Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

The Correlation between Characteristics, Knowledge and Motivation of Couples in Childbearing Age with the Early Detection of Cervical Cancer in Ulin General Hospital Banjarmasin Anggrita Sari; Ika Mardiatul Ulfa; Dewi Pusparani Sinambela
International Journal of Clinical Inventions and Medical Sciences Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Lamintang Education and Training Centre, in collaboration with the International Association of Educators, Scientists, Technologists, and Engineers (IA-ESTE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36079/lamintang.ijcims-0201.73

Abstract

Cervical cancer is a malignant tumor that grows in the cervix and often attack women. In Indonesia cervical cancer is the number one killer of all cancers. So early detection is very important. The incidence of cancer from year to year has been increasing significantly. On the contrary, the coverage of pap smear test has been decreasing. The aims are to determine the correlation of characteristics (age, education, and employment), knowledge and motivation and early detection of cervical cancer in couples of childbearing age in patients of Ulin General Hospital Banjarmasin. This type of research is analytic survey with cross sectional. The population is all couples of childbearing age who visit in obstetrics policlinic in Ulin General Hospital Banjarmasin. Sampling method was done by accidental sampling using a sample size of 30 people. Analysis using the spearman rank correlation test with 95% confidence value. Results find no correlation between age and early detection of cervical cancer (p=0,264>α=0,05), a correlation between education and early detection of cervical cancer (p=0,001<α=0,05), a correlation between employment with early detection of cervical cancer (p=0,003<α=0,05), no correlation between knowledge with the early detection of cervical cancer (p=0,425>α=0,05)), no correlation between motivation with the early detection of cervical cancer (p=0,264>α=0,05).
Layanan Persiapan Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan Di Universitas Sari Mulia Anggrita Sari; Ika Mardiatul Ulfa; Desilestia Dwi Salmarini
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1 No 3 (2020)
Publisher : Politeknik Dharma Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v1i3.303

Abstract

Prodi Diploma Tiga Kebidanan Universitas Sari Mulia Banjarmasin merupakan salah satu lembaga pendidikan kesehatan yang berada di Kalimantan Selatan yang mempunyai tujuan menghasilkan lulusan yang professional dan mampu memberikan pelayanan kebidanan professional, mandiri dan mampu bersaing secara global. Salah satu cara yang digunakan untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan mengikuti kegiatan uji kompetensi dan mendapatkan surat tanda registrasi (STR). Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada kegiatan bimbingan belajar tahun 2018, persentase tingkat kelulusan uji kompetensi tenaga kesehatan mengalami peningkatan khusunya bagi alumni kebidanan dan ners Universitas Sari Mulia Banjarmasin. Sehingga hal tersebut yang mendasari Universitas Sari Mulia tetap ingin mengadakan layanan persiapan uji kompetensi tenaga kesehatan dalam bentuk layanan bimbingan belajar yang dilaksanakan tiga kali dalam satu tahun. Pelaksaan kegiatan ini berupa: 1. Pemasaran kepada masyarakat dan alumni tenaga kesehatan khusunya bidan dan ners tentang keberadaan bimbel uji kompetensi ini, 2. Peningkatan kapasitas SDM dalam pembuatan soal uji kompetensi yang dilaksanakan dalam kegiatan workshop item development, 3. Perencanaan bimbel dengan pengadaan modul soal, 4. Pelaksanaan bimbel di Universitas Sari Mulia Banjarmasin. Hasil dari program ini adalah tersusunnya modul soal uji kompetensi yang sesuai dengan standar nasional dan meningkatnya angka kelulusan uji kompetensi tenaga kesehatan khusunya bidan dan ners.
PERBEDAAN PENGETAHUAN REMAJA SEBELUM DAN SETELAH DILAKUKAN PENYULUHAN TENTANG ABORSI DI SMPN 1 MULAWARMAN BANJARMASIN Ika Mardiatul Ulfa; Hariadi Widodo; Citra Mustika
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.18 KB)

