Tekanan psikologis sering dialami oleh tahanan selama masa penahananmereka. Kondisi tersebut dapat dikaitkan dengan berbagai faktor, terutama ketersediaan dukungan dari orang lain dan cara individumenghadapi tuntutan yang menimbulkan stres. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis hubungan antara sumber daya sosial yang mendukungdan tingkat stres, untuk menilai hubungan antara upaya mengatasi stresdan stres, dan untuk mengukur sejauh mana kedua prediktor tersebutberkontribusi terhadap stres di antara tahanan di Pusat Penahanan Kelas I Bandung. Metode kuantitatif korelasional digunakan dalam penelitian ini. Sampel terdiri dari 40 tahanan yang dipilih melalui pengambilan sampelbertujuan. Informasi dikumpulkan melalui instrumen skala Likert yang dirancang untuk menilai dukungan sosial, upaya mengatasi stres, dan stres. Dataset kemudian diproses di IBM SPSS Statistics 26 denganmenerapkan uji Pearson Product Moment bersama dengan regresi linier berganda. Analisis menunjukkan bahwa sumber daya sosial yang mendukung tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistikdengan stres (r = -0,068; p = 0,675). Sebaliknya, mekanisme kopingditemukan memiliki hubungan terbalik yang bermakna dengan stres (r = -0,336; p = 0,034). Pengujian lebih lanjut melalui regresi mengkonfirmasibahwa mekanisme koping memberikan kontribusi signifikan terhadapstres (p = 0,019), sedangkan dukungan sosial tidak memberikankontribusi yang bermakna (p = 0,252). Ketika kedua prediktordimasukkan secara bersamaan, model tersebut tidak mencapaisignifikansi statistik dalam menjelaskan stres (F = 3,121; p = 0,056), meskipun model tersebut menjelaskan 14,4% dari varians. Temuan inimenunjukkan bahwa mekanisme koping memainkan peran yang lebihmenonjol daripada dukungan sosial dalam menjelaskan tingkat stres yang lebih rendah di antara tahanan di Pusat Penahanan Kelas I Bandung.