Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI SEBAGAI UPAYA MEMPERSIAPKAN GENERASI ABAD 21 Nuraini, Nita
DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2017): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis mahasiswa calon guru biologi dalam rangka mempersiapkan generasi abad 21. Penelitian dilakukan pada mata kuliah Fisiologi Hewan di salah satu Universitas Swasta di Kota Palembang, semester genap. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Instrumen penilaian berpikir kritis diperoleh dengan tes essay mengacu pada 6 keterampilan berpikir kritis menurut Facione (2013) dengan masing-masing sub keterampilan serta panduan pertanyaan-pertanyaan yang memacu kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru biologi memiliki skor nilai dan kriteria yang berbeda-beda pada tiap keterampilannya. Keterampilan interpretasi, menyimpulkan dan mengevaluasi memiliki skor 78,18; 84,17 dan 84,29 dengan kriteria baik. Keterampilan menganalisis (analisis) dan menjelaskan (penjelasan) memiliki skor 66,06 dan 57,78 dengan kriteria cukup, sedangkan keterampilan pengaturan diri memiliki skor nilai 42,78 dengan kriteria sangat kurang. Kemampuan berpikir kritis sangat penting dimiliki oleh mahasiswa calon guru biologi sebagai bekal dalam upaya mempersiapkan generasi abad 21 yang mampu berdaya saing dan menyelesaikan berbagai tantangan di masa depan. This research aimed to analyze the critical thinking skill of student of biological teacher candidate in order to prepare the 21st century generation. The research was done on animal physiology material at one of Private Universities in Palembang City, even semester. The research method used was descriptive with quantitative approach. The sampling technique used was random sampling. The instrument of critical thinking assesment was obtained by the essay test refered to 6 critical thinking skills according to Facione (2013) with its each sub skill and the question guide that refered to critical thinking ability. The result showed that the critical thinking skills of student of biological teacher candidate had the different scores and criteria on each skill. The skill of interpreting, concluding and evaluating had scores 78.18, 84.17 and 84.29 respectively with good criteria. The analyzing and explaining skills had 66.06 and 57.78 respectively with enough criteria, whereas the self-regulating skill had 42.78 with very less. The critical thinking skill is very important to be possessed by student of biological teacher candidate as the provision of efforts to prepare the 21st century generation that are capable of competitiveness and can solve the various challenges in future.
Pengembangan Modul Berbasis POE (Predict, Observe, and Explain) Disertai Roundhouse Diagram untuk Memberdayakan Keterampilan Proses Sains dan Kemampuan Menjelaskan Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Surakarta (Penelitian dan Pengembangan Materi Pencemaran Lingkungan Tahun Pelajaran 2013/2014) NURAINI, NITA; KARYANTO, PUGUH; Sudarisman, Suciati
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2014): BIOEDUKASI: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v7i1.2836

Abstract

The objective of this development research was to know: 1) a product- learning module based POE (Prediction, Observation and Explanation) with Roundhouse Diagram (RD) to empowering 10th grade student’s science process skills and student’s explaining abilities of State Senior High School 5 Surakarta; 2) the feasibility of module based POE with RD to empowering 10th grade student’s science process skills and student’s explaining abilities of State Senior High School 5 Surakarta; 3) the effectiveness of module based POE with RD to empowering 10th Grade student’s science process skills and student’s explaining abilities of State Senior High School 5 Surakarta. This research used Research and Development (R&D) method which refers to the development of Borg and Gall modification. The sample used in the research development are early: 1) field trial sample consisting of 6 validators; 2) The main field trial sample consisting 10 students and 1 teacher; 3) operational field trial sample consisting of 32 students. The intsrumen used in the research are questionnaire, observation, interview and test. The operational field trial used one group pretest-posttest design. Science process skills and explaining abilities data are tested by paired t-test and counted by normalized N-gain. Based on the results of research it can be concluded that: 1) the development of module based on POE with RD using a modified Borg and Gall’s development model through some steps that are research and collecting information, planning, develop a preliminary form of the product, preliminary field testing, the main product revision, playing field testing, product revision operations, field operations, final product revition, dissemination and implementation; 2) the feasibility of module based on POE with RD which is developed at the trial is categorized as good by the expert, very good by the practitioners and good by the students as well; 3) the effectiveness of module based on POE with RD is significantly increased as medium categorized in empowering science process skills and high categorized in empowering the ability to explain.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING (DLPS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN Trirahayu, Selvi; Kholillah, Kholillah; Nuraini, Nita
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2018): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v2i1.1896

