Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIFITAS AROMATERAPI JAHE TERHADAP PENURUNAN FREKUENSI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI WILAYAH KERJA UPT BLUD PUSKESMAS TAMBANG TAHUN 2021 Apriza, Apriza; Syahda, Syukrianti
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.5 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i1.8958

Abstract

Kehamilan mempengaruhi tubuh ibu secara keseluruhan dan beberapa keluhan yang membuat ibu merasa tidak nyaman, menyebabkan stress diantaranya adalah mual dan muntah (emesis gravidarum), salah satu penanganan mual muntah pada ibu hamil trimester I yaitu dengan pemberian aromaterapi jahe. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas aromaterapi jahe terhadap penurunan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian design Quasy-eksperimen dengan rancangan penelitian two group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester yang melakukan kunjungan K1 pada bulan April dan Mei 2021 dan mengalami mual muntah di Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni Tahun 2021 dengan jumlah sampel kelompok A 16 ibu hamil trimester I dan kelompok B 16 ibu hamil trimester I diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah aromaterapi Jahe, sedangkan variabel dependen adalah penurunan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I. Instrumen penelitian berupa kuisioner PUQE dan SOP. Analisis bivariat menggunakan uji Mann – whitney U test. Hasil penelitian diperoleh nilai p >0.05 kesimpulannya yaitu tidak terdapat perbedaan efektifitas antara kelompok A dengan kelompok B yaitu terhadap penurunan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang.
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI, RIWAYAT KELUARGA, DAN RUTINITAS OLAHRAGA DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI KELAS VIII SMPN 2 BANGKINANG KOTA apriza, apriza; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 2 (2022): MEI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.534 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i2.9071

Abstract

Nyeri pada saat menstruasi atau dismenorea sering dikeluhkan oleh remaja putri, sensasi yang tidak nyaman yang terjadi kebanyakan wanita seperti kram, nyeri dibagian abdomen dan nyeri pada pinggang yang sangat mempengaruhi aktivitas sehari-hari wanita terutama remaja putri. Remaja yang mengalami dismenorea membuat aktivitas belajarnya terganggu dan tak jarang hal ini membuat mereka tidak masuk sekolah. Faktor timbulnya nyeri dipengaruhi oleh faktor psikologi, menarche, faktor endoktrin, faktor hormon dan riwayat keluarga, kemudian faktor yang dapat mengurangi nyeri adalah dengan cukup olahraga yang teratur dan makan makanan bergizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi, riwayat keluarga dan rutinitas olahraga terhadap kejadian dismenorea pada remaja putri di SMPN 2 Bangkinang Kota tahun 2021. Desain kualitatif menggunakan penelitian jenis cross sectional. Jumlah Sampel sebanyak 50 siswi dengan metode simple random sampling dan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara status gizi (p value = 0,012 PR= 0,212), riwayat keluarga gizi (p value = 0,041 PR= 0,291), dan rutinitas olahraga (p value = 0,000 PR= 0,063) dengan kejadian dismenorea pada remaja putri kelas VIII SMPN 2 Bangkinang Kota. Pada penelitian ini terdapat adanya hubungan antara status gizi, riwayat keluarga dan rutinitas olahraga dengan kejadian dismenorea pada remaja putri kelas VIII SMPN 2 Bangkinang Kota.
PERBEDAAN EFEKTIFITAS JUS TOMAT DAN JUS AVOKAD TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PUS YANG MENDERITA HIPERTENSI DI DESA LERENG WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK TAHUN 2015 Apriza, Apriza; Haryati, Rela
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i1.14838

