Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Application of Technological Innovations in Palm Sugar Processing in Gantarang Village, Sinjai Regency Ichwan K, Muhammad; Bakri, Suardi; ., Herawaty; ., Syahidah; ., Makkarennu; Syahid, Muh.
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 1 (2025): Community Empowerment through Higher Education Community Service Programs
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v8i1.551

Abstract

This community service program was conducted in Gantarang Village, Sinjai Tengah District, Sinjai Regency—an area prone to landslides. The aim was to improve both the quality and quantity of palm sugar production through the adoption of modern and efficient processing technologies, ultimately enhancing community welfare. The program's partner was KTH Lestari, a local producer that previously relied on manual methods to make low-quality gula batok (molded palm sugar) with lengthy processing times. The initiative introduced product diversification in the form of gula semut (granulated palm sugar), supported by tools such as energy-efficient stoves, crystallization machines, and drying equipment, which accelerated the production process by up to 50%. Evaluation through pre- and post-tests revealed significant improvements: knowledge of gula semut rose from 36.4% to 100%, understanding of production equipment increased from 45.4% to 100%, and awareness of fermentation prevention techniques climbed from 18.1% to 72.7%. Daily production interest grew, and participants’ understanding of the economic potential of gula semut increased from 36.3% to 54.5%. The program also encouraged product innovation, including palm syrup and digital media utilization, with 54.5% of participants beginning to explore online marketing. Overall, the initiative strengthened the community’s technical skills and entrepreneurial capacity based on local commodities, supporting economic resilience in a disaster-prone area.
Studi Kearifan Lokal Petani Lembang Tumbang Datu dalam Proses Usaha Tani Padi Albertinhennyranteallo Albertinhennyranteallo; Yunus, Awaluddin; Bakri, Suardi
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober : JURRIT: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrit.v4i2.7037

Abstract

Agricultural practices that take local wisdom into account can provide significant benefits to the environment and society. Local wisdom plays a crucial role in sustainable agricultural practices. Time-tested knowledge and practices can provide solutions to the challenges faced by modern farmers, particularly in the context of climate change and environmental degradation. However, despite extensive research, a significant research gap remains, specifically how local wisdom in the Tumbang Datu Valley can be integrated into broader agricultural policies. The research used was descriptive with a qualitative approach. Qualitative research aims to understand social phenomena from the perspective of participants. Initial informants were selected purposively, selecting informants deemed to have extensive knowledge of the conditions in the village under study, using a snowball sampling technique. The first step was to identify key informants, who in this study consisted of 16 traditional leaders and farmers familiar with the culture in Lembang Tumbang Datu and directly involved in the practice. The local wisdom in the rice farming process, from pre-planting, planting, maintenance, to harvesting and post-harvest, is implemented based on ancestral heritage in line with environmental conservation. Farmers demonstrate their concern for nature through natural soil cultivation, selection of superior seeds, use of organic fertilizers, and implementation of efficient planting and irrigation systems. The application of Integrated Pest Management (IPM) and post-harvest technology demonstrates the farmers' ability to adapt to innovation while maintaining local wisdom. Overall, the rice farming system in Lembang Tumbang Datu demonstrates the synergy between tradition and modernity, supporting food security while preserving cultural heritage.
PENGARUH FACEBOOK MARKETPLACE TERHADAP MINAT BELI PRODUK OLAHAN PETANI MILENIAL (STUDI KASUS PADA WILAYAH PROGRAM YESS): The Influence Of Facebook Marketplace On Interest In Buying Processed Products Of Millennial Farmers (Case Study In The YESS Program Area) Arsyad, Kisman; Tri Yunandar, Detia; Sunaryo, Sunaryo; Nurhidayah, Nurhidayah; Bakri, Suardi
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v20i1.303

Abstract

 Belanja online menjadi alternatif belanja yang saat ini sangat digemari masyarakat. Belanja online kini tak terbatas barang tersier bahkan kebutuhan primerpun sudah dapat dijangkau menggunakan platform belanja online. Penelitian ini mengeksplorasi fenomena belanja online di Indonesia, dengan fokus pada penggunaan Facebook Marketplace oleh petani milenial untuk menjual produk olahan mereka. Dengan lebih dari 3,2 miliar pengguna media online di seluruh dunia, dan 50,7% pengguna internet di Indonesia sering mengunjungi Facebook, platform ini menjadi alat yang efektif untuk memasarkan produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif kuantitatif untuk menganalisis pengaruh Facebook Marketplace terhadap minat beli produk olahan petani milenial. Data dikumpulkan dari 209 responden di empat kabupaten selama tiga bulan dan dianalisis menggunakan regresi linier. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, seperti kurangnya sistem pembayaran terintegrasi dan penulisan harga yang tidak akurat oleh penjual. Meski demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa Facebook Marketplace memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli produk olahan petani milenial. Hal ini didukung oleh tanggapan positif dari responden tentang pengalaman berbelanja mereka di Facebook Marketplace. Penelitian ini juga menemukan bahwa jika Facebook Marketplace meningkat dalam hal pengalaman berbelanja, ini dapat meningkatkan minat beli produk olahan petani milenial. Kesimpulan ini mendukung hipotesis bahwa peningkatan pengalaman berbelanja di Facebook Marketplace dapat memiliki dampak besar pada minat beli produk olahan petani milenial.
The Influence of Domestic Budget Distribution Policy and Fiscal Policy on The Sustainability of Economic Growth Bakri , Suardi; Majid, Jamaluddin; Kusnadi, Iwan Henri; Sari, Dina Fahma; Rusman, Hedar
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14824

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak dari distribusi anggaran daerah dan kebijakan fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Penelitian ini menggunakan analisis data panel untuk menguji dan menganalisis dampak dari distribusi anggaran dan kebijakan fiskal terhadap perilaku belanja daerah yang berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian daerah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa semakin besar nominal transfer dana yang dilakukan pemerintah daerah akan semakin meningkatkan belanja publik. Hasil lain dari penelitian menunjukkan bahwa perilaku birokrasi di pemerintahan daerah cenderung berupaya meningkatkan anggaran dan proyek publik daripada memenuhi kebutuhan masyarakat dan program kerja secara efektif dan efisien. Kebijakan fiskal akan terpengaruh bila terjadi penurunan belanja daerah sebagai dampak dari jumlah distribusi anggaran yang juga menurun. Kata Kunci: Anggaran Daerah, Perekonomian Daerah, Kebijakan Fiskal
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PERTANIAN PETANI MILENIAL PASCA INTERVENSI PROGRAM YOUTH ENTREPRENEURSHIP AND EMPLOYMENT SUPPORT SERVICES (YESS) DI KABUPATEN BONE Madina, Madina; Bakri, Suardi; Sulfiana, Sulfiana
Agripreneur : Jurnal Pertanian Agribisnis Vol. 14 No. 2 (2025): December: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana implementasi teknologi pertanian memengaruhi pendapatan petani milenial setelah mengikuti Program Dukungan Kewirausahaan dan Ketenagakerjaan Pemuda (YESS) di Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed-methods) yang menggabungkan survei kuantitatif terhadap 64 penerima manfaat yang dipilih secara purposif dan wawasan kualitatif dari wawancara dan pengamatan lapangan. Teknologi yang diadopsi meliputi mesin pertanian modern, alat pemasaran digital, dan teknik budidaya berbasis data. Hasil uji t sampel berpasangan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pendapatan petani setelah mengikuti program (Sig. 0.000 < 0.05). Temuan menunjukkan bahwa adopsi teknologi meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya tenaga kerja, sehingga meningkatkan pendapatan bersih. Studi ini menyimpulkan bahwa implementasi teknologi berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan keuntungan pertanian dan memperkuat kapasitas kewirausahaan petani milenial. Temuan ini menekankan pentingnya mengintegrasikan pelatihan teknologi dan dukungan keuangan untuk mempromosikan kewirausahaan pertanian yang berkelanjutan di kalangan pemuda.
Strategi Peningkatan Volume Penjualan Boncabe Melalui Metode SOAR Nurul Qalbi; Suardi Bakri; Syamsinar Syamsinar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran produk BonCabe yang dihasilkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Teratai di Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Produk BonCabe merupakan hasil olahan cabai lokal yang memiliki potensi nilai tambah ekonomi serta berperan dalam pemberdayaan perempuan pedesaan. Namun demikian, pengembangan pemasaran produk masih menghadapi berbagai kendala, baik dari aspek internal maupun eksternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih secara purposive, meliputi ketua dan anggota aktif KWT Teratai yang terlibat langsung dalam proses produksi dan pemasaran. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan proses produksi dan pemasaran, serta menggunakan analisis SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) untuk merumuskan strategi pemasaran yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran BonCabe dilakukan melalui saluran offline berupa bazar dan pameran, serta saluran online sederhana melalui media sosial WhatsApp. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu anggota dalam produksi sehingga ketersediaan produk belum stabil, serta persaingan dengan produk sejenis dari merek yang lebih dikenal. Hasil analisis SOAR menunjukkan bahwa kekuatan produk terletak pada cita rasa khas dan penggunaan bahan baku lokal, sementara peluang berasal dari meningkatnya tren konsumsi makanan pedas dan perkembangan pemasaran digital. Strategi pemasaran yang disarankan adalah penguatan promosi digital, peningkatan konsistensi produksi, serta pengembangan merek sebagai produk unggulan desa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi pemasaran produk olahan lokal berbasis pemberdayaan KWT.
Meningkatkan Minat Berusahatani Melalui Implementasi Smart Farming bagi Santri di Pesantren Perguruan Islam Ganra, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan Awaluddin Yunus; Suardi Bakri; Eka Lestari Ariyani; Nurul Umayyah Rahman; Noor Aeni Zunia Syafitri; Iis Yulia Ningsih
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.2219

Abstract

Santri merupakan salah satu unsur pemuda di pedesaan yang mempunyai potensi untuk dikembangkan dan berkontribusi pada kehidupan masyarakat pedesaan utamanya sektor pertanian. Permasalahan sekarang adalah mindset pemuda terhadap sektor pertanian yang membuat mereka enggan terjun di sektor pertanian. Disisi lain sektor pertanian saat ini tekah mengalami perubahan dengan memanfaatkan teknologi seperti smart farming. Yayasan Pergurua Islam Ganra merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Islam swasta yang membina pondok pesantren memiliki potensi lahan dan sumberdaya manusia termasuk santri untuk dikembangkan menjadi pesantren mandiri pangan, khususnya kebutuhan akan sayuran. Oleh karena itu, Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) dilaksanakan dengan mitra Pondok Pesantren Perguruan Islam Ganra yang berada di Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng yang berjarak sekitar 177 km dari Universitas Islam Makassar di Makassar (UIM) Sulawesi Selatan. Perguruan Islam ganra (PIG) mendidik sebanyak 750 santri dan siswa. Pengabdian ini melibatkan 25 orang santri dan 5 orang Pembina santri dilaksanakan dengan tujuan memberikan motivasi, pengetahun dan keterampilan kepada Santri dan pembinanya. Metode pelaksanaan Pengabdian ini diawali dengan sosialisasi, selanjutnya pelatihan, implementasi teknologi dan pendampingan. Sosialisasi dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pemahaman pihak-pihak yang akan terlibat, santri dan pembina terhadap kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pelaksanaan PKM selama enam bulan. Pelatihan diberikan kepada santri secara klasikal dan lapangan. Pelatihan klasikal memberikan materi teoritis terkait tanaman sayuran dan system Hydroponik yang merupakan salah satu model Smart farming. Pelatihan lapangan memberikan praktek langsung kepada santri untuk implementasi teknologi smart farming dalam hal ini usaha hydroponik. Dilaksanakannya PKM ini memberi manfaat bagi peningkatan motivasi, pengetahuan dan keterampilan santri dalam budidaya tanaman berbasis smart farming dan harapannya santri selain dapat mensuplai sendiri kebutuhan sayurannya juga dapat menjadi unit usaha santri yang menghasilkan.
Optimalisasi Peran Kelompok Wanita dan Kelompok Sadar Wisata dalam Mewujudkan Desa Biring Ere sebagai Desa Wisata Integratif Suardi Bakri; Ahmad Hanafie; Eka Lestari Aryanti; Mardiatul Jannah; Nurul Umayyah Rahman; Noor Aeni Zunia Syafitri; Nurul Qalbi Rasyidin; Muhammad Ilman; Aulia Arif; Aisyah Fadillah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i1.3004

