Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Kewirausahaan Bagi Pelaku UMKM Di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten Lilia Pasca Riani; Nita Kusumawardani; Sugiharsono Sugiharsono; Mustofa Mustofa; Suyanto Suyanto
Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): JULI 2022
Publisher : Pusat Riset Manajemen dan Publikasi Ilmiah Serta Pengembangan Sumber Daya Manusia Sinergi Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55983/empjcs.v1i4.217

Abstract

This Community Service Activity (PPM) aims to provide insight and skills in efforts to increase MSME entrepreneurship in Gemblegan Village, Kalikotes District, Klaten Regency by providing development and improvement of production management and increasing knowledge of online marketing management for MSME players. The problem is resolved in four stages of activity, namely pre-activity, preparation, implementation and evaluation. Preparation was carried out by conducting a preliminary survey to see the real conditions in the field regarding the problems faced by MSMEs in Gemblegan Village, Kalikotes, Klaten. The implementation is carried out by training and mentoring using the lecture method, namely through face-to-face holding in Gemblegan Village by following the prevailing health protocol, followed by discussion and question and answer. Activity evaluation is carried out for each stage through data collection from each activity stage. The methods used in this stage of community service implementation include lectures, question and answer and discussion, training and mentoring. The results of the training showed that the level of understanding of 80% of the participants really understood the material presented by the speakers and. The usefulness of the material shows that 75% of participants strongly agree if the material presented is useful
ANALISIS PENGENDALIAN PRODUK CACAT DENGAN METODE FOUR QUALITY CONTROL (4QC) TOOLS HERY PURNOMO; LILIA PASCA RIANI
AKADEMIKA Vol. 16 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Pusat Publikasi dan Penerbitan Karya Ilmiah STIE Indonesia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to determine the extent to which the control of defective productsin PT Bisi International Tbk. Kediri, a producer of corn seeds in Kediri Regency. Themethods used are Historam, Pareto Diagram, P-Chat 3 sigma control chart and Cause Effectdiagram at the production stage. The results showed that by using the Histogram graph, itcan be concluded that the number of product defects is mostly in the process of Ear Shortir,pareto diagram shows 69% disability is on the type of seed that is too young and corn seed isless perfect, so with the mitigation of both types of defect, the company can reduce productdefect rate by 69%. On the 3 sigma P Chart, it is known that observations 2 and 7 are abovethe upper control limit, and at 8th observations are below the lower control limits. Analysisof Cause Effect diagram shows there are 6 main sources of causes of product defects, namelyfrom aspects of HR, Equipment, Procedure, Material, and other causes.
OPTIMALISASI PERAN BUMDES MELALUI PEMBENTUKAN PASAR SENJA UMKM DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA (PAD) Fikri, Aula Ahmad Hafid Saiful; Afandi, Muhammad Roestam; Riani, Lilia Pasca; Kusumawardani, Nita
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 11, No 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v11i01.8058

Abstract

This Community Service (PkM) activity aims to develop the concept of the twilight market in optimizing the role of BUMDes in increasing the Original Income of Gemblegan Village, Kalikotes District, Klaten Regency by providing assistance in developing and improving the management of the twilight market as one of the business units owned by BUMDes Makmur. .The target audience of this PkM is as many as 20 MSMEs with various business fields ranging from snacks, handicrafts to the business of catering services and management training to the managers of the Twilight Market.The method or approach that will be carried out is by means of lectures, discussions, direct training, business management assistance and additional capital in the form of production equipment and packaging to MSME partners. As for the manager of the twilight market, assistance is provided in the event organizer and Fundrising and SponsorshipIndicators of the success of the activity can be seen from the 11 evaluation indicators carried out by the service team in the form of filling out questionnaires by the participants. The indicators are the suitability of the activity with the objectives, the suitability of the material to the needs of the participants, the quality of the material provided, the mastery of the material by the resource person, the delivery of the material by the resource person, the systematic flow of material delivery, the participation of the resource person to the participant, the proximity of the resource person to the participant, the services provided by the service team, follow-up of problems by resource persons, and willingness of participants to take part in activities if held again.
PELATIHAN PENYUSUNAN PROPOSAL BUSINESS PLAN MODEL CANVAS GUNA MEMBANGUN AWARENESS WIRAUSAHA PADA GURU MGMP PKWU DI KABUPATEN MAGELANG Sholeh, Maimun; Fikri, Aula Ahmad Hafidh Saiful; Susilowati, Nenden; Mustofa, Mustofa; Riani, Lilia Pasca
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 11, No 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v11i01.8046

