Claim Missing Document
Check
Articles

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.Z DENGAN PENERAPAN TERAPI PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) MENURUNKAN SKALA NYERI DAN KECEMASAN PASIEN KANKER SERVIKS DI RUANG TULIP RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU Izyani, Nur; Apriza, Apriza; Dewi, Sarina
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v4i1.25646

Abstract

ABSTRAK Salah satu penyakit yang menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia yaitu penyakit kanker. Jenis kanker yang paling sering menjadi penyebab kematian pada wanita adalah kanker serviks. Berdasarkan hasil observasi kondisi nyata di lapangan terlihat bahwa pada pasien kanker serviks ditemukan masalah nyeri dan kecemasan. Penatalaksaanaan untuk mengatasi nyeri dan kecemasan yaitu terapi relaksasi seperti Progressive Muscle Relaxation (PMR). Tujuan karya ilmiah akhir ini adalah untuk menganalisis intervensi PMR dengan nyeri dan kecemasan pada pasien kanker serviks di Ruang Tulip RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Metode penulisan KIAN ini adah studi kasus. Intervensi keperawatan yang diberikan pada pasien yaitu terapi PMR untuk menurunkan skala nyeri dan kecemasan pada pasien kanker serviks. Implementasi keperawatan yang dilakukan sesuai dengan intervensi yang telah disusun yaitu memberikan terapi PMR secara berulang dengan 3 sesi selama 20-30 menit. Hasil dari implementasi selama 3 hari pemberian terapi PMR menunjukkkan adanya penurunan skala nyeri dari skala 5 menjadi 3 dan penurunan tingkat kecemasan dari skor kecemasan 21 menjadi 14. Masalah nyeri dan kecemasan teratasi setelah diberikan terapi PMR. Diharapkan PMR ini dapat digunakan perawat dalam mengatasi nyeri dan kecemasan pada pasien kanker serviks.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PENGGUNAAN KINESIO TAPE DENGAN PENANGANAN CEDERA PADA ATLET SEPAK BOLA PANCA PRIMA FC DAN TIBUN FC KABUPATEN KAMPAR Riski Saputra, Abdi; Erlinawati, Erlinawati; Apriza, Apriza
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2025): Volume 3, Nomer 4, Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v3i3.47859

Abstract

Sepak bola adalah olahraga yang paling populer yang dimana popularitasnya sudah tidak diragukan lagi diseluruh dunia. Cedera dapat terjadi pada awal aktivitas olahraga maupun saat olahraga berlangsung, hal tersebut dapat dikarenakan kesalahan saat melakukan pemanasan, tingkat fleksibilitas yang buruk dan bisa karena faktor kelelahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang penggunaan kinesio tape dengan penanganan cedera pada atlet sepak bola Panca Prima FC dan Tibun FC Kabupaten Kampar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel dari penelitian ini yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala pengetahuan penggunaan kinesio tape dan skala penanganan cedera. Analisa data dilakukan menggunakan Uji Chi-Square dengan mengambil hasil signifikan Continuity Correction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,3% responden memiliki pengetahuan tentang pengunaan kinesio tape kurang dan 55% responden memiliki penanganan cedera kurang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang penggunaan kinesio tape dengan penanganan cedera (Continuity Correction =0,025). Diharapkan kepada atlet untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan kinesio tape untuk penanganan pertama ketika cedera dan bagaimana penanganan cedera menggunakan kinesio tape.
HUBUNGAN PERILAKU KONSUMSI SANTAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA KELOMPOK USIA DEWASA (45-59 TAHUN) DI DESA TARAI BANGUN WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBANG TAHUN 2025 Darrojah, Nira; Apriza, Apriza; Hastuty, Milda
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2025): Volume 3, Nomer 4, Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v3i4.48798

