Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Asuhan Akupunktur pada Pasien Pasca-Stroke dengan Kesulitan Bicara: Studi Kasus Indah Indrianingtyas; Ikhwan Abdullah; Chantika Mahadini
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2512

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan yang sering mengakibatkan gangguan fungsi berbicara atau afasia, sehingga berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Di Rumah Sehat Indah Pandaan, ditemukan banyak kasus pasca-stroke dengan kesulitan berbicara yang memerlukan intervensi efektif dan holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur pada penderita pasca-stroke yang mengalami kesulitan berbicara di Rumah Sehat Indah Pandaan Kabupaten Pasuruan. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada satu partisipan (Ny. W, 42 tahun) yang mengalami afasia. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi selama enam sesi terapi dengan frekuensi dua kali seminggu menggunakan titik utama Ren-23 (Lianquan), LI-4 (Hegu), GB-20 (Fengchi), ST-40 (Fenglong), DU-15 (Yamen), HT-5 (Tongli), SP-6 (Sanyinjiao), dan KI-3 (Taixi). Hasil penelitian menunjukkan perbaikan signifikan pada kemampuan bicara partisipan yang ditandai dengan artikulasi suara lebih jelas, volume suara meningkat, serta keluhan wajah kebas yang teratasi sepenuhnya. Kemiringan pada bibir dan lidah juga berkurang hingga tampak hampir simetris, serta keluhan penyerta seperti pusing dan pandangan mata berkabut berhasil diatasi. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan studi ini dengan populasi partisipan yang lebih luas dan durasi penelitian yang lebih panjang untuk melihat efektivitas jangka panjang akupunktur pada kasus afasia kronis
Asuhan Akupunktur dalam Menangani Nyeri Leher: Studi Kasus Erlinawati; Chantika Mahadini; Ikhwan Abdullah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2513

Abstract

ABSTRAK Nyeri leher merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering dijumpai dan dapat memengaruhi aktivitas serta kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan akupunktur pada pasien dengan nyeri leher. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus terhadap satu partisipan laki-laki berusia 52 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui empat metode pemeriksaan, yaitu pengamatan, pendengaran dan penciuman, wawancara, serta perabaan, dengan validitas data diuji menggunakan triangulasi. Intervensi akupunktur diberikan sebanyak enam sesi terapi selama tiga minggu sesuai prinsip penatalaksanaan nyeri leher. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan keluhan nyeri leher yang dirasakan partisipan. Rentang gerak leher membaik, kekakuan berkurang, dan kualitas tidur meningkat. Perbaikan kondisi umum juga terlihat pada ekspresi wajah, serta temuan lidah dan nadi yang lebih seimbang. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah partisipan yang lebih besar guna memperkuat temuan terkait asuhan akupunktur pada nyeri leher.
Efektivitas Asuhan Akupunktur dalam Mengurangi Nyeri dan Kekakuan pada Kasus Trigger Finger Indrawati Setyono; Mayang Wulandari; Ikhwan Abdullah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2533

Abstract

Trigger Finger merupakan gangguan muskuloskeletal yang ditandai oleh nyeri dan sensasi mengunci (locking) yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Akupunktur adalah terapi komplementer yang relatif aman untuk mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi gerak pada kasus gangguan muskuloskeletal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur pada penderita Trigger Finger di Klinik Aura Akupunktur Jakarta Barat. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi kasus dengan sampel satu orang partisipan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode Wang, Wen, Wen, dan Qie. Intervensi dilaksanakan sebanyak enam kali sesi terapi menggunakan titik lokal Ashi (A1 pulley) serta titik distal LI-4, SJ-5, dan SI-3 dengan metode reduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah enam kali terapi, nyeri tajam (stabbing pain) pada jari tangan ke-3 kiri hilang sepenuhnya. Kekakuan, sensasi terkunci, serta bengkak dan nyeri tekan pada area A1 pulley mengalami perbaikan signifikan hingga kembali normal. Penjaruman pada titik-titik tersebut terbukti melancarkan aliran Qi dan darah sehingga memperbaiki fungsi gerak jari. Hasil penelitian ini disarankan menjadi bahan pertimbangan bagi akupunktur terapis dalam memberikan asuhan yang tepat dan aman bagi penderita Trigger Finger.
Efektivitas Akupunktur pada Kasus Xigai Tong (Nyeri Lutut) Widajati; Ikhwan Abdullah; Puspo Wardoyo
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2535

