Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Alat Kontrasepsi Hormonal Dengan Kejadian Disfungsi Seksual Pada Wanita Di Pustu Parang Kampeng Kec. Teweh Tengah Mila, Rusdah; Kabuhung, Elvine Ivana; Hidayah, Nur; Yunita, Laurensia
Sains Medisina Vol 3 No 6 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i6.808

Abstract

Pendahuluan: Menurut Catatan Kesehatan Indonesia tahun 2019, mayoritas masyarakat menerima penggunaan obat-obatan oral dan suntik untuk program KB dengan persentase 80% dibandingkan dengan metode lainnya. Salah satu efek samping yang ditimbulkan oleh akseptor suntik KB selama 3 bulan penggunaan jangka panjang adalah gangguan fungsi seksual, akibat perubahan hormonal karena mempunyai efek yang tinggi terhadap progesterone. Tujuan: Untuk Mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian disfungsi seksual pada wanita di Pustu Parang Kampeng Kec. Teweh Tengah. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan desain Cross-sectional. Sampel sebanyak 76 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chi-Square. Hasil: Dari uji korelasi antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian disfungsi seksual didapatkan nilai exact signifikan atau p value = 0,089. Nilai p>0,05, sehingga tidak terdapat hubungan antara Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Kejadian Disfungsi Seksual pada wanita di Pustu Parang Kampeng Kec. Teweh Tengah. Kesimpulan: Disfungsi seksual lebih sering terjadi pada orang yang menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan. Namun tidak ada hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dan disfungsi seksual. Akseptor keluarga berencana sebaiknya lebih memahami dampak buruk penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap kesehatan reproduksi.
The Effect Of Education With Booklet Media On Cadre Knowledge About Akdr Contraception Patmawati, Endang; Yunita, Laurensia; Lestari, Yayuk Puji; Sri Redjeki, Dwi Sogi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i2.19137

Abstract

Latar Belakang: Pada tahun 2021-2024 data pengguna kontrasepsi AKDR tidak bertambah di Puskesmas Jejangkit ditunjukkan dari data 1.262 pasangan usia subur (PUS) hanya ada 11 akseptor yang menggunakan kontrasepsi AKDR. Kurangnya pengetahuan kader tentang KB AKDR/IUD, menyebabkan wanita usia subur (WUS) tidak teredukasi membuat penggunaan kontrasepsi AKDR/IUD masih rendah. Pengaruh edukasi dengan media Booklet diharapkan lebih efektif memiliki pengaruh dari pada media edukasi lain seperti ceramah atau video.Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi melalui media booklet terhadap pengetahuan kader tentang kontrasepsi AKDR di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit Kabupaten Barito Kuala.Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif menggunakan teknik random sampling 30 orang responden dengan desain pre eksperimen yang rancangannya menggunakan RCT Pretest-posttest. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data penelitian menggunakan analisis univariat dan bivariat T-Test untuk mengetahui efektifitas dari variabel penelitian.Hasil: Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai sig = < 0,001 dimana p < 0,05 artinya ada pengaruh antar variabel. Hasil ini menyatakan ada edukasi melalui media booklet terhadap pengetahuan kader tentang kontrasepsi AKDR di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit Kabupaten Barito Kuala.Simpulan: Hasil penelitian edukasi melalui media booklet terhadap pengetahuan kader tentang kontrasepsi AKDR di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit Kabupaten Barito Kuala yaitu diketahui adanya pengaruh edukasi dengan media booklet terhadap pengetahuan kader tentang kontrasepsi AKDR di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit Kabupaten Barito Kuala. Kata Kunci: AKDR/IUD, Booklet, Edukasi, Kader ABSTRACT Background: Lack of knowledge of cadres about AKDR/IUD contraception, causing women of childbearing age (WUS) to be uneducated, making the use of IUD contraception still low.Objective: To determine the influence of education through booklet media on cadres' knowledge about AKDR contraception in the working area of the Jejangkit Health Center, Barito Kuala Regency.Method: This study was quantitative using a random sampling technique of 30 respondents with a pre-experimental design whose design used RCT Pretest-posttest. Data collection was carried out using a questionnaire. The analysis of research data used univariate and bivariate T-Test analysis to determine the effectiveness of the research variables.Results: The results  of the Wilcoxon obtained  a sig = < 0,001 where p < 0.05 meaning that there is an influence between variables. This result states that there is education through booklet media on the knowledge of cadres about AKDR contraception in the work area of the Jejangkit Health Center, Barito Kuala Regency.Conclusion: The results of educational research through booklet media on cadre knowledge about AKDR contraception in the working area of the Jejangkit Health Center, Barito Kuala Regency, are the average results of knowledge before/pretest (1.13) and after/posttest (2.47) where there is an increase in the number of pretest scores to posttest scores, which means that there is an increase in knowledge from cadres after being given education through booklet media. Keywords: AKDR/IUD, Cadre, Booklet, Education
PENGARUH APLIKASI CERIA TERHADAP PENINGKATAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI SMPN RUNGAN BARAT Astrid Oktavorina; astrid Okta; Yunita, Laurensia; Mariana , Frani; Dewi Iswandari, Novita
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 12 No 2 (2023): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v12i2.2512

Abstract

Hasil Riskesdas 2018 menyatakan anak usia 5-14 tahun menderita anemia dan 32% pada usia 15-24 tahun, yang mengartikan 3 dari 10 orang menderita anemia. Untuk mengetahui Pengaruh Aplikasi CERIA Terhadap Peningkatan Kepatuhan Konsumsi TTD Sebagai Langkah Pemutusan Kejadian Stunting di SMPN Rungan Barat.Penelitian eksperimen dengan kelompok kontrol pretest-posttest dengan sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang dengan keterangan 20 orang kelompok intervensi dan 20 orang kelompok kontrol. Uji yang digunakan adalah uji Mc Nemar.Kelompok perlakuan sebelum dan sesudah penerapan aplikasi CERIA di SMPN Rungan Barat sebagian besar tidak patuh, yaitu 13 orang (65%). Kelompok perlakuan sesudah penerapan aplikasi CERIA 10 orang (50%) dan kelompok kontrol 11 orang (55%). Hasil uji Mc Nemar pada kelompok perlakuan menggunakan menunjukkan p value 0,453 dan kelompok kontrol menunjukkan p value 0,727 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi TTD sebelum penggunaan aplikasi CERIA di SMPN Rungan Barat sebesar 65%, yang mana masih rendah. Setelah penerapan aplikasi CERIA, kelompok kontrol terdapat 5 responden yang semula tidak patuh menjadi patuh, sementara 8 responden tetap tidak patuh.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT AKSEPTOR KB TERHADAP KONTRASEPSI IMPLANT DI PUSKESMAS SUNGAI TABUK 1 Yunita, Laurensia; Siti Noor Hasanah
Midwifery And Complementary Care Vol 2 No 1 (2023): Midwifery and Complementary Care
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/mcc.v2i1.606

Abstract

Background: Many women experience difficulty in choosing a contraceptive method. This is not only due to the limited options available. One of the advantages of implants is that they are suitable for women who cannot use estrogen-containing drugs, cause lighter bleeding, do not raise blood pressure, and have a lower risk of ectopic pregnancy compared to intrauterine contraceptive devices. Despite its high effectiveness—implant contraception has a failure rate of only 0.2–1 pregnancies per 100 women—it seems to be less favored by the public, particularly among couples of reproductive age. Various factors influence a person's decision in choosing a contraceptive method. These include individual factors such as age, parity, education, and knowledge. Objective: To identify the factors that influence the interest in the implant contraceptive method in the service area of Puskesmas Sungai Tabuk 1. Method: This research used a non-experimental descriptive design with a cross-sectional approach. The sampling technique used was simple random sampling. The study sample consisted of 87 family planning (KB) acceptors in the Puskesmas Sungai Tabuk 1 area. Data analysis was conducted using the chi-square test with a questionnaire as the research instrument. Results: The results showed that 62.1% of the respondents were of a certain age group, 40.2% had low knowledge, 59.8% of respondents with certain parity levels were not interested in implants, and 60.9% had a certain level of education. Statistical tests indicated significant relationships between age (ρ = 0.000), knowledge (ρ = 0.000), parity (ρ = 0.000), and education (ρ = 0.000) with interest in implant contraception. Keywords: Acceptors, Implants, Interest
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN RODA KLOP OLEH TENAGA KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEPASAN Yunita, Laurensia; Novita Dewi Iswandari
Midwifery And Complementary Care Vol 2 No 1 (2023): Midwifery and Complementary Care
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/mcc.v2i1.607

Abstract

Background: The success of the family planning program in Indonesia is closely tied to the quality of counseling provided. Therefore, healthcare counselors must understand a client's medical condition and specific characteristics before contraceptive use. Healthcare providers have not yet utilized the KLOP Wheel as an aid in providing services before contraceptive use. The KLOP Wheel is important as it can reduce medical barriers and improve access to and quality of family planning services. This is especially relevant for clients with medical conditions or special characteristics, where certain contraceptive methods may worsen medical issues, pose additional health risks, or reduce contraceptive effectiveness. Objective: To determine the factors influencing the use of the KLOP Wheel as a medical eligibility screening tool by healthcare workers in the working area of Puskesmas Lepasan. Method: This research is a quantitative study using a descriptive method. The population consisted of 30 midwives working in the Puskesmas Lepasan area, selected using total sampling. Data analysis used the chi-square test with a questionnaire as the instrument. Results: The study found significant relationships between education level (ρ = 0.000), year of graduation (ρ = 0.000), length of work experience (ρ = 0.000), and knowledge (ρ = 0.000) with the use of the KLOP Wheel by healthcare workers. Conclusion: The ability and accuracy of healthcare providers in screening for medical eligibility criteria are expected to improve the quality of contraceptive services. However, the use of the KLOP Wheel has not yet been maximized. Its implementation also depends on the support and coordination efforts of the Ministry of Health and the National Population and Family Planning Board (BKKBN) to advance the family planning program. Keywords: medical eligibility criteria, knowledge, healthcare workers
MINAT AKSEPTOR KB DALAM MELAKUKAN KUNJUNGAN ULANG DI PUSKESMAS TANJUNG PAGAR BANJARMASIN Yunita, Laurensia; Ika Mardiatul Ulfa; Ahmad Hidayat
Midwifery And Complementary Care Vol 1 No 2 (2022): Midwifery and Complementary Care
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/mcc.v1i2.608

Abstract

Background: Interest is a feeling of liking or attraction toward something or an activity without coercion. Interest essentially involves acceptance of a relationship between oneself and something outside oneself; the stronger this relationship, the greater the interest. Interest is considered a positive trait, as it begins with a sense of attraction to a particular stimulus. Moreover, interest is regarded as more active than passive, as it can motivate individuals to move toward what they are interested in. Objective: To determine the factors influencing interest in the use of implant contraceptive methods in the Tanjung Pagar Health Center area. Method: This research used a non-experimental, descriptive design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 60 contraceptive acceptors at Tanjung Pagar Public Health Center. The sampling technique used was accidental sampling. Results: The study found that out of 60 contraceptive acceptors at Tanjung Pagar Health Center, the majority—38 individuals (63.3%)—showed interest in implant contraceptive methods, while 15 individuals (25%) were not interested. Conclusion: Interest can influence individuals to take action. It begins with the knowledge they possess, which then drives their interest to pursue something they desire. Therefore, interest can influence individuals to attend family planning visits. Keywords: Acceptors, Follow-up Visits, Interest
PENGARUH KONSELING AKSEPTOR KB TERHADAP PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMURUS DALAM Yunita, Laurensia; Novita Dewi Iswandari
Midwifery And Complementary Care Vol 1 No 2 (2022): Midwifery and Complementary Care
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/mcc.v1i2.609

Abstract

Background: Indonesia has a policy to control population growth, including through the Family Planning (KB) program. Family planning is an effort made by humans to deliberately regulate pregnancy in the family without going against the laws and morals of Pancasila for the welfare of the family. Through the family planning program, population growth will be controlled so that it can increase the level of health and welfare for families.Quality family planning services are not only related to services in marketing contraceptives, but are also related to providing interpersonal communication/counseling (KIP/K) to acceptors. The importance of the quality of counseling on contraceptive issues by every health worker, especially midwives and doctors, must be increased. Objective: to determine the effect of counseling on the choice of contraceptives in the Pemurus Dalam Health Center working area. Method: This research design uses analytical research with a cross sectional approach. The sample for this research was 30 WUS at Pemurus Dalam Community Health Center. The sampling technique is incidental sampling. Data analysis used chi-square with a questionnaire instrument. Results: The results of data analysis show that there is an influence of providing family planning counseling using ABPK on decision making to use contraception (p=0.000) Conclusion: There is an influence of providing family planning counseling on decision making to use contraception (p=0.000) Keywords: Acceptor, Counseling, Contraception
PENGARUH YOGA PRENATAL TERHADAP STABILITAS TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI RINGAN Rachmawati, Silva; Meldawati, Meldawati; Yunita, Laurensia; Sarkiah, Sarkiah
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol. 7 No. 2 (2025): MAJORY : Malang Journal of Midwifery
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal, sehingga diperlukan intervensi non-farmakologis yang aman dan efektif untuk membantu menstabilkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh yoga prenatal terhadap tekanan darah ibu hamil dengan hipertensi ringan di Puskesmas Baamang I Sampit Provinsi Kalimantan Tengah. Desain penelitian adalah kuasi-eksperimen menggunakan pendekatan one group pretest–posttest dengan melibatkan 20 ibu hamil trimester II dan III yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi yoga prenatal diberikan tiga kali per minggu selama empat minggu, dengan durasi 45 menit per sesi. Pengukuran tekanan darah dilakukan menggunakan sphygmomanometer digital terkalibrasi, dan data dianalisis menggunakan uji t berpasangan dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik maupun diastolik. Rerata tekanan darah sistolik menurun dari 146,45 mmHg menjadi 136,55 mmHg, sedangkan rerata tekanan darah diastolik turun dari 92,30 mmHg menjadi 84,35 mmHg (p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa yoga prenatal efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah pada ibu hamil dengan hipertensi ringan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa yoga prenatal merupakan intervensi non-farmakologis yang aman, efektif, dan berpotensi untuk diintegrasikan dalam pelayanan antenatal care di fasilitas kesehatan primer, khususnya pada ibu hamil dengan risiko hipertensi. Penelitian lanjutan dengan jumlah responden lebih besar dan desain kontrol yang lebih kuat dianjurkan untuk memperkuat bukti efektivitas intervensi ini.
The Relationship Between Family Roles And Mothers' Level Of Knowledge Regarding Stunting Incidence Widyanti, Sartika; Yunita, Laurensia; Dhea Manto, Onieqie Ayu
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i12.22159