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) saat ini paling banyak menyebabkan kematian diantaranya adalah penyakit pada sistem kardiovaskuler seperti hipertensi dengan jumlah 17,3 juta orang per tahunnya. Faktor yang berperan penting menyebabkan hipertensi adalah perilaku konsumsi santan berlebihan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku konsumsi santan dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia dewasa (45-59 tahun) di Desa Tarai Bangun wilayah kerja UPT. Puskesmas Tambang tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 09-25 Mei 2025 di Desa Tarai Bangun wilayah kerja UPT. Puskesmas Tambang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 94 orang responden kelompok usia dewasa (45-59 tahun) dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner dan alat pengukuran tekanan darah (Sphygmomanometer). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square dan hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara perilaku konsumsi santan dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia dewasa (45-59 tahun) di Desa Tarai Bangun wilayah kerja UPT. Puskesmas Tambang tahun 2025 dengan nilai p value = 0,003. Hasil Penelitian ini diharapkan kepada responden untuk mengubah pola hidup sehatrutama tidak konsumsi santan berlebihan dan selalu mengontrol tekanan darah secara rutin.
Hubungan Prilaku “CERDIK” Dengan Pengendalian Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Upt Puskesmas Tambang Saputra, Indra; Apriza, Apriza; Hastuty, Milda
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2025): Volume 3, Nomer 4, Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v3i4.50715

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering disebut sebagai "the silent killer" karena sering kali tidak menunjukkan gejala namun dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal ginjal. Menurut WHO tahun 2019 kasus hipertensi secara global sebesar 22% dari total penduduk dunia terkena hipertensi, persentase penderita hipertensi di provinsi riau mengalami peningkatan di tahun 2021 sebanyak 337.936, sedangkan menurut data yang diperoleh dari dinas Kesehatan kabupaten Kampar pada tahun 2023 berjumlah 19.872 orang. pengendalian tekanan darah sangat penting untuk mencegah dampak tersebut, salah satunya melalui penerapan perilaku hidup sehat seperti perilaku “CERDIK” (Cek kesehatan berkala, Enyah asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku “CERDIK” dengan pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi usia 45-54 tahun di Desa Tarai Bangun, wilayah kerja UPT Puskesmas Tambang. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel sebanyak 206 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner perilaku CERDIK dan kuesioner pengendalian tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku “CERDIK” dengan pengendalian tekanan darah (p < 0,05). Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi program promotif dan preventif dalam upaya pengendalian hipertensi di masyarakat.
Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Tn.J Tentang Pemberian Terapi Kompres Hangat Pada Pasien Dengan Arthritis Gout Di Desa Naumbai Wilayah Kerja Puskesmas Air Tiris Witri, Elvi; Safitri, Yenny; Apriza, Apriza
Jurnal Spektrum Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): Volume 1 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : El-Emir Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63477/juski.v1i1.127

Abstract

Lansia merupakan orang dengan usia lebih dari 60 tahun, pada usia lansia secara normal tubuh akan mengalami beberapa kemunduran baik secara fungsi fisiologis maupun fisik Penderita asam urat beresiko mengalami gangguan nyeri pada persendian. Penimbunan Kristal asam urat pada penderita bisa menyebabkan nyeri. Upaya non farmakologi untuk mengurangi nyeri sendi penderita asam urat melalui kompres hangat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Pengaruh Kompres Hangat Dalam Penurunan Nyeri Sendi Pada Penderita Asam Urat. Pada penelitian ini penulis mengambil klien seorang lansia yang mengalami nyeri akibat asam urat di desa naumbai wilayah kerja puskesmas Air Tiris. Perlakuan yang diberikan adalah terapi kompres hangat. Hasil penelitian didapat skala nyeri yang dialami oleh klien adalah 5 merupakan skala nyeri sedang. Dari implementasi yang diberikan kepada klien dengan menggunakan terapi kompres hangat yang diberikan selama 3x20 menit didapatkan evaluasi skala nyeri yang dialami klien berkurang, yang dapat diartikan ada perubahan nyeri yang dialami klien sebelum dan sesudah dilakukan tindakan terapi kompres hangat pada penderita asam urat dengan nyeri sendi. Disimpulkan setelah kompres hangat selama 3x20 menit pada pasien asam urat dengan keluhan nyeri sendi mampu menurunkan skala nyeri sendi dari nyeri sedang (5) menjadi skala nyeri ringan (3)
Perbandingan Efektivitas Pemberian Air Rebusan Asam Jawa dan Jahe Merah terhadap Penurunan Nyeri Dismenore pada Siswi di SMAN 2 Bangkinang Kota Tahun 2023 Tania, Bella; Luthfi, Amir; Apriza, Apriza
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12774