Abstract

Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Desa Biring Ere berfokus pada pengembangan desa wisata integratif berbasis agroindustri dengan pengembangan usaha yang mendukung diantaranya budidaya tanaman, pengolahan dan pengelolaan obyek wisata. Penguatan kelompok pengelola wisata sehingga potensi wisata terkelola dengan baik selain penguatan kelompok mitra sehingga dapat berproduksi secara optimal dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan ini mengacu kepada lima tahapan pengabdian, yaitu sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi, evaluasi dan keberlanjutan. Sosialisasi dilakukan agar segenap warga masyarakat mengetahui program yang akan dilaksanakan dan ikut berpartisipasi, pelatihan dilakukan terhadap kelompok mitra ditambah dengan penguatan kelompok sadar wisata. Implementasi teknologi lebih diarahkan kepada teknologi budidaya, pengolahan hasil dan pemasaran yang mendukung wisata agro. Pendampingan dilakukan dengan melibatkan mahasiswa dari dua kampus pelaksana, yaitu Universitas Islam Makassar dan Institute Bisnis dan Teknologi Kalla. Hasil pelaksanaan pemberdayaan desa binaan ini menunjukkan bahwa produksi usahatani yang dilakukan oleh kelompok wanita tani meningkat dan beragam, demikian pula dengan kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga yang mengolah hasil pertanian, utamanya cabe menjadi bon cabe, produksinya meningkat dan jangkauan pemasaran lebih luas. Sedangkan untuk wisata yang mengandalkan potensi alam berupa batu payung, sungai dan goa terkelola dengan baik menuju wisata terintegrasi bebasis agroindustri.
Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat melalui Kegiatan Program Desa Binaan di Kabupaten Pangkep: Effectiveness of Community Development Through The Village Development Program in Pangkep Regency Mirnawati Amir; Helda Ibrahim; Suardi Bakri
Jurnal : Agricultural Review Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v4i2.1354

Abstract

Pemberdayaan masyarakat ialah proses yang bertujuan mempersiapkan masyarakat agar mampu menghadapi berbagai tantangan, sembari memperkuat struktur kelembagaan yang ada di dalamnya. Tujuan dari upaya ini ialah untuk menumbuhkan kapasitas, meningkatkan kemandirian, serta mendorong tercapainya kesejahteraan yang merata, dalam bingkai keadilan sosial yang berlangsung secara berkelanjutan. Tujuan kajian ini untuk mengetahui kegiatan yang selama ini yang dilakukan pada program Pemberdayaan Desa Binaan di Desa Biringere, Kab. Pangkep dan untuk menganalisis efektivitas Program Pemberdayaan Desa Binaan dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Desa Biringere. Kajian ini menggunakan jenis penelitian pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini telah berhasil meningkatkan kesetaraan dalam akses sumber daya dan peluang bagi masyarakat, dengan persentase efektivitas sebesar 91%. Partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahap program juga mencapai 91%, menunjukkan bahwa mereka merasa terlibat dan didengarkan dalam pengambilan keputusan. Kemandirian masyarakat meningkat sebesar 90%, dengan mereka merasa lebih mampu mengelola usaha tani secara mandiri. Keberlanjutan program mencapai persentase tertinggi, yaitu 94%, menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat.
Efektivitas Penyuluhan dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Desa Mentawa Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah Nurul Anisa; Amal Said; Suardi Bakri
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 1
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v15i1.4759

Abstract

Program penyuluhan bertujuan menambah pengetahuan dan keterampilan petani. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penyuluhan tersebut.Metode yang digunakaan dalam penelitian ini adalah metode yang terdiri dari wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, data diolah secara tabulasi dan dilanjutkan dengan analisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan tabel ditribusi frekuensi berdasarkan scoring (skor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penyuluhan memiliki tingkat efektivitas yang cukup baik, dilihat dari aspek materi, metode, media, serta keterampilan penyuluh. Faktor pendukung efektivitas penyuluhan antara lain adalah ketersediaan materi yang sesuai dengan kebutuhan petani, kemampuan komunikasi penyuluh, serta dukungan kelembagaan desa. Namun demikian, terdapat pula faktor penghambat, seperti rendahnya partisipasi sebagian petani, keterbatasan sarana prasarana, serta perbedaan tingkat pendidikan dan pemahaman antar peserta. The extension program aims to increase farmers' knowledge and skills. This research aims to determine the effectiveness of extension in the People's Oil Palm Replanting (PSR) program, as well as identify the factors that influence the success of the extension. The method used in this research is a method consisting of interviews and documentation. The data analysis used is descriptive qualitative, the data is processed by tabulation and then continued with descriptive qualitative analysis using frequency distribution tables based on scoring. The results of the research show that the implementation of extension has a fairly good level of effectiveness, seen from the aspects of material, method, media, and extension worker skills. Supporting factors for the effectiveness of extension include the availability of material that suits the needs of farmers, the communication skills of extension workers, and support from village institutions. However, there are also inhibiting factors, such as the low participation of some farmers, limited infrastructure, and differences in education levels and understanding between participants.