Abstract

Latar Belakang: Lingkungan sosial dan budaya yang negatif merupakan faktor resiko bagi remaja untuk terjebak dalam prilaku yang beresiko seperti seks bebas dan kehamilan yangtidak diinginkan sehingga angka kejadian aborsi semakin meningkat, di Banjarmasin pada tahun 2010 terdapat 2 kasus aborsi pada tahun 2011 terdapat 2 kasus dan meningkat menjadi 17 kasus pada tahun 2012. Tujuan Penelitian: Menganalisis perbedaan pengetahuan remaja sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan tentang.Metode: Penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperimen Design dengan rancangan OneGroup Pretest Posttest adalah penelitian dengan cara memberikan intervensi berupapenyuluhan, yang mana sebelum dan sesudah penyuluhan responden diberikan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling dengan jumlah 73 orang.Hasil: Berdasarkan uji Wilcoxon Match Pairs Test didapatkan nilai pa dengan p=0,000 dan a=0,05 sehingga Ha di terima dan Ho di tolak artinya, “Terdapat perbedaan pengetahuanremaja sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan tentang aborsi di SMPN 1 Mulawarman Banjarmasin”.Simpulan: Terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan tentang aborsi di SMPN 1 Mulawarman Banjarmasin. Berdasarkan hasil penelitiandiharapkan agar Instansi Penelitian dapat memberikan pendidikan atau bekerja sama dengan Instansi Kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang aborsi. Kata Kunci : Aborsi, penyuluhan, pengetahuan, remaja.
Gambaran Pengetahuan Akseptor Kb Tentang Penggunaan Kontrasepsi Jangka Panjang Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Laurensia Yunita; Ika Mardiatul ulfa
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.707 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.610

Abstract

Latar Belakang: Pencapaian akseptor Kb Aktif di Banjarmasin Selatan berjumlah 7.835 orang (119,4%) yaitu dari Puskesmas Pekauman 6.498 orang (57,2%), Puskesmas Kelayan Timur 500 orang (9,8%), Puskesmas Pemurus Baru 379 orang (7,4%), Puskesmas Pemurus Dalam 133 orang (4,6%), Puskesmas Kelayan Dalam 196 (32,7%), dan Puskesmas Beruntung Raya 129 orang (7,7%). Dari data tersebut bahwa di Banjarmasin Selatan memiliki 6 Puskesmas dan Puskesmas yang memiliki akseptor Kb Aktif terbanyak adalah Puskesmas Pekauman. Akseptor KB Aktif yang menggunakan Kondom sebanyak 12 orang (0,089%), suntik sebanyak 819 orang (6,06%), dan pil sebanyak 1098 orang (8,15%). Kebanyakan Aseptor KB tidak mengetahui apa itu kontasepsi jangka panjang, mereka hanya tau kontrasepsi pil, suntik, impant dan IUD tetapi tidak bisa membedakan mana untuk jangka panjang serta keamannanya bagi akseptor KB.Tujuan: Mengetahui pengetahuan akseptor KB tentang penggunaan kontrasepsi jangka panjang di wilayah kerja Puskesmas Pekauman.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian diskriftif untuk mengetahui penegtahuan akseptor KB tentang kontrasepsi jangka panjang. Teknik pengambilan sampel adalah Acidental Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden.Hasil: Dari 30 responden sebanyak 60% pengetahuan aksepor baik tentang kontrasepsi jangka panjang, sedangkan 40 % pengetahuan aksepor cukup tentang kontrasepsi jangka panjang.Simpulan: Peranan tenaga kesehatan dalam melakukan penyuluhan tentang alat kontrasesi jangka panjang harus dilakukan dengan maksimal mengingat akseptor kb yang berbeda-beda latarbelakang pengetahuan dan pendidikannya, sehingga capaian pengguna MKJP dapat terpenuhi.Kata Kunci: Akseptor, Kontrasepsi, KB, PengetahuanAbstract Background: Achievement of active Kb acceptors in South Banjarmasin amounted to 7,835 people (119.4%), namely from the Pekauman Health Center 6,498 people (57.2%), the East Kelayan Health Center 500 people (9.8%), the Health Center Pemurus Baru 379 people ( 7.4%), Health Center Pemurus Dalam 133 people (4.6%), Health Center Kelayan Dalam 196 (32.7%), and Health Center Beruntung Raya 129 people (7.7%). Health center Pekauman acceptors of active birth control using condoms were 12 people (0.089%), injected 819 people (6.06%), and 1098 people (8.15%) pills. Most contraception acceptors do not know what long-term contraception is, they only know the contraceptive pill, injection, impant and IUD but cannot distinguish which for the long term and its safety for family planning acceptors.Objective: Knowing the knowledge of family planning acceptors about contraceptive use in the work area of the Health center Pekauman.Method: This research is a descriptive study to study the knowledge of family planning acceptors about long-term contraception. The sampling technique is accidental sampling with a total sample of 30 respondents.Results:Of the 30 respondents, 60% of acceptor knowledge is good about long-term contraception, while 40% of acceptor knowledge is enough about long-term contraception.Conclusion: The role of health workers in conducting counseling about long-term contraction tools must be carried out with a maximum ofacceptors who have different background knowledge and education, so that the achievements of MKJP users can be fulfilled. Keywords: Acceptor, Contraception, KB, Knowledge
Hubungan Pre Eklamsia Berat Pada Ibu Bersalin Dengan Asfiksia Neonatorum Di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Ika Mardiatul Ulfa; Dewi Pusparani Sinambela
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.159 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.432