Abstract

Penderita hipertensi di Indonesia ini cenderung mengalami peningkatan yaitu diperkirakan 15 juta orang per tahun. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan sistole dan diastole mengalami kenaikan yang melebihi batas normal (tekanan sistole diatas 140 mmHg, diastole di atas 90 mmHg). Gaya hidup merupakan faktor risiko penting timbulnya hipertensi pada seseorang termasuk usia dewasa muda (21-40 tahun). Penelitian dikembangkan untuk memberikan terapi hipertensi yang lebih baik. Salah satu sumber obat yang potensial adalah tumbuhan obat. Banyak tanaman di sekitar kita dipercaya masyarakat dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah, misalnya buah tomat dan avocad. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperiment dengan desain penelitian two group pretest post test sampel penelitian ini adalah Pus yang berada di Desa Lereng dengan responden sebanyak 30 orang yang diambil dengan cara purposive sampling . Hasil uji statistik yang digunakan adalah uji T dua mean independen. Berdasarkan hail uji T dua mean independen di dapatkan bahwa nilai rata – rata penurunan tekanan darah setelah diberikan jus tomat sebesar 6,00 dan nilai rata – rata penurunan tekanan darah setelah diberikan jus avocad sebesar 11,33 dengan nilai p = 0,039< ? = 0,05 , artinya ada perbedaan efektifitas jus tomat dan jus avocado terhadap penurunan tekanan darah pada Pus yang menderita hipertensi di Desa Lereng. Disarankan jus avocad sebagai salah satu alternatif bagi Pus penderita hipertensi dalam menurukan hipertensi.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. L TENTANG PEMBERIAN REBUSAN DAUN SIRSAK TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI DAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI DESA NAUMBAI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS AIR TIRIS TAHUN 2022 Putri, Elvida; Safitri, Yenny; Apriza, Apriza
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 4 (2022): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i4.14951

Abstract

Lanjut usia biasanya mempunyai masalah kesehatan pada dirinya yaitu beberapa penyakit degenerative yang menyerang lansia seperti diabetes, jantung dan Hipertensi. Banyak tanaman obat atau herbal yang berpotensi dimanfaatkan sebagai obat hipertensi yaitu rebusan daun sirsak. Daun sirsak memiliki antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas, antioksidan ini dapat melenturkan dan melebarkan pembuluh darah serta menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui asuhan keperawatan dengan memberikan rebusan daun sirsak untuk menurunkan skala nyeri dan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi. Penelitian dilakukan pada tanggal tanggal 23 – 27 Agustus 2022, implementasi dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Hasil penelitian didapatkan terjadi penurunan skala nyeri pada klien yaitu dari skala nyeri 5 (nyeri sedang) menurun menjadi skala nyeri 2 (nyeri ringan) dan tekanan darah pada klien dengan perbandingan TD: 170/96 mmHg mengalami penurunan hingga hari ketiga didapatkan TD: 162/94 mmHg. Diharapkan klien untuk melakukan pengecekan tekanan darah secara rutin, memerhatikan diit hipertensi yang telah diajarkan serta mengonsumsi rebusan daun sirsak dengan rutin dengan harapan tekanan darah klien selalu terkontrol.
EFEKTIVITAS TERAPI RENDAM KAKI AIR JAHE MERAH HANGAT DENGAN AIR JAHE GAJAH HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Gea, Rahmaniat Putriani; Luthfi, Amir; Apriza, Apriza
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 1 (2023): FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v2i1.16863

