Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

GAMBARAN PENGOLAHAN PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KECAMATAN BAMBANG KABUPATEN MAMASA PROVINSI SULAWESI BARAT Sri Syatriani; Halmina Ilyas; Indri
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i2.411

Abstract

Latar belakang: Diabetes merupakan kondisi kronis yang terjadi pada saat pancreas tidak menghasilkan insulin yang cukup. Prevelensi diabetes di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 2,1% pada tahun 2013, dan kembali meningkat 8,5% pada tahun 2018. Untuk mencegah komplikasi, perlu dilakukan pengobatan pentakit ini. Tujuan: untuk mengetahui gambaran pengelolaan penyakit diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dimana populasi penelitian sebanyak 67 orang penderita diabetes melitus tipe 2 yang diambil dengan teknik total sampling. Dalam penelitian ini menggunakan kuisioner kebiasaan pola makan, kebiasaan olahraga, keteraturan kontrol gula darah dan kuisioner kebiasaan minum obat sebagai instrument pengumpulan data penelitian. Hasil: Pada hasil penelitian ini diperoleh bahwa terdapat 65 responden (92.9%) yang pola makannya teratur, responden tidak rutin berolahraga sebanyak 60 orang (85.7%), responden tidak rutin memeriksakan gula darahnya sebanyak 39 orang (55.7%), dan responden yang patuh dalam minum obat sebanyak 58 orang (82.9%). Kesimpulan: lebih banyak responden yang pola makannya teratur, lebih banyak yang tidak rutin berolahraga, lebih banyak yang tidak rutin memeriksakan gula darahnya, dan kebanyakan responden patuh dalam meminum obat. Disarankan responden agar tetap menerapkan pengelolaan diabetes melitus yang tepat untuk menghindari terjadinya hiperglikemik dan bagi puskesmas Kecamatan Bambang agar terus memberikan edukasi kepada pasien diabetes melitus mengenai pengelolaan diabetes melitus yang baik dan benar.
PERBEDAAN TINGKAT KELELAHAN KERJA KARYAWAN BERDASARKAN SHIFT KERJA PADA MINIMARKET MODERN DI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Sri Syatriani; Nurleli; Andi Arianggi; Titin Hardiyanti Sahril
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.520

Abstract

Latar belakang: Kelelahan kerja merupakan faktor pekerja yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan di kalangan pekerja. Kelelahan kerja dapat diakibatkan oleh shift kerja. Data Badan Jaminan Sosial Tenaga Kerja tercatat kecelakaan kerja tahun 2019 berjumlah 77.295 kasus se- Indonesia dan 36% dari kasus kecelakaan kerja terjadi karena kelelahan kerja. Tujuan: untuk mengetahui tingkat kelelahan kerja karyawan shift pagi dan shift siang serta perbedaan tingkat kelelahan kerja antara karyawan shift pagi dengan karyawan shift siang di minimarket modern. Metode: Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel yaitu semua karyawan pada sembilan minimarket modern di Kabupaten Kepulauan Selayar berjumlah 73 orang. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling. Kuesioner merupakan instrumen penelitian. Data dianalisis dengan uji t independen. Hasil: Hasil penelitian menemukan bahwa rata-rata score kelelahan kerja shift siang lebih tinggi yaitu 17,80 daripada shift pagi yaitu 15,76. Meskipun begitu hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0.315 > (0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan tingkat kelelahan kerja karyawan berdasarkan shift kerja. Kesimpulan: Tingkat kelelahan kerja lebih tinggi pada karyawan yang bekerja pada shift siang dibanding shift pagi. Diharapkan perusahaan mempertahankan pola kerja dan shift kerja untuk menjaga tingkat kelelahan karyawan guna menjaga dan meningkatkan produktivitas kerja.
PENGARUH SENAM TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA SEWAKTU PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RSUD DR. PALALOI MAROS Sri Syatriani; Halmina Ilyas; Esse Puji Pawenrusi; Fatmawati
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i3.573

Abstract

Latar belakang: Diabetes mellitus adalah penyakit akibat pola hidup yang tidak sehat seperti makan tinggi gula, dan berkurangnya aktifitas fisik. Prevalensi diabetes mellitus di Indonesia sebanyak 19,5 juta, di Sulawesi Selatan sebanyak 41.497 orang, dan di Kabupaten Maros sebanyak 1.858 orang. Diabetes mellitus dapat menimbulkan komplikasi serta dampak negatif terhadap kesehatan. Komplikasi dapat dicegah dengan mengontrol kadar gula darah melalui senam. Tujuan: Diketahuinya pengaruh senam terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada penderita diabetes mellitus. Metode: Penelitian menggunakan desain one group pre and post test. Populasi dan sampel yaitu semua penderita diabetes mellitus di RSUD dr. Palaloi sebanyak 22 orang. Sampel dipilih menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes glukosa dan formulir observasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Penelitian menemukan terdapat penurunan kadar gula darah sebelum dan sesudah senam dengan rata-rata kadar gula darah sebelum senam 285 mg/dl dan setelah senam 180,38 mg/dl. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001 < α 0,05 dengan demikian senam berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu penderita diabetes mellitus. Kesimpulan: Terdapat pengaruh senam terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada penderita diabetes mellitus. Penyandang diabetes mellitus dianjurkan secara rutin melakukan senam sekitar 45 menit dengan frekuensi 3-5 kali setiap minggu.
PENILAIAN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN METODE HAZOP PADA TEKNISI LISTRIK DI PLN UP3 TUAL Sri Syatriani; Chitra Dewi; Gloria Maria Rahandekut
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.674

Abstract

Latar belakang: Hazard adalah sesuatu yang berpotensi menjadi insiden yang berakibat pada kerugian bagi pekerja maupun perusahaan. Tahun 2022 - 2023 terdapat 17 kasus kecelakaan di PLN UP3 Tual yang terjadi akibat tersengat listrik, kecelakaan mekanis dan pekerja jatuh dari ketinggian. Manajemen risiko membantu perusahaan mengidentifikasi dan menganalisis risiko sejak awal sehingga dapat mengatasi risiko tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui penilaian risiko keselamatan dan kesehatan kerja dengan metode Hazard and Operability Study (HAZOP). Metode: Penelitian merupakan studi observasional dengan rancangan deskriptif. Populasi dan sampel melibatkan seluruh teknisi listrik di PLN UP3 Tual sebanyak 50 orang. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan metode observasi. Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil: Semua responden adalah laki- laki sebanyak 50 orang (100%), pendidikan terbanyak adalah SMA/SMK sebanyak 31 orang (62%). Terdapat 4 kategori bahaya dari 50 jenis pekerjaan yang telah diklasifikasikan berdasarkan kombinasi nilai likelihood dan consequence sesuai standar Australia, yaitu pekerjaan dengan kategori tertinggi adalah high risk sebanyak 21 (42%) dan kategori terendah adalah extreme risk sebanyak 3 (6%). Kesimpulan: Pekerjaan yang dilakukan teknisi tertinggi pada kategori high risk. Pekerjaan kategori high risk harus menjadi prioritas utama dalam tindakan pengendalian, baik dalam rekayasa teknik, alat pelindung diri, maupun prosedur kerja.
TRANSFORMASI KESEHATAN SEKOLAH: IMPLEMENTASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI MI DARUL HIKMAH MAKASSAR Chitra Dewi; Sri Syatriani; Renaldi M; Irfan; Sulaiman; Muhammad Syahrir; Andi Tilka Muftiah Ridjal; Agustina Melisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i1.522

Abstract

Latar belakang: Komunitas rentan dalam konteks anak Sekolah Dasar (SD) merujuk pada kelompok yang menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi perkembangan fisik, kognitif, sosial maupun emosional. Mereka sering kali belum menyadari pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sehingga diperlukan upaya edukasi yang sistematis dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan praktik kebersihan mereka. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan PHBS pada anak SD, untuk menciptakan kebiasaan hidup sehat yang mencegah penyebaran penyakit di MI Darul Hikmah Makassar. Metode: Penyuluhan dilakukan menggunakan media video edukasi tentang PHBS, mempraktikkan cara Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), dan pemasangan poster di lingkungan sekolah. Hasil: Terjadi peningkatan pemahaman anak sekolah dasar kelas 1-3 mengenai kebersihan tangan, adopsi perilaku hidup bersih melalui kegiatan interaktif dan informasi visual (poster), serta dukungan pihak sekolah dan keterlibatan aktif siswa menunjukkan keberhasilan pendekatan edukasi berbasis partisipasi aktif. Kesimpulan: Program penyuluhan PHBS di MI Darul Hikmah sukses meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa kelas 1-3 tentang pentingnya kebersihan tangan. Penyuluhan yang disampaikan secara interaktif, praktek langsung, dan pemasangan poster edukasi, berhasil menciptakan perubahan pemahaman tentang cara pencegahan penyebaran penyakit menular di kalangan anak sekolah dasar. Saran, keterlibatan kontribusi guru, staf sekolah, serta orang tua sangat penting untuk menjaga keberlanjutan program ini.
SIPIL (SOSIALISASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH) DI MASYARAKAT DESA BONTO-BONTOA KABUPATEN BANTAENG Dewi Purnama Windasari; Sri Syatriani; Aminullah; Miftahul Jannah; Serli Marsanda; Sulfitra Alhidayah; Muhammad Ali
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i1.539

