Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Upaya Pencegahan Pelecehan Seksual Melalui Pendidikan Kesehatan (Audiovisual) dan Sunat Gratis pada Anak Masfi, Achmad; Rahmatika, Qory Tifani; Ramadhan, Muhammad Putra; Aditya, Ronal Surya
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/3m7bm409

Abstract

Kesehatan reproduksi pada anak yaitu pengenalan nama dan fungsi organ reproduksi mereka. Salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang dihadapi anak adalah permasalahan kekerasan atau pelecehan seksual. Tujuan dalam pegabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan anak dan orang tua tentang kesehatan reproduksi. Methode: Metode pelaksanaan dalam pengabdian masyarakat ini dengan memberikan intervensi. Intervensi yang diberikan adalah pendidikan kesehatan dengan media audio visual animasi kartun tentang cerita pelecehan seksual dan intervensi khitan massal. Responden pada pengabdian masyarakat ini adalah 20 anak dan 20 orang tua (ayah dan ibu). Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner tentang pengetahuan pelecehan seksual, dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Pengetahuan anak setelah dilakukan edukasi media animasi audio visual menunjukkan lebih dari setengahnya dari responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 14 orang (70%) dan tingkat pengetahuan orang tua setelah dilakukan edukasi media animasi audiovisual menunjukan lebih dari setengahnya dari responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 28 orang (70%). Pengabdian masyarakat Upaya Pencegahan Pelecehan Seksual Melalui Pendidikan Kesehatan (Audiovisual) dan Sunat Gratis pada Anak mampu untuk meningkatkan pengetahuan tentang pelecehan seksual pada anak anak dan orang tua.Program edukasi berbasis audiovisual ini perlu dilanjutkan secara berkala di sekolah, posyandu, dan komunitas dengan dukungan tenaga kesehatan serta pendidik. Pelibatan aktif orang tua juga penting agar tercipta lingkungan yang aman dan komunikatif bagi anak untuk menyampaikan pengalaman atau perasaannya.
Pemberdayaan Ibu PKK dalam Pencegahan Masalah Kesehatan Reproduksi melalui Skrining Kesehatan dan Modifikasi Gaya Hidup Rahmatika, Qory Tifani; Masfi, Achmad; Gamagitta, Laras Putri
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/pz1tb472

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi pada perempuan usia subur masih menjadi tantangan kesehatan di masyarakat, terutama karena keterbatasan akses informasi, budaya tabu, serta gaya hidup tidak sehat. Ibu-ibu PKK sebagai agen pembangunan kesehatan di tingkat lingkungan sering kali belum memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai untuk memberikan edukasi yang efektif. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan kegiatan pemberdayaan melalui edukasi,  skrining kesehatan dasar dan modifikasi gaya hidup. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, merubah sikap, serta membekali ibu PKK dengan keterampilan dalam mendeteksi dini gangguan kesehatan reproduksi dan menerapkan pola hidup sehat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan community empowerment yang melibatkan edukasi interaktif, skrining kesehatan (antropometri, tensi, gula darah, kolesterol, asam urat), serta pelatihan modifikasi gaya hidup. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap peserta, dengan mayoritas berada pada kategori baik setelah kegiatan. Selain itu, skrining kesehatan berhasil mengidentifikasi beberapa faktor risiko metabolik yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan berbasis komunitas efektif meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan berpotensi dikembangkan secara lebih luas.
Pelatihan Pengukuran Antropometri Balita pada Kader Posyandu di Desa Wonorejo Rahmatika, Qory Tifani; Widjayanti, Yhenti; Masfi, Achmad
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 6 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v6i2.658

Abstract

Millions of Indonesian children remain at risk due to the high burden of double malnutrition. Close monitoring of the growth and development status of toddlers is of utmost importance, particularly the role of community health workers in early detection if any growth disorders are observed in toddlers. The purpose of this community engagement is to enhance the understanding of community health workers at integrated health posts (posyandu) in conducting anthropometric measurements and instructing them in evaluating nutritional status based on anthropometric measurements. The methods employed in this training activity include lectures, demonstrations, re-demonstrations, as well as post-training discussions. The results of knowledge and skills assessments among the community health workers, including weighing, measuring height or length, and head circumference measurements, after the training, indicate that the majority of community health workers can accurately perform anthropometric measurements. Training using methods of lecture, discussion, and demonstration-redemonstration is considered effective in enhancing the knowledge and skills of cadres in anthropometric measurements.
The Relationship Between Breast Milk Coverage, Mother's Education Level, Sanitation Hygiene, and Infectional Diseases and Incidents Of Stunting In Toddler In Bangkalan District, East Java Septa Katmawanti; Achmad Masfi; Ronal Surya Aditya; Dea Aflah Samah; Fatiya Rizka Putri; Oktavia Sri Wahyuni; Muhammad Fahmi Rabbani; Purnama Devita Sari
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v9i22024p115-122

Abstract

Stunting remains a pressing global health issue, with 149 million children affected in 2020. In Bangkalan District, East Java, stunting prevalence reaches 25.2 percent, exceeding the provincial average of 19.2 percent. This study aimed to analyze factors influencing stunting, including breastfeeding coverage, maternal education, hygiene, and infectious diseases. Conducted from August to September 2023 in the Blega Health Center area, this analytical correlation study involved 35 toddlers aged 24–59 months selected through simple random sampling. Data were collected via questionnaires, anthropometric measurements, and interviews, then analyzed using chi-square tests in SPSS. The results revealed significant relationships between exclusive breastfeeding and stunting (p value is less than 0.05) and between infectious diseases (e.g., diarrhea and URTI) and stunting (p value is less than 0.05). Toddlers not exclusively breastfed were 0.2 times more likely to be stunted, and those frequently suffering from diarrhea had a 0.13 times higher risk. However, no significant association was found between maternal education or hygiene behavior and stunting (p value is more than 0.05). These findings emphasize the importance of promoting exclusive breastfeeding and preventing infectious diseases as key strategies to combat stunting. Complementary measures, such as improving hygiene and sanitation, remain critical to creating a supportive environment for child growth and development