Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Art Therapy Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Anak dengan Kanker di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia Pekanbaru Tahun 2024 Putri, Darliona; Luthfi, Amir; Apriza, Apriza
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48791

Abstract

Kualitas hidup (Quality of life) adalah penilaian terhadap kesejahteraan individu dalam kehidupan sehari-hari. Kualitas hidup pada pasien dengan penyakit terminal seperti kanker cenderung kurang baik. Kanker ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali, menyerang organ tubuh, dan dapat terjadi pada semua usia, termasuk anak-anak. Selain efek terapeutik, pengobatan kanker juga menyebabkan penderitaan fisik, tekanan psikologis, dan gangguan sosial. Oleh karena itu, diperlukan terapi tambahan seperti art therapy, yaitu pendekatan yang mengombinasikan psikoterapi dan proses kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh art therapy terhadap kualitas hidup anak dengan kanker di YKAKI Pekanbaru tahun 2024, menggunakan desain quasi-experiment dengan one group pretest-posttest pada 20 responden yang diambil dengan menggunakan teknik totally sampling. Hasil penelitian didapatkan rata-rata kualitas hidup anak dengan kanker sebelum dilakukan art therapy adalah 41,250 dan rata-rata kualitas hidup anak dengan kanker setelah dilakukan art therapy adalah 50,0000. Nilai beda mean kualitas hidup anak dengan kanker sebelum dan sesudah dilakukan art therapy ialah sebesar 8,795. Hasil uji statistik Paired Sample T Test diperoleh nilai sig. 0,001 yang berarti pemberian art therapy berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas hidup anak dengan kanker di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Pekanbaru, tahun 2024. Kata Kunci: Kualitas Hidup, Anak dengan Kanker, Art Therapy
Toddler Growth in the Working Area of Kuok Public Health Center, Kampar Regency Erlinawati, Erlinawati; Apriza, Apriza; Parmin, Joria
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 20 No 2 (2022): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol20.Iss2.628

Abstract

Toddler Growth in the Working Area of Kuok Public Health Center, Kampar Regency. The first five years of a child’s life are critical for growth and development because these years assist in generating the adult they will become. Data from WHO discovered that in developing countries, almost 45% of children under five suffer from growth and development disorders. Data from Kuok Public Health Center also demonstrated that in the last three years, there was an increase in the cases of malnutrition were 27 toddlers in 2018. Meanwhile, the were 32 cases in 2019 and 44 in 2020. This study aims to examine factors associated with toddler growth in the working area of Kuok Public Health Center, Kampar Regency. It was a cross-sectional study conducted in the working area of Kuok Public Health Center, Kampar regency, Riau Province. It was performed in January 2021. The samples are 60 toddlers aged 12-60 months with a growth chart. They were selected to be the sample of the study through consecutive sampling. A Chi-square test was administered to evaluate the bivariable. Bivariable analysis displayed a relationship among nutritional status (p-value 0.003, OR 8.321), parenting (p-value 0.003, OR 7.342), exclusive breastfeeding (p-value 0.002, OR 9.201), and parental income (p-value 0.031, OR 4.486) with the growth in toddler. In conclusion, the relationship among nutritional status, parenting, exclusive breastfeeding, and parental income with toddler growth was revealed.
Massage Therapy Prenatal sebagai Intervensi Mengurangi Kecemasan pada Ibu Primigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota, Provinsi Riau Apriza, Apriza; Erlinawati, Erlinawati; Harahap, Dewi Anggriani
Jurnal Sehat Mandiri Vol 19 No 1 (2024): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 19, No.1 Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v19i1.1393

