Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai Interaksi Simbol Tradisi dalam Wujud Pelinggih pada Ruang Publik I Nyoman Larry Julianto; Made Jodog; Imam Santoso
PANGGUNG Vol 26 No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v26i1.159

Abstract

ABSTRACT In public space in North Bali, there has been concept  change  of symbol tradition  visualiza- tion in the form of pelinggih  which is in the form  of car. But its essential function as a place  of worship has not changed. The surrounding  community  can accept that phenomenon as adop- tion process and identity  of cultural heritage.Through qualitative  research, try to be understood  a ‘creative  process’ outside ‘context  of the self’ in communicating  the message through  visual media. From this research stated that visual form of pelinggih  not only the expression result of beauty,  but also to communicate  the message. Ritual principles  of a pelinggih is still maintained.  Its materialization  concept has undergonenovelty  identity  due to unification  of aesthetic  value, art, spiritual and ‘moderniza- tion’ in the context  of ‘worldly’  life. Symbol  visualization  in an effort to communicate  that message,  contains  elements  of cultural system  acculturation   of today’s society to mutually  in- teract. Keywords: symbol tradition,  visual change,  identity  of novelty,  public  space  ABSTRAK Pada ruang publik di Bali Utara, terjadi perubahan konsep visualisasi simbol tradisi dalam wujud pelinggih, yakni berbentuk mobil. Fungsi esensinya sebagai tempat pemujaan tidak berubah. Masyarakat sekitar dapat menerima fenomena tersebut sebagai proses adopsi dan identitas warisan budaya.Melalui penelitian kualitatif, berupaya dipahami sebuah ‘proses kreatif’ diluar ‘konteks diri’ dalam mengomunikasikan pesan melalui media visual. Dari penelitian ini, dinyatakan bahwa wujud visual pelinggih tidak hanya hasil ekspresi keindahan, tetapi juga mengomunikasikan pesan. Prinsip–prinsip ritual sebuah pelinggih tetap dipertahankan. Konsep perwujudannya mengalami identitas kebaruan akibat dari penyatuan nilai estetis, seni, spiritual serta ‘modernisasi’ dalam konteks kehidupan ‘duniawi’. Visualisasi simbol dalam upaya mengomunikasikan pesan tersebut, mengandung unsur–unsur akulturasi sistem budaya masyarakat masa kini untuk saling berinteraksi. Kata kunci : simbol tradisi, perubahan visual, identitas kebaruan, ruang publik
Interaktivitas Ilustrasi pada Ruang Belajar Siswa SD Kelas 1 – 3 di Bali I Nyoman Larry Julianto; I Wayan Agus Eka Cahyadi
PANGGUNG Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i4.1373

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi fenomena interaktivitas ilustrasi sebagai rangsang visualpada ruang belajar dalam upaya menumbuhkan motivasi belajar siswa Sekolah Dasarkelas 1 – 3. Penelitian ini bertujuan memahami ‘value’ sebuah ilustrasi yang berperan dalamupaya meningkatkan motivasi belajar siswa. Analisis kualitatif dengan metode proseduralini diawali dengan mengumpulkan data melalui observasi terhadap siswa yang diberikanperlakuan menggambar bebas sesuai dengan keinginannya masing–masing. Hasil penelitianmenyatakan bahwa Siswa kelas 1 – 3 memiliki kecenderungan menggambar tema alam danlingkungan rumah tempat tinggal. Sedikit siswa yang tertarik untuk memisualisasikan sebuahilustrasi yang bersifat tematik sesuai dengan konten pelajaran saat penelitian dilakukan.Proses mengekspresikan ilustrasinya yang terkesan dipolakan sesuai ‘memorable experience’,jika diinstruksikan menggambar maka secara ‘otomatis’ mereka cenderung menggambarseperti contoh atau pengalaman sebelumnya yang diberikan oleh guru atau sumber lainnya.Menumbuhkan kreativitas diri untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, dibutuhkan ruangbelajar yang ekspresif dalam keterlibatan ilustrasi.Kata Kunci: Interaksi Visual, Ilustrasi, Siswa SD, Bali
Interaktivitas User Objek Imersif dalam Multiplayer Virtual Tour Museum Bank Indonesia Wegig Murwonugroho; Winnie Septiani; Tjhwa Endang Djuana; I Nyoman Larry Julianto
PANGGUNG Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i1.2328

