Claim Missing Document
Check
Articles

Comparison Of Polygamy Laws Between Indonesia, Egypt And Kenya Maswandi
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i3.4224

Abstract

Polygamy is a marriage in which one of the parties having or marrying someone of the opposite sex simultaneously. Experts distinguish the term for a man who have more than one wife with the term polygyny and for a women who have more than one husband use the term polyandry. Therefore, a marriage performed by a man who have more than one wife at the same time called polygyny is not polygamy. Polygamy in Indonesia is regulated in the Marriage Act 1974, KHI and Government Regulation No. 9 of 1975 on the implementation of the law Article 9/1975), for the country of kenya mentioned in Article 49 paragraph 3 of the Kenya Marriage Act of 2014 as well as the law EgyptArticle 11 of Bis law No. 25 of 1929 as amended by law No. 100 of 1985. The research method used is normative legal research with a statute legal approach and a conceptual approach. Results: Indonesia allows polygamy with the permission of the wife and the Religious Court as a form of legal order with maximum limit of four wives, in accordance with the rules contained in the act marriage law and KHI. The Marriage Act of Kenya allow polygamy with the provisions included in the marriage potentially polygamous or polygamous as well as only require voluntary between men and women who will marry without setting limits on the number maximum in polygamy while enurut law Egypt Article 11 Bis of Law No.25 of 1929 as amended by Law No.100 of 1985 husband he must inform his first wife in court of the want to do a second marriage
Penguatan Workforce Agility bagi Pendidik melalui Konsep Agile Classroom Maswandi; Suryani Hardjo; Rahmi Lubis; Beby Suryani Fithri; Vicky Fadian
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2022): EDISI SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan cepat dalam sistem pendidikan dan perkembangan teknologi menuntut pendidik memiliki kemampuan adaptif yang tinggi dalam menghadapi dinamika pembelajaran. Workforce agility menjadi kompetensi penting bagi pendidik agar mampu merespons perubahan secara fleksibel, reflektif, dan inovatif. Kegiatan ini bertujuan memperkuat workforce agility pendidik melalui penerapan konsep Agile Classroom. Pelaksanaan dilakukan pada 27 Agustus 2022 di Sekolah Kebangsaan KEM Terendak 2 Melaka, Malaysia, dengan metode pelatihan partisipatif yang meliputi penyampaian konsep, simulasi, diskusi reflektif, dan workshop penyusunan Agile Lesson Plan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap lima indikator utama. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 56% menjadi 86%, dengan rata-rata kenaikan sebesar 30 poin. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan Agile Classroom efektif dalam meningkatkan kesiapan adaptif dan profesional pendidik. Konsep ini berpotensi mendukung pengembangan budaya pembelajaran yang fleksibel, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Peningkatan Kompetensi Aparatur Kelurahan Dalam Pelayanan Publik Melalui Pendampingan Manajemen Sumber Daya Manusia Di Kelurahan Asam Kumbang Maswandi; Isnaini; Adam; Muhammad Citra Ramadhan; Andi Hakim Lubis; Agus Sugiyarso; Shinta Nikita
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2023): EDISI MARET 2023
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat kelurahan sangat dipengaruhi oleh kompetensi aparatur dalam menerapkan manajemen sumber daya manusia (MSDM). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur Kelurahan Asam Kumbang terhadap konsep MSDM dan prinsip pelayanan publik. Kegiatan dilaksanakan pada 11 februari 2023 menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui ceramah, diskusi interaktif, dan studi kasus. Evaluasi dilakukan terhadap 30 peserta menggunakan desain one-group pre-test dan post-test dengan instrumen skala Likert (1–5). Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor dari 3,10 pada pre-test menjadi 4,32 pada post-test. Nilai N-Gain sebesar 0,64 menunjukkan efektivitas pada kategori sedang menuju tinggi, dan uji paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman aparatur mengenai perencanaan SDM, akuntabilitas, dan profesionalisme pelayanan. Selain peningkatan kuantitatif, kegiatan ini juga mendorong komitmen aparatur dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik. Model pengabdian berbasis evaluasi terukur ini dapat direkomendasikan sebagai pendekatan yang efektif dalam peningkatan kapasitas aparatur di tingkat kelurahan.