Abstract

The unpreparedness of pregnant women in dealing with changes in pregnancy often causes stress and anxiety. Anxiety experienced by pregnant women has a negative impact on the health of the mother and fetus. The results of a survey of pregnant women at the Bangkinang Kota Health Center, many pregnant women experience anxiety due to psychological factors. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Prenatal Massage Therapy in reducing anxiety experienced by primigravida pregnant women. Methodology: Quasy experiment with one group pretest-posttest design. Participants were 30 pregnant women. Data were collected by assessing the anxiety level using the HARS measurement tool and independent T test analysis. Results showed that the average anxiety level of pregnant women before massage therapy was 2.60 and the average level of anxiety for pregnant women after massage therapy was 0,90. The average difference between the anxiety of primigravida pregnant women before and after massage therapy was 1.7 with a SD of 0.466. The statistical test results obtained a p-value of 0.000. There is a significant difference in the average between primigravida pregnant women anxiety before and after receiving massage therapy. Conclusions: Massage therapy is recommended as an intervention to reduce anxiety in pregnant women. It is recommended for health workers to apply prenatal massage therapy as an alternative to reduce anxiety in pregnant women.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. A DENGAN TERAPI PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN KANKER SERVIKSDI RUANG TULIP RSUD ARIFIN ACHMAD Pazira, Pazira; Apriza, Apriza; Azlina, Azlina
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i2.706

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan kematian di dunia. Penyakit ini menempati urutan ke empat dari seluruh kanker yang sering terjadi pada perempuan di dunia. kecemasan merupakan keadaan emosi yang muncul  saat individu sedang stress, dan ditandai oleh perasaan tegang, pikiran yang membuat individu merasa khawatir dan disertai respon fisik seperti jantung berdetak kencang, naiknya tekanan darah, dan lain sebagainya Kecemasan setelah kemoterapi dan radioterapi sering disebabkan karena  mual dan muntah-muntah. Kecemasan pasien terjadi trombosit nya rendah,Hemoglobin nya rendah, mual muntah-muntah setelah radioterapi eksternal dan kemoterapi mengalami kecemasan   dan tidak teratasi dengan baik, maka akan berpengaruh pada lamanya proses penyembuhan. Beberapa penanganan  kecemasan yang bisa dilakukan seperti mencoba dengan teknik non farmakologi dengan menggunakan teknik PMR. PMR merupakan terapi relaksasi sederhana yang dilakukan melalui proses menegangkan dan mengendurkan otot-otot yang dapat memberikan rasa rileks pada tubuh. Hasil dari implementasi terapi PMR dari skala kecemasan kecemasan dari hari pertama 42 (kecemasan berat)   menjadi 30 (kecemasan berat) hari kedua  28 (kecemasan berat)  menjadi 26 (kecemasan sedang) dan hari ketiga 24 (kecemasan sedang) menjadi 18 (kecemasan ringan). Dari hasil penelitian didapatkan hasil 4 diagnosa yaitu ansietas b.d perubahan status kesehatan, nyeri kronis b.d agen pencedera fisiologis, perfusi perifer tidak efektif behubungan dengan penurunan konsentrasi hemoglobin dan gangguan pola tidur berhubungan dengan kurang kontrol tidur.Hal ini menunjukkan bahwa memberikan asuhan berupa terapi PMR memenuhi standar asuhan keperawatan dan mampu menurunkan skala kecemasan pada pasien kanker serviks.
Asuhan Keperawatan pada Tn. I dengan Tuberkulosis Paru di Ruang Isolasi RSUD Bangkinang Arahmi, Azizah; Apriza, Apriza
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.50

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh mycobacteria tuberculosis, yang dapat menyerang berbagai organ, termasuk paru-paru. TB dapat menyerang kelenjar getah bening, usus, tulang, otak dan selaput lendir, laring, ginjal bahkan payudara. Tujuan dari penelitian ini adalah meninjau dan menerapkan perawatan untuk pasien dengan Tuberkolosis Paru pada tahun 2024. Penelitian ini mengambil desain peneliitian deskriptif yang berbentuk studi kasus. Subjek laporan kasus adalah Tn. I, umur 47 tahun dengan Tuberkolosis Paru. Data diperoleh melalui wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Selama pengkajian pasien mengalami batuk berdahak yang sulit dikeluarkan. Oleh karena itu peneliti dapat merumuskan masalah utama dengan diagnosa bersihan jalan nafas tidak efektif b.d hipersekresi yang tertahan (D.0001). intervensi yang diberikan yaitu latihan batuk efektif. Hasil kunjungan keperawatan selama 3 hari pada pasien dan didapatkan dengan masalah teratasi. Pada saat evaluasi keperawatan dengan SOAP didapatkan masalah teratasi.