Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hubungan Lama Penggunaan KB IUD Copper T380 dengan Kadar Hemoglobin pada Akseptor KB IUD: The Relationship Between Length of Use of the T380 Copper IUD and Hemoglobin Levels in IUD Acceptors Hayatun Ni'Mah; Yunita, Laurensia; Mahdiyah, Dede; Nurlathifah
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.872

Abstract

Intra Uterine Device (IUD) termasuk alat kontrasepsi jangka panjang yang paling efektif dan aman jika dibandingkan dengan kontrasepsi oral seperti pil. Efektivitas IUD dalam menekan angka kematian ibu dan mengontrol pertumbuhan populasi mencapai 99,4%, dengan durasi penggunaan 3–5 tahun untuk tipe hormon dan 5–10 tahun untuk tipe tembaga. Anemia merupakan kondisi ketika kadar hb atau jumlah sel darah merah dalam tubuh berada di bawah nilai normal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis keterkaitan antara durasi penggunaan kontrasepsi IUD tipe Copper T380 dengan kadar hb pada akseptor di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala. Menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel penelitian 16 wanita usia subur akseptor KB IUD Copper T380. Alat ukur berupa buku register KB dan alat cek HB. Menggunakan Fisher Exact dengan 0,05. Sebanyak 16 wanita usia subur menjadi responden dalam penelitian ini, dengan 31,25% merupakan pengguna IUD Copper T380 jangka panjang dan 68,75% pengguna jangka pendek. Dari keseluruhan responden, 62,5% mengalami anemia dan 37,5% tidak mengalami anemia di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala pada tahun 2024. Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan IUD Copper T380 dengan nilai kosistensi Hb pada akseptor KB IUD di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit Kabupaten Barito Kuala Tahun 2024. Penggunaan KB IUD Copper T380 dalam jangka pendek disini mempengaruhi terjadi tidaknya anemia pada si akseptor dikarenakan tubuh si akseptor masih menyesuaikan dengan alat KB yang digunakan      
Influence of education with video on Posyandu cadres knowledge about contraceptive implant Suharniati, Rohma; Yunita, Laurensia; Mariana, Frani; Kabuhung, Elvine Ivana
Health Sciences International Journal Vol. 4 No. 1: February 2026
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v4i1.80

Abstract

Background: The low uptake of Long-Term Contraceptive Methods, particularly implants, in Indonesia is often linked to limited community knowledge and prevalent misconceptions. Posyandu cadres, as frontline health promoters, play a pivotal role in providing counseling; however, their own knowledge levels are frequently inadequate, hindering effective family planning promotion. Objective: Determine the influence of education using video media on the knowledge of Posyandu cadres about contraceptive implants in the working area of the Jejangkit Community Health Center. Method:  A quantitative pre-experimental study with a one-group pre-test-post-test design was conducted. A total of 30 cadres were selected via simple random sampling. Data were collected using a validated questionnaire administered before and after a single-session intervention featuring an educational video on contraceptive implants. The non-parametric Wilcoxon Signed-Rank Test was used for data analysis due to the non-normal distribution of the knowledge scores. Result: The study revealed a significant improvement in cadres' knowledge post-intervention. Prior to the video education, only 23.3% of cadres had good knowledge. Following the intervention, this proportion rose dramatically to 83.3%, with the remaining 16.7% achieving a sufficient level. No cadres remained in the poor knowledge category. Statistical analysis confirmed this improvement was highly significant (p < 0.001). Conclusion: Video-based education is a highly effective intervention for significantly enhancing the knowledge of Posyandu cadres regarding contraceptive implants. Integrating this media into regular training programs is recommended to empower cadres with accurate information, thereby improving community counseling and supporting national efforts to increase long-term contraceptive methods uptake.  
Efficacy of the ABCDE health education poster in improving HIV prevention knowledge among coal mine workers Farlen, Marlika; Yunita, Laurensia; Yuliana, Fitri; Iswandari, Novita Dewi; Widodo, Hariadi
Health Sciences International Journal Vol. 4 No. 1: February 2026
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v4i1.94

