Akreditasi merupakan salah satu instrumen penjaminan mutu eksternal yang berperan strategis dalam memastikan akuntabilitas, transparansi, serta keberlanjutan peningkatan mutu lembaga pendidikan dan organisasi pelayanan publik di Indonesia. Proses visitasi akreditasi menuntut kesiapan lembaga dalam menunjukkan bukti nyata penerapan standar mutu melalui dokumentasi yang sistematis, implementasi prosedur yang konsisten, dan pembentukan budaya mutu yang berkelanjutan. Di sisi lain, Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2015 hadir sebagai kerangka kerja internasional yang memberikan panduan bagi organisasi untuk mengelola proses, sumber daya, dan risiko secara efektif guna mencapai kepuasan pemangku kepentingan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan SMM ISO 9001:2015 dalam meningkatkan kesiapan lembaga menghadapi visitasi akreditasi. Penelitian dilakukan melalui metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, seperti artikel jurnal nasional dan internasional, dokumen kebijakan, serta laporan implementasi ISO di lembaga pendidikan dan organisasi publik. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan ISO secara konsisten mampu memperkuat kesiapan akreditasi melalui peningkatan kualitas dokumentasi, efisiensi proses internal, penguatan budaya mutu, serta mendorong perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Namun demikian, efektivitas ISO sangat bergantung pada komitmen kepemimpinan, keterlibatan seluruh anggota organisasi, serta keselarasan antara standar ISO dengan instrumen akreditasi nasional. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan integrasi strategis antara SMM ISO dan sistem akreditasi agar lembaga mampu menciptakan tata kelola mutu yang adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada keunggulan berkelanjutan.