Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Dinamika Pembangunan dalam Kerangka Otonomi Daerah dan Negara Kesejahteraan: Atribut Dominasi terhadap Masyarakat Lokal di Kabupaten Ende Maximianus Ardon Bidi; Eusabius Separera Niron; Bruno Rey Sonby Pantola; Yohana Fransiska Medho
Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 25 No 1 (2026)
Publisher : Laboratorium Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/njip.v25i1.838

Abstract

This examines describes the dynamics of development within the framework of regional autonomy as a form of dominant attributes imposed on the local communities in Ende Regency. Using a qualitative approach, the research analyzes the forms of domination exercised through development implementation under regional autonomy and their implications for the realization of welfare-state principles at the local level. The findings reveal a paradox in the paradigm of local development in Ende Regency: the allocation and distribution of resources are imbalanced, with prioritization leaning heavily toward the bureaucratic dimension rather than the community. Based on these findings, community needs at the grassroots level should be prioritized in development, because community-based development cannot be reduced to a merely technocratic process. Ideally, community development should be rooted in the potential and aspirations of local people; in practice however, it is often trapped in rigid bureaucratic and technocratic approaches. This imbalance indicates that development, which should be grounded in local needs, is instead constrained by elitist and exclusive administrative routines that weaken the welfare-state function of regional autonomy.
Edukasi Sadar Bahaya: Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Ancaman Human Trafficking Di Desa Tutubhada, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo Maria Rojelia Hoar Bere; Yohana Fransiska Medho
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Juli 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ddsy8223

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Tutubhada, Kabupaten Nagekeo, mengenai bahaya human trafficking melalui kegiatan edukasi yang melibatkan penyuluhan, diskusi kelompok, dan tanya jawab. Program ini diadakan sebagai langkah pencegahan dan pemberdayaan dalam menghadapi isu perdagangan manusia. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan untuk memberikan informasi dasar, diskusi kelompok untuk mendorong partisipasi aktif dan pertukaran ide, serta sesi tanya jawab untuk menjawab keraguan dan memperdalam pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengidentifikasi tanda-tanda dan risiko human trafficking setelah menerima penyuluhan.  Selain itu, kegiatan ini meningkatkan solidaritas dan kesadaran masyarakat untuk menghentikan perdagangan manusia di sekitar mereka.  Keberhasilan program dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan komitmen untuk pencegahan ditunjukkan oleh partisipasi aktif masyarakat.  Untuk memperluas jangkauan dan keberlanjutan kegiatan ini, dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait sangat penting. Diharapkan melalui program ini, jumlah kasus perdagangan manusia di wilayah tersebut akan dikurangi, dan masyarakat akan dapat melindungi diri mereka sendiri dan lingkungan sekitarnya dari bahaya perdagangan manusia. Sangat disarankan untuk merekomendasikan kegiatan pendidikan serupa yang berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak untuk mewujudkan lingkungan yang aman, sadar, dan bebas dari perdagangan manusia di tingkat desa.
Pelatihan Penyusunan  Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga Dalam Organisasi Masyarakat Di Desa Jawapogo Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo Yohana Fransiska Medho; Maximianus Ardon Bidi; Maria Augustin Lopes Amaral; Veronika Ruba Pena
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): September 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i5.781

Abstract

Abstrak harus diakhiri dengan komentar tentang pentingnya hasil atau kesimpulan singkat.  Pelatihan penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas organisasi masyarakat di Desa Jawapogo, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo. Banyak organisasi lokal, seperti Karang Taruna “Tunas Muda”, kelompok tani, dan kelompok perempuan belum memiliki dokumen AD/ART yang jelas dan terstruktur sebagai pedoman kelembagaan. Padahal, AD/ART sangat penting sebagai dasar hukum dan operasional organisasi agar dapat berjalan secara efektif, akuntabel, dan demokratis. Pelatihan ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, analisis contoh dokumen, dan simulasi penyusunan AD/ART. Materi mencakup konsep dasar, struktur, dan isi AD/ART sesuai regulasi yang berlaku, serta penguatan kapasitas organisasi secara menyeluruh. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta sangat tinggi, baik dari segi isi materi, metode penyampaian, hingga manfaat kegiatan bagi organisasi mereka. Kegiatan ini berhasil mendorong peserta untuk menyusun draft AD/ART secara mandiri dan meningkatkan kesadaran pentingnya regulasi internal dalam memperkuat tata kelola organisasi masyarakat Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan dan profesionalisme organisasi masyarakat di tingkat desa, serta mendukung terciptanya masyarakat yang mandiri dan berdaya dalam pembangunan lokal.
Dampak Vakumnya Karang Taruna Terhadap Partisipasi Pemuda Dalam Pembangunan Masyarakat di Desa Olaia Krispianus Rivaldy Kaju Dhewa; Yohana Fransiska Medho; Frans Bapa Tokan
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): September 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i5.825