Abstract

Penggunaan model pembelajaran yang tidak tidak bervariasi menyebabkan peserta didik menjadi bosan sehingga dapat berpengaruh pada hasil belajar. Hal ini terjadi di SMA Negeri (SMAN) 3 Palembang, sehingga dibutuhkan inovasi dalam pembelajaran, yaitu menerapkan model pembelajaran double loop problem solving (DLPS). Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh model pembelajaran DLPS terhadap hasil belajar siswa pada materi Perubahan Lingkungan. Penelitian menggunakan quasi experiment dengan non-equivalent control grup design. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, daftar wawancara, dan dokumen untuk data awal sebagai informasi tentang proses pembelajaran, sedangkan instrumen data akhir untuk menjawab tujuan penelitian menggunakan soal pilihan ganda dengan tipe C2 hingga C6. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan N-gain untuk mengetahui peningkatan hasil belajar berdasarkan tipe soal. Sedangkan uji hipotesis untuk menjawab tujuan penelitian meliputi uji t berpasangan, korelasi berpasangan dan uji t tak berpasangan pada ? 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran DLPS berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPA pada materi Perubahan Lingkungan di SMAN 3 Palembang. Peningkatan hasil belajar dengan model pembelajaran DLPS sebesar 1,74%, sedangkan sebesar 0,42% dengan pembelajaran model konvensional. Peningkatan hasil belajar dengan N-gain berdasarkan tipe soal menunjukkan pembelajaran dengan model DPLS memiliki skor N-gain lebih tinggi daripada pembelajaran dengan model konvensional. The use of a learning model that did not vary caused students to become bored so that it could affect learning outcomes. This happened in SMA Negeri 3 (SMAN) 3 Palembang, so it needed innovation in learning, namely applying the double loop problem solving (DLPS) learning model. The study purpose was to determine the effect of DLPS learning model to students’ learning outcomes on Environmental Change material. The study used a quasi experiment with non-equivalent control group design. The study instruments included observation sheet, interview list, and documents for the initial data as information about the learning process, while the final data instrument for answering the study purpose used multiple choice questions with types C2 to C6. The data obtained were analyzed using N-gain to find out the increase of learning outcomes based on the type of question, while the hypothesis test to answer the study purpose included paired t-test, paired correlation and independent t-test at ? 0.05. The results showed that DLPS learning model had the effect on increasing the learning outcomes of Grade X students on Environmental Change material in SMAN 3 Palembang. Increasing the learning outcomes with DLPS learning model was 1.74%, while it was 0.42% with conventional learning model. Increasing the learning outcomes with N-gain based on the question type showed the learning with DPLS model had higher N-gain score than the learning with conventional model.
PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI SEBAGAI UPAYA MEMPERSIAPKAN GENERASI ABAD 21 Nuraini, Nita
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2017): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v1i2.676

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis mahasiswa calon guru biologi dalam rangka mempersiapkan generasi abad 21. Penelitian dilakukan pada mata kuliah Fisiologi Hewan di salah satu Universitas Swasta di Kota Palembang, semester genap. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Instrumen penilaian berpikir kritis diperoleh dengan tes essay mengacu pada 6 keterampilan berpikir kritis menurut Facione (2013) dengan masing-masing sub keterampilan serta panduan pertanyaan-pertanyaan yang memacu kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru biologi memiliki skor nilai dan kriteria yang berbeda-beda pada tiap keterampilannya. Keterampilan interpretasi, menyimpulkan dan mengevaluasi memiliki skor 78,18; 84,17 dan 84,29 dengan kriteria baik. Keterampilan menganalisis (analisis) dan menjelaskan (penjelasan) memiliki skor 66,06 dan 57,78 dengan kriteria cukup, sedangkan keterampilan pengaturan diri memiliki skor nilai 42,78 dengan kriteria sangat kurang. Kemampuan berpikir kritis sangat penting dimiliki oleh mahasiswa calon guru biologi sebagai bekal dalam upaya mempersiapkan generasi abad 21 yang mampu berdaya saing dan menyelesaikan berbagai tantangan di masa depan. This research aimed to analyze the critical thinking skill of student of biological teacher candidate in order to prepare the 21st century generation. The research was done on animal physiology material at one of Private Universities in Palembang City, even semester. The research method used was descriptive with quantitative approach. The sampling technique used was random sampling. The instrument of critical thinking assesment was obtained by the essay test refered to 6 critical thinking skills according to Facione (2013) with its each sub skill and the question guide that refered to critical thinking ability. The result showed that the critical thinking skills of student of biological teacher candidate had the different scores and criteria on each skill. The skill of interpreting, concluding and evaluating had scores 78.18, 84.17 and 84.29 respectively with good criteria. The analyzing and explaining skills had 66.06 and 57.78 respectively with enough criteria, whereas the self-regulating skill had 42.78 with very less. The critical thinking skill is very important to be possessed by student of biological teacher candidate as the provision of efforts to prepare the 21st century generation that are capable of competitiveness and can solve the various challenges in future.
PEMBERDAYAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PREDICT OBSERVE AND EXPLAIN (POE) Ulpa, Sah Ulya; Hidayat, Saleh; Nuraini, Nita
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 3, No 1 (2019): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v3i1.1187