Abstract

Background: Coal mine workers are a highly vulnerable population to HIV transmission due to their unique working conditions, including remote locations and prolonged separation from family, which often lead to high-risk behaviors. Preliminary assessment among workers at PT. X in Barito Utara indicated a significant gap in HIV prevention knowledge. Objective: This study aimed to analyze the efficacy of the ABCDE health education poster in improving HIV prevention knowledge among male coal mine workers. Method: A pre-experimental, one-group pretest-posttest design was utilized. A sample of 30 male workers was recruited using accidental sampling. Data on HIV prevention knowledge were collected via a validated online questionnaire before (pretest) and immediately after (posttest) exposure to the ABCDE poster intervention. The Wilcoxon Signed Rank Test was employed to analyze the difference between pre- and post-intervention scores. Results: The percentages knowledge significantly increased from pretest (72%) to posttest (86%) after the intervention, with the Wilcoxon test yielding a statistically significant result (p <0.001). The highest improvement was observed in younger and more educated workers. Conclusion: The IDI's ABCDE health education poster is an effective, low-cost, and efficient visual tool for rapidly increasing HIV prevention knowledge among coal mine workers. These findings support the integration of targeted visual media into Occupational Health and Safety (OHS) programs to address knowledge gaps in remote industrial settings.    
Efektivitas poster edukasi kesehatan terhadap pengetahuan pencegahan HIV pada pekerja tambang batubara di Pt. X Barito Utara Farlen, Marlika; Yunita, Laurensia; Yuliana, Fitri; Iswandari, Novita Dewi
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Human Immunodeficiency Virus atau HIV merupakan masalah kesehatan global. Jumlah kasus HIV Indonesia terdata sebanyak 503.261 dan di Kalimantan Tengah sebanyak 387 kasus. Jumlah kasus tersebut lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Pengetahuan tentang pencegahan HIV penting dimiliki pekerja tambang yang berdekatan dengan lokalisasi. Poster pencegahan HIV oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada tahun 2024 bertujuan meningkatkan pengetahuan pencegahan HIV dan perlu diuji efektivitasnya. Tujuan penelitian: Menganalisis efektivitas poster edukasi kesehatan terhadap pengetahuan pencegahan HIV pada pekerja tambang Batubara di PT. X Barito Utara. Metode: Penelitian pra-eksperimental one group pre test – post test ini dilakukan pada 30 pekerja tambang secara accidental sampling menggunakan kuesioner online google form dan media poster pencegahan HIV dari IDI. Data penelitian dianalisa secara univariat dalam tabel distribusi frekuensi dan secara bivariat menggunakan uji Wilcoxon dalam tabel silang. Hasil: Mayoritas responden teridentifikasi memiliki karakteristik umur dewasa muda (83,3%), SMA (60,0%), tidak pernah mendapatkan informasi pencegahan HIV (20,0%), berpengetahuan cukup saat pre test (43,3%), berpengetahuan baik saat post test (80,0%) dan p-value 0,000 sehingga terdapat efektivitas poster edukasi kesehatan terhadap pengetahuan pencegahan HIV. Simpulan: Penggunaan Poster edukasi terbukti meningkatkan oengetahuan pekerja terhadap pencegahan HIV.
Pengaruh Akupresur Batuk Pilek terhadap ISPA pada Bayi (0–1 Tahun) di My Hanna Baby Spa Tanah Grogot Setiyarsih, Yeni; Yunita, Laurensia; Ningrum, Novalia Widiya; Zulliati, Zulliati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6507

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada bayi usia 0–1 tahun karena sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang secara optimal. Penanganan ISPA umumnya menggunakan terapi farmakologis, namun terapi non-farmakologis seperti akupresur mulai banyak dikembangkan sebagai alternatif yang aman. Akupresur batuk pilek diketahui dapat membantu meredakan gejala, meningkatkan sirkulasi darah, serta mempercepat proses penyembuhan ISPA pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupresur batuk pilek terhadap perbaikan gejala ISPA pada bayi usia 0–1 tahun di My Hanna Baby Spa Tanah Grogot. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 15 bayi yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, checklist penilaian gejala ISPA sebelum dan sesudah terapi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Marginal Homogeneity dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terapi, sebagian besar bayi mengalami ISPA kategori sedang (60%) dan ringan (40%). Setelah diberikan terapi akupresur, terjadi perbaikan kondisi, di mana 53,3% bayi dinyatakan sembuh, 26,7% masih dalam kategori sedang, dan 20% dalam kategori ringan. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001, yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi akupresur terhadap perbaikan kondisi ISPA. Dapat disimpulkan bahwa terapi akupresur batuk pilek efektif dalam memperbaiki gejala ISPA pada bayi usia 0–1 tahun dan dapat digunakan sebagai alternatif terapi non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan.