Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Strategi Guru dalam Meningkatkan Kosa Kata Siswa Tunarungu Tingkat TK di SLB Pangudi Luhur Mursita, Rohmah Ageng; Winarsih, Murni; Bintoro, Totok; Maulana, Bintang Azzahra; Khatulisty, Chantika Bunga Chynta
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol. 21 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peningkatan penguasaan kosakata pada anak tunarungu melalui penerapan metode Maternal reflektif (MMR) di SLB Pangudi Luhur, Bekasi.  Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan memanfaatkan teknik studi kasus, di samping metode pengumpulan data antara lain observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian.  Subjek penelitian adalah dua mahasiswa TKLB tunarungu yang berkonsentrasi pada penerapan strategi pembelajaran berbasis MMR.  Reflektif Ibu metode utama strategi ini adalah perdati (hati ke hati-percakapan untuk mengatur emosional konteks), penentuan titik awal (mendapatkan tema dari anak pengalaman kehidupan nyata), visualisasi dan penguatan (menggunakan beton media), penyimpanan (menyimpan kosa kata melalui tulisan dan pengulangan), percami (ideovisual membaca untuk memahami struktur kalimat), dan refleksi dan evaluasi.  Strategi-strategi ini digunakan secara terencana dan konsisten dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Hasilnya menunjukkan bahwa menggunakan strategi MMR meningkatkan pemahaman kosakata dalam konteks serta volume perolehan kosakata.   Siswa tunarungu menunjukkan peningkatan dalam kemampuan mereka untuk menyusun kalimat, memahami pertanyaan, dan menghubungkan kosakata dengan pengalaman pribadi mereka. Pemrosesan mental dan pemahaman bahasa anak tunarungu telah terbukti meningkat dengan penggunaan strategi pembelajaran ini, yang meliputi refleksi, komunikasi, dan alat bantu visual. Dengan demikian, strategi dalam metode Maternal Reflektif sangat efektif dalam meningkatkan penguasaan dan pemahaman kosakata anak tunarungu usia dini, karena mengintegrasikan pendekatan emosional, visual, dan linguistik dalam konteks kehidupan anak.
Pelatihan Penguatan Peran Ibu dalam Stimulasi Perkembangan Anak Mursita, Rohmah Ageng; Yuniarti, Puji; Asshidiqy, Ahmad Rifqy; Az-Zahra, Khaila Rizki; Puspita, Andhini Swarna Dyah
Abdimas Mandalika Vol 5, No 1 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i1.35239

Abstract

Abstract:  Mothers in Medalsari Village, Pangkalan Subdistrict, Karawang Regency, received training to enhance their roles in promoting the development of their children. This was carried out due to the fact that many mothers lacked sufficient knowledge about balanced nutrition, positive parenting, and early childhood development stimulation. Helping moms better understand and apply cognitive, motor, social, and emotional stimulation in their everyday caregiving was the program's main objective. Planning, executing, assessing, and creating future plans were all part of the participatory approach. A small display of mothers' work, theoretical sessions, and practical stimulation practice using both simple and digital media were all part of the three-day implementation. We assessed using discussion boards, watching practice, and pre- and post-tests. According to the training results, mothers' parenting styles shifted from traditional to evidence-based, and their knowledge increased by roughly 30%. To ensure the program's sustainability, a few mothers were also selected to serve as posyandu (integrated health post) cadres. After that, they were included in the monthly posyandu events. This training demonstrates how community-based initiatives can support mothers in their efforts to become better educators and achieve SDGs 4 (Quality Education) and 3 (Good Health and Well-Being).Abstrak: Para ibu di Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan peran mereka dalam mendorong perkembangan anak-anak mereka.  Hal ini dilakukan karena banyak ibu yang kurang memiliki pengetahuan yang memadai tentang gizi seimbang, pola asuh yang positif, dan stimulasi perkembangan anak usia dini.  Membantu para ibu lebih memahami dan menerapkan stimulasi kognitif, motorik, sosial, dan emosional dalam pengasuhan sehari-hari mereka adalah tujuan utama program ini.  Merencanakan, melaksanakan, menilai, dan membuat rencana masa depan semuanya merupakan bagian dari pendekatan partisipatif.  Pameran kecil karya ibu, sesi teori, dan praktik stimulasi praktis menggunakan media sederhana dan digital merupakan bagian dari pelaksanaan selama tiga hari.  Kami menilai menggunakan papan diskusi, latihan menonton, dan tes sebelum dan sesudah.  Menurut hasil pelatihan, gaya pengasuhan ibu berubah dari tradisional menjadi berbasis bukti, dan pengetahuan mereka meningkat sekitar 30%.  Untuk memastikan keberlanjutan program, beberapa ibu juga terpilih menjadi kader posyandu (pos kesehatan terpadu).  Setelah itu, mereka diikutsertakan dalam acara posyandu bulanan.  Pelatihan ini menunjukkan bagaimana inisiatif berbasis komunitas dapat mendukung para ibu dalam upaya mereka untuk menjadi pendidik yang lebih baik dan mencapai SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik).
RESPON TUNARUNGU TERHADAP PENGGUNAAN SISTEM BAHASA ISYARAT INDONESA (SIBI) DAN BAHASA ISYARAT INDONESIA (BISINDO) DALAM KOMUNIKASI Mursita, Rohmah Ageng
INKLUSI Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.85 KB) | DOI: 10.14421/ijds.2202

Abstract

This study aims to examine and find out the information about deaf response towards the use of Indonesian signal language (BISINDO) and Indonesian Signal Language System (SIBI) on communication. Research method being implemented was quantitative approach in which supported by qualitative data. Subject on this study was 100 respondents of adult and teenagers with hearing impairments (aged 16­50) who live in Indonesia especially at Java and Bali. Data collection technique on this study was questionnaire and interview. Based on data analysis seen from answer categorization of 100 respondents with hearing impairment, less of them are supporting SIBI on communication because of its concept cause difficulties for communicating. Whereas, most of them supporting the use of BISINDO on communication. Thus, it could be concluded that through the questionnaire result and interview of 100 respondent with hearing impairment on teenagers and adult categorization (aged 16­59) in various places, its proven that 91% majority of deaf are using BISINDO for communicate with others.