Abstract

Pembelajaran IPA di kelas VIII SMP Negeri 13 Palembang belum melibatkan siswa sepenuhnya karena pembelajaran masih bersifat konvensional, sehingga siswa kurang aktif dan kurang memaksimalkan kemampuan berpikir kritis siswa. Diperlukan pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran yang bersifat faktual sehingga siswa mampu menggali pengetahuan yang didapat dan mampu berpikir dengan kritis, seperti model POE (Predict Observe and Explain). Tujuan penelitian adalah memberdayakan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Palembang menggunakan model pembelajaran POE. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian quasi experiment dengan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pembelajaran dengan model POE dilakukan sebanyak dua pertemuan pada pembelajaran IPA materi sistem pernapasan. Instrumen untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa adalah soal pilihan ganda, mengacu pada kriteria berpikir kritis Facione (2013): interpretasi, analisis, evaluasi, kesimpulan, penjelasan, dan pengaturan diri. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pemberdayaan berpikir kritis melalui model POE dalam pembelajaran IPA materi sistem pernapasan di SMP Negeri 13 Palembang. Secara keseluruhan (dari 6 indikator berpikir kritis) kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran POE termasuk kritis, sedangkan kemampuan kemampuan berpikir kritis siswa dengan pembelajaran tanpa model POE berada pada kategori tidak kritis. Natural science learning in class VIII of State Junior High School (SMP Negeri) 13 Palembang has not fully involved students because learning was still conventional, so students were less active and did not maximize students' critical thinking ability. Learning model that applies a factual learning was needed so that students were able to explore the knowledge gained and to think critically, such as POE (Predict Observe and Explain) model. The research purpose was to empower students’ critical thinking ability of class VIII SMP Negeri 13 Palembang using the POE learning model. The method used in this research was a quasi experiment research with the control class and the experimental class. Learning by the POE model was done by two meetings on the natural science learning of respiratory system material. The instrument to determine students' critical thinking ability was the multiple choice test, referring to Facione's critical thinking criteria (2013): interpretation, analysis, evaluation, conclusions, explanations, and self-regulation. Data were analyzed descriptively quantitatively using percentages. The results showed that the existence of empowerment of critical thinking through POE model on the natural science learning of respiratory system material in SMP Negeri 13 Palembang. Overall (out of the 6 indicators of critical thinking) students' critical thinking ability using POE learning model were critical, while students' critical thinking ability without POE model learning were in the uncritical category.
PENCEGAHAN CARIES BAGI ANAK-ANAK DI RUMAH BELAJAR IDE-ID, TANGGA BUNTUNG PALEMBANG Nuraini, Nita; Agusta, Erie
Jurnal Terapan Abdimas Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.43 KB) | DOI: 10.25273/jta.v4i1.3812

