Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH INTENSITAS KONSUMSI KONTEN ONLINE DAN PARASOCIAL INTERACTION DENGAN CELEBRITY WORSHIP PADA PENGGEMAR K-POP USIA DEWASA AWAL Fitria Aniswari; Rifqi Farisan Akbar; Pratidina Ekanesia
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12994

Abstract

ABSTRACT The rapid development of digital media and social networking platforms has increased fans' access to information about their idols, strengthening psychological attachment and potentially fostering celebrity worship. This study aimed to examine the relationship between online content consumption, parasocial interaction, and celebrity worship among early adult K-Pop fans. A quantitative approach with a correlational design was employed. The participants consisted of 109 K-Pop fans aged 18–25 years selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The findings revealed that online content consumption and parasocial interaction were positively and significantly associated with celebrity worship. Furthermore, both variables jointly contributed to the level of celebrity worship among early adult K-Pop fans. These findings indicate that higher levels of online content consumption and stronger parasocial interaction are associated with greater tendencies toward celebrity worship. This study highlights that digital media engagement and psychological attachment to idols are important factors contributing to the development of celebrity worship among early adult K-Pop fans. ABSTRAK Perkembangan media digital dan media sosial telah meningkatkan akses penggemar terhadap berbagai informasi mengenai idola, sehingga memperkuat keterikatan psikologis dan berpotensi mendorong munculnya perilaku celebrity worship. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas konsumsi konten online dan parasocial interaction terhadap celebrity worship pada penggemar K-Pop usia dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 109 penggemar K-Pop berusia 18–25 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas konsumsi konten online dan parasocial interaction memiliki hubungan positif dan signifikan dengan celebrity worship. Selain itu, kedua variabel secara bersama-sama berkontribusi terhadap tingkat celebrity worship pada penggemar K-Pop dewasa awal. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas konsumsi konten online dan semakin kuat parasocial interaction yang dimiliki penggemar, maka semakin tinggi pula kecenderungan celebrity worship. Penelitian ini menegaskan bahwa aktivitas konsumsi media digital dan keterikatan psikologis dengan idola merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap terbentuknya perilaku celebrity worship pada penggemar K-Pop usia dewasa awal.
Hubungan Dukungan Sosial dan Coping Stres Terhadap Tingkat Stres Warga Binaan di Rutan Kelas 1 Bandung Haura Bahren Salsabilla; Prinska Damara Sastri; Rifqi Farisan Akbar
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11505

Abstract

Tekanan psikologis sering dialami oleh tahanan selama masa penahananmereka. Kondisi tersebut dapat dikaitkan dengan berbagai faktor, terutama ketersediaan dukungan dari orang lain dan cara individumenghadapi tuntutan yang menimbulkan stres. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis hubungan antara sumber daya sosial yang mendukungdan tingkat stres, untuk menilai hubungan antara upaya mengatasi stresdan stres, dan untuk mengukur sejauh mana kedua prediktor tersebutberkontribusi terhadap stres di antara tahanan di Pusat Penahanan Kelas I Bandung. Metode kuantitatif korelasional digunakan dalam penelitian ini. Sampel terdiri dari 40 tahanan yang dipilih melalui pengambilan sampelbertujuan. Informasi dikumpulkan melalui instrumen skala Likert yang dirancang untuk menilai dukungan sosial, upaya mengatasi stres, dan stres. Dataset kemudian diproses di IBM SPSS Statistics 26 denganmenerapkan uji Pearson Product Moment bersama dengan regresi linier berganda. Analisis menunjukkan bahwa sumber daya sosial yang mendukung tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistikdengan stres (r = -0,068; p = 0,675). Sebaliknya, mekanisme kopingditemukan memiliki hubungan terbalik yang bermakna dengan stres (r = -0,336; p = 0,034). Pengujian lebih lanjut melalui regresi mengkonfirmasibahwa mekanisme koping memberikan kontribusi signifikan terhadapstres (p = 0,019), sedangkan dukungan sosial tidak memberikankontribusi yang bermakna (p = 0,252). Ketika kedua prediktordimasukkan secara bersamaan, model tersebut tidak mencapaisignifikansi statistik dalam menjelaskan stres (F = 3,121; p = 0,056), meskipun model tersebut menjelaskan 14,4% dari varians. Temuan inimenunjukkan bahwa mekanisme koping memainkan peran yang lebihmenonjol daripada dukungan sosial dalam menjelaskan tingkat stres yang lebih rendah di antara tahanan di Pusat Penahanan Kelas I Bandung.