Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Edukasi Pemanfaatan Bahan Alam sebagai Asi Booster pada Ibu Hamil dan Menyusui Novitarini; Muhammad Eka Putra Ramandha; Baiq Yulia Hasni Pratiwi; Lalu Busyairi Muhsin; Mia Ariasti; Sri Winarni Sofya
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi (Juni)
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v2i4.399

Abstract

Low levels of exclusive breastfeeding will increase the risk of stunting and susceptibility to disease in the future. One of the reasons for this low supply is that breast milk production is not smooth, so it is necessary to facilitate the production of breast milk from natural ingredients. This service aims to educate about using natural ingredients to enable breast milk for pregnant and breastfeeding mothers. This service method has 4 stages: namely approach, preparation, delivery of material, and discussion. The results of the service showed that the village community understood the natural ingredients that could be used to facilitate breast milk, namely katuk leaves, turi, spinach and banana blossoms. Apart from that, in the service, proper processing is demonstrated so that the content is not lost or reduced. The conclusion of this service is that the community of Preparation Reban Madani village will utilize natural ingredients with proper processing to facilitate breast milk so that they can carry out exclusive breastfeeding. The implication of community service is that village knows how to process local plants to facilitate breast milk.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap Staphylococcus epidermidis Penyebab Jerawat: Antibacterial Activites Cream Extracts of Kelor Leaves (Moringa oleifera Lam.) against Staphyloccus Epidermidis Cause of Acne Novitarini; Muhammad Eka Putra Ramandha; Baiq Yulia Hasni Pratiwi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.5075

Abstract

Prevalensi jerawat dalam masa remaja dan resistensi antibiotik yang tinggi mendorong eksplorasi alternatif antibiotik berbasis herbal. Daun kelor (Moringa oleifera Lam.) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang dapat dijadikan sebagai antibiotik berbasis herbal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari ekstrak daun kelor (5, 10, dan 15%) terhadap Staphylococcus epidermidis penyebab jerawat. Pengujian ini menggunakan metode difusi sumuran untuk melihat aktivitas antibakteri (zona hambat) dari ekstrak daun kelor berbagai konsentrasi terhadap Staphylococcus epidermidis. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dengan program SPSS. Hasil yang diperoleh berupa diameter zona hambat ekstrak etanol daun kelor konsentrasi 5, 10, 15% yaitu: 23,01 mm, 23,34 mm dan 23,68 mm. Pengujian ini mempunyai nilai Sig = 0,000 yang berarti rata rata antar kelompok terdapat perbedaan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa zona hambat ekstrak daun kelor tergolong mempunyai daya hambat kuat terhadap Staphylococcus epidermidis.
Sosialisasi Bahaya Penggunaan Antibiotik yang Tidak Tepat sebagai Upaya Pencegahan Resistensi Kresnapati, I Nyoman Bagus Aji; Novitarini, Novitarini; Kurniawan, Salsabila Yunita; Pratiwi, Baiq Yulia Hasni
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 6 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v6i3.2606

Abstract

Resistensi antibiotik menjadi masalah serius bagi kesehatan secara global akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Meskipun aturan pembelian antibiotik dengan resep dokter telah diberlakukan, tingkat kepatuhan masyarakat masih rendah karena dianggap membatasi akses obat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa-siswi MAN 2 Mataram mengenai bahaya resistensi antibiotik serta pencegahannya. Metode yang digunakan adalah kuisioner berupa pretest-postest untuk mengukur pemahaman sebelum dan sesudah penyampaian materi. Hasil menunjukkan, peningkatan pemahaman sebesar 44,77% dari 37,21% menjadi 81,98% yang menunjukkan tersampaikannya materi yang diberikan dengan baik. Kesimpulan pengabdian ini membuktikan bahwa edukasi mampu menjadi sarana efektif dalam mendorong penggunaan antibiotik secara rasional.