Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Revitalisasi Kawasan Permukiman Menjadi Lahan Pertanian berbasis Smart Farming Menggunakan Teknologi Photovoltaic berbantuan Mikrokontroler Arduino dan Solar Cell Halil, Nur Ihsan; Saputra, I Gede Purwana Edi; Bulaka, Bardan; Paliling, Alders; Mustafa, Marlina; Kusuma , Damar Yoga; Sasongko, Hadi; Yudhana, Anton
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v5i2.166

Abstract

Desa Mataosu Ujung menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan lahan pertanian sehingga perlu penanganan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini secara umum adalah untuk mengoptimalkan lahan permukiman menjadi lahan pertanian berbasis Smart Farming melalui revitalisasi lahan dengan penerapan teknologi photovoltaic berbantuan Arduino Mikrokontroler dan Panel Surya guna meningkatkan aksesbilitas dan kemajaan Desa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pendampingan dan pelatihan dengan tahapan Perencanaan, Pelatihan, Pendampingan, dan Evaluasi (PPPE). Hasil yang dicapai dalam PkM ini yakni  85% kelompok tani memiliki skor pemahaman terhadap Smart Farming di atas skor 70, 75% anggota mitra karang taruna matiro decceng memiliki skor pemahaman terhadap pemanfaatan teknologi dan pemasaran berbasis digital di atas 70, dan koefisien konsistensi validasi untuk sistem Smarty Farming sebesar 0,69, menunjukkan tingkat konsistensi yang tinggi atau valid. Kesimpulan dari hasil kegiatan ini yaitu penerapan smart farming dengan teknologi photovoltaic, mikrokontroler arduino, dan solar cell berhasil mengoptimalkan lahan permukiman menjadi lahan pertanian produktif dan memberikan solusi bagi keterbatasan sumber air dan akses listrik , dan berhasil mewujudkan Integrasi Sistem Desa terdigitalisasi.
Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Galur Tomat Hasil Persilangan Karina x Mawar: Growth and Production of Some Tomato Strains Resulting from the Cross of Karina x Mawar Muh. Farid; Feranita Haring; Muhammad Fuad Anshori; Katriani Mantja; Andi Dirpan; Siti Halimah Larekeng; Marlina Mustafa; Adnan, Adnan
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 1 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i1.3059

Abstract

Peningkatan konsumsi tomat semakin meningkat, namun produksi tomat masih lebih rendah dari potensi produksinya. Salah satu upaya dalam meningkatkan produksi tomat dapat dilakukan dengan penggunaan varietas unggul yang dapat beradaptasi baik dengan lingkungannya dan berproduksi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian lanjutan beberapa galur hasil persilangan Karina x Mawar terhadap karakter pertumbuhan dan produksi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin sejak bulan April hingga Juli 2023. Hasil yang didapatkan yaitu, galur hasil persilangan Karina x Mawar yang memberikan produksi terbaik adalah KM 69.6.8 (g8) dengan rata-rata produksi 1858.83 g dan berbeda nyata dengan kedua tetuanya, karakter yang memiliki nilai heritabilitas tinggi, yaitu karakter tinggi tanaman, tinggi dikotomus, jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, jumlah tandan berbuah, jumlah buah total, panjang buah, diameter buah, bobot buah, jumlah biji perbuah dan produksi, serta terdapat 4 karakter yang berkorelasi positif nyata terhadap produksi, yaitu karakter tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga pertandan dan jumlah tandan berbuah. The increase in tomato consumption is increasing, but tomato production is still lower than its production potential. One effort to increase tomato production can be done by using superior varieties that can adapt well to their environment and produce high yields. This research aims to carry out further testing of several lines resulting from the Karina x Mawar cross on growth and production characteristics. The research was carried out at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Hasanuddin University from April to July 2023. The results obtained were, the line resulting from the Karina x Mawar cross that gave the best production was KM 69.6.8 (g8) with an average production of 1858.83 g and was significantly different from the two parents, characters that have high heritability values, namely plant height, dichotomous height, number of branches, flowering age, harvest age, number of fruit bunches, total number of fruit, fruit length, fruit diameter, fruit weight, number of seeds per fruit and production, and there are 4 characters that have a real positive correlation with production, namely plant height, number of branches, number of flower bunches and number of fruit bunches.
Yield Evaluation of Several Tomato Strains from the Cross-Breeding Product of Mawar x Chung BDR, Muh. Farid; Anshori, Muhammad Fuad; Mantja, Katriani; Ridwan, Ifayanti; Mustafa, Marlina; Adnan, Adnan
Agrotech Journal Vol 8, No 2 (2023): Agrotech Journal
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/atj.v8i2.2098