Abstract

World Health Organization (WHO) mengestimasikan saat ini prevalensi hipertensi secara global 22% dari total penduduk dunia dan salah satu target global adalah menurunkan prevalensi hipertensi sebesar 33% antara tahun 2010 dan 2030. Hipertensi adalah suatu keadaan meningkatnya tekanan sistolik dan diastolik melebihi batas normal yaitu ?140/90 mmHg. Penelitian ini dikembangkan untuk memberikan terapi komplementer dalam menangani hipertensi. Salah satu jenis terapi komplementer adalah terapi rendam kaki air hangat yang dapat dikombinasikan dengan tanaman herbal yaitu jahe. Tujuan penelitian untuk menganalisis efektivitas terapi rendam kaki air jahe merah hangat dengan air jahe gajah hangat dalam menurunkan tekanan darah. Penelitian ini merupakan penelitian Quasy eksperiment dengan desain penelitian two group pretest and posttest. Sampel penelitian ini adalah penderita hipertensi usia produktif yang berada di desa Kampar dengan responden sebanyak 34 orang yang diambil dengan cara simple random sampling. Hasil uji statistik yang digunakan adalah uji Paired Sample T Test dan Independent Sample T Test. Hasil penelitian didapatkan nilai beda mean tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah dilakukan terapi rendam kaki air jahe merah hangat sebesar 19,706 mmHg dan 12,353 mmHg. Sedangkan nilai beda mean tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah dilakukan terapi rendam kaki air jahe gajah hangat sebesar 10,882 mmHg dan 8,824 mmHg dengan nilai Sig.(2-tailed) = 0,0000 artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan kedua intervensi tersebut. Terapi rendam kaki air jahe merah hangat lebih efektif dibandingkan dengan terapi rendam kaki air jahe gajah hangat dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi hipertensi usia produktif di desa Kampar. Disarankan terapi rendam kaki air jahe merah hangat sebagai salah satu alternatif bagi penderita hipertensi dalam menurunkan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Terapi Rendam Kaki Air Jahe Gajah Hangat,  Terapi Rendam Kaki Air Jahe Merah Hangat ABSTRACT The World Health Organization (WHO) estimates that currently the global prevalence of hypertension is 22% of the total world population and one of the global targets is to reduce the prevalence of hypertension by 33% between 2010 and 2030. 140/90 mmHg. This research was developed to provide complementary therapy in treating hypertension. One type of complementary therapy is warm water foot soak therapy which can be combined with herbal plants, namely ginger. The purpose of the study was to analyze the effectiveness of the warm red ginger foot soak therapy with warm elephant ginger water in lowering blood pressure. This research is a quasy experimental research with a two group pretest and posttest research design. The sample of this study was hypertension sufferers of productive age in Kampar village with 34 respondents who were taken by simple random sampling. The results of the statistical tests used were Paired Sample T Test and Independent Sample T Test. The results showed that the mean difference in systolic and diastolic blood pressure before and after the warm red ginger water foot soak therapy was 19,706 mmHg and 12,353 mmHg, respectively. While the mean difference in systolic and diastolic blood pressure before and after the warm elephant ginger water foot soak therapy was 10,882 mmHg and 8.824 mmHg with a value of Sig. (2-tailed) = 0.0000 meaning that there was a significant difference between blood pressure before and after the two interventions. Warm red ginger foot soak therapy is more effective than warm elephant ginger water foot soak therapy in lowering blood pressure in hypertensive hypertensive patients of productive age in Kampar village. It is recommended that warm red ginger foot soak therapy is an alternative for hypertension sufferers in reducing hypertension. Keywords: Hypertension, Warm Elephant Ginger Water Foot Soak Therapy, Warm Red Ginger Water Foot Soak Therapy
ASUHAN KEPERAWATAN TENTANG PENGARUH RELAKSASI NAFAS DALAM DAN TEKNIK GENGGAM JARI (FINGER HOLD) UNTUK MENGURANGI NYERI PADA PENDERITA PRE OPERASI CA OVARIUM DI RUANGAN IBS LANTAI 2 RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU Vero, Veronika; Apriza, Apriza; Azlina, Wan
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v3i1.25225