Abstract

Virtual Tour (VT) Museum Bank Indonesia merupakan aplikasi menelusuri ruang museum secara maya, tanpa harus datang ke museum. Namun, muncul permasalahan pengguna hanya menelusuri ruang tanpa mengakses artefak yang dipamerkan. Penelitian ini mengembangkan aplikasi dalam bentuk Multiplayer Virtual Tour yang dapat dimainkan oleh lebih dari satu orang pemain, dalam satu layar virtual. Tangan pengguna (user) bersama pengguna lain seakan-akan dapat menyentuh artefak yang ditampilkan secara maya. Muncul keingintahuan impak efektivitas pembacaan materi pameran dengan menghadirkan konten imersif. Penelitian ini bertujuan menelaah respon pengguna dari segi usability dan interactivity. Secara metodologis, penelitian dianalisis dengan metode Miles and Huberman. Hasil kajian mengungkap bahwa aspek usability MVT terlihat lebih menarik. Pengunjung mengamati lebih detail materi pameran. Pengunjung tidak merasa sendirian, serasa dalam permainan game. Simpulan dalam penelitian ini menegaskan bahwa interaktivitas dibangun dengan keigintahuan pengalaman bermain-main dengan artefak imersif. MVT memunculkan kembali esensi pengunjung yang sejatinya makhluk sosial yang selalu ingin berinteraksi. Kata kunci: imersif, interaktivitas, kehadiran sosial, multiplayer virtual tour, museum.
Ideologi Visual Media Representatif Konstruksi Citra Budaya Bali I Wayan Swandi; I Wayan Nuriarta; I Nyoman Larry Julianto
PANGGUNG Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i2.2623

Abstract

Bali dikenal sebagai daerah tujuan pariwisata yang berbudaya. Padahal di abad ke-17, Bali dikenal sebagai pulau kejam dengan masyarakatnya yang suka menjarah kapal karam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara kritis konstruksi citra Bali oleh kolonial Belanda dengan memanfaatkan peran media-media representatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif kritis. Hasilnya menunjukan bahwa media-media representatif seperti brosur, folder, dan desain sampul buku yang dibuat oleh kolonial Balanda telah berhasil mengkonstruksi citra budaya Bali. Dengan menghadirkan ilustrasi perempuan, patung, upacara Ngaben, dan keindahan alam Bali, citra yang melekat pada pulau Bali sampai saat ini adalah sebagai pulau surga terakhir. Bali memiliki berbagai daya tariknya tersendiri untuk dikunjungi baik keindahan alam maupun tradisi yang masih dijaga kuat. Ideologi visual yang dimunculkan adalah ideologi ketenangan, kenyamanan, dan keindahan pulau Bali. Bali adalah surga terakhir bagi para wisatawan Barat. Kata Kunci: Ideologi Visual, Budaya Bali, Kajian Budaya, Desain Komunikasi Visual
Menghidupkan Pesona Air Terjun Kanto Lampo Melalui Desain Website Swarai, Jessica Gumanti; Julianto, I Nyoman Larry; Trinawindu, Ida Bagus Ketut
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 6 No 1 (2025): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v6i1.4734

Abstract

Perkembangan teknologi telah mengubah cara orang-orang mencari informasi, termasuk dalam merencanakan sebuah perjalanan wisata. Website merupaaan salah satu media utama untuk membangun citra serta daya tarik destinasi wisata. Website memiliki peran penting dalam memperkuat brand identity yang tidak hanya berfungsi sebagai pengenal tapi juga menciptakan daya tarik serta kepercayaan wisatawan. Tulisan ini berfokus pada perancangan website untuk CV. Waterfall Kanto Lampo, yakni pengelola obyek wisata air terjun yang memiliki potensi besar untuk dikenal lebih luas. Website dirancang untuk menampilkan nilai-nilai unik dan citra Air Terjun Kanto Lampo secara profesional dan menarik. Proses perancangan melibatkan pendekatan yang secara menyeluruh, mulai dari pengumpulan data sampai pengembangan konten untuk meningkatkan visibilitas destinasi ini di dunia digital dan juga dapat membangun identitas brand yang kuat. Metode design thinking digunakan dalam penciptaan karya ini untuk memastikan solusi yang berfokus pada kebutuhan dan pengalaman pengguna. Metode ini terdiri dari lima tahap utama yaitu empati, definisi, ideasi, prototipe, dan pengujian. Hasil perancangan website ini diharapkan menjadi alat efektif dalam menarik perhatian wisatawan, meningkatkan citra Air Terjun Kanto Lampo, serta mendukung strategi pemasaran digital yang relevan di era modern. Website ini juga diharapkan menjadi platform untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan para pengunjung dan meningkatkan popularitas Air Terjun Kanto Lampo di industri pariwisata.
Destination Branding Desa Wisata Yehembang Kangin Kabupaten Jembrana–Bali Elvian Andreani, Ni Putu; Julianto, I Nyoman Larry; Swandi, I Wayan
PANGGUNG Vol 35 No 2 (2025): Representasi, Transformasi, dan Negosiasi Budaya dalam Media, Seni, dan Ruang So
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i2.2876

