Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH KOMPRES DAUN KOL TERHADAP PEMBENGKAKAN PAYUDARA PADA IBU POST PARTUM Rahmisyah Rahmisyah; Ristiani Ristiani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17131

Abstract

Pembengkakan payudara adalah suatu kondisi yang mempengaruhi ibu menyusui di awal pascapersalinan. Ketidaknyamanan dan kelembutan akibat pembengkakan merupakan faktor utama penghentian menyusui dini. Banyak perawatan untuk pembengkakan payudara telah dicoba dan dieksplorasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres daun kol terhadap pembengkakan payudara pada ibu post partum. Penelitian kuantitatif quasi eksperimental dengan pendekatan Post-Test Only Control Group Design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2022 di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Erniati, Banda Aceh. Populasi sampel adalah seluruh ibu post partum yang mengalami pembengkakan payudara sebanyak 30 ibu. Jumlah sampel sebanyak 30 responden yang terbagi atas dua kelompok yaitu kelompok intervensi yang diberikan kompres daun kol sebanyak 15 orang dan kelompok kontrol sebanyak 15 orang. Teknik convenience sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat dan pengolahan data menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solutions) versi 25 dengan hasil signifikan (P < 0,05). Studi menunjukkan bahwa terjadi penurunan pembengkakan payudara setelah intervensi dan diverifikasi secara statistik. Nilai mean rank kompres daun kol sebesar 5,50 dengan nilai median sebesar 1,00, sedangkan mean rank tidak dikompres daun kol adalah sebesar 13,50 dengan nilai median sebesar 2,00 (P = 0,000). Kompres daun kol sebagai alternatif yang dapat digunakan dalam pengobatan pembengkakan payudara. Kompres daun kol efektif dalam mengurangi pembengkakan payudara dibandingkan tanpa diberikan kompres daun kol.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Ristiani Ristiani; Nelva Riza
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/jaia.v8i2.405

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan utama yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan. Stunting termasuk pada kondisi gagal tumbuh pada anak balita akan kurangnya gizi yang bersifat kronis sehingga tinggi badan kurang berdasarkan usianya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting pada balita. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain penelitian crosssectional. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh ibu dengan balita yang berjumlah sebanyak 60 orang menggunakan teknik total sampling. Instrumen menggunakan kuesioner dan analisis statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada balita (P = 0,009), riwayat ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita (P = 0,004), pengetahuan dengan kejadian stunting pada balita (P = 0,012) dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita (P = 0,001). Namun tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan kejadian stunting pada balita (P = 0,347). Kesimpulan terdapat hubungan pendidikan ibu, riwayat ASI eksklusif, pengetahuan dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stuting pada balita. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipertimbangkan untuk menyesuaikan strategi di masa akan datang untuk mengurangi balita stunting.
Asuhan Kebidanan pada Ny. D G1P0A0 Ibu Hamil 38 Minggu dengan Anemia Ringan: Laporan Kasus Sihaloho, Endang; Simamora, Mery Krista; Dalimunthe, Selvia Yolanda; Ristiani, Ristiani
Journal of Language and Health Vol 5 No 1 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i1.2801

Abstract

Setiap tahun, ratusan ribu perempuan menghadapi permasalahan kesehatan, kecacatan, atau kematian yang terkait dengan komplikasi selama kehamilan dan persalinanAnemia memiliki hubungan yang kuat dengan peningkatan risiko kesehatan pada bayi baru lahir, anak-anak, dan ibu-ibu, terutama di negara-negara dengan pendapatan rendah hingga menengah. Anemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin menurun di bawah batas normal, sehingga mengurangi kemampuan tubuh untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuhKondisi ini sering terjadi pada semua kelompok usia, namun anak-anak dan wanita hamil lebih rentan terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis asuhan kebidanan yang diberikan pada ibu hamil 38 minggu dengan mengalami anemia ringan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian ini adalah Ny. D G1P0A0 ibu hamil dengan usia kehamilan 38 minggu yang mengalami anemia ringan. Pengkajian dilaksanakan pada 13 maret 2022 di Klinik Harapan Keluarga Medan diperoleh bahwa ibu memiliki keluhan susah tidur, merasa lemas dan sering buang air kecil. Pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan darah haemoglobin diperoleh sebesar 9,5 gr%. Pengkajian dilaksanakan pada 13 maret 2022 pada ibu hamil dengan usia kehamilan 38 minggu ditemukan bahwa ibu mengalami anemia ringan.
Effectiveness of Slow Stroke Back Massage Therapy on the Sleep Quality of Postpartu Mother Sihaloho, Endang; Dalimunthe, Selvian Yolanda; Simamora, Mery Krista; Ristiani, Ristiani
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 3 No 1 (2022): January-June 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v3i1.3688