Abstract

Kewirausahaan harus dibangun dengan praktek langsung kewirausahan karena jiwa wirausaha tidak bisa tumbuh tiba-tiba. Siswa yang akan memulai karir setelah lulus dari sekolah merupakan dimensi yang penting dalam rangka menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan. Para siswa jarang yang memiliki gambaran tentang wirausaha sehingga diperlukan pelatihan tentang entrepreneurship. Langkah pertama dimulai dengan mengenalkan para siswa dengan kewirausahaan dan perencanaan bisnis menggunakan business plan model canvas.  Tujuan kegiatan pengabdian adalah pelatihan penyusunan business plan model canvas sebagai upaya membangun awareness mengenai wirausaha pada MGMP PKWU di Kab. Magelang. Metode kegiatan berbentuk workshop dilanjutkan dengan pendampingan.  Sasaran kegiatan adalah guru SMA Bidang Studi PKWU di kab. Magelang.  Pelatihan tersebut menghasilkan empat temuan. Pertama, kegiatan PPM dapat berjalan dengan baik dan lancar serta penilaian peserta terhadap pelaksanaan PPM juga sangat baik. Kedua, para peserta merasakan peningkatan pemahaman terkait strategi dalam menyusun proposal business plan model canvas. Ketiga, motivasi dan semangat mengikuti pelatihan sangat tinggi karena respon yang diberikan peserta sangat aktif selama proses pelatihan dan pendampingan. Keempat, peserta pengabdian merasa senang dan puas dengan kegiatan pengabdian ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dimasa yang akan datang.
PELATIHAN ANALISIS BUTIR SOAL BERBASIS APLIKASI GUNA MENINGKATKAN ASSESSMENT LITERACY PADA GURU MA UNGGULAN AL IMDAD Muhson, Ali; Susilowati, Nenden; Riani, Lilia Pasca; Ngadiyono, Ngadiyono; Nurseto, Tejo
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 11, No 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v11i01.8044

Abstract

Analisis butir soal adalah suatu prosedur yang sistematis, yang akan memberikan informasi- informasi yang sangat khusus terhadap butir soal yang disusun. Hasil pengukuran itu akan memberi keyakinan pada guru akan tepatnya keputusan yang diambil terhadap siswa. Butir soal yang terlalu lemah akan sukar dipertanggung jawabkan untuk dijadikan sebagai dasar penentuan keputusan, terutama keputusan yang sifatnya mengenai siswa secara individual. Analisis butir soal merupakan salah satu jenis kegiatan guru yang sangat bermanfaat dalam menafsirkan hasil belajar peserta didik dan untuk mengetahui kualitas soal. Hal tersebut mendorong diperlukannya pelatihan analisis tes butir soal secara komputerasi bagi guru MA Unggulan Al-Imdad.Tujuan kegiatan pengabdian adalah pelatihan analisis butir soal untuk meningkatkan assessment literacy guru MA Unggulan Al Imdad. Metode kegiatan berbentuk workshop dilanjutkan dengan pendampingan. Sasaran kegiatan adalah Guru MA Unggulan Al Imdad.  Pelatihan tersebut menghasilkan empat temuan. Pertama, kegiatan PPM dapat berjalan dengan baik dan lancar serta penilaian peserta terhadap pelaksanaan PPM juga sangat baik. Kedua, para peserta merasakan peningkatan pemahaman terkait penggunaan aplikasi analisis butir soa.  Ketiga, motivasi dan semangat mengikuti pelatihan sangat tinggi karena respon yang diberikan peserta sangat aktif selama proses pelatihan dan pendampingan. Keempat, peserta pengabdian merasa senang dan puas dengan kegiatan pengabdian ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dimasa yang akan datang.
PENDAMPINGAN KEWIRAUSAHAAN BAGI PELAKU UMKM PRODUK JAMU TRADISIONAL DI DESA TANGKISAN POS, JOGONALAN, KABUPATEN KLATEN Riani, Lilia Pasca; Suyanto, Suyanto; Mustofa, Mustofa; Kusumawardani, Nita
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 04 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i04.7612