Abstract

Desa Wisata Yehembang Kangin merupakan salah satu desa di wilayah Kabupaten Jembrana yang terdiri dari lima banjar dengan potensi yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi dan wilayah Desa Wisata Yehembang Kangin serta mengevaluasi kesesuaian konsep destination branding dengan pengelolaan destinasi berbasis pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemetaan potensi dilakukan berdasarkan komponen desa wisata, seperti daya tarik wisata, fasilitas pendukung, aksesibilitas, dan kelembagaan, serta aspek lingkungan hidup yang mencakup keberlanjutan ekosistem, pengelolaan sumber daya alam, dan keselarasan budaya dengan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Yehembang Kangin memiliki potensi utama berupa keunikan daya tarik budaya, panorama alam, serta potensi agrowisata yang terintegrasi dengan kehidupan masyarakat lokal. Konsep destination branding yang diterapkan telah berhasil mendukung identitas desa wisata ini melalui pemberdayaan masyarakat, promosi nilai lokal, dan pengelolaan berbasis partisipasi komunitas, sehingga menciptakan identitas yang kuat dan berdaya saing sebagai destinasi wisata.
Preservation of a Rare Art, Okokan, through the Quality Improvement in Musical Instrument Quality and Merchandise Design Swandi, I Wayan; Julianto, I Nyoman Larry; Mudra, I Wayan
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v9i1.9673

Abstract

An Okokan art group named "Omelan I Kayu Bolong" in Banjar Dinas Kukuh Kangin, Kukuh Village, Kerambitan District, Tabanan Regency, is a partner in the implementation of the Community Partnership Program (CPP). The issues of the partner are that the musical instruments for the Okokan performance have been dull, and the paint has peeled off. Meanwhile, the partner had no merchandise to promote this Okokan art group. CPP aims to improve the capability of this art group, revitalize the Okokan musical instrument by re-coating ornaments, and design merchandise. CPP was implemented with the training to be attended by the partners, which started with a Focus Group Discussion and continued with training for coating the Okokan ornament and designing the merchandise. The CPP improved the partner's skill in re-coating the Okokan musical instrument and merchandise design as the media for promotion, in the form of Okokan miniature, logo, poster, and T-shirt.
INTERAKSI VISUAL PADA KOMIK DIGITAL TAHILALATS DI INSTAGRAM BERTEMA NOSTALGIA MASA KECIL Hidayat, Syarip; I Gede Mugi Raharja; I Nyoman Larry Julianto; Ira Wirasari
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 10 No 1 (2025): demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/demandia.v10i1.8155

