Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Morfologi dan anatomi organ vegetatif Pandan Wangi Besar (Pandanus amaryllifolius Roxb.) di daerah rawa Rahma Dila; Nina Tanzerina; Nita Aminasih
Sriwijaya Bioscientia Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1492.152 KB) | DOI: 10.24233/sribios.2.1.2021.209

Abstract

Pandanus  merupakan  salah  satu tumbuhan  yang  dapat hidup  di  daerah rawa. Pandan wangi memiliki  dua bentuk pertumbuhan yang jelas berbeda yakni bentuk pertumbuhan kecil  dan bentuk  pertumbuhan  besar. Penelitian  dilaksanakan pada bulan  Januari 2019 hingga Februari 2020. Penelitian  ini  menggunakan  metode deskriptif  yaitu  metode yang  menguraikan hasil pengamatan secara kualitatif. Pembuatan preparat dengan metode Parafin dan Whole mount. Hasil  penelitian  morfologi  diketahui  habitus  pandan  wangi besar termasuk perdu dengan  tinggi batang 106-299 cm,  terbentuk 3 spirostik. Batang  condong ke atas, daun  berbentuk pita duduk memeluk  batang,  terdapat duri  berwarna putih  pada  tepi  dan  tulang  daun  permukaan  bawah, memiliki  akar  tunjang yang besar. Hasil  penelitian  anatomi diketahui  pada sayatan paradermal, stomata dan kristal tersebar di epidermis atas daun, sedangkan pada epidermis bawah daun stomata dan papila tersusun dalam satu baris. Berkas pembuluh, serat dan kristal rafida dan drus tersebar di stele akar tunjang.
Respon pertumbuhan Neptunia oleracea Lour. pada fitoremediasi air asam tambang batubara Rika Aulina N; Nina Tanzerina; Sri Pertiwi Estuningsih; Singgih Tri Wardana; Juswardi Juswardi
Sriwijaya Bioscientia Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.768 KB) | DOI: 10.24233/sribios.2.1.2021.210

Abstract

Air asam tambang (AAT) menjadi masalah sebagai pencemaran lingkungan dari penambangan cara tambang terbuka. Pengolahan air asam tambang yang ramah lingkungan diantaranya melalui fitoremediasi. Fitoremediasi menggunakan petai air (Neptunia olearacea Lour.) telah diteliti dengan tujuan mempelajari respons pertumbuhan N. olearacea pada fitoremediasi AAT batubara yang selanjutnya dikembangkan sebagai model in situ pengolahan AAT pada lahan basah buatan (constructed wetlands). Hasil penelitian menunjukkan N. olearacea masih mampu tumbuh pada fitoremediasi AAT konsentrasi 100%, pH 2,69 dengan laju pertumbuhan relatif (LPR) 0,0091 g/hari, dengan potensi meningkatkan pH 0,0322/hari. Respons pertumbuhan N. oleracea pada fitoremediasi AAT batubara perlu diteliti tentang respons anatomi dan fisiologi sebelum diujikan sebagai vegetasi pada lahan basah buatan.
ETHNOBOTANICAL STUDY OF PANDANACEAE BY THE BESEMAH TRIBE, LAHAT DISTRICT, SOUTH SUMATERA PROVINCE Nina Tanzerina; Harmida Harmida; Dwi Apriliani
BIOVALENTIA: Biological Research Journal Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/biov.8.2.2022.185

Abstract

The research entitled Ethnobotanical study of Pandanaceae by the Besemah tribe in Lahat Regency, South Sumatra has been conducted form October 2018 to December 2019. The objective of the research were to inventory the species diversity of Pandanaceae and its traditional utilization by the local ethnic in the studied area. The research was conducted by  using survey method and field work to collect plant samples.  The   basic data of ethnobotany was collected by using  direct interview from respondents. The result showed that there were six (6) species of Pandanaceae such as;  Pandanus lais Kurz, Pandanus helicopus Kurz, Pandanus amaryllifolius Roxb. (two varieties; “large and small” size fragrant pandanus), Benstonea atrocarpa Griff, Benstonea affinis Kurz. and Freycinetia rigidifolia Hemsl. 71,4% of them were belonged to wild species and 28.8% were cultivated species. The trdaitional utilization of Pandanaceae was used for handycrafft (36.4%), building material (9,1%), medicinal & cosmetic ingredients, foodstuffs and customary materials (18.2% each). The Baeemah tribe was used leaves (75%) rather than other part of plant.
Pelatihan Pembuatan Sabun Transparan Antibakteri dengan Penambahan Ekstrak Daun Jeruk Nipis (Citrus Aurantiifolia) Harmida Harmida; Nina Tanzerina; Safrina Lamin; Salni Salni; Poedji Loekitowati Hariani
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Januari 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v3i1.333

