Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Popeye (Let's Have Healthy Snacks Extension Program) at SDN 17 Gurun Laweh, Nanggalo District in 2022 Dian Febrida Sari; Nila Eza Fitria; Nurleny Nurleny; Masni Hayati; Eka Putri Primasari; Putri Nelly Syofiah; Masri Rahayu Putri; Gyta Maida Vilosta; Mayyang Santola Rifa; Diana Fitri; Maita Alifa
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol 7 No 1 (2023): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta (DIS) Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/je.v7i1.694

Abstract

SDN 17 Gurun Laweh is one of the schools located in Kampung Koto, Gurun Laweh Village, Nanggalo District, Padang City, does not yet have a school cafeteria, so students snack around the school. Many food vendors use motorbikes that sell around the school such as grilled meatballs, cireng and others. The school could not confirm the cleanliness and health of the snacks. The school's policy regarding snacks that students should not consume at school. The efforts that will be made are (1) To approach the school for cooperation in a healthy snack program for school students. (2) Reactivate the small doctor program. (3) Implementing the POPEYE program (PrOgram PEnyuluhan AYo Jajan SEhat) whose activities include providing education on what healthy snacks are and how to choose healthy snacks so that children can avoid disease. By using age-appropriate game media for school children and also reading fairy tales where we know children really like storytelling activities. So that children can understand the material taught and the achievements to be achieved can be achieved optimally. The targeted outputs are publication of articles in accredited national journals, publications in print and electronic media, increasing partner knowledge about healthy snacks.
REMAJA KREATIF DAN INOVATIF (REALITA) KAMPUNG KB ALAM ASRI Farida Ariyani; Dian Febrida Sari; Gina Muthia; Ety Aprianti; Widya Lestari; Masni Hayati; Natasha Angle; Marcella Putri; Jihan Dhiya Mirta
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15842

Abstract

Usia remaja merupakan masa yang paling rentan terhadap permasalahan kenakalan remaja, kekerasan seksual ataupun pelecehan. Namun, remaja merupakan aset bangsa yang akan menjadi pemimpin dan penerus generasi bangsa yang akan menentukan kesuksesan bangsa di masa depan. Prevalensi kekerasan seksual dan pelecehan seksual semakin meningkat. Pada bulan November 2021 diperkirakan 5 kasus per hari terjadi pencabulan terhadap remaja perempuan di Kota Padang dan umumnya pelakunya adalah keluarga dekat seperti ayah, kakak, kakek, paman dan orang dekat lainnya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan program yang digerakkan dalam kampung KB yaitu Bina Keluarga remaja (BKR) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Sasaran dari kegiatan ini adalah remaja di RW 06 (Guo) dan RW 07 (Pasa Lalang) Kelurahan Kuranji. Hasil dari kegiatan ini adalah revitalisasi organisasi PIK-R dengan membentuk pengurus yang baru, pendirian posko (taman) kreatifitas remaja, pelatihan konselor teman sebaya dan pelatihan pengurus PIK-R tentang tugas dan peran serta tanggung jawab pengurus organisasi PIK-R
EFFECTIVENESS OF WEB-BASED PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) ON SLEEP QUALITY IN PATIENTS BREAST CANCER UNDERGOING CHEMOTHERAPY Amelia, Weny; Sari, Dian Febrida; Syahid, Armein; Espasari, .
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i07.P02