Abstract

Latar belakang: pre eklampsia masih menjadi salah satu penyebab kematian ibu dan bayi, begitu juga dengan angka kematian bayi yang disebabkan oleh asfiksia neonatorum yang dikarenakan pre eklapsia pada masa kehamilan. Salah satu penyebab tingginya kematian bayi di Indonesia adalah asfiksia neonatorum yaitu sebesar 33,6%.Tujuan: Mengetahui hubungan antara pre eklamsia berat (PEB) dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Dr. H. Ansari Saleh BanjarmasinMetode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian analitik yang mengunakan pendekatan crossectional. Populasi adalah Bayi dengan Asfiksia Neonatorum sebanyak 941 bayi, dengan teknik pengambilan Systematic Random Sampling didapat sampel sebanyak 100 bayi. Teknik analisa data dengan Chi-Square.Hasil: Bayi yang mengalami asfiksia pada ibu bersalin dengan pre eklampsia berat adalah sebanyak 55 responden (55%) dan yang tidak mengalami pre eklampsia adalah 45 bayi (45%) dan ada hubungan pre eklamsia berat (PEB) dengan kejadian asfiksia neonatorum dengan preeklamsia berat beresiko 1,6 kali lebih beresiko mengalami asfiksia neonatorum dibandingkan dengan tidak mengalami preeklamsia berat.Simpulan: Ada hubungan antara pre eklamsia berat (PEB) dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Dr. H. Ansari Saleh BanjarmasinKata Kunci :  asfiksia neonatorum, bayi baru lahir,  ibu bersalin, pre eklamsia  beratRelationship Between Severe Pre Eklamsia On Maternity With Asfiksia Neonatorum In Dr. H. Moch Ansari Saleh Hospital  BanjarmasinAbstract Background: pre-eclampsia is still one of the causes of maternal and infant mortality, as well as infant mortality caused by neonatal asphyxia due to preeclampsia during pregnancy. One of the causes of high infant mortality in Indonesia is neonatal asphyxia, which is 33.6%.Objective: To find out the relationship between severe pre-eclampsia (PEB) and the incidence of neonatal asphyxia in Dr. RSUD H. Ansari Saleh BanjarmasinMethod: This study is a quantitative study with a type of analytic research that uses a crossectional approach. Population is as many as 941 infants with neonatal asphyxia, with a systematic random sampling technique obtained as many as 100 infants. Data analysis techniques with Chi-Square.Results: Infants who experienced asphyxia in mothers with severe pre-eclampsia were 55 respondents (55%) and those who did not have pre-eclampsia were 45 infants (45%) and there was a relationship between severe pre-eclampsia (PEB) and neonatal asphyxia with severe preeclampsia. a risk of 1.6 times more risk of developing neonatal asphyxia compared to not having severe preeclampsia.Conclusion: There is a relationship between severe pre-eclampsia (PEB) and the incidence of neonatal asphyxia in Dr. H. Ansari Saleh Banjarmasin Keywords: neonatal asphyxia, newborns, maternity, severe preeclampsia
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN DI PUSKESMAS BERUNTUNG RAYA BANJARMASIN Ika Mardiatul Ulfa; Hariadi Widodo
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.381 KB)