Abstract

Interaksi visual yang mendalam dengan khalayak sasaran telah menjadi ciri khas dari komik digital Instagram, khususnya dalam karya Tahilalats, yang secara efektif memanfaatkan kapasitas interaktif platform untuk memvisualisasikan nostalgia masa kecil. Melalui gambar-gambar dan narasi yang menarik, Tahilalats berhasil membawa kembali kenangan masa kanak-kanak yang polos dan penuh keceriaan bagi para pembacanya. Format digital Instagram tidak hanya menjadikan karya ini lebih mudah diakses di seluruh dunia, tetapi juga memperkuat interaksi dua arah yang menciptakan ikatan antara komikus dan pembaca, membangun komunitas yang solid di antara mereka. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif menunjukkan bahwa penceritaan visual yang dihadirkan oleh Tahilalats sangat efektif dalam membangkitkan emosi dan membangun hubungan yang lebih dalam dengan khalayak sasaran. Lebih jauh lagi, strategi ini memungkinkan komikus untuk berbagi berbagai narasi dengan cara cepat secara langsung, memberikan sudut pandang yang berharga dalam ranah kreatif. Karya komik digital Tahilalats dapat membawa kembali kenangan masa kecil melalui komik digital di Instagram menjadi contoh penting dari pengaruh kuat budaya digital dengan visualisasi dan penceritaan terhadap keterlibatan khalayak sasaran dan ikatan emosional. Kata kunci: Interaksi visual, Instagram, komik digital Abstract: Deep visual interaction with the target audience has become a hallmark of Instagram digital comics, particularly in the work of Tahilalats, which effectively leverages the platform's interactive capacity to visualize childhood nostalgia. Through engaging images and narratives, Tahilalats manages to bring back memories of childhood innocence and joy to its readers. The digital format of Instagram not only makes the work more accessible worldwide, but also strengthens the two-way interaction that creates a bond between comic artists and readers, building a solid community between them. This research using qualitative techniques shows that the visual storytelling presented by Tahilalats is highly effective in evoking emotions and building a deeper connection with the target audience. Furthermore, this strategy allows comic artists to share various narratives quickly and directly, providing a valuable perspective in the creative realm. Tahilalats' work of bringing back childhood memories through digital comics on Instagram is an important example of the strong influence of digital culture with visualization and storytelling on target audience engagement and emotional bonding. Keywords: Digital comics, Instagram, Visual interaction,
Strategi Pemasaran Kripik Pelepah Pisang Dèbong Melalui Instagram Julianto, I Nyoman Larry; Mudra, I Wayan; Suparthana, I Putu; Permadi, Giovanni Brewijaya Putra; Andreani, Ni Putu Elvian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i1.4390

Abstract

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga merupakan organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan di Desa. Salah satu Program PKK adalah berupaya meningkatkan kelompok dan kualitas Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK. Mendukung perihal tersebut, maka pihak Desa bekerjasama dengan UPTD LLK Kabupaten Tabanan mengadakan Pelatihan Keterampilan Kerja Berbasis Kompetensi tentang pembuatan kripik pelepah pisang. Pasca kegiatan pelatihan tersebut, mengakibatkan kelompok UP2K PKK (Mitra PKM) memiliki permasalahan lanjutan, yakni adanya keterbatasan kemampuan dalam mendesain media promosi untuk pemasaran produknya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kemampuan mendesain media promosi yang sesuai dengan karakteristik khalayak sasaran. Metode workshop yang diawali dengan FGD untuk penentuan elemen desain, dilaksanakan sebagai tahapan melatih kemampuan Mitra dalam mendesain poster digital sebagai media promosi dengan aplikasi Canva. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan kemampuan mendesain poster digital untuk meningkatkan strategi promosi DèBong pada media sosial berupa instagram dalam upaya meningkatkan brand value produk.
PERANCANGAN KONTEN INSTAGRAM AMY WONG DI BURO CREATIVE STUDIO SEBAGAI IMPLEMENTASI PROGRAM MBKM MAGANG/PRAKTIK KERJA Wiryawan, Adelya; Arya Putraka, Agus Ngurah; Julianto, I Nyoman Larry
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 5 No 02 (2024): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The design of Amy Wong's Instagram content at Buro Creative Studio is a form of implementation of the MBKM Internship/Work Practice program which is in line with the general guidelines of the MBKM program of the Indonesian Institute of the Arts Denpasar which refers to Permendikbud No. 3, 2020. The purpose of this research is to add insight and experience directly in the industry field relevant to the visual communication design department and to know more about the process of designing social media content especially Instagram. Buro Creative Studio, which was established in 2017, was chosen as a partner in this program because of its scope that is in line with the visual communication design department, namely branding, marketing, and social media content. The study lasted for 4 months, from February to June. The research was conducted using observation, interview, literature, and documentation methods. The result of this research is to know more about Amy Wong's Instagram content design management at Buro Creative Studio and to know the process of Buro Creative Studio creating Instagram content design for Amy Wong. The Instagram content produced is in the form of Instagram highlight icons and Instagram stories, as well as supporting media in the form of bag designs, stickers, and greeting cards.