Abstract

Sabun transparan merupakan jenis sabun yang menarik dan memiliki nilai jual. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan pembuatan sabun transparan antibakteri dengan penambahan ekstrak daun jeruk nipis. Kegiatan dilakukan di desa Burai, kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir. Khalayak sasaran adalah ibu-ibu dan remaja putri yang berjumlah 30 orang. Kegiatan dilakukan dalam tiga tahap yaitu (i) penyuluhan tentang pentingnya menjaga kebersihan, (ii) pelatihan pembuatan sabun transparan antibakteri dan (iii) evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam pembuatan sabun transparan antibakteri. Kualitas sabun yang dihasilkan sesuai standar SNI yaitu kadar air 8,8 %, pH 8,95 dan alkali bebas 0,022 %. Hasil uji tingkat kesukaan menunjukkan bahwa sabun transparan antibakteri dapat diterima masyarakat, sebanyak 87,8 % peserta menyatakan sangat suka dan 12,2 % menyatakan suka terhadap aroma, bentuk, warna dan kenyamanan sabun ketika digunakan. Semua peserta berminat untuk membuat dan menggunakan sabun transparan antibakteri dalam sehari-hari. 
Peran antioksidan asam organik pada Eleocharis dulcis (Burm.f.) Trin. ex Hesch. sebagai respons terhadap cekaman logam pada fitoremediasi air asam tambang batubara Juswardi Juswardi; Wisnu Mukti; Nina Tanzerina; Endri Junaidi; Singgih Tri Wardana
Sriwijaya Bioscientia Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.3.1.2022.340

Abstract

Penambangan batubara dengan sistem penambangan terbuka menghasilkan air asam tambang (AAT), dengan pH yang rendah < 4 yang menyebabkan kelarutan logam yang tinggi. Limbah AAT dapat diolah menggunakan metode fitoremediasi dengan sistem lahan basah. Proses fitoremediasi pada AAT dapat menyebabkan cekaman pada Eleocharis dulcis (Burm.f.) Trin. ex Hunsch. Respons adaptasi terhadap cekaman AAT pada E. dulcis adalah sintesis asam sitrat AS) dan asam askorbat (AAs) sebagai antioksidan non-enzimatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dan fungsi asam sitrat dan asam askorbat dalam fitoremediasi AAT pada kondisi lahan basah 01 Airlaya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada E. dulcis di bawah cekaman AAT pada lahan basah, ditemukan kandungan asam sitrat 124,94 ppm dan asam askorbat 21 ppm pada akar. Kemudian pada daunnya kandungan asam sitrat 135 ppm dan asam askorbat 109 ppm. Kualitas AAT, pada inlet hingga outlet pH meningkat menjadi 6 sehingga sesuai dengan baku mutu lingkungan. Konsentrasi logam Fe dan Mn pada AAT juga mengalami penurunan dari inlet ke outlet. Konsentrasi Fe dari AAT pada outlet adalah 0 ppm dan untuk Mn 5,29 ppm. Konsentrasi Fe di outlets telah memenuhi baku mutu lingkungan, namun, logam Mn belum memenuhi baku mutu lingkungan. Sedimen lahan basah diperoleh konsentrasi Fe sebesar 391,56 ppm dan Mn sebesar 28,56 ppm. Pengukuran kandungan asam sitrat dan asam askorbat sebagai antioksidan non enzimatik dapat digunakan sebagai respons adaptasi dan sebagai evaluasi keberhasilan E. dulcis dalam fitoremediasi AAT pada lahan basah buatan.
Produksi lateks Karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg.) pada pemberian stimulan organik dari beberapa jenis ekstrak kulit buah klimaterik Singgih Tri Wardana; Nina Tanzerina; Sinta Afrianti
Sriwijaya Bioscientia Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.3.1.2022.351