Abstract

Dismenore merupakan rasa sakit yang terjadi selama menstruasi yang berupa rasa nyeri di daerah perut pada bagian bawah. Rasa nyeri tersebut berupa gangguan primer dan gangguan sekunder. Adapun salah satu cara untuk mengatasi dismenore adalah terapi ramuan herbal dengan memakai obat tradisional yang bersumber dari bahan-bahan tanaman, seperti asam jawa dan jahe merah, karena asam jawa dan jahe merah dapat memberikan pengaruh terhadap otak untuk dapat bekerja mengurasi terjadinya kontraksi uterus dan digunakan sebagai agen analgetik yang akan memberikan hambatan dalam melakukan pelepasan prostaglandin secara berlebihan, sehingga dapat memberikan manfaat terhadap turunkan rasa nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas pemberian air rebusan asam jawa dan jahe merah terhadap penurunan nyeri dismenore pada siswi di SMAN 2 Bangkinang Kota tahun 2023. Desain penelitian ini adalah Quasy eksperimental dengan rancangan two group pretest-posttest design. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 160 orang dengan jumlah sampel sebanyak 34 orang. Metode pengambilan sampel purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Numerical Rating Scale (NRS), gelas ukur dan lembar observasi. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat menggunakan uji statistic normalitas data, paired sampel t-test, dan independen t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahawa air rebusan asam jawa dan jahe merah efektif dalam menurunkan nyeri dismenore dengan nilai Sig (2-tailed) adalah 0,000 (p
Asuhan Keperawatan pada Ny. R dengan Penerapan Terapi Guided Imagery terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Pasien Ca Mammae di Rawat Inap Tulip RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Suhendra, Andrea; Apriza, Apriza; Ningsih, Neneng Fitria
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ca mammae adalah keganasan yang bermula dari sel-sel di payudara, Sebagian besar ca mammae bermula pada sel- sel yang melapisi duktus (kanker duktal). Beberapa kasus bermula di lobulu (kanker lobular) dan sebagian kecil bermula di jaringan lain. karena ca mammae dikenal sebagai penyakit yang tumbuh diam-diam namun mematikan (silent killer), karena pada stadium awal penyakit ini tidak menunjukkan gejala klinis yang spesifik. Pada pasien Ny.R keluhan utama pasien mengatakan nyeri pada payudara sebelah kiri, adanya benjolan dan disekitar benjolan terdapat luka ± 10 cm. Pasien mengatakan nyeri pada dada sebelah kiri, skala nyeri 6 (1-10), nyeri dirasakan saat diam dan bergerak, nyeri seperti tertusuk-tusuk, terus menerus, dari masalah tersebut intervensi yang tepat untuk mengurangi nyeri pada pasien Ny.R adalah terapi guided imagery. Tujuan karya ilmiah ners ini adalah untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan dengan memberikan terapi guided imagery. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung dalam mengkaji, menganalisis data, dan mendiagnosa, pasien menderita Ca mammae dengan satu responden, dilakukan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Hasil asuhan keperawatan ini didapatkan adanya penurunan nyeri dari skala 6 menjadi skala 3. Hal ini menunjukkan bahwa terapi guided imagery mampu menurukan nyeri pada ca mammae. Diharapkan pasien dapat mengaplikasihkan terapi guided imagery secara rutin dengan harapan skala nyeri berkurang.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Dewi, Mila Mustika; Apriza, Apriza; Kusumawati, Nila
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26281