Abstract

Breast cancer is the uncontrolled growth of cells or tissue in the breast. Chemotherapy is the first therapeutic choice for treating cancer. One of the symptoms felt by breast cancer patients undergoing chemotherapy is a decrease in sleep quality. Sleep quality is a person's sense of satisfaction with their sleep. Decreased sleep quality can reduce the body's immune system to fight developing cancer cells. The recommended nursing action to overcome sleep disorders in breast cancer patients undergoing chemotherapy is web-based progressive muscle relaxation (PMR). PMR is a technique that focuses attention on muscle activity, by identifying tense muscles and then reducing tension by performing relaxation techniques to get a relaxed feeling. The aim of this study was to determine the effectiveness of web-based PMR on sleep quality in breast cancer patients undergoing chemotherapy at RSUP Dr. M. Djamil Padang. The research design uses a quasi-experiment in the form of a one group pretest-posttest approach. The sampling technique was purposive sampling with a sample size of 25 people. Sleep quality was assessed using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Statistical test using Paired T-Test. The results showed a significant effect of web-based progressive muscle relaxation (PMR) on sleep quality in breast cancer patients undergoing chemotherapy (p value = 0.000; ? < 0.05). In this study, it can be concluded that there is an influence of web-based progressive muscle relaxation (PMR) on sleep quality in breast cancer patients undergoing chemotherapy at RSUP Dr. M. Djamil Padang. This study recommends web-based progressive muscle relaxation (PMR) as an independent nursing intervention to improve sleep quality in breast cancer patients undergoing chemotherapy. Keywords: Progressive Muscle Relaxation (PMR); breast cancer; chemotherapy; sleep quality
PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN DAN UKURAN LINGKAR LENGAN ATAS BERDASARKAN KEJADIAN NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI Wildayani, Desi; Lestari, Widya; Ningsih, Winda Listia; Sari, Dian Febrida; Sujendri, Sintia; Suyitno, Lulu Shabina; Sanita, Rani; Toinio, Diffi Wardhani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.21680

Abstract

Pada masa remaja gangguang yang sering terjadi adalah nyeri haid. Nyeri perut saat haid atau dismenore yang dirasakan oleh wanita dapat menghambat aktivitas. Angka kejadian dismenore primer di Indonesia adalah 54,89%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin dan ukuran lingkar lengan atas berdasarkan kejadian nyeri haid pada remaja putri di MTsS Pesantren Shine Alfalah. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah siswi MTsS Pesantren Shine Alfalah Padang pada bulan September – November 2023 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berjumlah 74 orang. Peneliti menggunakan kuesioner menstruasi, melakukan pemeriksaan hemoglobin dan mengukur LiLA responden. Hasil penelitian diolah dengan uji statistik T independent. Penelitian ini didapatkan hasil bahwa 17 orang (23%) mengalami nyeri haid, rerata kadar hemoglobin responden adalah 13,565 g/dl, dan rerata ukuran LiLA responden adalah 21,628 cm. Hasil uji T independent didapatkan bahwa terdapat perbedaan kadar hemoglobin antara kelompok yang mengalami nyeri haid dengan yang tidak mengalami nyeri haid (p value = 0,000). Hasil lain didapatkan bahwa terdapat perbedaan ukuran LiLA antara kelompok yang mengalami nyeri haid dengan yang tidak mengalami nyeri haid (p value = 0,000). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar hemoglobin dan ukuran lingkar lengan atas berdasarkan kelompok nyeri haid pada remaja putri di MTsS Pesantren Shine Alfalah Padang.
FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) PENANGANAN DAN PENCEGAHAN STUNTING MENUJU PINAGAR SEBAGAI NAGARI GENERASI EMAS Yulia M. Zai, Yovita; Yani Maidelwita; Asriwan Guci; Sri Suciana; Dian Febrida Sari; Rizka Ausrianti; Yusriana; Ilham Akerda Edyyul
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol. 5 No. 1 (2025): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jam.v5i1.552