Abstract

The unavailability of high-yielding varieties can cause low production of tomatoes. Excellent variety construction in plant-breeding programs is possible as an effort to solve the tomato cultivation problem. This study aimed to evaluate the yield of several tomato strains from the cross-breeding product of Mawar × Chung. This study was conducted at the experimental garden, Faculty of Agriculture, Hassanuddin University from April to July 2023. From the results, a strain with high productivity level was obtained from the KM 10.10.6 (g6), which produced an average of 1432.64 g and was significantly different from both parent plants. This strain also had high heritability levels of plant height, dichotomic height, number of branches, flowering period, harvesting period, number of fruit bunches, number of fruits, fruit length, fruit diameter, fruit weight and productivity. Moreover, this strain had four characteristics that positively correlated to production, namely plant height, stem diameter, number of branches, and number of fruits
Bioremediator Formula for Cultivated Plants Grown on Post-Mining Soil Syahri, Yolanda Fitria; Mustafa, Marlina; Ratriani, Ratriani
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v8i1.2195

Abstract

Research in the form of bioremediation through Bacillus sp. and VAM tests to degrade nickel and chromium needs to be carried out to obtain the best formula for plant growth. Thus, this research has the following objectives: (1) to obtain the best treatment of soil heavy metal bioremediator (2) to reuse post-mining land into productive land for cultivated plants. The research method will be divided into two activities (1) provision of bioremediator formula and (2) testing of bioremediator formulation on cultivated plants. Based on the study's results, 150 ml Bacillus/plant (A3) has the highest effectiveness in reducing chromium by 0.922% in the soil. While the best formula for reducing nickel is 75 grams of VAM (A6) with a reduction capacity of 0.924%. All treatments on sorghum samples on each chromium and nickel produced values <1, this shows that sorghum only absorbs heavy metals and does not accumulate much of all chromium and nickel heavy metals. Parameters of plant height, number of leaves, wet weight, and dry weight with the DMRT at the α = 5% level showed a very significant effect on the treatment of VAM (A6) 75 grams. Bacillus sp and VAM can be used as a bioremediator agent for cultivated plants planted on post-mining soil.
Seleksi 16 Galur Harapan Cabai Rawit (Capsicum annuum L.) untuk Toleransi terhadap Salinitas Musadia Afa; Mustafa, Marlina; Yolanda Fitria Syahri; Juniaty Arruan Bulawan; Musdalifa
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.671 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.36030

Abstract

Pemanfaatan lahan salin untuk pengembangan cabai rawit dapat dilakukan dengan menyeleksi varietas yang toleran sehingga pertumbuhan dan produksinya tetap baik meskipun ditanam pada lahan tercekam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria seleksi toleran cabai rawit terhadap salinitas dan menyeleksi galur harapan cabai rawit yang toleran berdasarkan karakter morfologi dan komponen produksi. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara dari November 2020 hingga Mei 2021. Penelitian dilaksanakan pada lahan salin dekat pantai dengan rata-rata hasil analisis daya hantar listrik (DHL) 6.66 dS m-1. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 22 galur elit cabai rawit yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter yang potensial untuk dijadikan kriteria seleksi toleran salinitas pada cabai rawit adalah tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, dan panjang buah karena menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap bobot buah per tanaman dan memiliki nilai heritabilitas arti luas yang tinggi, masing-masing 81.53%, 94.75%, 95.05%, 87.45%. Berdasarkan karakter tersebut, galur yang terpilih sebagai calon varietas toleran adalah G17. Galur ini dapat direkomendasikan untuk pengembangan cabai rawit di lahan salin. Kata kunci: heritabilitas, korelasi, kriteria seleksi, lahan salin, produksi