Abstract

Penelitian ini membahas dampak vakumnya Karang Taruna terhadap partisipasi pemuda dalam pembangunan masyarakat di Desa Olaia. Karang Taruna, sebagai organisasi kepemudaan, sebelumnya berperan penting dalam memfasilitasi keterlibatan aktif pemuda pada berbagai kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi desa. Namun, sejak Karang Taruna tidak aktif sejak tahun 2018, terjadi penurunan signifikan dalam partisipasi pemuda, kolaborasi sosial, dan regenerasi kepemimpinan di tingkat desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi untuk mengidentifikasi penyebab kevakuman, seperti lemahnya struktur, kurangnya dukungan pemerintah desa, serta minimnya motivasi dan komunikasi antaranggota. Dampak kevakuman meliputi berkurangnya pengembangan diri pemuda, menurunnya solidaritas, serta melemahnya kontribusi pemuda dalam pembangunan desa. Antusiasme dan inisiatif kaum muda dalam pembangunan desa menurun ketika Karang Taruna hilang karena berkurangnya ruang bagi kaum muda untuk mengekspresikan bakat dan cita-cita mereka. Temuan ini menegaskan pentingnya revitalisasi Karang Taruna sebagai strategi meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan pemuda demi keberlanjutan pembangunan masyarakat di Desa Olaia.
Revitalizing Etu Traditional Boxing as Local Wisdom for Sustainable Tourism Policy Development: A Case Study of Wuliwalo Village, Nagekeo Regency, Indonesia Yohana Fransiska Medho; Maximianus Ardon Bidi; Droste Go Jewa
Journal Public Policy Vol 12, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpp.v12i2.13402

Abstract

The Etu traditional boxing tradition is a form of local wisdom of the Wulu people of Wuliwalo Village, Nagekeo Regency, NTT. It symbolizes courage, social solidarity, and customary conflict resolution. However, this tradition faces challenges due to modernization and declining interest from the younger generation. The aim of this study is to identify local values contained in Etu, analyze the revitalization strategies carried out by the community, and evaluate the role of Etu in the development of cultural tourism. The method used was descriptive qualitative with a case study approach. Data collection techniques included in-depth interviews, participant observation, and documentation. The research location was in Wulu, Wuliwalo Village, Mauponggo District, Nagekeo Regency. The research results show that Etu still holds strong cultural significance, embodied in the values of restrained courage, restorative solidarity, and discipline that respects tradition. Revitalization efforts have been carried out through youth involvement, systematic documentation, scheduling Etu in the village's annual cultural calendar (as an educational demonstration), and collaboration with tourism awareness groups (Pokdarwis). This revitalization has resulted in increased youth participation, the emergence of local economic opportunities, and the strengthening of cultural identity. In conclusion, if managed in a participatory and sustainable manner, Etu has great potential to become a unique and authentic community-based tourist attraction, providing significant social and economic benefits, and strengthening local cultural identity.
Double burden, ketimpangan gender, dan produktivitas kerja perempuan pemulung di Komunitas Pemulung Pasir Panjang Kota Kupang Yohana Fransiska Medho; Petrus Tan; Maximianus Ardon Bidi; Eusabius Separera Niron
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11 No 1 (2025): February 2025
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v11i1.18987

Abstract

Scavenging has been the object of scientific and academic research based on various scientific viewpoints worldwide. Still, the issue of the double burden that is experienced by women scavengers and its impact on gender inequality and women's productivity has received less attention. This research aims to explore further the effects of double burden or dual responsibility burdened by women scavengers in Komunitas Pemulung Pasir Panjang Kota Kupang, East Nusa Tenggara (NTT), to gender inequality and the productivity of women scavengers in that community. This research employed a qualitative approach including field observation and in-depth interviews. This research has found that the phenomena of double burden does not liberate women scavengers from the patriarchal chain that binds and restrains them, but instead makes them increasingly dependent on men in the economic and financial dimension of household life. In addition, they are caught in a dilemma between maximizing the option of working outside the home or taking care of their domestic work. As a consequence of the long-standing and strong internalization of a false awareness about women's natural duties, those women scavengers do not think of this as an injustice but rather an obligation that must be carried out properly and consistently.