancara secara mendalam (in depth interview) yang bersifat semi struktur (semi structured). Penelitian ini menggunakan metode penelitian secara kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Partisipan berjumlah lima orang yang merupakan wanita dewasa awal yang belum menikah dan berusia 20-25 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi citra tubuh lima partisipan sebagai wanita dewasa awal yang belum menikah. Faktor yang mempengaruhi citra tubuh partisipan diantaranya adalah faktor media massa yaitu dari hasil wawancara membuktikan bahwa seluruh partisipan terpengaruh konten publik figur dengan standar kecantikan ideal, faktor kedua jenis kelamin yaitu partisipan sebagai wanita cenderung terus memberikan evaluasi dan penilaian pada penampilannya secara fisik dan faktor yang ketiga yaitu hubungan interpesonal, dari hasil wawancara diketahui bahwa faktor lingkungan sosial berpengaruh besar pada citra tubuh partisipan karena hampir seluruh partisipan mendapatkan kritik atau komentar negatif terhadap bentuk serta ukuran tubuh masing-masing partisipan.
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN REGULASI EMOSI PADA GEN Z PENGGUNA GAME ROBLOX Muhaimin, Aldhani Surya; Halida, Arfin Nurma
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44988

Abstract

This study aims to analyze the relationship between self-control and emotion regulation among Generation Z users of the online game Roblox. The background of this study is based on the high intensity of online gaming among Generation Z, which may influence individuals’ ability to manage their emotions. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The participants consisted of 229 Roblox users selected using a non-probability sampling technique with an accidental sampling method. Data were collected through an online questionnaire using self-control and emotion regulation scales based on a Likert scale. The data were analyzed using Spearman’s rho correlation test due to non-normal data distribution. The results showed a positive and significant relationship between self-control and emotion regulation, with a correlation coefficient of 0.227 and a significance value of < 0.001. This finding indicates that higher levels of self-control are associated with better emotion regulation abilities. However, the strength of the relationship was categorized as weak, suggesting that other factors also influence emotion regulation. In conclusion, self-control plays a role in supporting emotion regulation among Generation Z and provides important implications for developing interventions to promote more adaptive use of digital technology.