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu merupakan salah satu target yang telah di tentukan dalam tujuan ke 5 Millienium Development Goal’s (MDG,s). Sebagian besar kematian perempuan di sebabkan komplikasi karena hamil, bersalin dan nifas. Masalah dalam penelitian ini adalah Data yang di dapat dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menunjukkan bahwa jumlah persalinan pada tahun 2013 adalah 11.662 persalinan, di mana sebanyak 11.611 di tolong oleh tenaga kesehatan dan 51 persalinan dengan tenaga non nakes.Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap ibu hamil trimester III tentang pemilihan penolong persalinan di wilayah kerja Puskesmas Beruntung Raya.Metode: Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan accidental sampling dengan jumlah sampel 30 orang.Analisis dengan menggunakan uji korelasi Spearmann Rank dengan nilai keyakinan 90%.Hasil: Ibu hamil trimester III yang memiliki pengetahuan dengan kategori cukup merupakan jumlah terbanyak yakni 26 orang (86,7%), yang memiliki sikap negatif merupakan jumlah terbanyak yaitu 16 orang (53,3%), dan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sikap tentang pemilihan penolong persalinan di puskesmas Beruntung Raya Banjarmasin (p=0,0470).Kesimpulan: Sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan dengan kategori cukup. Lebih dari separuh ibu hamil memiliki sikap negatif.Kata kunci : pengetahuan, sikap ibu hamil, pemilihan penolong persalinan.
Teenagers Knowledge On Sexually Transmitted Diseases at SMK Negeri 2 Banjarmasin Anita Herawati; Ika Mardiatul Ulfa; Septin Hawini
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.253 KB)

Abstract

Background: Sexually Transmitted Disease is one of the first ten causes of illness in young adult males and the second largest cause of young adulthood of women in developing countries. According to the data of the existing sexually transmitted diseases in the city of Banjarmasin in adolescents classified in large numbers that are in 2014, there are 359 people suffering from PMS and 46 of them tested positive for HIV while 45 of them positive AIDS that 60% of them come from teenagers. In 2015 known 42 people tested positive for HIV while 18 people positive AIDS.Objective: To know the description of adolescent knowledge about the sexually transmitted disease in SMK Negeri 2 Banjarmasin.Method: The research method is a descriptive method. This research was conducted in SMK Negeri 2 Banjarmasin on April 1, 2017, with a sample of teens as much as 81 respondents using sampling technique with proportional random sampling technique and simple random sampling. The instrument used is a standard questionnaire or has been tested for previous research.Result: The result of the research shows that adolescents in class X SMK Negeri 2 Banjarmasin mostly have enough knowledge that is 41 people (50,6%), good knowledge 36 people (44,4%), and knowledge less 4 people (5 %).Conclusion: Knowledge of adolescent about the sexually transmitted disease of class X teenager at SMK Negeri 2 Banjarmasin in enough category.Keywords: Knowledge, Youth, Sexually Transmitted Diseases.
KARAKTERISTIK PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DI BPM HJ. “A” BANJARMASIN Ika Mardiatul Ulfa; Adriana Palimbo; Hamsiah Hamsiah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.206 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Perawatan payudara selama hamil adalah salah satu bagian penting yang harus diperhatikan sebagai persiapan untuk menyusui nantinya. Berdasarkan hasil dari studi pendahuluan yang telah dilakukan terhadap 10 ibu hamil yang didapatkan ada 3 orang ibu hamil yang hanya mengetahui cara perawatan payudara dan 7 (tujuh) orang lainnya tidak mengetahui tentang cara perawatan payudara sama sekali. Sedangkan dari segi sikap, 3 orang ibu hamil dari 10 orang ibu hamiltersebut hanya melakukan penarikan puting susu sebelum mandi dan 7 orang ibu hamil lainnya kurang memperhatikan tentang kebersihan diri terutama tentang perawatan payudara.Tujuan: untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Perawatan Payudara di BPM Hj. “A” di Banjarmasin.Metode: Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif dimana populasi berjumlah 42 orang, serta pengambilan sampel dilakukan dengan “Accidental Sampling” yaitu sebanyak 30 orang.Hasil: didapatkan hasil bahwa karakteristik responden dilihat dari umur responden terbanyak adalah antara 20-35 tahun sebanyak 25 orang (83,4%), pendidikan terakhir responden yang paling banyak yaitu SMA berjumlah 19 orang (63,4%), dan responden yang paling banyak adalah ibu primipara yaitu berjumlah 16 orang (53,3%). Sedangkan tingkat pengetahuan responden terbanyak yaitu cukup sebanyak 17 orang (56,67%) dan sikap responden terbanyak adalah sikap positif yaitu sebanyak 18 orang (60%).Simpulan: Dengan hasil pengetahuanibu hamil yang cukup tentang perawatan payudara maka diharapkan bagi tenaga kesehatan khususnya bidan agar lebih banyak mempelajari ilmu kebidanan khususnya ilmu tentang perawatan payudara agar dapat memberikan informasi yang lebih banyak lagi kepada masyarakat terutama ibu hamil saat melakukan pelayanan kesehatan.Saran: Diharapkan bagi Institusi khususnya AKBID Sari Mulia Banjarmasin agar dapat memberikan informasi atau pengetahuan yang lebih banyak dan up date kepada mahasiswa mengenai perawatan payudara sehingga nantinya dapat diaplikasikan oleh mahasiswa ketika berpraktik di lapangan.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perawatan Payudara pada Ibu Hamil.
Evaluasi Pemanfaatan KIA oleh Ibu Hamil Di Kecamatan Banjarmasin Timur Ika Mardiatul Ulfa; Susanti Suhartati; Fadhiyah Noor Anisa
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.347 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.682