Abstract

Karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg.) merupakan salah satu jenis tanaman yang menjadi sumber produksi karet alam. Biosintesis tanaman karet dipengaruhi oleh berbagai hormon, salah satunya hormon etilen yang diidentifikasi mampu meningkatkan produksi lateks karet. Etilen merupakan hormon yang aktif dalam proses pematangan buah. Secara alami, senyawa etilen terkandung dalam jaringan tanaman dan meningkat kadarnya pada jaringan buah klimakterik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian stimulan organik dari beberapa jenis ekstrak kulit buah klimaterik dan diameter batang karet terhadap produksi lateks karet. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Agustus 2022 bertempat di perkebunan karet milik rakyat desa Talang tumbur, Kelurahan Talang ubi barat, Kecamatan Talang ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera selatan. Analisis lateks kering dan kadar karet kering dilakukan di Laboratorium Fisiologi dan Perkembangan Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang dilakukan sebanyak 5 perlakuan dan 5 ulangan. Parameter penelitian meliputi volume lateks, berat lump lateks, dan persentase nilai Kadar Karet Kering (KKK). Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis secara statistik menggunakan analisis variansi (Anava), kemudian akan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan taraf 5%. Hasil analisis variansi (ANAVA) dengan uji lanjut Duncan taraf 5% menunjukan bahwa perlakuan pemberian stimulan organik dari beberapa jenis ekstrak kulit buah klimaterik berpengaruh nyata dalam meningkatkan hasil produksi volume lateks, dan berat lump lateks karet dibandingkan dengan tanpa perlakuan. Semua perlakuan pemberian stimulan organik dari beberapa jenis ekstrak kulit buah klimaterik berpotensi dalam meningkatkan produksi lateks karet. Diameter batang karet berpengaruh nyata dalam meningkatkan hasil produksi volume lateks, dan berat lump lateks karet, dimana semakin besar diameter batang karet maka semakin tinggi produksi lateks karet.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuataan Pakan Ikan Berbasis Tepung Maggot BSF Hermentia illucens L (Diptera: Stratiomyidae) Syafrina Lamin; Juswardi Juswardi; Nina Tanzerina; Agus Purwoko; Muharni Muharni
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Maret 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v3i2.358

Abstract

Pakan ikan berbasis tepung maggot merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kelangkaan dan tingginya harga pakan ikan komersial. Kegiataan pengabdian ini bertujuan untuk  melakukan pelatihan, pendampingan dan mmelatih ketrampilan khalayak sasaran  dalam membuat pakan ikan berbasis tepung maggot BSF Hermentia illucens.  Kegiataan ini  diikuti oleh 27 ibu-ibu kelompok PKK. Kegiataan ini menggunakan metode penyuluhan, pembimbingan dan demontrasi dan pelatihan seperti teknik pemeliharaan, pembuatan media tumbuh maggot, teknik pemanenan dan teknik pembuatan tepung BSF serta pembuataan pakan ikan. Kegiataan ini memberikan hasil yang memuaskan dilihat dari semangat dan antusias peserta dalam bertanya dan dari hasil quisioner yang diberikan. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta dari yang tidak tahu menjadi mengerti dari 60-100 %. Peserta dapat melakukan teknik pemeliharaan maggot, pembuataan tepung dan percetakkan pakan sebanyak 60 sampai 100 %, Tingkat kepuasaan akan produk meliputi kurang suka, suka dan sangat suka terhadap  bentuk, bau dan manfaatnya berkisar antara 20-90%. Kegiataan ini ternyata telah  memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan pemahaman serta membuat khalayak sasaran trampil dalam membuat pakan ikan berbasis tepung  maggot BSF, ada keinginan kuat dari peserta untuk membuat pakan ikan berbasis tepung maggot secara mandiri.
Bimbingan Teknis Terhadap Penambang Sumur Minyak Ilegal di Dusun Keban I Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan Taufik Arief; Nukman Nukman; Eddy Ibrahim; Nina Tanzerina; Alieftiyani Paramita Gobel
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v3i1.2582