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang memengaruhi kualitas hidup anak di Nagari Pinagar, Pasaman Barat. Focus Group Discussion (FGD) dilaksanakan sebagai forum lintas sektor untuk memetakan permasalahan sosial kesehatan ibu, bayi, dan balita guna mendukung upaya penanganan serta pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Wali Nagari Pinagar – Kabupaten Pasaman Barat, pada Tanggal 4 September 2024 dengan melibatkan perangkat nagari, tokoh agama, tenaga kesehatan, kader-kader posyandu, dan masyarakat. Strategi utama adalah pengumpulan data partisipatif melalui diskusi terfokus. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini menghasilkan suatu Forum FGD yang menghasilkan peta sosial, dimana tercerminkan faktor penyebab stunting dan solusi potensial dalam bentuk rencana tindak lanjut. Dalam kegiatan ini juga dihasilkan bahwa partisipasi masyarakat meningkat dan menghasilkan rekomendasi strategis untuk penguatan kesehatan ibu dan anak. Kata Kunci: Stunting, Nagari Pinagar, FGD.
CEGAH STUNTING DENGAN PROGRAM OPTIMALISASI PIK-R SEBAGAI INTERVENSI, CONTROLLING DAN EDUKASI (POP ICE) Ariyani, Farida; Putri Primasari, Eka; Sari, Dian Febrida; Lestari, Widya; Yusnela, Eza
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24027

Abstract

Kejadian Stunting di Indonesia masih merupakan permasalahan dan issue prioritas dalam Perencanaan Pembangunan. Kejadian stunting masih tinggi dari target penurunan stunting yakni 27,6%. Stunting merupakan permasalahan urgent yang harus di laksanakan secara optimal. Akibat stunting mempengaruhi pembangunan sumber daya manusia di masa depan. Pencegahan stunting dilakukan dengan menjaga kualitas 1000 Hari pertama kehidupan. Persiapan untuk kualitas kehidupan di 1000 HPK tersebut di mulai sejak pranikah, prakonsepsi, selama hamil dan menyusui. Bentuk upaya yang dilakukan adalah pengoptimalan peran PIK-R Melati IV, dengan melaksanakan deteksi dini masalah kesehatan remaja dan pendampingan remaja yang beresiko stunting oleh remaja itu sendiri. Remaja yang telah diskrining dikelompokkan berdasarkan faktor resiko yang diidentifikasi. Selanjutnya konselor dan pendidik sebaya memberikan edukasi tentang faktor resiko dan cara penanggulangan faktor resiko agar tidak menjadi bahaya dimasa depan nanti. Remaja yang mengalami anemia diberikan tablet tambah darah, remaja KEK dan Kurus diberikan Makanan Tambahan, dan yang Obesitas diberikan edukasi latihan ringan untuk kebugaran. Semua intervensi tersebut dikontrol melalui grup online dan log book online.
Early Stunting Education (PENTINGJADI) for Adolescents in RW 07 Pasa Lalang Kuranji in 2023: Pendidikan Stunting Sejak Dini (PENTINGJADI) pada Remaja di RW 07 Pasa Lalang Kuranji tahun 2023 Dian Febrida Sari; Eka Putri Primasari; Widya Lestari; Farida Ariyani; Eza Yusnella; Mayyang S. Rifa; Maita Alifa; Natasha Angle; Jannatul Utami; Nurlaili
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 8 No. 2 (2024): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teenagers are a group of people who need special attention, both physically and psychologically. Teenagers as the next generation must also be prepared to become a quality generation. To create a quality generation, teenagers can be trained as implementers of stunting prevention. Stunting is a chronic nutritional problem and is a condition of malnutrition that is related to nutritional deficiencies in the past. The impact of stunting that endangers the nation's future is the low quality of adolescent health. Stunting prevention can be done in the life cycle at the adolescent stage. Knowledge of adolescent nutrition, especially young women, regarding stunting is very important to prevent stunting. Providing education about stunting should start from adolescence in preparation for entering the preconception period. Therefore, direct involvement of teenagers in preventing stunting should be carried out by the teenagers themselves. Health workers, in this case, play a role in providing education to teenagers who will become future mothers and fathers in the future. Through the education provided, it is hoped that it can increase teenagers' knowledge about stunting, so that when the baby is born, the mother can provide appropriate nutrition to the child, so that the child avoids the problem of stunting.