Abstract

Abstract: This activity aims to find out 1) the participation of children in the effort to prevent caries, and 2) to provide knowledge about efforts to prevent caries, given that the Palembang environment is very much found in sweet and sour foods, such as vinegar. The methods and techniques of service include discourse, and videos. Behavior as the target of intervention has 3 domains, namely: knowledge, attitudes and actions. The activity began with a location and target survey, followed by the delivery of material, question and answer. The area of the tooth that is cleaned includes the top, bottom, sides and tongue. The results of this activity explained that 1) all active participants followed the instructions very enthusiastically. and 2) other precautions, namely by changing the habit of consuming sweet and acidic foods excessively and selecting good pasta and toothbrushes. Awareness of maintaining dental and oral health is an effort to prevent caries from maintaining and enhancing the degree of personal health. The conclusion of this activity is 1) the participation of children in IDE-ID learning houses is very active and enthusiastic, and 2) information conveyed to children in IDE-ID Learning Houses about efforts to prevent caries including changing the habit of consuming sweet and sour foods excessive, and make a selection of pasta and brush your teeth properly.Kata kunci : Caries, IDE-Id, Tooth Abstrak: Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui 1) partisipasi anak-anak dalam upaya pencegahan caries, dan 2) memberikan pengetahuan tentang upaya pencegahan caries, mengingat lingkungan Palembang sangat banyak ditemukan makanan manis maupun asam, seperti cuka. Metode dan teknik pengabdian meliputi ceramah, dan video. Perilaku sebagai sasaran intervensi mempunyai 3 domain, yakni: pengetahuan, sikap dan tindakan. Kegiatan dimulai dengan survey lokasi dan sasaran, dilanjutkan dengan penyampaian materi, tanya jawab. Area gigi yang dibersihkan meliputi bagian atas, bawah, samping, dan lidah. Hasil kegiatan ini menjelaskan bahwa 1) seluruh peserta aktif mengikuti petunjuk dengan sangat antusias. dan 2) tindakan pencegahan lain yakni dengan merubah kebiasaan mengkonsumsi makanan manis dan asam secara berlebihan dan pemilihan pasta dan sikat gigi yang baik. Kesadaran menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan upaya pencegahan caries untuk memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan diri. Kesimpulan dari kegiatan ini 1) partisipasi anak-anak di rumah belajar IDE-ID sangat aktif dan antusiasi, dan 2) informasi yang disampaikan kepada anak-anak di Rumah Belajar IDE-ID tentang upaya pencegahan caries diantaranya merubah kebiasaan mengkonsumsi makanan manis dan asam secara berlebihan, dan melakukan pemilihan pasta dan sikat gigi dengan benar.Keywords: Caries, IDE-ID, Gigi
Inovasi Olahan Ikan Patin sebagai Upaya Diversifikasi Pangan dan Peningkatan Literasi Gizi di Desa Sirah Pulau Padang Saputri, Wulandari Saputri; Nuraini, Nita; Angraini, Erni; Astriani, Meli; Priyambodo, Panggih
Suluh Abdi Vol 7, No 1 (2025): SULUH ABDI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sa.v7i1.9864

Abstract

Permasalahan konsumsi pangan bergizi di masyarakat pedesaan sering kali disebabkan oleh minimnya literasi gizi serta keterbatasan pengetahuan dalam mengolah bahan pangan lokal. Desa Sirah Pulau Padang, yang memiliki potensi besar dalam budidaya ikan patin (Pangasius sp.), masih belum mengoptimalkan komoditas ini sebagai konsumsi rumah tangga. Masyarakat lebih cenderung menjual hasil budidaya ketimbang memanfaatkannya untuk kebutuhan gizi keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, tentang nilai gizi ikan patin sekaligus membekali mereka dengan keterampilan mengolah ikan menjadi produk olahan bernilai tambah, yaitu nugget ikan patin. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung (learning by doing). Materi mencakup pengenalan kandungan gizi ikan patin, seperti protein dan omega-3, serta teknik pengolahan nugget dari tahap persiapan hingga penggorengan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap manfaat ikan patin serta keterampilan dalam proses pengolahan. Peserta menyatakan antusiasme dan mengakui manfaat kegiatan dalam membuka peluang usaha baru serta menyediakan pangan bergizi untuk keluarga. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan literasi gizi, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta memberdayakan peran perempuan dalam pembangunan desa melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
PENDAMPINGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MAHASISWA DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP KEBERSIHAN RAWA DESA BURAI Sumah, Astrid Sri Wahyuni; Genisa, Marlina Ummas; Saputri, Wulandari; Astriani, Meli; Nuraini, Nita; Angraini, Erni; Hidayat, Saleh; Wardhani, Sri; Sidik, Bagas Rasid; Helida, Asvic
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JP2N: Mei - Agustus 2024
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/rr9tw768

