Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : As-sunniyyah

Optimalisasi Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga Dengan Beriwirausaha Sebagai Upaya Peran Perempuan Dalam Keluarga Asnawan, Asnawan; Budianto, Nanang; Fadlilah, Fadlilah; Khusnuliyah, Umi
AS-SUNNIYYAH Vol 3 No 01 (2023): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v3i01.1975

Abstract

Aktivitas pemberdayaan masyarakat yang baik, pada umumnya mengharuskan adanya proses pendampingan. Ini menjadi hal yang penting karena objek pemberdayaan masyarakat adalah masyarakat dengan dinamikanya yang beragam. Maka dari hal tersebut banyak kemampuan dan keterampilan masyarakat yang harus dikembangkan. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan. Pemberdayaan ini dikhususkan untuk ibu rumah tangga dengan latarbelakang keluarga Pra Sejahtera. Kegiatan ini dilakukan dengan cara memotivasi ibu rumah tangga untuk melakukan wirausaha secara mandiri di rumahnya. Sehingga nanti home industry ini bisa berkembang untuk menunjukan bahwa peremouan juga bisa malakukan ekonomi secara mandiri. Salah satu upaya dalam peningkatan perekonomian masyarakat adalah dengan membuat usaha baru yaitu pembuatan kue yang mana bahan dari kue tersebut mudah didapatkan dimana-mana. Tujuan dari pemberdayaan ini adalah untuk meningkatkan perekonomian ibu rumah tangga di desa tersebut agar memiliki mindset berwirausaha sehingga mampu menghasilkan profit dan benefit bagi keluarganya.
Pemberdayaan Pondok Pesantren dan Pendidikan Formal Terhadap Santri Assunniyyah Kencong Jember di Era Regulasi Pendidikan Nasional Asnawan, Asnawan
AS-SUNNIYYAH Vol 1 No 01 (2021): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper about pesantren as a religious institution gained momentum in the national education system after the issuance of Law no. 20 of 2003 concerning the national education system. The law states that religious education is not only one type of education, but already has various forms such as diniyah education, pesantren and other similar forms, then alternative solutions emerge so that both of them complement each other and together have the same goal of producing students. students become human beings who have faith, piety and have science and technology in accordance with the objectives of the laws of the State of Indonesia. From the problems above, researchers are interested in conducting research on the development of religious education (PPK). In general, the development of religious education in Islamic boarding schools can be said to exist with religious activities that are continuously carried out by increasing student resources (SDS) both through formal education and diniyyah salafiyah. Tulisan ini tentang pesantren sebagai institusi keagamaan mendapatkan momentum dalam sistem pendidikan nasional setelah keluarnya Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Undang-Undang tersebut menyebutkan bahwa pendidikan keagamaan tidak hanya salah satu jenis pendidikan, tetapi sudah memiliki berbagai bentuknya seperti pendidikan diniyah, pesantren dan bentuk lain yang sejenis kemudian muncul alternatif solusi agar keduanya saling mengisi dan bersama-sama mempunyai tujuan yang sama untuk mencetak santri-santrinya menjadi manusia mempunyai keimanan, ketaqwaan dan mempunyai ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan tujuan undang-undang Negara Indonesia. Dari permasalahan di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pengembangan pendidikan keagamaan (PPK). Secara umum pengembangan pendidikan kegamaan yang ada di pondok sudah bisa dikatakan eksis dengan kegiatan keagamaan yang terus menerus dilaksanakan dengan meningkatkan sumber daya santri (SDS) baik melaui pendidikan formal dan diniyyah salafiyah.