Abstract

Latar Belakang:  Angka  Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator kesehatan suatu bangsa dengan melihat derajat kesehatan perempuan. AKI di Indonesia pada tahun 2017 masih dikatakan tinggi yaitu 228/100.000 KH, dimana hal tersebut masih jauh dibawah target SDG’s yaitu 70/100.000  KH. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, pelayanan kesehatan perlu dilaksanakan secara komprehensif yaitu sejak masa kehamilan sampai bayi 5 tahun. Untuk mendukung upaya tersebut, kementerian kesehatan telah mengeluarkan instrument kesehatan ibu dan anak, yaitu buku kesehatan ibu dan anak (KIA). Tetapi pemanfaatan  buku  KIA oleh  ibu  hamil  masih  belum  maksimal.  Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan buku KIA oleh ibu hamil di kecamatan Banjarmasin timur.Metode: dalam penelitian ini menggunakan analisis variabel sebab akibat yang terjadi pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan.Hasil: penelitian menunjukkan bahwa 60.5% ibu hamil memiliki buku KIA dan dapat menunjukkan, 36.5% memiliki buku KIA namun tidak dapat menunjukkan dan 3% tidak memiliki buku KIA. Sebagian besar ibu hamil mendapatkan buku KIA saat kunjungan pertama yaitu 72.5% dan diberikan di Puskesmas 76%. Saat ibu diberikan buku KIA, ibu mendapat penjelasan dari petugas kesehatan tentang buku KIA yaitu 98.7%. sebagian besar ibu hamil mengatakan buku KIA bermanfaat yaitu 97% dan keseluruhan ibu hamil merasa memerlukan buku KIA, tetapi dari sejumlah ibu hamil yang diteliti masih terdapat ibu hamil yang tidak membaca buku KIA sebanyak 42%.Kesimpulan: buku KIA belum di manfaatkan dengan maksimal oleh ibu hamil, hal itu terbukti bahwa masih ada ibu hamil yang tidak membaca buku KIA walaupun mempunyai buku KIA. Evaluation of KIA Utilization by Pregnant Women in East Banjarmasin DistrictBackground: Maternal Mortality Rate (MMR) is an indicator of a nation's health by looking at women's health status. MMR in Indonesia in 2017 was still considered high, namely 228 / 100,000 KH, which is still far below the SDG target of 70 / 100,000 KH. In overcoming these problems, health services need to be carried out comprehensively, namely from pregnancy to 5 years of age. To support these efforts, the ministry of health has issued a mother and child health instrument, namely the Maternal and Child Health Book (KIA). However, the use of the KIA book by pregnant women is still not optimal. This study aims to analyze the use of the KIA book by pregnant women in the district of East Banjarmasin.Methods: in this study using a cause and effect variable analysis that occurs in the object of study is measured or collected at the same time.Results: the study showed that 60.5% of pregnant women had an MCH booklet and it could show that 36.5% had an MCH booklet but could not show it and 3% did not have a KIA book. Most of the pregnant women got the KIA book during the first visit, namely 72.5%, and it was given at the Puskesmas 76%. When the mother was given the MCH handbook, the mother received an explanation from the health officer about the MCH handbook, namely 98.7%. Most of the pregnant women said the MCH booklet was useful, namely 97%, and overall pregnant women felt they needed the MCH booklet, but 42% of the pregnant women studied did not read the KIA book.Conclusion: The MCH book has not been fully utilized by pregnant women, it is evident that there are still pregnant women who do not read the MCH book even though they have a KIA book. Keywords: KIA Book, Pregnant Women, Use of the KIA Book, 
HUBUNGAN UMUR, PARITAS, DAN PREEKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Reny Diah Lestari; Ika Mardiatul Ulfa; Siti Mariyam
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.759 KB)