Abstract

Xigai Tong (Nyeri lutut) merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering dijumpai dan dapat disertai gejala sistemik menurut kerangka Chinese Medicine, sehingga memerlukan penatalaksanaan yang komprehensif dan individual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan akupunktur pada penderita Xigai Tong di Griya Sehat Sejati Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan satu klien sebagai subjek penelitian. Asuhan akupunktur diberikan selama enam sesi berdasarkan hasil diagnosis sindrom Chinese Medicine, khususnya Defisiensi Yang Ginjal. Data dikumpulkan melalui observasi klinis dan wawancara terkait keluhan utama dan penyerta sebelum dan setelah terapi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi klinis klien sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan klinis berupa hilangnya nyeri lutut, berkurangnya rasa dingin pada lutut dan punggung bawah, menurunnya frekuensi buang air kecil pada malam hari, jarangnya keluhan tinnitus, serta membaiknya kualitas tidur klien setelah enam sesi terapi. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar asuhan akupunktur berbasis sindrom Chinese Medicine dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan terapi pada kasus Xigai Tong.
Efektivitas Asuhan Akupunktur dalam Menurunkan Intensitas Nyeri Kepala: Studi Kasus Siti Permas; Ikhwan Abdullah; Leny Candra Kurniawan
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2537

Abstract

Nyeri kepala merupakan keluhan umum yang sering dipengaruhi oleh faktor emosional berkepanjangan, yang dapat menurunkan kualitas hidup dan fungsi harian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil asuhan akupunktur pada kasus nyeri kepala yang berkaitan dengan faktor emosi di Rumah Sehat Wellagree Bogor. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan satu subjek yang menerima enam sesi terapi akupunktur. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik, termasuk evaluasi titik akupunktur dan karakteristik nadi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan, ditandai dengan hilangnya nyeri kepala, membaiknya kualitas tidur, berkurangnya konstipasi, penurunan ketegangan emosional, serta ekspresi wajah dan refleks gerak yang lebih normal. Titik-titik akupunktur yang sebelumnya nyeri menjadi tidak sensitif, dan karakter nadi tampak lebih harmonis. Temuan ini menegaskan peran akupunktur tidak hanya dalam meredakan nyeri, tetapi juga dalam mendukung regulasi psikoemosional dan keseimbangan tubuh secara holistik. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar praktik akupunktur mempertimbangkan aspek emosional sebagai faktor penting dalam penatalaksanaan nyeri kepala.
Implementasi Asuhan Akupunktur untuk Mengurangi Frekuensi Kekambuhan Asma: Studi Kasus Yekti Andriani; Amal Prihatono; Ikhwan Abdullah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2538

Abstract

Asma merupakan gangguan pernapasan kronis yang dapat menurunkan kualitas hidup dan sering dipengaruhi oleh faktor lingkungan, termasuk paparan cuaca dingin. Pendekatan Chinese Medicine memandang asma sebagai kondisi kegagalan Qi Paru untuk turun akibat akumulasi dahak dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil Asuhan Akupunktur pada penderita Asma. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada satu klien perempuan berusia 44 tahun yang menjalani enam sesi terapi akupunktur selama tiga minggu di Klinik Bhakti Husada Bekasi. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan akupunktur empat cara, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan induktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas sesak napas, berkurangnya rasa tertekan di dada, serta pernapasan yang dirasakan lebih lega. Batuk dan produksi dahak masih ditemukan, namun jumlahnya berkurang dan lebih mudah dikeluarkan, disertai peningkatan kekuatan suara dan berkurangnya frekuensi sighing. Pemeriksaan lidah menunjukkan selaput yang semakin tipis dan tidak lengket, sedangkan nyeri tekan pada titik Zhongfu (LU 1) menurun. Berdasarkan temuan tersebut, Asuhan Akupunktur disarankan sebagai terapi pendukung dalam penatalaksanaan Asma dengan Sindrom Dahak Dingin.
Efektivitas Asuhan Akupunktur terhadap Penurunan Intensitas Vertigo: Studi Kasus Edison; Puspo Wardoyo; Ikhwan Abdullah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2541