Abstract

The risk factors for non-typhoidal Salmonella infections in pediatric populations are not fully understood, but this remains a critical area of study for improving child health. Objective: The aim of this review is to systematically analyze the available literature about the risk factors of non typhoidal salmonella among pediatric populations. Method: The risk factors for non-typhoidal Salmonella infections in children were examined in all papers published between 2019 and 2024 using a systematic review of the literature using PRISMA criteria. Google Scholar, PubMed, and ProQuest are the three electronic databases that the writers searched. The query "children” AND “risk factors” AND “non-typhoidal salmonella” OR “salmonellosis" was used. The outcomes were then examined appropriately. Results: We initially identified 1983 articles and subsequently selected 7 articles that met the inclusion criteria. We identified several risk factors associated with non-typhoidal Salmonella infections and categorized them into four domains: environmental factors (such as open field waste disposal), behavioral habits (like inadequate handwashing), health conditions, and socio-demographic characteristics (such as lower parental education). Conclusions: Our review identified risk factors for non-typhoidal Salmonella infections in four domains: environmental factors, behavioral habits, health conditions, and socio-demographic characteristics.
HUBUNGAN STRES DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA Ristiani; Sihaloho, Endang
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 12 No. 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Hypertension in pregnant women (preeclampsia or eclampsia) is a serious health problem that can occur during pregnancy. Hypertension in pregnant women is a condition of increased blood pressure that occurs after 20 weeks of gestation. This condition can have a serious impact on the health of the mother and the fetus she is carrying. Objective: This study aims to determine the relationship between stress and the incidence of hypertension in primigravida pregnant women. Method: This research design is quantitative research with an analytical survey method using a cross-sectional approach. The population in this study was all pregnant women who came for pregnancy check-ups, namely 172 people. The sampling technique used purposive sampling, the sample size was 75 respondents. Results: There is a significant relationship between stress and the incidence of hypertension in pregnant women (P < 0.05).Conclusion: High level of stress in pregnant women can increase the risk of hypertension during pregnancy. Therefore, healthcare professionals need to pay attention to stress factors in the management of maternal health to prevent hypertension occurrences. Keywords: Hypertension; Pregnant Women; Stress
Analisis Perilaku Pencegahan Eklampsia pada Ibu Hamil dengan Hipertensi Ginting, Antonius; Sihaloho, Endang; Ristiani, Ristiani; Sinulingga, Yeni Friska; Rizki, Hudeni
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v9i3.410

Abstract

Eklampsia adalah komplikasi serius yang sering terjadi pada ibu hamil dengan hipertensi dan merupakan penyebab utama kematian ibu dan bayi di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pencegahan eklampsia pada ibu hamil dengan hipertensi, terutama mengenai pemahaman dan penerapan pola hidup sehat. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap dua informan yang mengalami hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan pertama mengalami kurangnya informasi dari tenaga kesehatan, menyebabkan ketergantungan pada sumber informasi yang tidak selalu dapat diandalkan, sedangkan informan kedua menunjukkan inisiatif lebih besar dalam mencari informasi dari berbagai sumber. Meskipun ada kesadaran akan pentingnya nutrisi dan pola hidup sehat, tantangan dalam penerapannya tetap ada. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi pendidikan yang komprehensif dan dukungan berkelanjutan dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan perilaku pencegahan eklampsia di kalangan ibu hamil. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pendekatan holistik dalam mendukung ibu hamil agar dapat menerapkan pola hidup sehat secara konsisten, yang diharapkan dapat mengurangi risiko eklampsia dan komplikasi terkait.
PENERAPAN CONTINUITY OF CARE (COC) DALAM PENINGKATAN KESEMBUHAN PASIEN DENGAN TUBERKULOSIS PARU Riansyah, Ferdi; Fitria, Fitria; Fitri, Aina; Fazira, Frisca; Saputra, Mahruri; Usman, Said; Saputra, Irwan; Julia Utama, Reka; Ristiani, Ristiani
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol. 11 No. 2 (2024): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v11i2.817