Abstract

Penatalaksanaan atau pengobatan utama penyakit kanker meliputi empat macam yaitu pembedahan, radioterapi, terapi hormon dan kemoterapi. Pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara invasif yang pada umumnya dilakukan dengan membuat sayatan serta diakhiri dengan penutupan dan pejahitan luka. Akibat dari prosedur pembedahan pasien akan mengalami gangguan rasa nyaman nyeri. Salah satu pengobatan non-farmakologi yang dapat dilakukan adalah teknik relaksasi genggam jari relaksasi nafas dalam.. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan asuhan keperawatan tentang pengaruh relaksasi nafas dalam dan teknik finger hold (genggam jari) dalam mengurangi nyeri pada pasien pre operasi ca ovarium di ruangan IBS Lantai 2 RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitian dilakukan pada tanggal tanggal 26 Januari 2022.. Hasil penelitian menunjukkan setelah melakukan terapi teknik relaksasi nafas dalam skala nyeri pasien belum menunjukkan adanya signifikan dari skala nyeri 5-4 maka dari itu perawat mengkombinasikan dengan melakukan teknik genggam jari (finger hold) dan didapat kan skala nyeri pasien menurun dari 5 menjadi 4 dan klien mengatakan dapat lebih tenang dan dapat melakukan relaksasi nafas dalam dan teknik genggam jari (finger hold). Diharapkan klien untuk selalu dapat memperhatikan kesehatannya, selalu melakukan relaksasi nafas dalam dan teknik genggam jari (finger hold) dengan rutin dan memperhatikan waktu istirahat.Kata kunci : Ca Ovarium, Relaksasi Nafas Dalam, Finger Hold
HUBUNGAN NYERI ARTHRITIS REUMATOID DENGAN KEMANDIRIAN AKTIVITAS PADA LANSIA DI DESA PULAU BIRANDANG TAHUN 2022 Safitri, Belia; Apriza, Apriza; Puteri, Ade Dita
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 3 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v3i4.33595

Abstract

Penyakit sendi, termasuk rheumatoid arthritis, merupakan penyakit tidak menular yang terutama menyerang penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas. Di Indonesia, prevalensi penyakit sendi, termasuk rheumatoid arthritis, adalah 11,9% berdasarkan diagnosis oleh tenaga kesehatan dan 24,7% berdasarkan gejala atau diagnosis. Untuk menganalisis hubungan nyeri arthritis reumatoid dengan kemandirian aktivitas pada lansia di Desa Pulau Birandang tahun 2022. Desain penelitian ini menggunakan dengan desain kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Adapun populasi pada penelitian ini adalah lansia sebanyak 72 orang. Sampel pada penelitian ini adalah 72 orang. Sampel yang digunakan yaitu teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa univariat dan analisa bivariat. Dari hasil penelitian pada analisa univariat didapatkan diperoleh hasil bahwa kemandirian hidup ADL  berada pada kategori tidak mandiri sebanyak 42 responden (58.3%) dan nyeri arthritis reumathoid berada pada kategori nyeri berat sebanyak 37 responden (51,4%).  Sedangkan pada analisa bivariat di dapat hasil bahwa ada hubungan nyeri arthritis reumatoid dengan kemandirian aktivitas pada lansia di Desa Pulau Birandang tahun 2022 Sebagai pengembangan khususnya dalam keperawatan yang selanjutnya dapat menambah pengetahuan khususnya pada penderita.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KADER DALAM KEGIATAN POSYANDU BALITA DI DESA SEREMBAN JAYA KECAMATAN RIMBA MELINTANG Desiana, Desiana; Apriza, Apriza; Erlinawati, Erlinawati
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v1i1.10906