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa. Berbicara merupakan keterampilan produktif dalam artian pembicara menghasilkan bunyi bahasa dan komunikasi dalam dua arah. Pembicara dan pendengar dapat menegosiasikan arti dari apa yang mereka katakan. Era industri 4.0, kemampuan berbicara dan mengemukakan sebuah masalah di depan umum sangat penting karena informasi yang didapatkan tidak lagi terbatas. Oleh karena itu, untuk menghindari kesalahpahaman terhadap isi informasi, diperlukan kemampuan berbicara di depan umum. Kemampuan tersebut membantu seseorang untuk mencari dan memahami informasi dengan benar. Selain itu, kemampuan berbicara di depan umum juga mengajarkan cara meyakinkan orang lain untuk mendapatkan informasi yang benar dan berguna untuk yang membutuhkan. Tulisan ini membahas tentang keterampilan berbicara mahasiswa di depan masyarakat Desa Burai mengenai pengelolaan sampah di daerah rawa. Para mahasiswa didorong untuk melatih kemampuan berbicara mereka dengan topik permasalahan mengenai pembuangan sampah masyarakat di daerah rawa melalui teknik wawancara. Metode kegiatan dimulai dari kegiatan pendampingan oleh dosen pendamping dimulai dengan pendahuluan, pemberian materi, dan evaluasi kegiatan. Hasil yang didapatkan bahwa mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum dengan rasa percaya diri dan termotivasi, tanpa harus takut mengemukakan pendapat atau butir pertanyaan yang dapat menyinggung masyarakat. Kata kunci: Desa Burai, kemampuan berbicara, rawa, wawancara
Exploring Biology Students’ Critical Thinking Using Mind Maps Nuraini, Nita; Antika, Rindi Novitri
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 7 (2024): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i7.7115

Abstract

Critical thinking is one of the 21st-century skills that is important for students to have, because this ability is useful for developing knowledge, evaluating and connecting with facts or information from various sources. Critical thinking skills can be trained by implementing innovative learning strategies, including mind maps. This research aims to explore the critical thinking skills of biology students using mind maps. The type of experimental research used is a pre-experimental design. Treatment of research subjects was carried out without a control group. The research was conducted on biology students taking Human Physiology courses. The research results show that students' critical thinking skills are included in the very good category for the interpretation indicator (80.77) and the good category for the analysis, inference, evaluation, explanation and self-regulation indicators (75.00; 72.12; 71.15; 75.00; 74.00). Based on the results, using mind maps in learning helps students improve critical thinking skills.
Pemanfaatan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) Untuk meningkatkan nilai gizi, kesehatan, kepedulian dan profil pelajar pancasila Aseptianova, Aseptianova; Hastiana, Yetty; Abadi, Suyud; Nuraini, Nita; Wijayanti, Tutik Fitri
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.13841

Abstract

Background: Tanaman obat keluarga (TOGA) atau apotek hidup, dapat dibudidayakan untuk menunjang peningkatan kesehatan, pendapatan, serta diolah menjadi berbagai jenis produk yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Namun, fakta menunjukkan masih banyak masyarakat termasuk siswa belum dapat memanfaatkan peluang Usaha kecil menengah terkait TOGA. Penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan mengenai bagaimana teknik pengolahan dan pemasaran TOGA. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa terkait pemanfaatan TOGA dan mendukung profil pelajar pancasila siswa SMA YWKA Palembang. Metode: Mitra dalam kegitatan pengabdian ini adalah SMA YWKA Palembang, terdiri atas 12 orang guru, 20 siswa, dan 9 orang tim pengabdian dari Universitas Muhammadiyah Palembang (5 dosen dan 4 mahasiswa). Kegiatan ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, dan refleksi (angket dan tes dengan soal pilihan ganda). Hasil: Angket kepuasan peserta berada pada kriteria baik sekali, hal ini juga didukung hasil tes terkait pengetahuan peserta yang diperoleh nilai rata-rata 80,21. Kesimpulan: Kegiatan ini membantu siswa dan guru memahami tanaman obat keluarga (TOGA), manfaat, dan berbagai produk olahan TOGA, serta mendukung profil pelajar siswa khususnya pada tema gaya hidup berkelanjutan, kearifan lokal, dan kewirausahaan.