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru, yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, merupakan salah satu penyakit menular dengan angka kematian yang tinggi di seluruh dunia. Di Indonesia, TB paru menduduki peringkat kedua setelah India, dengan 969 ribu kasus dan 93 ribu kematian per tahun. Meskipun telah tersedia vaksin BCG untuk pencegahan, efektivitasnya hanya sekitar 50%, sehingga penularan masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pendekatan Continuity of Care (CoC) dalam meningkatkan kepatuhan dan pengetahuan pasien TB paru. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan desain Posttest-Only Control Design, di mana pasien TB paru dibagi menjadi kelompok eksperimen yang menerima intervensi CoC dan kelompok kontrol yang tidak menerima intervensi. Data dikumpulkan dari tiga Puskesmas di Aceh Besar antara Maret hingga Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CoC secara signifikan meningkatkan kepatuhan (87%) dan pengetahuan (69,6%) pasien dibandingkan dengan kelompok kontrol (P < 0,005). Temuan ini menunjukkan bahwa CoC berperan penting dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien melalui peningkatan kepatuhan terhadap pengobatan dan pengetahuan tentang kondisi kesehatannya. Dengan hubungan yang lebih baik antara pasien dan penyedia layanan kesehatan, CoC dapat membantu menurunkan angka penularan dan meningkatkan keberhasilan pengobatan TB paru. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi implementasi CoC dalam konteks yang lebih luas dan populasi yang lebih beragam.
Peningkatan Kesehatan Balita melalui Pemeriksaan Rutin dan Edukasi Gizi Seimbang Ginting, Antonius; Sihaloho, Endang; Ristiani, Ristiani; Sinulingga, Yeni Friska
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.5387

Abstract

Kesehatan balita merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas kehidupan anak di masa depan. Peningkatan kesehatan balita dapat dicapai melalui pemeriksaan kesehatan rutin dan edukasi mengenai gizi seimbang. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan balita di Puskesmas Sunggal melalui dua pendekatan utama: pemeriksaan kesehatan rutin dan penyuluhan gizi seimbang kepada orang tua. Kegiatan ini melibatkan 100 balita dan orang tua mereka, dengan pemeriksaan kesehatan mencakup penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan status gizi, dan imunisasi. Selain itu, orang tua diberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang untuk pertumbuhan optimal balita. Evaluasi dilakukan melalui beberapa metode penilaian pemahaman orang tua, pengamatan perilaku orang tua dan pemantauan perkembangan balita. Hasil program menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki status gizi normal, meskipun terdapat beberapa kasus gizi buruk, kurang, dan stunting. Evaluasi pasca-program menunjukkan peningkatan pengetahuan orang tua tentang gizi seimbang dan pemeriksaan kesehatan rutin. Sebanyak 80% orang tua melaporkan perubahan positif dalam kebiasaan memberi makanan sehat kepada balita. Program ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan balita melalui pemeriksaan dan edukasi gizi.
EDUKASI GIZI SEIMBANG ANAK PADA IBU DI POSYANDU BALITA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Ristiani, Ristiani; Lamtiar Hotnauli Pakpahan, Asima; Ika Sari, Irma; Syariena, Syariena
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 7 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i7.2953-2958

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih tinggi prevalensinya di Indonesia, khususnya pada anak usia balita. Salah satu penyebab utama stunting adalah rendahnya pengetahuan ibu mengenai prinsip gizi seimbang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang pentingnya gizi seimbang melalui edukasi langsung di Posyandu Kenanga VII, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif, melibatkan 21 ibu balita sebagai responden. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan interaktif, diskusi, simulasi penyusunan menu bergizi, serta evaluasi pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki status gizi normal (61,9% BB/U dan 57,1% TB/U), meskipun masih terdapat balita dengan kondisi kurus. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu, di mana responden dengan kategori pengetahuan baik naik dari 23,8% menjadi 76,2%. Edukasi yang disampaikan secara langsung terbukti efektif membentuk pemahaman dan kesadaran ibu dalam menerapkan pola makan sehat untuk anak. Kegiatan ini dapat direkomendasikan sebagai intervensi preventif yang aplikatif dalam upaya pencegahan stunting di tingkat komunitas. 
Moringa Leaves-Added Food, Baby Massage, and Tui Na Massage to Reduce Stunting Rate on Young Children in Indonesia Sutrisna, Eka; Maulida, Husna; Saputra, Fauzan; Yunitasari; Ardila, Arista; Suriani; Ristiani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v21i2.24094

Abstract

Stunting remains a significant public health issue in Indonesia, particularly in Aceh Province, where the prevalence reached 33.18% in 2021 exceeding the WHO threshold. In North Aceh District, 14.3% of children under five were stunted, with Simpang Keramat District reporting one of the highest rates (35%). This study aimed to evaluate the effectiveness of a combined intervention Moringa leaf-supplemented food within a balanced diet, baby massage, and Tui Na massage in improving the nutritional status of stunted children aged 0–2 years. A quasi-experimental pre-post design was used, involving 50 stunted children divided equally into treatment and control groups. The intervention was conducted over 2.5 months. Paired t-test results showed significant increases in weight (t24 = -6.656, p < .000) and height (t24 = -3.244, p < .003) in the treatment group compared to the control group. These findings suggest that combining dietary fortification using locally available Moringa leaves with physical stimulation through massage therapy can effectively enhance growth outcomes. Given the multifactorial nature of stunting, this study recommends that nurses and health practitioners incorporate both nutrition-based interventions and sensory-stimulating therapies to address growth delays in young children, particularly in high-risk areas such as Aceh.