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan usaha UMKM jamu tradisional sebagai respon meningkatnya minat masyarakat untuk mengkonsumsi jamu tradisional sebagai salah satu alternatif membangun imunitas tubuh di masa pandemi. Permasalahan yang teridentifikasi mengenai: produk jamu yang kurang variatif jenisnya, belum memiliki merk, sulitnya mengatur keuangan usaha, kemasan produk yang masih monoton, dan pemasaran yang masih sebatas penjualan langsung ke konsumen. Solusi yang diberikan adalah memberikan pelatihan praktek pembuatan jamu serbuk agar produk lebih bervariasi, masa kadaluarsa produk lebih panjang, pelatihan dan pendampingan pengelolaan keuangan usaha, pendampingan pengemasan produk yang lebih mudah, menarik, kreatif, dan inovatif, serta pendampingan pemasaran produk jamu tradisional secara digital dengan memanfaatkan media sosial dan marketplace seperti facebook, instagram, whatsapp bisnis.Khalayak sasaran adalah ibu-ibu pelaku UKM produksi jamu tradisional di Desa Tangkisan Pos, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta dan dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Mei 2022.Indikator keberhasilan kegiatan dapat dilihat dari 11 indikator evaluasi yang dilakukan oleh tim yang dibentuk dari pengisian kuesioner oleh peserta. Indikator tersebut adalah kesesuaian kegiatan dengan tujuan, kesesuaian materi dengan kebutuhan peserta, kualitas materi yang diberikan, penguasaan materi oleh narasumber, penyampaian materi oleh narasumber, alur penyampaian materi oleh narasumber, sistematika penyampaian materi, partisipasi narasumber terhadap peserta, kedekatan narasumber terhadap peserta, pelayanan yang diberikan oleh tim pengabdian, tindak lanjut permasalahan oleh narasumber, dan kesediaan peserta untuk mengikuti kegiatan jika diadakan kembali.
Community Empowerment Strategy Based on Social Entrepreneurship Values Through Village-Owned Enterprise in Indonesia: The Contribution for Social Studies Education Widiastuti, Anik; Mulyani, Endang; Riani, Lilia Pasca; Saputri, Agatha; Samsudin, Norsamsinar
JIPSINDO Vol. 11 No. 2 (2024): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v11i2.76897

Abstract

BUMDes or Village-Owned Enterprise (VOE) as the spearhead of the Indonesian Government's extension in solving poverty problems in rural areas is still not performing optimally because it has faced many problems for which solutions have not yet been found. A holistic strategy is needed to cover various aspects and involve various parties to achieve VOE goals. This research examines various community empowerment strategies based on social entrepreneurship values through VOE. This is qualitative descriptive research. The data used is primary data from the in-depth interviews with informants by determining informants using the snowball sampling method, observation, and documentation. Secondary data was obtained from research results published in journals indexed by Dimension, Sinta, and Google Scholar as well as news from the official websites of credible institutions. The unit of analysis for this research is 6 VOE in the Special Region Provinces of Yogyakarta and Central Java, Indonesia. The research results show that there are 5 strategies for community empowerment based on social entrepreneurial values through VOE, namely 1) economic-based empowerment; 2) environment-based empowerment; 3) arts-culture and local wisdom-based empowerment; 4) community-based empowerment; and 5) village asset management-based empowerment. The research results can be adapted and adopted by other VOE as an effort to empower the community by choosing one of the strategies that is most relevant to the problems that occur, available resources, and the characteristics of the local community.
Fungsi manajemen koperasi kepolisian Resor Ponorogo Sari, Novita Erliana; Rohman, Zhainul; Riani, Lilia Pasca; Prastyaningtyas, Efa Wahyu
EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/equilibrium.v12i2.20732