Abstract

Vertigo merupakan gangguan keseimbangan yang dapat menurunkan kualitas hidup dan sering disertai keluhan penyerta seperti gangguan tidur, ketidakstabilan emosional, serta keluhan gastrointestinal. Pendekatan akupunktur dalam kerangka Chinese Medicine dipandang relevan karena menekankan keseimbangan Qi, Darah, serta harmonisasi Yin dan Yang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas asuhan akupunktur dalam menurunkan intensitas vertigo. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan satu partisipan penderita vertigo yang menjalani enam sesi terapi akupunktur. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan akupunktur yang meliputi pengamatan (Wang), pendengaran dan penciuman (Wen), wawancara (Wen), serta perabaan (Qie). Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi klinis sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah enam sesi terapi terjadi penurunan frekuensi vertigo hingga jarang muncul, perbaikan kualitas tidur, berkurangnya keluhan overthinking, serta hilangnya nyeri ulu hati. Selain itu, ditemukan perbaikan pada tanda objektif berupa perubahan kondisi lidah, kualitas suara, serta kekuatan nadi. Berdasarkan temuan tersebut, asuhan akupunktur disarankan untuk dipertimbangkan sebagai pendekatan terapeutik dalam penatalaksanaan vertigo secara komprehensif.
Penatalaksanaan Kasus Low Back Pain Melalui Terapi Akupunktur Pada Lansia Di Kelurahan Mangliawan Kabupaten Malang Leny Candra Kurniawan; Ikhwan Abdullah; Chantika Mahadini
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 : April (2026): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low Back Pain is one of the common musculoskeletal complaints frequently experienced by the elderly, and it can reduce their mobility as well as their overall quality of life. The problem identified in Mangliawan Village is that 70% of older adults experience joint pain that has not been optimally managed, along with a low level of public knowledge regarding non-pharmacological management.  This community service activity aims to improve the management of Low Back Pain in the elderly by providing health education and acupuncture therapy. The methods used include a participatory approach, health education sessions, and the provision of acupuncture therapy in several sessions.  The results of the activity show an increase in the elderly’s understanding of the causes, prevention, and management of Low Back Pain, as well as a reduction in pain intensity in 80% of participants and an improvement in their ability to perform daily activities. In addition, the level of participation and participant satisfaction was relatively high.  This community service initiative is expected to improve the quality of life of the elderly through promotive and curative community-based approaches.
Intervensi akupunktur pada asthenopia di Rumah Sehat Bojathera Holistik Kota Cirebon Rusdiatin, Ivana Eko; Abdullah, Ikhwan; Wulandari, Mayang; Kurniawan, Leny Candra
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i1.1458

Abstract

Asthenopia merupakan kondisi gangguan penglihatan yang prevalensinya meningkat seiring dengan penggunaan perangkat digital dalam durasi yang berkepanjangan. Kondisi ini dapat memicu berbagai keluhan, meliputi gangguan visual, keluhan muskuloskeletal, serta dampak psikososial. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang aman yaitu akupunktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi intervensi akupunktur pada kasus asthenopia di Rumah Sehat Bojathera Holistik, Kota Cirebon. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan satu partisipan laki-laki berusia 45 tahun dengan keluhan asthenopia; nyeri periorbita, nyeri kepala, dan kekeringan pada mata. Diagnosis dilakukan melalui metode observasi, auskultasi, wawancara, dan palpasi dengan menggunakan instrumen Lembar Data Klien dan kuesioner Dry Eye Questionnaire-5 (DEQ-5). Intervensi akupunktur sebanyak delapan sesi selama empat pekan dengan frekuensi dua kali per pekan, menggunakan kombinasi titik akupunktur LR3, LI4, GB20, GB37, KI3, KI7, SP6, HT7, Taiyang, Yuyao, Jingming, Zanzhu, dan Tongziliao. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan pada gejala asthenopia, ditandai dengan penurunan intensitas nyeri periorbita dari skala 8 menjadi skala 2, nyeri kepala dari skala 7 menjadi skala 0 pada akhir sesi, serta penurunan skor kekeringan mata dari 9 menjadi 4. Berdasarkan temuan tersebut, akupunktur dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis pada gejala asthenopia, meskipun penelitian lanjutan dengan desain dan jumlah sampel yang lebih besar masih diperlukan.
Pola Hidup Sehat Dan Pengetahuan Penanganan Keluhan Vegetatif Pra Dan Menopouse Dengan Pendekatan Kebidanan-Akupuntur Widia Shofa Ilmiah; Sulistiyah; Ikhwan Abdullah
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pre-menopause is the period before perimenopause which is characterized by the beginning of decreased reproductive function until the appearance of vegetative complaints or other signs of menopause. Menopause is a biological stage of women, which is characterized by the cessation of menstruation after 12 consecutive months. The incidence of menopause in Indonesia on average occurs at the age of 45-55 years in 90% of women. About 5% will occur after age 55. Data from the Central Statistics Agency in 2021 when compared to the total population of Indonesia at the age of 40-45 years is 21.88% and the population of productive age between 15-64 years is 70.72% of the total population of 270.20 million people. The results of interviews with the head of the PKK and Mrs. RT 03 Mangliawan Village, District, Malang Regency that the partner's problem is the many vegetative complaints felt by PKK member mothers in the form of hot flushes, insomnia, dyspareunia, and osteoporosis as well as the habit of drinking less water. The purpose of this activity is to increase knowledge about healthy lifestyles and knowledge of handling pre-menopause and menopause vegetative complaints with obstetrics and acupuncture approaches. Method of Implementation of activities using pre-test and post-test techniques with interventions in the form of health promotion. Pamphlet and questionnaire instruments. The results of this activity showed that there was an increase in knowledge of healthy lifestyles (p = 0.001) and the level of knowledge of handling pre- and menopausal vegetative complaints (p = 0,000). This activity concludes that there is a success of health promotion activities by increasing knowledge of healthy lifestyles and knowledge of handling vegetative complaints in empowering family welfare of mothers.