Abstract

Tingginya kejadian penyakit diabetes melitus tipe II menjadi ancaman serius bagi kesehatan global. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2015, penyakit DM menduduki urutan ke empat dengan prevalensi 8,6%. Adapun penyebab tingginya prevalensi ini adalah kurangnya pengetahuan, kurang memperhatikan pola makan, dan kurangnya aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita DM tipe II di Desa Kualu Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar. Jenis penelitian ini adalah desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10-17 November 2023. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita DM tipe II di Desa Kualu Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar dengan jumlah sampel 64 orang diperoleh menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan glukometer. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square pada tingkat kepercayaan 95% (0,05), maka didapatkan p value = 0,000 dan 0,045 (p ? 0,05). Sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita DM tipe II di Desa Kualu Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan penderita DM untuk lebih memperhatikan dan melaksanakan 4 pilar pengendalian DM.
Toddler Growth in the Working Area of Kuok Public Health Center, Kampar Regency Erlinawati, Erlinawati; Apriza, Apriza; Parmin, Joria
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 20 No 2 (2022): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol20.Iss2.628

Abstract

Toddler Growth in the Working Area of Kuok Public Health Center, Kampar Regency. The first five years of a child’s life are critical for growth and development because these years assist in generating the adult they will become. Data from WHO discovered that in developing countries, almost 45% of children under five suffer from growth and development disorders. Data from Kuok Public Health Center also demonstrated that in the last three years, there was an increase in the cases of malnutrition were 27 toddlers in 2018. Meanwhile, the were 32 cases in 2019 and 44 in 2020. This study aims to examine factors associated with toddler growth in the working area of Kuok Public Health Center, Kampar Regency. It was a cross-sectional study conducted in the working area of Kuok Public Health Center, Kampar regency, Riau Province. It was performed in January 2021. The samples are 60 toddlers aged 12-60 months with a growth chart. They were selected to be the sample of the study through consecutive sampling. A Chi-square test was administered to evaluate the bivariable. Bivariable analysis displayed a relationship among nutritional status (p-value 0.003, OR 8.321), parenting (p-value 0.003, OR 7.342), exclusive breastfeeding (p-value 0.002, OR 9.201), and parental income (p-value 0.031, OR 4.486) with the growth in toddler. In conclusion, the relationship among nutritional status, parenting, exclusive breastfeeding, and parental income with toddler growth was revealed.
Massage Therapy Prenatal sebagai Intervensi Mengurangi Kecemasan pada Ibu Primigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota, Provinsi Riau Apriza, Apriza; Erlinawati, Erlinawati; Harahap, Dewi Anggriani
Jurnal Sehat Mandiri Vol 19 No 1 (2024): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 19, No.1 Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v19i1.1393

Abstract

The unpreparedness of pregnant women in dealing with changes in pregnancy often causes stress and anxiety. Anxiety experienced by pregnant women has a negative impact on the health of the mother and fetus. The results of a survey of pregnant women at the Bangkinang Kota Health Center, many pregnant women experience anxiety due to psychological factors. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Prenatal Massage Therapy in reducing anxiety experienced by primigravida pregnant women. Methodology: Quasy experiment with one group pretest-posttest design. Participants were 30 pregnant women. Data were collected by assessing the anxiety level using the HARS measurement tool and independent T test analysis. Results showed that the average anxiety level of pregnant women before massage therapy was 2.60 and the average level of anxiety for pregnant women after massage therapy was 0,90. The average difference between the anxiety of primigravida pregnant women before and after massage therapy was 1.7 with a SD of 0.466. The statistical test results obtained a p-value of 0.000. There is a significant difference in the average between primigravida pregnant women anxiety before and after receiving massage therapy. Conclusions: Massage therapy is recommended as an intervention to reduce anxiety in pregnant women. It is recommended for health workers to apply prenatal massage therapy as an alternative to reduce anxiety in pregnant women.