Abstract

Oil mining business has been started since the Dutch era, especially in Musi Banyuasin Regency in Keban Village, Sangadesa District. Over time, oil mining operations began to decrease because reserves were no longer economical (cut off), leaving old wells behind. Old wells are scattered sporadically in 12 Districts with a total of ± 1,500 old wells (Petromuba Data, 2021). Several locations are managed by Petromuba Regional Companies (BUMD) and Medco as well as Conoco Philip in Sungai Lilin and Bayung Lincir. Illegal well mining activities (illegal drilling) are carried out in the traditional way, both crude oil drilling equipment, drilling results storage, processing (refinery) and well closure (cut off). Mining of oil wells is illegal, there have been several work accidents in the form of blow outs in 2015, 2017, 2021 and 2022 resulting in 11 deaths. Given the ignorance and lack of knowledge of the community about drilling and processing standards it can also result in environmental damage that can be widespread and can interfere with public health. In connection with the conditions mentioned above, this community service activity aims to provide education and technical guidance to illegal well miners through village head institutions (kepala dusun) and community leaders. It is hoped that this activity can provide standard examples (SOP) as a warning so that people avoid work accidents and casualties and protect the environment so that damage does not occur.
Ethnobotany of Medicinal Plants for Infectious Diseases in the Besemah Tribe, Lahat Regency, South Sumatra Province, Indonesia Nina Tanzerina; Desti Safitri; Harmida Harmida; Nita Aminasih; Juswardi Juswardi
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 1 (2023): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i1.163

Abstract

Knowledge about medicinal plants in the Besemah tribe community in Jarai District and Sukamerindu District, Lahat Regency, South Sumatra Province, has long been known and used for generations and stored as local wisdom of the community. The use of medicinal plants as one of the community's solutions to cure infectious diseases, with natural medicinal materials the side effects caused are relatively less. This study aims to inventory and identify the types of medicinal plants and types of medicinal plants typical of the Besemah tribe, how to process, how to use, and how to use specifically to treat infectious diseases in the Besemah tribe in Jarai District and Sukamerindu District, Lahat Regency, South Sumatra Province. This research will be conducted from January to March 2023. The study was conducted using quantitative descriptive methods by conducting interviews with 9 traditional medicine (battra) as sources of information. The results showed that plants used as medicine by the Besemah tribe community as many as 94 species of plants from 47 families to treat 29 infectious diseases. There are seven species of typical plants of the Besemah tribe, namely Tetap kadam (Hadgsonia macrocarpa (Blume) Cogn.), Tetungau (Debregeasia longifolia (Burm.f) Wedd), Memban burung (Donax canniformis (G.Forst) K.Schum), Temperingat (Rubus moluccanus L.), Tapal selembar (Monophyllaea horsfieldii R.Brown), Sedingin hutan (Fissistigma fulgens (Hook.f & Thomson) Merr.), Memaye (Leea indica (Burm.f.) Merr), and the typical way of processing is that the stem is cut, the water is collected and drunk directly. The most widely used plant part is the 38% leaf part. The most processing method is used by boiling 46% and the most use method by drinking 53%.
ACCUMULATION OF HEAVY METAL IN CHINESE WATERCHEST-NUT (Eleocharis dulcis Burm.f.) Trin. Ex Hensch.) IN PHYTOREMEDIA-TION OF COAL ACID MINE WATER ON CONSTRUCTED WETLANDS. Juswardi, Juswardi; Tanzerina, Nina; Junaidi, Endri
BIOVALENTIA: Biological Research Journal Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/biov.9.2.2023.375

Abstract

The coal open mining is an activity that has an impact on the environment, including acid mine drainage (AMD). The management of AMD can be done by phytoremediation using Chinese Waterchestnut (Eleocharis dulcis Burm.f.) Trin. ex Hensch.) on system of constructed wetlands (CWs). So the research was carried out with the aim of evaluation the accumulation of heavy metals iron (Fe) and Manganese (Mn) which were absorbed in E. dulcis in constructed wetlands system at WTP Air Laya PT. Bukit Asam. The accumulation of Fe in the roots of E. dulcis was 986.42 ppm (w/w) while the accumulation of Fe in the leaves was 392.22 ppm (w/w). The accumulation of Mn in the roots of E. dulcis was 24.49 ppm (w/w), while the accumulation of Mn in the shoots was 96.83 ppm (w/w). E. dulcis is known to have the potential to increase AMD pH and reduce levels of Fe, Mn and SO42- so that it can meet the quality standards of coal mining activity wastewater. The accumulation of Fe and Mn in the roots and shoots of E. dulcis and on AMD can be used as an effort to monitor the success of AMD phytoremediation on Constructed Wetlands system at WTP Air Laya.