Claim Missing Document
Check
Articles

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. A DENGAN TERAPI PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN KANKER SERVIKSDI RUANG TULIP RSUD ARIFIN ACHMAD Pazira, Pazira; Apriza, Apriza; Azlina, Azlina
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i2.706

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan kematian di dunia. Penyakit ini menempati urutan ke empat dari seluruh kanker yang sering terjadi pada perempuan di dunia. kecemasan merupakan keadaan emosi yang muncul  saat individu sedang stress, dan ditandai oleh perasaan tegang, pikiran yang membuat individu merasa khawatir dan disertai respon fisik seperti jantung berdetak kencang, naiknya tekanan darah, dan lain sebagainya Kecemasan setelah kemoterapi dan radioterapi sering disebabkan karena  mual dan muntah-muntah. Kecemasan pasien terjadi trombosit nya rendah,Hemoglobin nya rendah, mual muntah-muntah setelah radioterapi eksternal dan kemoterapi mengalami kecemasan   dan tidak teratasi dengan baik, maka akan berpengaruh pada lamanya proses penyembuhan. Beberapa penanganan  kecemasan yang bisa dilakukan seperti mencoba dengan teknik non farmakologi dengan menggunakan teknik PMR. PMR merupakan terapi relaksasi sederhana yang dilakukan melalui proses menegangkan dan mengendurkan otot-otot yang dapat memberikan rasa rileks pada tubuh. Hasil dari implementasi terapi PMR dari skala kecemasan kecemasan dari hari pertama 42 (kecemasan berat)   menjadi 30 (kecemasan berat) hari kedua  28 (kecemasan berat)  menjadi 26 (kecemasan sedang) dan hari ketiga 24 (kecemasan sedang) menjadi 18 (kecemasan ringan). Dari hasil penelitian didapatkan hasil 4 diagnosa yaitu ansietas b.d perubahan status kesehatan, nyeri kronis b.d agen pencedera fisiologis, perfusi perifer tidak efektif behubungan dengan penurunan konsentrasi hemoglobin dan gangguan pola tidur berhubungan dengan kurang kontrol tidur.Hal ini menunjukkan bahwa memberikan asuhan berupa terapi PMR memenuhi standar asuhan keperawatan dan mampu menurunkan skala kecemasan pada pasien kanker serviks.
Asuhan Keperawatan pada Tn. I dengan Tuberkulosis Paru di Ruang Isolasi RSUD Bangkinang Arahmi, Azizah; Apriza, Apriza
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.50

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh mycobacteria tuberculosis, yang dapat menyerang berbagai organ, termasuk paru-paru. TB dapat menyerang kelenjar getah bening, usus, tulang, otak dan selaput lendir, laring, ginjal bahkan payudara. Tujuan dari penelitian ini adalah meninjau dan menerapkan perawatan untuk pasien dengan Tuberkolosis Paru pada tahun 2024. Penelitian ini mengambil desain peneliitian deskriptif yang berbentuk studi kasus. Subjek laporan kasus adalah Tn. I, umur 47 tahun dengan Tuberkolosis Paru. Data diperoleh melalui wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Selama pengkajian pasien mengalami batuk berdahak yang sulit dikeluarkan. Oleh karena itu peneliti dapat merumuskan masalah utama dengan diagnosa bersihan jalan nafas tidak efektif b.d hipersekresi yang tertahan (D.0001). intervensi yang diberikan yaitu latihan batuk efektif. Hasil kunjungan keperawatan selama 3 hari pada pasien dan didapatkan dengan masalah teratasi. Pada saat evaluasi keperawatan dengan SOAP didapatkan masalah teratasi.
Gambaran Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Zulsasmi, Cahya Fitri Rahma; Apriza, Apriza; Harahap, Dewi Anggraini
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.201

Abstract

Anemia pada ibu hamil memiliki dampak kesehatan yaitu meningkatkan risiko bayi dengan berat lahir rendah, keguguran, kelahiran prematur dan kematian pada ibu dan bayi baru lahir. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengana metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester 1-3 yang berkunjung di Puskesmas Tambang tahun 2024 yang berjumlah 337 responden dengan menggunakan metode consecutive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan penyebaran pertanyaan identitas kepada responden dan pengukuran anemia menggunakan hemoglobin meter. Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat 266 (78,9%) responden yang tidak mengalami anemia dan 35 (10,4%) responden yang mengalami anemia sedang, 32 (9,5%) responden yang mengalami anemia ringan dan 4 (1,2%) responden yang mengalami anemia berat. Sebagian besar responden berusia tidak beresiko yaitu dalam rentang 20-35 tahun, sebagian besar responden berpendidikan terakhir pada tingkat SD-SMP, sebagian besar responden memiliki pendapatan keluarga kurang dari UMK, sebagian besar responden memiliki jarak kehamilan yang beresiko yaitu < 2 tahun, sebagian besar responden memiliki paritas tidak beresiko yaitu melahirkan 1-3 anak, sebagian besar responden melakukan kunjungan ANC yang tidak lengkap, sebagian besar responden tidak mengalami anemia. Diharapkan kepada ibu hamil agar melakukan kunjungan ANC seperti aturan yang berlaku untuk mengontrol kadar Hb untuk mencegah terjadinya anemia.
Gambaran Pengetahuan Keluarga Tentang Diet Dash pada Penderita Hipertensi di Desa Gobah Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Ramadhani, Desy; Apriza, Apriza; Hamid, M. Nizar Syarif
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i2.76

Abstract

Dyspnea atau sesak napas adalah kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan bernapas atau merasakan napas menjadi cepat dan dangkal. ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) merupakan salah satu bentuk sindrom koroner akut yang mengindikasikan terjadinya iskemia miokard berat dan memerlukan penanganan segera. STEMI berdampak pada sistem pernapasan melalui terjadinya disfungsi ventrikel kiri yang menyebabkan kongesti paru dan edema paru akut, sehingga menimbulkan sesak napas dan hipoksemia. Penatalaksanaan non farmakologis, salah satunya dengan terapi deep breathing exercise untuk mengurangi dyspnea. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada Ny. D dengan pemberian terapi deep breathing exercise untuk mengurangi dyspnea dengan stemi di ruangan krisan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Desain penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Intervensi terapi deep breathing exercise diberikan selama 3 hari sebanyak 5 kali sesi dengan durasi ±5 menit. Hasil asuhan keperawatan menunjukkan pasien mengalami sesak napas (dyspnea) sebelum intervensi, kemudian setelah 3 hari dilakukan pemberian terapi deep breathing exercise, sesak napas yang dialami pasien menurun, pernapasan awal 27x/menit menjadi 21x/menit. Hal ini menunjukkan bahwa terapi deep breathing exercise dapat menurunkan dyspnea yang dialami pasien. Diharapkan pasien mengaplikasikan terapi deep breathing exercise jika mengalami sesak napas berulang.