Abstract

 Latar Belakang : Stunting adalah masalah gizi yang terjadi sebagai akibat dari kekurangan gizi dalam kurun waktu yang cukup lama. Menurut WHO Child Grwoth Standart Stunting dasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan dibanding umur (TB/U) dengan batas (z-score) kurang dari 2-SD. Keluarga berperan membina dan membimbing anggota-anggotanya untuk beradaptasi dengan lingkungan fisik maupun lingkungan budaya di mana ia berada. Pengetahuan seorang ibu akan mempengaruhi status pertumbuhan dan perkembangan anak dan sangat diperlukan untuk mendukung dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya.                                                                                          Tujuan : Mengetahui hubungan peran keluarga dan tingkat pengetahuan ibu terhadap kejadian stunting di Wilayah Kerja Kelurahan landasan Ulin Timur.Desain : Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 30 orang tua dan balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan sistematic sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner , serta dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara peran keluarga dan tingkat pengetahuan ibu terhadap kejadian stunting  (p=0,000).Simpulan : Ada hubungan peran keluarga dan tingkat pengetahuan ibu terhadap kejadian stunting. Bagi orang tua dan keluarga balita agar selalu memantau berat dan tinggi badan setiap bulan sehingga mengurangi resiko stunting.  Kata kunci : bayi/balita, peran keluarga, pengetahuan ibu, stunting. ABSTRACT Background : Stunting is a nutritional problem that occurs as a result of malnutrition over a long period of time. According to the WHO Child Growth Standard, Stunting is based on the length-for-age (PB/A) or height-for-age (H/A) index with a limit (z-score) of less than 2 SD. The family plays a role in fostering and guiding its members to adapt to the physical and cultural environment in which they live. A mother's knowledge will influence the growth and development status of a child and is essential to support the process of growth and development.Objective : To determine the relationship between the role of the family and the level of maternal knowledge regarding the incidence of stunting in the Landing Ulin Timur Subdistrict Work Area.Design : This type of research is quantitative with a cross-sectional approach . The sample size was 30 parents and toddlers. The sampling technique used systematic sampling . Data collection techniques used questionnaires, and were analyzed using the Chi-Square test .Results : The results of the study showed that there was a relationship between the role of the family and the level of maternal knowledge regarding the incidence of stunting (p=0.000).Conclusion : There is a relationship between family roles and maternal knowledge regarding stunting. Parents and families of toddlers should monitor their weight and height monthly to reduce the risk of stunting. Keywords : infants/toddlers, family roles, maternal knowledge, stunting.  
Analisis Pengaruh Pemberian Susu Kedelai Terhadap Perubahan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil dengan Anemia Ringan di RSIA Paradise: Analysis of the Effect of Soy Milk on Changes in Hemoglobin Levels in Pregnant Women with Mild Anemia at Paradise Hospital Alyasari Anggreini; Suhartati, Susanti; Yunita, Laurensia; Mariana, Frani
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.871

Abstract

Kadar hemoglobin yang rendah pada ibu hamil tetap menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di tingkat global dengan angka prevalensi mencapai sekitar 40%, sedangkan di Indonesia mencapai 48,9% dan di Kalimantan Selatan 51,9%. Kondisi ini berdampak pada peningkatan risiko perdarahan, lahir prematur, dan BBLR. Susu kedelai berpotensi menjadi intervensi non-farmakologis karena mengandung protein, zat besi non-heme, dan isoflavon yang berperan dalam pembentukan eritrosit. Tujuan penelitian yakni menelaah pengaruh konsumsi susu kedelai terhadap peningkatan nilai Hb di masa kehamilan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Responden terdiri dari 20 ibu hamil kehamilan pertengahan hingga akhir (13–40 minggu) yang teridentifikasi mengalami anemia ringan, kemudian dibagi ke dalam 2 kelompok, masing-masing beranggotakan 10 responden. Kelompok intervensi mendapat susu kedelai 250 ml/hari selama 14 hari disertai suplemen besi per oral, sedangkan kelompok kontrol di beri tablet zat besi selama kehamilanhanya. Uji Mann–Whitney digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan rerata kadar Hb pada kelompok intervensi, yaitu dari 10,11 ± 0,35 g/dL menjadi 11,22 ± 0,42 g/dL, sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat dari 10,15 ± 0,38 g/dL menjadi 10,25 ± 0,41 g/dL. Hasil uji memperoleh nilai p = 0,000, yang mengindikasikan adanya perbedaan bermakna secara statistik antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi susu kedelai berpengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah Hb dalam darah ibu hamil yang mengalami anemia ringan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi pendukung dalam program suplementasi zat besi.