Abstract

Latar belakang: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan sarana penting yang dirancang untuk mengelola air limbah dari rumah tangga, guna mengurangi dampak lingkungan yang merugikan. Di Indonesia, tantangan sanitasi masih signifikan, dengan data WHO menunjukkan peringkat ketiga terburuk di dunia. Air limbah yang tidak diolah dengan baik dapat mencemari sumber air dan merusak ekosistem, serta berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan bagi masyarakat. Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pentingnya sistem pengolahan air limbah yang memenuhi standar STBM. Metode: Metode yang digunakan adalah intervensi berupa penyampaian informasi dengan menggunakan media poster serta pemberian materi edukasi dalam bentuk power point yang dimana kegiatan ini dilakukan di Kantor Desa Bonto-bontoa dan dihadiri oleh 14 orang masyarakat. Hasil: Setelah diberikan edukasi mengenai IPAL pada Masyarakat diberikan Kembali kuesioner posttest, Sebanyak 12 anggota masyarakat (85,71%) mampu menjawab pertanyaan dengan tingkat pengetahuan yang cukup, sementara 2 anggota masyarakat (14,29%) menunjukkan tingkat pengetahuan yang kurang. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi mengenai IPAL.
PELATIHAN TANGGAP DARURAT DAN PERTOLONGAN PERTAMA KEBAKARAN DI UPT SMA NEGERI 7 SINJAI Sri Syatriani; Halmina Ilyas; Andi Ayumar; Nurul Mutmainnah; Eka Tristiawati; Siti Humairah; Yosina Naomi Leterulu; Sarifa Ulang Sari; Agung Pratama Afandi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.601

Abstract

Latar belakang: Peristiwa kebakaran termasuk dalam kategori situasi darurat yang kerap terjadi dan berpotensi menyebabkan dampak kerugian yang signifikan., terutama di lingkungan sekolah. Minimnya pengetahuan siswa mengenai penanggulangan kebakaran menuntut perlunya edukasi dan pelatihan kesiapsiagaan. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat pemahaman dan kemampuan siswa dalam merespons situasi darurat kebakaran melalui pelatihan kesiapsiagaan serta pemberian pertolongan pertama terhadap luka bakar. Metode: Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan, demonstrasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), simulasi evakuasi kebakaran, serta praktik penanganan luka bakar menggunakan media molase. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test dari 22 siswa yang menjadi anggota Palang Merah Remaja (PMR) di UPT SMA Negeri 7 Sinjai. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa setelah mengikuti pelatihan. Pada seluruh indikator, seperti penyebab kebakaran, unsur api, cara pemadaman, jenis luka bakar, dan penanganannya, skor jawaban benar meningkat secara signifikan pada post-test dibandingkan pre-test. Kesimpulan: Pelatihan tanggap darurat terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa menghadapi kebakaran serta memberikan keterampilan dasar pertolongan pertama yang penting diterapkan dalam situasi darurat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DERAJAT ANEMIA SELAMA KEHAMILAN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK SITI FATIMAH MAKASSAR Sri Syatriani; NUR FITRIANI
Jurnal Mitrasehat Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v5i1.162