Abstract

Berdasarkan data Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2017 cakupan keaktifan kader Posyandu secara Nasional mencapai 78% dari target 80%. Posyandu di Desa Seremban Jaya Kecamatan Rimba Melintang terdiri dari 2 posyandu dengan 20 orang kader. Terdapat sekitar 60% kader yang aktif dan 40% kader tidak aktif dalam kegiatan posyandu. Persentase untuk keaktifan kader belum mencapai target yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan RI. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis ada tidaknya hubungan antara pengetahuan, motivasi, dan kompensasi (reward) terhadap kinerja kader posyandu Balita di Desa Seremban Jaya Kecamatan Rimba Melintang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah 20 orang kader dengan teknik total sampling. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ada da hubungan pengetahuan (p=0,004), motivasi (p=0,001), dan kompensasi (reward) (p=0,004) dengan kinerja kader dalam kegiatan Posyandu Balita. Kesimpulan kinerja kader dalam kegiatan Posyandu Balita dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, motivasi dan pemberian kompensasi (reward). Diharapkan kepada pihak terkait agar dapat melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja kader dalam kegiatan Posyandu Balita antara lain melalui pembinaan dan pelatihan tentang tugas dan peran kader dalam kegiatan Posyandu Balita.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S DENGAN PENERAPAN TEKNIK HIPNOSIS LIMA JARI TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST SECTIO CEASAREA Alfadila, Sari; Apriza, Apriza; Neneng, Fitria Ningsih
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v3i1.39441

Abstract

Persalinan merupakan proses alami yang sangat penting bagi seorang ibu dimana terjadi pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang telah cukup bulan (37-42 minggu). Persalinan dengan metode SC dilakukan atas dasar indikasi medis dari sisi ibu dan janin, seperti letak abnormal pada bayi (letak sungsang) atau plasenta previa. Penyebab dari persalinan secara post SC didapatkan data lokasi nyeri pada daerah luka operasi di sekitar abdomen. Salah satu pengobatan non farmakologi untuk menghilangkan rasa nyeri pada pasien post SC adalah Hipnosis lima jari yaitu pengalihan pemikiran seseorang dengan cara menyentuh pada jari-jari tangan sambil membayangkan hal-hal yang menyenangkan atau yang disukai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intervensi terapi penerapan hipnosis lima jari terhadap intensitas nyeri pada pasien post SC di ruangan Teratai RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 25-27 Mei 2024, awal pengkajian didapatkan Pasien tampak meringis dan juga mengatakan merasakan nyeri pada luka bekas operasinya. Dan setelah dilakukan penerapan Teknik hipnosis lima jari selama 3 hari berturut-turut didapatkan hasil adanya penurunan nyeri dari skala 6 menjadi skala 1. Hal ini menunjukan penerapan terapi hipnosis lima jari mampu menurunkan nyeri pada pasien post SC. Diharapkan terapi penerapan hipnosis lima jari ini dapat menjadi salah satu Tindakan keperawatan yang ditujukan dalam mengatasi masalah keperawatan nyeri akut pada pasien post SC.
GAMBARAN KARAKTERISTIK PENDERITA SKABIES DI PONDOK PESANTREN AL-AMANAH ALI-ISLAMI BANGKINANG Aulis, Nindy; Apriza, Apriza; Kusumawati, Nila
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v3i1.39473

Abstract

Penyakit ini paling tinggi terjadi di negara tropis yang merupakan negara endemik penyakit skabies. Infrestasi tungau ini menyebar dari orang ke orang melalui kontak fisik dan sering menyerang seluruh penghuni dalam satu rumah.Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui gambaran penderita skabies dipondok pesantren Al-Amanah Ali-Islami Bangkinang .Desain yang digunakan dalam peneliti ini adalah peneliti deskriptif .Adapun populasi pada peneliti ini adalah seluruh siswi Pondok pesantren Al-Amanah Alislami berjumlah 68 santriwati .Total sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi .Analisa data yang digunakan pada peneliti adalah Analisa Univariat.Dari hasil peneliti pada analisa univeriat. Didapatkan diperoleh hasil bahwa usia responden berada pada kategori permpuan sebanyak 38 orang,komplikasi pada seluruh responden yang menderita skabies 38 orang, status ekonomi berada pada kategori status ekonomi rendah sebanyak 25 orang dan sumber penularan skabies berada pada tidur dan memakai barang pribadi penderita skabies sebanyak 19 orang.Hasil peneliti ini diharapankan dapat digunakan sebagai acuan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.