Abstract

Manajemen adalah salah satu poin penting penunjang keberhasilan sebuah organisasi dalam mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Dalam lima tahun terakhir, Koperasi Kepolisian Resort Ponorogo berkembang cukup pesat bersaing dengan Polres lain di jajaran wilayah Jawa Timur. Untuk itu penelitian ini akan menggali informasi mengenai penerapan fungsi manajemen pada Koperasi Kepolisian Resort Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berbentuk penelitian survey. Sumber data dalam penelitian ini adalah pengurus, pengawas dan anggota koperasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa wawancara, observasi, dan dokumen pendukung. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa penerapan fungsi manajemen koperasi oleh pengurus Koperasi Kepolisian Resort Ponorogo sangat baik yang dibuktikan dengan kemampuan pengurus dalam menjalankan fungsi manajemen dengan baik sehingga anggota merasa puas dengan kinerja penguru.
ANALISIS RAGAM KOLABORASI SOSIAL PADA BUMDes DI INDONESIA DALAM KONTEKS KEWIRAUSAHAAN SOSIAL Widiastuti, Anik; Mulyani, Endang; Riani, Lilia Pasca; Saputri, Agatha
Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jep.v21i2.78325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi yang dijalankan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mengimplementasikan nilai-nilai kewirausahaan sosial melalui kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah belum optimalnya BUMDes dalam menangkap peluang kolaborasi dengan berbagai pihak sebagai bentuk implemetasi prinsip-prinsip kewirausahaan sosial. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengidentifikasi strategi kolaborasi sosial yang dapat mendukung BUMDes dalam mengimplementasikan nilai-nilai kewirausahaan sosial. Novelty penelitian ini adalah pengungkapan strategi kolaboratif yang dapat digunakan BUMDes untuk mengintegrasikan aspek sosial dan bisnis, yang belum banyak dibahas dalam literatur sebelumnya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan teknik snowball sampling, serta observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap, yaitu reduksi data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat raggam kolaborasi sosial antara BUMDes dengan pihak A (Academics), B (Business), C (Community), dan G (Government) memainkan peran kunci dalam keberhasilan implementasi social entrepreneurship. Strategi tersebut disebut dengan strategi kolaborasi ABCG.Kata kunci: BUMDes, kewirauahaan sosial, kolaborasi, strategi AbstractThe objective of this research is to explore the strategies undertaken by Village-Owned Enterprises (VOEs) in implementing social entrepreneurship values through collaboration with various parties to improve the welfare of village communities. The problem raised in this research is the inability of VOEs to integrate the principles of social entrepreneurship consistently. The urgency of this research lies in the importance of identifying social collaboration strategies that can support VOEs in overcoming resource limitations and achieving broader community welfare. The novelty of this research is the disclosure of collaborative strategies that VOEs can use to integrate social and business aspects, which has not been widely discussed in previous literature. This research is a descriptive with a qualitative approach, primary data was collected through interviews with snowball sampling techniques, as well as observation and documentation. Data analysis was conducted in three stages, namely data reduction, interpretation, and conclusion drawing.The results showed that there is a range of social collaboration between VOEs and parties A (Academics), B (Business), C (Community), and G (Government) play a key role in the successful implementation of social entrepreneurship. The strategy is called the ABCG collaboration strategy.Keywords: VOEs, social entrepreneurship, collaboration, strategy
ECONOMIC PROFICIENCY : THE NEXT LEVEL OF LITERACY IN DIGITAL AGE Riani, Lilia Pasca; Manik, Yuni Mariani; Puspitaningrum, Yuliastuty; Pangestika, Ratna Rosita
International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Vol 8, No 4 (2024): IJEBAR, VOL. 08 ISSUE 04, DECEMBER 2024
Publisher : LPPM ITB AAS INDONESIA (d.h STIE AAS Surakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/ijebar.v8i4.15395

Abstract

As we transition into the digital age, mastering economics becomes essential for navigating its opportunities and challenges. Economic proficiency involves effectively using economic concepts and terminology. This study aims to explore the key elements of economic proficiency, addressing the gap in detailed research on this critical skill set. This research design is a literature review with descriptive research type and qualitative approach. Data were obtained from a review of relevant previous research published in 86 national and international journals and official websites of credible institutions. Data analysis was carried out in 4 stages, 1) data collection, 2) data reduction, 3) data presentation, and 4) conclusion. The results showed that detected economic proficiency construct was conducted by 4 variables, 1) financial literacy was composed of 8 indicators, 2) economic literacy consisted of 8 indicators, 3) managerial literacy was formed by 7 indicators, and 4) decision-making and problem-solving consisted of 6 indicators.