Abstract

Anemia merupakan penyebab tidak langsung terjadinya kematian pada ibuhamil. Kekurangan zat besi diduga penyebab paling umum dari anemia global. Angkakejadian anemia pada wanita hamil di dunia mencapai 41,8%. Tujuan penelitian ini yaituuntuk Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan derajat anemia selamakehamilan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar. Diantaranya faktor umur,paritas, konsumsi tablet Fe, dan budaya. Jenis penelitian ini adalah penelitianobservasional analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian iniadalah semua ibu hamil dan sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yangmengalami anemia berjumlah 62 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan caraAccidental Sampling. Data yang dianalisis dengan uji alternatif Chi Square dan Fisher’sExact Test melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adahubungan antara umur ρ (0,534) > α (0,05), paritas ρ (0,520) > α (0,05), konsumsi tabletFe ρ (0,160) > α (0,05), budaya ρ (0,722) > α (0,05) dengan derajat anemia selamakehamilan. Dalam penelitian ini disimpulkan tidak ada hubungan antara umur, paritas,konsumsi tablet Fe, dan budaya dengan derajat anemia selama kehamilan. Di sarankankepada petugas kesehatan agar memberikan penyuluhan kebada ibu tentang bahayakehamilan saat umur reproduksi sudah tidak ideal yaitu <20 dan >35 tahun, tentangdampak yang bisa terjadi apabila paritas >3 kali, tentang pentingnya mengkonsumsi TabletTambah Darah, tentang jenis-jenis makan yang seharusnya dikonsumsi ibu hamil agartidak terjadi permasalahan gizi pada ibu dan janinnya.
Hubungan Tata Kelola (Good Governance) Dengan Kinerja Tenaga Kesehatan Pada Era Pandemi Covid-19 Di Puskesmas Binamu Kabupaten Jeneponto Sri Syatriani; Andi Rizky Amaliah; Nur Alfiana
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i2.345

Abstract

Kinerja dikenal sebagai kinerja pekerjaan, dan secara umum, adalah kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu pekerjaan yang dicapai seorang karyawan dengan melakukan tugasnya seperti yang ditugaskan. Salah satu faktor yang mempengaruhi risiko penurunan kinerja adalah beban kerja yang dapat meningkat jika jumlah tenaga kesehatan tidak sesuai dengan tingkat pelayanan yang dibutuhkan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara good governance dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Kota Binamu di era pandemi Covid-19. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini adalah tenaga kesehatan sebanyak 67 responden yang diambil dengan Teknik Total Sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner serta analisis data yaitu analisis chi square. Hasil analisis bivariat dari 67 responden yang diteliti, diketahui hasil analisis statistik menggunakan uji Chi-Square (p < 0,05) maka diperoleh ada hubungan pada transparansi (p=0,000), akuntabilitas (p=0,003), responsibilitas (p=0,000), dan fairness (p=0,003) dengan kinerja tenaga kesehatan. Simpulan dari penelitian ini, empat variabel yang telah diuji memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja tenaga kesehatan yaitu variabel transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, dan fairness. Saran dari penelitian ini, Diharapkan kepada pihak Puskesmas Binamu Kota untuk lebih melakukan keterbukaan untuk pengambilan keputusan serta melibatkan seluruh staf dalam pembuatan kebijakan.
Pengaruh Edukasi Gizi dan Senam Diabetes terhadap Stabilitas Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Tipe 2: Studi Pra-Eksperimental Sri Syatriani; Nurfitri Nurfitri; Mei Pemi Laelaem
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 2 (2026): April 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i2.2468

Abstract

Diabetes di kawasan pasifik barat mencapai 38% dan memiliki prevalensi diabetes tertinggi ketiga (11,9%) di dunia. Indonesian masuk dalam kawasan pasifik barat menjadi urutan kedua teratas (19,5 juta). Pasien diabetes tipe 2 harus menjaga agar kadar gula darah tetap stabil, yaitu dengan mengatur pola makan, aktivitas fisik, kontrol gula darah, dan rutin minum obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi dan edukasi senam diabetes mellitus terhadap stablitas kadar glukosa darah pasien diabetes tipe 2 di Puskesmas Karuwisi. Jenis penelitian adalah pra eksperimental dengan rancangan one group pre-test-pos-test. Jumlah sampel 16 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa glukometer. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan jumlah sampel yang stabil gula darahnya setelah dilakukan edukasi sebanyak 14 responden (87,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi gizi (nilai p = 0,000 < α = 0,05) dan senam diabetes (nilai p = 0,029 < α = 0,05) terhadap stabilitas kadar glukosa darah pasien diabetes tipe 2. Simpulan penelitian yaitu ada pengaruh edukasi gizi dan senam diabetes terhadap stabilitas kadar glukosa darah pasien diabetes tipe 2, pasien disarankan mengatur pola makan sesuai dengan prinsip 3J dan rutin melakukan aktifitas fisik seperti senam diabetes 3-4 kali dalam seminggu