Abstract

Latar Belakang : Jumlah kematian bayi masih cukup tinggi, salah satu penyebabnya yaitu BBLR. Umur, paritas dan preeklampsia mempengaruhi kejadian BBLR.Tujuan :Metode : Survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan bayi BBLR di ruang VK bersalin RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin dari bulan januari-desember tahun 2014 dengan jumlah 344. Jumlah sampel 185. Teknik sampling menggunakan systematic random sampling. Pengumpulan data menggunakan buku register. Analisis dengan uji korelasi sperman rank (p = 0,05).Hasil : Umur tidak berhubungan dengan kejadian BBLR (p = 0,216) dengan koefisien korelasi - 0,091. Paritas tidak berhubungan dengan kejadian BBLR (p = 0,974) dengan koefisien korelasi 0,002. Preeklampsia tidak berhubungan dengan kejadian BBLR (p = 0,539) dengan koefisien korelasi 0,045.Kesimpulan : Umur, paritas dan preeklampsia tidak berhubungan dengan kejadian BBLR.
Co-Authors . Hamsiah Aditya Rahman, Raden Topan Adriana Palimbo Ahmad Hidayat Ahmad Hidayat Aisyah Aisyah Anggrita Sari Anggrita Sari Anggrita Sari, Anggrita Anita Herawati Annisa Anggraini Aspihani, Gt. Maryam Azizah, Noor Rifatul Chesi Yolania Citra Mustika Citra Mustika, Citra Dede Mahdiyah Devia Lestari Dewi Pusparani Sinambela Dewi Pusparani Sinambela Dian Purnama Putri Diya Andriani Dwi Rahmawati DWI RAHMAWATI Dwi Salmarini, Desilestia Dyas, Sri Wahyuning Eliska Kornelia Elvi Elvi Elvine Ivana Kabuhung Esti Yuandari, Esti Evie Trihartiningsih Evie Trihartiningsih Fadhiyah Noor Anisa Febrianawati, Nita Fridolce Bahan Gea Gea Gt. Maryam Aspihani Hamsiah Hamsiah Hariadi Widodo Harta Harta Harta Hawini, Septin Herawati, Anita Ika Friscila Ika Friscila, Ika Istiqamah KIKI ANDRIANI Lakulu, Muhammad Modi Latipah, Nor Laurensia Yunita Laurensia Yunita Laurensia Yunita, Laurensia Lensi Natalia Tambunan Lensi Natalia Tambunan, Lensi Natalia Lestari, Reny Diah Mariana, Frani Maulida Maulida, Maulida Maulida, Sena Mayang Puspita Candrani Sari Meldawati Meldawati Meldawati Meldawati Meldawati Mia Novita Dewi Mohammad Basit Muntianah, Siti Naiya Niken Permatasari Ningsih, Fitriani Noni Widiawatie Noor Anisa, Fadhiyah Noor Rifatul Azizah Novia Karolina Novita Dewi Iswandari Palimbo, Adriana Panessai, Ismail Yusuf Permatasari, Niken Rahmawati , Dwi Reny Diah Lestari Reva Klara Rusiah Sari, Mayang Puspita Candrani sefentina agustin Selly Morsa Khansa Aulia Sena Maulida Sentia Sentia Septin Hawini Siti Mariyam Siti Muntianah Siti Patimah Susanti Suhartati Susanti Suhartati, Susanti Tasya Idya Amalia Ulvi Fahriah Widiya Ningrum, Novalia Widodo, Hariadi Widya Ningsih, Dina Wikastry, Dwi Ayu Winda Maolinda, Winda wismawati, wismawati